Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Konter.


__ADS_3

Keesokan harinya karena hari ini adalah hari sabtu, aku pun bisa bersantai dirumah karena hari ini adalah hari libur.


Setelah sarapan pagi, kulihat di grup dimana wali kelas kami mengatakan bahwa jika ingin mengetahui hasil ulangan kami, maka nilai ulangan kami akan dipajang dimading pada hari senin, setelah upacara.


Dan bagi yang nilainya tuntas boleh mengikuti camping yang akan diadakan pada hari selasa, sementara bagi yang nilainnya tidak tuntas maka diwajibkan untuk mengikuti remedial, begitupun yang tidak mengikuti ulangan maka harus mengikuti ulangan susulan.


Setelah selesai membaca informasi dari wali kelasku, kuletakan kembali ponselku itu dimeja, dan aku pun teringat dengan ponsel yang rusak itu. Karena dari tadi pagi sudah ku cas, tapi tetap saja tidak menyala Aku pun mengajak Dira untuk kekonter agar kami dapat mengetahui isi dari ponsel itu.kuambil ponsel rusak itu, dan segera kubawa turun kebawah.


"Ra... Kira kira nilai lo tuntas gak ya? ". Ucapnya sambil tersenyum mengejek padaku.


"Ya... Pasti tuntas dong... Gini gini gue juga pinter, gue kan juga udah mati matian belajar jadi pasti tuntas dong". Ucapku sedikit menyombongkan Diri.


"Eleh... Entar sekali enggak tuntas... Kok bisa sih... Kenapa enggak tuntas... Pasti nilaiku diganti ni !! ". Ucapnya seraya memeragakan ekspresiku yang sedang kesal.


"Ish... Apaan sih Dira... Mana ada aku kayak gitu... Tapi aku juga enggak tau sih, soalnya yang sekarang lagi aku pikirin itu, gimana caranya buat aku minta tu buku sama Alex". Ucapku seraya naik kemotor dan memakai helm.


"Gampang banget itu mah... Tinggal bilang lex buku yang pernah aku kasih ke kamu, bisa balikin gak soalnya aku mau pakek tu buku... Gitu aja". Ucap Dira santai naik kemotor.


Lalu segera kujalankan motorku itu menuju konter, dan aku pun kembali berkata.


"Lu mah gampang... Lah gua yang ngasih enggak enak, masa udah dikasih malah gue minta lagi sih". Ucapku sewot padanya.


"Ya, gimana lagi.... Kalok mau ngikutin saran gue ya, gitu... ". Ucapnya lagi padaku.


Dan kemudian aku pun hanya diam karena malas menanggapi ucapannya itu. Dan akhirnya aku pun sampai disebuah konter, segera aku pun turun dan berjalan kearah konter itu.


...*******...


"Bang ini hp masih bisa dibenerin gak ya? ". Tanyaku pada orang konter itu.


"Bentar,biar saya liat dulu". Ucapnya seraya mengambil hp itu lalu dilihat lihatnya hp itu.


"Ini lumayan susah juga dek... Soalnya kayak udah lama matinya, juga kayaknya ni hp pernah kebanting makannya mati". Ucapnya lagi padaku.


"Terus gimana... Bisa enggak? ". Tanyaku karena memang aku tidak mengerti tentang apa yang rusak.


"Bisa sih... Tapi kayaknya butuh waktu buat benerin , ya kira kira 4-5hari lah yang paling cepet". Jelasnya padaku.


Aku pun sedikit berpikir, karena dalam waktu 4-5 hari menurutku itu sangat lama, jadi aku pun kembali bertanya.


"Enggak bisa lebih cepet lagi ya bang". Tanyaku.


"Enggak bisa dek... Soalnya kayaknya itu ada yang rusak... Jadi musti mesen bagian hpnya yang rusak dulu". Jelasnya lagi.


"Yaudah deh bang kalok gitu". Ucapku padanya.

__ADS_1


"Kalok gitu no kamu berapa, biar kalok sudah selesai nanti bakalan saya telpon". Ucapnya meminta no ku. Aku pun langsung memberikan no ku.


Lalu setelah selesai berunding aku pun pulang dan mengatakan bahwa aku akan mengambil ponsel itu saat aku sudah ditelpon.


...******...


Aku pun mengendarai motorku, berniat untuk pulang, tapi saat kami melewati penjual bakso Dira pun memintaku untuk berhenti.


"Ish... Apaan sih Dira". Ucapku kesal padanya.


"Bakso ra.. Bakso, ayo puter balik, kita beli bakso". Ucapnya padaku.


Dan mau tak mau, aku pun memutar balik motorku, dan menuju penjual bakso. Aku pun segera memesan 2porsi bakso itu dibungkus, dan setelah siap , segera kubayar bakso itu dan aku pun kembali pulang.


...******...


Sesampainnya aku dirumah, aku pun langsung memarkirkan motorku itu di garasi, dan aku pun masuk kedalam rumah, segera kuletakan bakso itu kedalam mangkok, dan kuberikan satu mangkok pada Dira.


