Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Dia adalah (Orc)


__ADS_3

...#####...


Disebuah hutan yang indah yang dimana ada sebuah air mancur dengan air yang jernih mengalir dengan derasnya, dan tepat didekat air mancur itu ada sebuah rumah kecil yang terlihat sangat asri. tiba tiba dari sebuah Goa ditengah hutan yang tidak jauh dari sana munculah seorang gadis... Ya gadis itu adalah Dara yang sedang melihat kesekeliling tempat itu dengan kagumnya.


"Dimana aku... Dan tempat apa ini". Ucapnya dengan masih heran.


"Tadi bukannya aku tidur ya...jadi ini mimpi... Ha, kalok mimpinya gini aku masih ingin disini... ". Ucapnya lagi.


Lalu ia pun memutuskan untuk berjalan jalan kesekeliling goa itu dan kemudian masuk kedalam hutan. Jalan terus berjalan hingga tidak terasa ia mulai lelah dan karena lelah ia pun duduk di bawah pohon yang sangat rindang. Sampai tiba tiba ia mendengar sebuah bunyi yang sangat nyaring seperti sesuatu yang jatuh tapi kenapa sangat nyaring tanyanya dalam hati.


"Suara apa itu... Kayak ada yang jatuh tapi kenapa suaranya kayak orang tabrakan ya". Ucap Dara yang kemudian berjalan keasal suara.


Saat ia di perjalanan dilihat nya kesebuah tempat yang dimana ada sebuah air terjun dengan rumah kecil disana, karena penasaran Dara pun berjalan ke arah rumah itu , tempat yang ia kira adalah asal suaranya. Dan ia pun masuk kedalam dan saat dilihat nya ada seorang pria yang sudah duduk dengan membelakanginnya.


"Kamu siapa.... ". Tanya Dara pada pria itu.


"Senang bertemu dengamu.... Alita". Ucap orang itu berdiri dan dengan membalikan badannya.


Dan saat dilihat sebuah pria dengan postur tinggi tegap, dengan wajah yang tertutup oleh jubah sehingga sulit untuk dilihat khususnya pada bagian wajanya.


"Kau kenal aku... Siapa kau". Tanya Dara lagi karena ia tidak mengenali orang itu.


"Hemm... Jadi kau lupa Orc yang selalu bersama mu.... Jadi begitu... ". Ucapnya dengan nada sinis.


"maksudmu apa? ". Tanya Dara lagi yang tidak mengerti.


"Ingatlah ini kau tidak akan bisa melawan ku karena dia telah mati... Jadi jangan coba coba untuk ikut campur sebelum tubuhmu ku kendalikan lagi... Atau kau ingin teman mu itu juga mati karena menyimpan barang itu". Ucap pria itu dengan berteriak dan masih dengan sinisnya.


"Maksud mu apa... Siapa yang telah mati... Dan temanku apa maksud mu Alex ha... Jangan coba coba sentuh dia ". Ucapku juga berteriak padanya.


"Baiklah aku anggap itu tantangan... Datanglah dan lindungin teman mu itu sebelum ia mati ditanganku, Jika kau bisa melindungi nya maka aku tidak akan mengganggunya lagi... Tapi, Jika kau berhasil... Hahahaah". Ucapnya lagi sambil tertawa.


Seketika cahaya terang muncul, Dara yang merasa silau pun menutup matanya dan saat ia buka dilihatnya kesekeliling dan ternyata ia sudah ada dikamarnya lagi.


...#####...


"Aku ... Dikamar ku... ". Ucapku yang melihat kesekeliling.


"apa itu... Apakah itu mimpi tapi... Apa ini ". Ucapku terputus saat melihat sebuah kertas diatas mejaku. Yang kemudian kubuka kertas itu dan isinya.

__ADS_1


...###...


...Waktumu dimulai dari sekarang...


...###...


"Ternyata tadi itu nyata... Gawat... Alex dalam bahaya... ". Ucapku yang kemudian lari kelantai bawah dan mengambil kunci motorku.


Dan saat diluar kulihat ternyata sudah malam tepatnya pukul 7 kurang 5menit,Segera ku lajukan motorku kejalanan, dan s*alnya karena kondisi jalanan yang sangat macet aku pun memutuskan untuk meninggalkan motorku dan segera aku berlari ke rumah sakit karena jarak rumah sakit yang tidak terlalu jauh lagi.


sekitar 10menit berlari aku pun sampai ke rumah sakit, segera aku masuk kedalam rumah sakit menuju ruangan Alex dan aku mendengar beberapa suara sampai kulihat ibu Alex sudah duduk menangis di luar kamarnya dengan beberapa suster dan yang lainnya.


