Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Dari dulu...


__ADS_3

Saat aku sedang berbaring diatas kasurku, tiba tiba saja langit menjadi gelap yang menandakan bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Segera aku pun beranjak dari atas kasurku dan berlari kecil menuju tempat dimana mamaku menjemur pakaian.


Kuangkat satu persatu baju yang ada dijemuran, hingga akhirnya aku pun selesai, dan dengan segera aku masuk kedalam rumah sambil memikul baju baju itu.


Dan tak lama berselang, rintik hujan kudengar dari luar yang menandakan bahwa hujan telah turun, segera ku tutup pintu dan kuletakan baju baju itu kedalam keranjang.


"Hah!! ... Untung aja keburu... Kalok enggak udah pada basah nih baju-baju". Gerutuku melihat tumpukan baju itu, dan setelah selesai aku pun langsung berjalan menuju dapur sekedar untuk membasahi kerongkonganku dengan segelas air dingin.


Belum sampai aku kedalam dapur, tapi kulihat dari arah pintu dimana seseorang bukan tepatnya sesosok wanita berpakaian putih sedang duduk diatas meja sambil memeluk kaleng biskuit, ya siapa lagi dia kalau bukan Dira yang sedang menyantap biskuit kesukaanya.


"Dira!!.. Turun gak!... Kebiasaan banget sih jadi hantu... kalok makan diatas meja!! ". Gerutuku sambil berusaha menariknya untuk turun dari atas meja.


"Kenapa sih?... Orang lagi makan juga.. Apa salahnya? , gue kan hantu jadi bebas dong makan dimana aja... Enggak keliatan sama orang lain juga". Ucapnya tak mau kalah, sehingga aku pun semakin kesal di buatnya.


"Hei!... Iya kamu memang enggak keliatan sama orang... Tapi kan keliatan sama aku!!... Jadi turun sekarang". Ucapku lagi padanya sambil menautkan kedua alisku, sehingga ia pun perlahan lahan turun dari atas meja.


"Iya ini udah turun... Udah jangan marah...kalok Kamu marah, kamu mirippp banget sama... ". Ucapnya menggantung sehingga aku pun mengeryinkan dahiku bingung karenannya.


"Mirip siapa? ". Ucapku drngan ketus.


"Kak ros!!... Tau kan film upin & ipin itu loh". Singkatnya yang masih memakan biskuit.


"Tau!! ... Terus gue musti bilang wow!!.. Gitu ". Singkatku sambil membuka kulkas dan mengambil air dingin didalamnya, kemudian dengan segera ku teguk airnya sampai habis.


"Teyus giwe misti bilong wiw!!.. Gyutu". Ucapnya mengulang perkataanku.


"Kenapa sih?... Sakit?... Kenapa kamu pakek ngulang perkataan orang". Tanyaku padanya.


"Enggak gue enggak sakit, gue kan hantu mana ada hantu sakit". Ucapnya ketus padaku.


"Oh". Singkatku yang hanya meng o kan saja perkataannya sambil kembali meneguk air dingin yang ada ditanganku.


"Eh Dara... Enggak baik loh kalok minum air es hujan hujan... nanti sakit!! ". Ucapnya yang malah menasihatiku.


"Ih Dara... Inggik beik luh kiluk minim eir es hujin hujin... Ninti sikit!! ". Ulang ku dengan membalas mengejeknya. Kemudian aku pun langsung berjalan hendak menaiki tangga.


"Dara!!! ". Teriaknya jengkel, dan aku pun hanya terkekeh mendengarnya, sambil terus naik dan masuk kedalam kamarku.

__ADS_1


...*******...


Dimalam harinya kudengar suara dari bawah, suara itu berasal dari kedua orang tuaku sehingga aku pun langsung bergegas menuju kelantai bawah.


"Mama, Papa udah pulang". Tanyaku sambil duduk di sofa.


"Udah nak.. Kamu udah makan belom? ". Tanya papaku padaku dan ku jawab dengan anggukan kepalaku.


