
Saat dirumah, setelah mengganti baju sekolahku dan makan, aku pun segera mengerjakan tugas dari guruku, tapi tiba tiba ada sebuah pesan masuk dari grup teman temanku, yang bilang bahwa mereka ingin merngerjakan pr dirumahku, aku pun menyetujuinya dan menunggu mereka datang.
Sambil menunggu aku pun berjalan menuju dapur, seraya melihat apa yang bisa kujamu untuk mereka. Aku pun masih mencari cari sampai tiba tiba Dira datang seperti biasanya.
"Cari apa? ". Tanyanya padaku.
"Itu... Kamu tau gak dimana biasanya mama simpan biskuit atau apa kek gitu yang bisa buat mereka ngemil nanti? ". Tanyaku padanya.
"Oh.. Tau, tapi gue enggak mau kasih tau". Ucapnya santai sambil melipat tangannya di dadanya.
"Kenapa? ". Singkatku.
"Karena pasti nanti ada guci beraskan, habis nanti semua kueku dimakannya". Gerutunya padaku.
"Ishh.. Nanti aku beli lagi, cepet keluarin nanti mereka keburu dateng". Ucapku padanya.
"Ish... Itu, dirak sebelah atas, yang paling kanan". Ucapnya sambil menunjuk rak paling kanan.
Segera kuambil biskuit itu dan kulihat isinya masih cukup lumayan, jadi kututup kembali kaleng biskuitnya dan segera aku pun membuat kan teh manis dingin dan kutaruh dikulkas, sehingga aku tidak perku repot lagi nanti.
...*****...
Dan tak lama mereka pun datang, dan segera kusuruh mereka untuk masuk, dan menunggu diruang tamu, dan segera kubawakan biskuit dan juga teh manis yang telah kubuat tadi.
"Wah enggak usah repot repot lah ra". Ucap Akbar seraya menyambut biskut yang ada ditanganku.
"Eh... Enggak usah repot repot tapi lo ambil juga". Ucap Adit protes padanya.
"Ish... Diem aja... Kan tadi basa basi... Ya kali enggak pakek basa basi". Ucapnya seraya memasukan satu kue kemulutnya.
Lalu setelah selesai mendengar celotehan Akbar kami pun segera mengeluarkan buku dan segera mengerjakan tugas dari kelas masing masing.
Sementara Dira, dia hanya duduk sambil makan dan melihat kami.
"Eh... Itu hitungannya salah... Seharunya yang ini dulu baru yang itu". Ucap Dira menunjuk nunjuk buku Akbar.
"Ish... Apaan sih lo... Liat ni buku gue ada remahan biskuit lo semua tau... Lagian salahnya dimana, orang gue bener kok ngerjainnya". Ucap Akbar pada Dira.
"Kalok dibilang salah ya salah... Itu seharunya dari kalinya dulu baru ditambah". Ucap Dira yang tidak mau kalah dengannya.
"Sewot banget sih". Ucap Akbar lagi.
"Ngomong sama siapa sih bar? ". Tanya Adit padanya.
"Ini biasa... Masa dia bilang gue salah ngitung". Gerutu Akbar.
"Kalian berantem karna itungan... Sini coba gue liat". Ucap Alex mengambil buku Akbar.
"Lu liat lah lex... Cara gue udah bener kan, memang gitu kan isinya". Ucap Akbar pada Alex.
__ADS_1
"Kayaknya salah dek bar...ini seharusnya dikali dulu baru ditambah... Ini kan masih dibilang gampang karena gue rasa anak sd pun bisa". Ucap Alex sambil memberikan buku itu kembali pada Akbar.
"Kan... Gue bilang juga apa... Ngeyel sih... Tu denger kata Alex anak sd pun bisa". Ucap Dira yang tak henti hentinya mengejek Akbar.
"Ish... Apaan sih lo... Maklum kalok masih ada yang salah... Karena enggak semua orang tau, masih banyak kok selain gue... Gitu aja udah besar tu kepala... Baek baek entar meledak". Ucap Akbar membela Diri dan menganti jawabannya.
"kalok meledak tinggal gue tampel pakek lem, terus tiup lagi deh.... Taraa... kepala gue utuh deh... Hahah". Ucap Dira dengan tertawaannya disusul oleh Hana.
"Heleh... Gitu aja lucu". Ucap Akbar padanya.
Kami pun terus mengerjakan pr kami hingga tak terasa pr kami pun akhirnya selesai. Dan setelah selesai kami semua pun duduk duduk dan berbicara bersama, seraya menyantap bakso yang kami beli dari pedagang keliling.
Saat kami sedang asik menyantap bakso, tiba tiba dateng orang dari deller motor yang mengantarkan motor, dan mengatakan itu Ganti rugi dari Satria. dengan surat surat yang sudah lengkap. Segera kutanda tangani dan mereka pun pergi.
"Wah... Motor baru ni ye". Ejek Akbar padaku.
"Ini motor ganti rugi bar, udah abisin tu bakso". Ucapku seraya memakan bakso ku.
Setelah selesai mereka pun berpamitan dengan ku, dan pulang kerumahnya masing masing. Segera kukemasih sisa makan kami barusan, dan kubawa kedapur untuk dicuci.
Sambil mencuci piring aku pun juga ditemani oleh Dira yang duduk diatas kursi sambil melihatku. Dan sesekali mengajak ku berbicara.
...******...