"Tante Alex dia kenapa". Tanyaku panik.


"tolong Alex nak... Hik... Tante gak tau harus gimana... Ayahnya dari tadi masih didalam". Ucap ibu Alex menangis.


"Kamu jangan masuk bahaya, dia udah membunuh orang yang masuk kesana termasuk ayahnya sendiri". Ucap seorang perawat dengan ketakutan dan menahan ku saat aku ingin masuk.


"Kalok saya enggak nolong Alex, dia juga bisa mati". Ucapku lagi sambil masuk kedalam.


Dan saat aku masuk kedalam kulihat 2orang satpam 1orang dokter dan 1perawat beserta ayah Alex sudah terbaring tidak berdaya dilantai dengan darah yang mengalir dari tubuh mereka itu. Sementara saat aku mencari keberadaan Alex kulihat ia duduk menangis sambil memeluk lututnya di pojok.


"Alex kamu enggak pa pa kan?. Tanyaku padanya.


"Kamu enggak salah kok lex... ". Ucapku sambil menggenggam tangannya untuk menenangkannya.


"Tapi yang salah itu adalah Orc, jadi siapa kau... Orc atau Alex.. ". Ucapku dengan sinis.


"Apa maksud mu Dara aku Alex". Ucapnya lagi padaku.


"Kau bukan Alex... Karena Alex tidak pernah menggunakan Aku kamu, dan ia memanggil ayahnya dengan sebutan ayah bukan papa". Ucapku lagi dengan mengeraskan genggaman ku itu.


Plakk~


Pukulan keras tepat mengenai kepala ku sehingga aku tersungkur dilantai.


"Dasar gadis s*al kupikir aku akan mudah mengelabuimu tapi ternyata kau cukup cerdik juga ya". Ucap Alex tapi yang ku tau itu bukanlah Alex yang asli.


"Kau... keluarlah dari tubuh Alex... Dia enggak salah". Teriakku padanya.

__ADS_1


"Ha.. Ha.. Ha.. Kau pikir aku akan keluar semudah itu... Keluarkan aku kalau kau bisa.. Barulah ia akan selamat... Tapi pikirkan lah nyawa mu dulu.. ". Ucapnya lagi dengan nada sinisnya dan mulai menyerangku.


"Alex sadar lex.. Jangan mau dikendalikan dia". Ucapku berteriak pada Alex.


Tapi hasilnya hanya sia sia, ia terus berusaha membunuhku aku pun terus melawan dengan sekuat tenaga ku dan yang bisa kudengar hanya lah suara tangis dari orang orang yang ada diluar sana.


"Alex... Ingat lex.. Aku teman mu". Ucapku padanya.


"Percuma saja dia ada dikendali ku". Ucap Alex lagi dengan menyeringai.


Saat ia terus berusaha untuk membunuhku dan karena kalah tenaga aku pun terdorong dan jatuh tersungkur kelantai. Seketika saat kulihat kearah Alex ia sudah mengambil sebuah gunting dengan senyumannya yang menyeringai kearahku.


"Mati kau". Teriak Alex yang dengan gunting itu ingin menikam ku.


Akhh~


Teriakku dengan menutup mataku dengan salah satu tanganku tapi tiba tiba kudengar suara Alex yang berteriak dan saat kubuka mataku , sudah ada sinar yang sangat terang dari arah tanganku sehingga aku sulit melihat apa yang terjadi. Hingga cahaya itu pun mulai meredup dan tak lama kulihat Alex sudah terbaring tidak berdaya.


"Alex... Alex... Bangun kamu enggak pa pa kan". Tanyaku dengan menguncang tubuh Alex. Dan saat kurasa denyut nadinya masih ada yang menandakan ia masih hidup.


"Tolong... Alex dia pingsan... ". Teriakku dari dalam. Dan aku pun berlari keluar untuk minta tolong.


"Dokter tolong mereka... Udah aman kok didalam... Alex udah enggak sadar ". Ucapku pada mereka. Karena merasa aman mereka pun mulai masuk.


Dan orang orang yang telah dilukai oleh Alex tadi untungnya mereka masih dapat diselamatkan meskipun ada yang kritis, lalu mereka pun dibawa keruang IGD.


Sementara aku masih menunggu di depan ruangan Alex berusaha menenangkan ibunya yang masih syok kala itu sehabis pingsan. Dan tak lama datang seorang pria remaja dengan menggunakan kacamatanya menghampiri kami seraya berucap.


"Tante... Kak Alex baik baik aja kan". ucap pria itu.


Lalu kuangkat kepala ku dan saat kulihat ternyata ia adalah....


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2