"Eh iya nak... Ini liat deh mama beliin topi buat kamu, bagus gak?... Coba kamu pakek, mama mau liat... Wah cocok ya buat kamu!! ". Ucap mamaku sambil memakaikan sebuah topi padaku.


"Ini topi buat apaan ma?... Aku kan jarang pakai topi". Ucapku bertanya padanya, sambil membuka topi itu.


"Ya enggak pa pa... Tadi mama enggak sengaja liat ada orang yang jual topi ini, karena lucu mama beli deh buat kamu... Gimana suka gak". Jelas mamaku padaku.


"Iya aku suka". Singkatku sambil kembali memakai topi itu. Dan mamaku kembali tersenyum padaku.


"Oh ya... Mama sama papa udah makan belum, atau mau Dara buatin kopi apa teh gitu". Ucapku menawarkan.


"Papa kopi aja nak". Ucap papaku sambil beranjak masuk kedalam kamar.


"Mama teh ya nak... Makasih". Ucap mamaku juga.


"Topi lo bagus... Dapet dari mana? ". Tanyanya padaku.


"Oh ini aku dibeliin sama mama... Gimana bagus gak? ". Tanyaku sambil memegang topi itu.


"Ish... Iya bagus.. Kan uda gue bilang tadi... Apa anda tuli!! ". Geurutunya malah kembali mengejekku.


"Enggak tuli..... Cuman kurang denger aja tadi". Singkatku padanya.


"Oh, berati budek ya". Ucapnya malah memakai kata lain.


"Maksud aku-...


"Dara kopi papa udah jadi belum? ". Tanya papaku sedikit berteriak.


"Eh iya pa... Ini sedikit lagi". Ucapku lalu segera ku angkat air yang mendidih dan ku tuangkan kedalam gelas kemudian barulah ku bawa pada mereka.

__ADS_1


...***********...


Setelah puas bercerita kepada kedua orang tua ku, aku pun masuk kedalam kamarku dan langsung membersihkan diri karena aku hendak tidur. Kubaringkan tubuhku diatas kasur sambil kutatap langit langit kamar yang gelap karena lampu kamarku sudah aku matikan.


"Coba aja dari dulu papa sama mama perhatian sama aku dan Dira". Lirihku berandai.


"memangnya kenapa kalok mereka perhatian dari dulu sama kita? ". Tanya Dira yang sudah ikut berbaring disebelahku.


"Ya, pastinya sebelum kamu meninggal setidaknya kamu punya kenangan yang bahagia kan... Itu kan memang keinginan kamu". Jelasku padanya.


"Eh... Mana ada, tapi!! iya sih....Aku memang pengen mereka perhatian sama kita... Tapi!!.... Aku juga tau mereka kerja buat kita... Biar kita bisa terus makan dan sekolah, kalok misalnya merek enggak kerja nanti gimana kalok mereka bangkrut lagi kayak waktu itu... Jadi karena itu mereka jarang libur". Lirih Dira yang dapat kudengar.


"Iya aku juga tau... Tapi setidaknya kamu juga dapat ngerasain kan kasih sayang mereka, meskipun mereka enggak bisa liat kamu". Ucapku padanya.


"Iyap... Aku bisa rasain dan itu aja udah cukup buat aku... Udah kamu tidur sana ini udah malem aku ngantuk". Ucap Dira dengan suara serak.


"Eh kamu mau nangis ya... Mana coba aku liat". Ucapku sambil mendekat kearahnya.


"Apaan sih... Sana tidur... Orang enggak ada yang nangis juga". Ucapnya lagi, yang ku tau berusaha menyembunyikan air matanya.


"Coba aku liat dulu". Ucapku lagi berusaha membalikan tubuhnya.


"Ish apaan sih... Udah aku tidur ditempat lain aja". Ucapnya dan seketika menghilang dari sampingku.


"Tch!!... Dia lari lagi... Padahal aku tau dia pasti tadi nangis... tapi dianya malu". Ucapku yakin.


"Udahlah tidur aja... Kenapa jadi ngurusin dia". Ucapku lagi sambil kembali membaringkan tubuhku.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2