Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Pak Ali


__ADS_3

Aku pun duduk di bangku beserta siswa yang lain. Lalu tak lama berselang masuk seorang guru yang mengajarkan pelajaran matematika.


"Dia kan..... "Ucap Dira tiba tiba.


...*****...


"Kenapa dir". Tanyaku sambil berbisik.


Kulihat raut wajahnya yang lekak menatap guru matematika itu.


"Elu kenapa, kok liat guru itu terus sih". Tanyaku lagi.


Karena penasaran kulihat kearah guru itu. Menurut ku wajahnya biasa biasa saja dan tidak teralu tampan tapi kenapa Dira melihatnya terus. Lalu dengan segera kualihkan kembali pandangan ku kearah Dira.


"Dia itu gu-".


Ucapan Dira terputus oleh suara dari bapak matematika itu.


"Baiklah untuk membuka pelajaran untuk mengasah otak kalian bapak ingin menanyakan satu soal secara cepat, dan yang bisa jawab dengan cepat pula bakalan dapet nilai tambah". Ucapnya lagi.


**Yaa...


...Aduh gimana......


^^^Gawat...^^^


****** lah**


...Nilai lagi......


Ucap pasrah dari semua murid disini kecuali aku, karena aku baru pertama kali masuk pelajaran ini dan tidak tau bagaimana cara guru ini mengajar.


"Dara aku pergi dulu ya, aku malas dengan pelajaran ini". Ucap Dira, bahkan hantu saja malas kalok sudah matematika.


Aku hanya mengangguk dan ia pun menghilang dari hadapanku.


"Sebutkan jawaban dari 1×2×5×7×9×6×4×2×0\=... ".


Ucapnya semangat dan sangat cepat.


"Nol... "Jawabku langsung.


karena setiap perkalian mau berapa pun hasilnya kalok sudah dikali no pasti nol bukan.


"Betul... Siapa yang jawab boleh berdiri". Ucapnya.


aku pun segera berdiri dan menghampiri nya kulihat ekspresi terkejut dari wajahnya saat melihatku.


"Kamu kan Dara". Ucapnya masih dengan wajah yang masih terkejut.


"Bapak kenal sama saya". Tanyaku penasaran.


"Iya bapak kenal sama murid baru". Tanya siswa lain juga penasaran.


"dia dulu siswa bapak di SMA lama, kamu kenapa pindah kesini bukannya terakhir kali kamu koma ya".tanyanya lagi padaku.

__ADS_1


"Karena orang tua saya pindah tempat kerja jadi saya pindah kesini". Ucapku menjelaskan.


"Baiklah kalok begitu kamu boleh duduk... Baiklah anak anak mari kita lanjutkan pelajaran buka halaman 15". Ucapnya lagi.


Aku pun segera berjalan ke tempat duduk ku, masih ada sedikut tanda tanya dibenak ku apa betul ya aku dulu siswa guru itu, sepertinya ini hanrus ku tanyakan pada Dira nanti. Lalu jam pelajaran pun dimulai segera kami pun memulai pelajaran.


...********...


"Guci beras ". Ucap Dira yang tiba tiba muncul disebelah ku sambil memanggil Akbar.


"Diem". Ucap akbar berbisik dan menoleh sekilas. dan kembali melihat lagi kedepan.


"Guci beras, Guci beras,Guci beras". Ucap Dira lagi sambil sedikut berteriak di telinga akbar.


Karena tidak tahan akbar pun menoleh kebelakang sambil berteriak kembali.


"Elu bisa diem gak ". Teriak Akbar,


Seketika pak guru itu segera menghentikan penjelasannya dipapan tulis dan melihat kearah akbar.


"Kenapa saya harus diam, kamu tidak suka dengan pelajaran saya Akbar". Ucap pak guru itu sedikit marah.


"Anu... Anu... Pak enggak kayak gitu tapi". Ucap akbar gelagapan karena takut dengan ekspresi bapak itu.


"Anu apa, sekarang cepat kamu berdiri di atas kursi sampai pelajaran saya selesai". Ucapnya lagi.


Seketika Akbar lun berdiri di atas kursi tapi karena badannya yang gemuk ia kadang sampai beberapa kali. Kulihat Dira yang sudah tertawa cekikikan melihat hal itu, dan kami semua yang ada dikelas pun juga diam diam menertawakan Akbar karena hal itu.


"Hahaha... Enak bar diatas jadi model". Ucap Dira masih tertawa.


Lalu sekitar 10menit Akbar berdiri diatas kursi bel istirahat pun berbunyi lalu Setelah pak guru itu keluar dari kelas kami, dan dengan segera Akbar turun dari kursi.