Keeskon harinya aku bangun lebih pagi dan segera kupanaskan motorku. Dan saat aku hendak pergi papa dan mamaku keluar dari rumah.
"Nak... Itu motornya siapa, motor kamu kemana? "Tanya palaku padaku.
"Jadi motor kamu bukannya dirumah temen kamu, tapi rusak... Ya ampun, terus kamu kemarin kesekolah gimana... Siapa yang udah rusakin motornya kamu bilang sama mama? ". ucap mamaku panik padaku.
"Tenang aja ma, aku kan udah gede aku udah bisa naik kendaraan umum kok... Dan inikan udah diganti".ucapku padanya.
"Udahlah ma... Anak kita kan udah gede sekarang... Dan lagian urusannya kan juga udah selesai jadi jangan dipermasalahin lagi ya". Ucap papaku.
"Yaudah, tapi kalok kamu ada masalah bilang sama mama, jangan diem aja". Ucap mamaku.
Segera kusalami tangan mereka dan segera kujalankan motorku, meninggalkan pekarangan rumahku, menuju sekolah.
...******...
Sesampainnya disekolah, dan saat aku turun dari motor, kulihat teman teman Satria yang menatapku tajam dari arah pos satpam.
Aku terus berjalan hingga melalui mereka tanpa membalasnya karena tidak ingin ada pertengkaran lagi, sampai tiba tiba salah satu dari mereka membuka suara.
"Wah... Mentang mentang punya motor baru, bangga banget ya". Ucapnya, tapi berusaha tidak kuhiraukan dan saat aku hendak melangkah kedengar suara dari yang lain.
"Eh... Yang kita omongin itu elu... Enggak nyadar diri banget sih... Seharusnya elo itu makasih sama Satria.... Karena dia udah mau ganti motor lu, padahal kan-...
"Padahal apa... Padahal aku yang mulai duluan... Kalok boleh kusaranin ya... Sebaiknya berkaca sebelum menyindir orang, dan jika kalian udah berkaca, sebaiknya kalian lihat keburukan kalian, jangan cuman liat wajah kalian yang engak seberapanya itu!!". Ucapku seraya berbalik dan kuucapkan dengan tegas dengan menekankan kata kata ku dan saat hendak berjalan dari sana, aku pun kembali bersuara.
__ADS_1
"Dan ya... Kalok kalian mau ngerusakin motor itu lagi... Silahkan tapi jangan salahin aku kalok kalin musti ganti yang baru, karena tanpa kalian sadari aku punya kamera CCTV yang tersembunyi jauhhh..... banget dari sini dan kutaruh dirumahku jadi percuman kalok kalian nyari... Dan asal kalian tau kamerannya itu bisa ngezooom muka kalian jelas banget.... Meskipun dari rumahku". Ucapku dengan wajah sedikit mengejek seraya melangkah pergi.
"Emang ada ya kamera yang dipasang dari rumahnya tapi ngawasinnya motornya yang ada disekolah? ". Ucap salah satunya yang masih kudengar.
"Adalah... kamera punya ku". Ucapku seraya tertawa dan berlari masuk kesekolah.
...******...
disiang harinya kami masuk pelajaran pak Ali, dan dia mulai mengajarkan kami beberapa materi yang katanya nanti akan masuk kedalam materi.
"Jadi... Silahkan kalian catat, dan kalian mengerti... bagi yang belum mengerti silahkan bertanya". Ucapnya seraya duduk dikursi.
Aku pun mencatat, semua yang ada dipapan tulis. Sampai tiba tiba ada temanku yang membuka suara dan bertanya padanya.
"Pak... Cara ngerjain yang nomor satu gimana? ". Tanyanya seraya menunjuk no 1.
Pak Ali pun berdiri dan mulai menjelaskan kepada semua orang yang juga belum mengerti, sementara aku hanya duduk terdiam sambil memperhatikannya dalam menjelaskan.
"Apa kalian semuanya sudah mengerti? ". Tanyanya pada kami.
Dan kami semuannya pun menjawab serentak dengan"mengerti".
"Baiklah Dara, silahkan kamu maju dan kerjakan soalnya! ". Ucapnya padaku, seraya menghapus papan tulisnya dan mulai menuliskan sebuah soal untukku.
Aku pun maju kedepan, dan mulai mengerjakan soal itu sesuai dengan yang ku tau, dan setelah selesai kuminta dia untuk mengoreksi jawabanku itu.
"Baiklah, jawaban kamu benar... Tapi saya kurang mengerti langkah pengerjaan kamu, karena kamu membuatnya rumit disini! ". Ucapnya seraya melingkari salah satu jalan
Yang kutulis.
"Sebainya buat semua pekerjaan kamu menjadi mudah... Dan lakukan yang seharusnya kamu lakukan tanpa mempersulitnya, jangan ikut campurkan rumus yang berlebih meskipun itu benar karena suatu saat nanti akan mempersulitkan dirimu sendiri... Mengerti!! ". Ucapnya padaku.
Aku pun menganggukan kepala ku seraya kembali ketempat duduku.
Dan kami pun kembali melanjutkan pelajaran kami.
...******...
Saat pulang sekolah aku pun langsung pulang dengan menaiki motorku, dan aku hendak cepat cepat pulang karena aku harus mengerjakan pr yang diberikan oleh guru penjas tadi dan besok harus segera dikumpulkan.
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
(Bersambung)