"Asik... Bakso-bakso... Pakek cabe biar enak". Ucapnya seraya memasukan cabe.


"Enggak mau kecap Dira? ". Tanyaku seraya menyodorkan kecap.


"No... I don't like kecap". Ucapnya dan mulai menyendokan satu bakso kemulutnya.


"Ya udah". Singkatku ikut makan bersamanya.


"Jadi itu bukunya elu mau minta gimana ra? ". Tanyanya padaku.


"Entahlah... Mungkin nanti gue pinjem aja lah, ngikut cara lo... Tapi kalok untuk buku yang satunya musti minta ke siapa? ". Tanyaku padanya.


"Ya, minta ke Adeknya sih madam Syena lah". Ucapnya santai padaku.


"Iya gue tau... Tapi dia tinggalnya dimana, perpustakaan apa, kan disini banyak perpustakaan". Ucapku padanya.


"Good Guestion, tapi gue juga enggak tau tuh... Cari aja lah ra". Ucapnya padaku yang masih memakan baksonya.


"Ish... Memang gue enggak bisa ya ngarepin lo... Musti kerja sendiri gue nya... Yaudah deh, entar kalok gue ada waktu, gue bakalan cari perpustakaan apa". Ucapku sambil meletakan mangkok bakso ku yang sudah kosong.


"Widih... Cepet banget lo makan.. ". Ucapnya melihatku.


"Enggak usah terpukau... B aja, udah gue naik dulu ya... Entar abis makan mangkok nya dicuci ya". Ucapku padanya seraya naik kelantai keatas.


"Dara... ". Jeritnya yang bisa kudengar, dan aku pun hanya tertawa mendengar ocehannya itu.


...*********...

__ADS_1


Dipagi hari senin nya, seperti dipagi pagi biasanya, aku sudah bersiap siap, untuk pergi ke sekolah, dan sesampainya disekolah saat aku melewati mading, disana nilai ulangan kami belum dipasang, ternyata nilainya memang akan dipasang saat kami selesai upacara.


Dan saat aku sudah memasuki kelas, disana sudah ada Akbar, yang sedang duduk dan sedang tegang.


"Tumben banget lo dateng pagi pagi, bar?".ucapku heran karena jarang sekali dia akan datang pagi pagi.


"Dara... Elo juga kenapa pagi... Gue sih dateng pagi , karena pas sabtu itu bu Dewi ada kasih pengumuman tentang nilai... Jadi karena itu gue dateng pagi pagi gue kira nilainya bakalan di pasang eh rupanya belum". Ucapnya padaku.


"Lah hubungannya apa? ". Tanyaku masih tidak mengerti.


"Ya karena gue takunya nilai gue jelek... Karena itu gue dateng pagi... Ya lo pasti udah tau lah". Ucapnya sedikit malu malu.


"Ouh... Pasti lo niatnya kalok nilai lo jelek, tu kertasnya mau lo sobek terus lo bawa pergi kan". Ucap Dira tiba tiba datang dan duduk dimeja.


"Eh setan... Elo kok bisa tau sih". Gerutu Akbar padanya.


"Lo kenapa kesini ra? ". Tanyaku langsung padanya.


"Gue kesini... Karena mau nemenin lo karena gue pikir lo bakalan sendiri... Eh, enggak taunya ada sih guci antik disini... Dan ya, pikiran lo itu gampang banget ketebak". Jelas Dira padaku, dan sambil mengetuk ngetuk kepala Akbar.


"Ish... Memang ya, kalok setan itu tau tau aja soal isi hati manusia". Ucap Akbar ketus pada Dira.


"Iya setan bisa tau isi hati manusia... Tapi manusia yang juga isinya setan... Soalnya kalok manusia yang enggak ada setannya mana bisa". Balas Dira ketus.


"Maksud lo gue juga setan hah". Ucap Akbar menatap tajam Dira.


"Gue enggak ada ngomong ya... Elo nya sendiri yang ngaku... Ya kan Ra, elo saksinya". Ucap Dira membalas tatapan Akbar.


"Ah, udahlah yang waras ngalah". Ucap Akbar membuang mukanya.


"Iya memang yang waras ngalah... Elo kan enggak waras jadi gue ngalah". Ucap Dira sambil mengejek.


"Ish lu ya... ". Ucap Akbar putus saat Dira sudah menghilang sambil mengejek Akbar yang membuatnya semakin kesal.


"Tau tu setan bakalan dateng, gue enggak dateng pagi ra". Gerutunya padaku. Dan aku hanya bisa tertawa melihat mereka yang bertengkar.


Dan tak lama setelah kami berbincang bincang, beberapa siswa lainnya sudah datang. Begitupun dengan teman teman kami.


Dan saat bell sekolah berbunyi kami semua pun langsung datang ke lapangan untuk berbaris mengikuti upacara.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2