"Haduh.. Untung cuman 10 menit, kalok lebih bisa mati bediri gue di kursi". Ucap akbar sambil berbaring di lantai.


"Elu enggak papa bar". Tanya ku yang sedikit kasian.


karena kalok saja Dira tidak mengganggu Akbar pasti dia tidak akan dihukum.


"Enggak cuman pegel aja, gara gara si tepung sajiku ni". Ucapnya lagi.


Yang sepertinya ia sudah tidak takut lagi dengan Dira. dan Dira hanya tersenyum melihat itu.


"Tepung sajiku siapa bar". Tanya Ellin penasaran.


"Enggak siapa siapa. Ayo kekantin gue laper banget mau makan". Ucap Akbar menarik kami berdua. Sementara Dira mengikuti dari belakang.


Saat akan berjalan ke kantin.


"Bapak tadi itu namanya siapa lin". Tanyaku pada Ellin.


"Pak Ali". Ucap Ellin singkat. Aku pun hanya menganguk sambil berjalan.


...******...


Saat sampai dikantin, kulihat dimeja kemarin sudah ada Adit dan Alex dengan beberapa makanan diatas meja. Segera Akbar berlari kearah sana dengan sangat riang. Dan langsung menyantap satu mangkok bakso.

__ADS_1


"Selow dong bar, kayak orang enggak makan aja lu, kenapa ni anak wey... ". Ucap Adit kesal sambil Melihat kearah kami.


" dia tadi dihukum sama pak Ali, disuruh bediri diatas kursi". Ucap Ellin. Mereka pun hanya menangguk, Dan kami pun ikut duduk.


"Wih, banyak banget makanannya siapa yang ultah ni". Ucap Dira bertanya.


"Yang ultah ni sih Alex". Ucap Akbar menjawab pertanyaan Dira.


"Gue kan bisa bilang sendiri bar". Ucap Alex pada akbar. Tapi tidak di hiraukan Akbar.


"Selamat ulang tahun ya Lex". Ucapku sambil tersenyum. Ia pun mengangguk. Lalu segera disusul Ellin dan Akbar.


"Oh ya, entar kalian main ya kerumah ku, biasa ngerayain kecil kecilan sekitar jam 19:00. Dan lu Dara musti datang ya kan lu juga temen kita". Ucap Alex.


"Gue enggak tau rumah lo lex". Ucap ku lagi.


"Kan ada si Adit rumah kalian kan deket, barengan aja iya gak dit". Ucap Alex lagi.


"boleh kalok dia mau". Ucap Adit lagi.


"Ayok lah ra sekalian lu ngumpul bareng kita". Ucap Akbar berusaha meyakinkan ku. Lalu karena tak tega dengan ajakan mereka aku pun mengangguk.


Lalu kami pun makan makanan yang telah dihidangkan oleh Alex. Sementara Dira ia hanya melihat saja karena ia tidak dapat memakannya. Setelah semua makananya habis segera kami kembali kekelas masing masing untuk pelajaran berikutnya.


...******...


Saat sudah masuk jam pulang segera kami keluar dari kelas dan seperti biasanya kami akan berpisah di depan gerbang.


"Ra lu mau ikut enggak". tanya Adit.


"enggak deh, makasih ya". Ucapku lagi karena berniat untuk pergi ketokoh dulu untuk mebeki hadiah.


Ia pun menangguk dan pergi dengan motornya. Segera kulangkah kan kaki ku menuju halte terdekat.


"Dara kenapa enggak numpang aja sih, biar cepet sampai". Ucap Dira lagi.


"Gue mau nyari hadiah ultah dulu buat Alex masa iya sih kesana enggak bawa apa apa".


"Elu mau kasih dia apaan emangnya". Tanya Dira. Lalu aku berpikir sebentar.


"Gue sih maunya... yang pastinya dia suka, mungkin buku deh iya enggak soalnya kan dia pinter mungkin suka baca buku iya enggak". Ucapku lagi.


"Elu bawa duit ". Tanya Dira lagi.


"Oh, iya gue enggak bawa duit lebih, cuman cukup buat naik angkot. jadi gimana dong ". Tanya ku lagi.


"Oh ya gimana kalok kita ke butik mama kan ada dideket sini, nanti disana kita minta aja duit ya kan". Ucap Dira memberi saran.


"namanya butik apa, gue enggak tau". Tanyaku lagi.


"Butik xxx". Ucapnya lagi. Lalu kami pun segera kesana dengan naik angkot.


...*****...


Lalu saat sampai disana segera kami masuk kedalam dan ku tanya pada pegawai disana.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2