Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Buku kedua.


__ADS_3

"Nah gue tau!!!.... ". Ucap Dira tiba tiba, sambil tersenyum menyeringai.


"Tau apaan?.. Coba jelasin caranya? ". Tanyaku padanya.


"Jadi yang harus kita lakuin adalah"-...


.......


.......


.......


"Kita harus nyari barang yang dianggap palinggg!!.... penting sama ORC itu!! ,... Nah, nanti pasti dia bakalan keluar sendirikan!! ". Ucapnya sehingga aku menjadi jengkel karenanya dan.


Pletak~


Suara tanganku yang mengetuk kepalanya sehingga dia pun langsung mengosok gosok kepalanya itu.


"Aduh.. Sakit tau Dara!! ... Kebiasaan banget sih mukulnya mukul kepala!! ". Lirihnya sambil menggosok gosok kepalanya.


"Lagian kamu juga sih!! ... Tadikan aku udah ngomongin kayak gitu, malah kamu ulangin lagi... Kan berati kamu mancing emosi kan!! ". Jelasku dengan ketus padanya.


"Eh dengerin dulu!!.. Gue kan baru pembukaan tadi, isinya belom tau!!.. Main di keplak aja kepala gue mana kenceng lagi!! ". Ucapnya yang membela Diri.


"Yaudah jelasin, kagak usah pakek pembukaan!! ". Ucapku lagi padanya.


"Jadi kita kan musti nyari barang yang paling penting buat ORC itu kan?!.. Nah kan yang paling penting itu... ya gelang ditangan elo!!.. Jadi kita pakek itu aja bisakan!! ". Ucapnya sambil mengangkat tanganku yang memakai gelang.


"Iyaaaa!!.. Betul juga... Tapi, terus kita musti apain nih gelang biar di ke pancing?? ". Tanyaku dengan mengeryinkan dahiku.


Dan kulihat ia pun ikut mengeryinkan dahinya dengan salah satu jari tangannya diletakan di dahinya.


"Nah gue tau!!... Lu inget gak waktu dia mau nyerang lo!!.. Waktu itu kan dia juga ikutan sakit kan kalok lo kenapa napa?.. Gimana kalok kita coba!! ". Ucapnya dan aku masih tidak mengerti dengan yang ia maksud.


"Maksudnya? ". Tanyaku binggung.


"Maksudnya!... Kita coba ngelukain elo... Nah nanti kalok elo kesakitankan dia juga kesakitan, dan pasti dia bakalan nongolkan". Ucapnya seraya memasang seringai diwajahnya.


"Kalok enggak berhasil gimana?.. Bisa bisa gue yang kenapa napa lagi". Ucapku seraya memikirkan baik baik.


"Terus lo ada cara lain apa?... Kalok dari gue mah ya itu,.. Lagiankan waktu dia mau nyerang elo kan kamu enggak kenapa napa, cuman dia yang rasain jadi menurut gue aman lah". Ucapnya dengan menganguk nganguk.


"Kalok gitu bolehlah tapi kapan? ". Tanyaku yang kini setuju denganya.


"Emm...secepetnya lah... Gimana kalok besok!! ". Sarannya lagi sehingga aku pun mengangguk setuju denganya.


...***************...


Keesokan harinya setelah sekolah sudah sepi, aku pun pergi ke belakang sekolah karena aku sudah berjanji dengan Dira untuk bertemu denganya disana.

__ADS_1


"Dimana nih Diranya kok belum keliatan sih seharusnya kan dia udah ada disini". Gerutuku mecari cari keberadaanya.


Saat aku masih celingukan, tiba tiba saja aku mendengar ada suara seseorang berbisik sehingga aku pun lantas menoleh keasal Suara.


"Pstt... Pstt... Disini, gue disini!! ". Ucap Suara itu.


"Lah ngapain kamu diatas pohon?!.. Turun sini cepet!! ". Ucapku saat melihat Dira tengah bergantung tebalik diatas pohon.


"Bentar!! ". Singkatnya sambil menghilang dan tak lama setelahnya ia sudah berada tepat didepanku sehingga aku pun sedikit terkejut dibuatnya.


"Eh buset!!... Nongolnya bisa munduran dikit kan!!.. Enggak perlu deket deket juga kali". Ucapku sambil memundurkan dirinya beberapa langkah dariku.


"Oh!!.. Bisa, nanti besok besok gue atur oke!! ". Ucapnya sambil menyatukan jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf o.


"Langsung aja!!.. Terus sekarang kita musti gimana, kan kamu yang punya rencana!! ". Ucapku langsung padanya sehingga ia punengubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


"Emm!!.. Kayaknya.., gimana kalok kita coba dari lantai atas aja.. Mau? ". Ucapnya sambil menunjuk keatas, sehingga aku pun menoleh kearah yang ia tunjuk.


"ENGGAK MAU!!... KALOK DARI SANA BISA BiSA AKU MATI KAYAK KAMU S*TAN". Teriakku tepat didepan wajahnya sehingga ia langsung menutup matanya.


"Selow aja dong!!.. Kalok enggak mau bilang aja kagak usah ngegas!!,..mana muncrat muncrat lagi!! ". Ucapnya malah mengerutu sambil mengosong wajahnya.


"Cara lain kan banyak!!.. Enggak usah yang teralu ekstrim kan bisa!! ". Ucapku kini memelankan nada bicaraku.


"Kalok gitu lecetin dikit aja tangan lu... Nanti kan dia juga kesakitan". Ucapnya kini malah memberikan cara yang lain.


"Elo takut RA?.. Gimana kalok lo musti berhadapan sama ORC itu nanti?!.. Rasa takut enggak akan buat elo menang tau gak? ". Ucapnya dengan nada yang kecewa padaku.


"Tapi!!.. Yaudah deh, aku bakalan coba". Lirihku sambil mengambil sebuah batu ditanah dan hendak mengoreskannya ketanganku, tapi mendadak tangaku ditahan oleh Dira.


"Kenapa? ". Tanyaku padanya.


"Enggak jadi ra!!.. Gue baru inget bukanya kemaren waktu kita ketemu madam Syena itukan dia bilang kalok adeknya bawa buku yang dimana disitu ada petunjuk buat lenyapi ORC itu kan... Berati ada penjelasannya juga dong kalok ORC itu lagi sembunyi? ". Ucapnya sehingga aku pun diam sambil berpikir.


"Iya juga ya!!.. Tapi kenapa Syalennya enggak ngomong... Kenapa malah dia yang jelasin sama kita, kok dia enggal ngasih buku apa apa sama kita sih? ". Ucapku ikut bertanya tanya.


"Karena dia itu caper!!.. Buktinya aja dia kan bisa ngasih langsung!!.. tapi dia malah jelasin, biar kita ngomong sama dia kali". Ucap Dira mengambil kesimpulan.


"Bisa jadi sih!!.. Atau bisa jadi juga dia yang jelasin karena takut kita enggak ngerti?.. Tapi,.. Kemarin kan katanya ORC itu yang tau, jadi kira kira ada gak ya di bukunya? ". Ucapku menjadi tidak yakin.


"Cara satu satunya adalah... Kita harus ke perpustakaan.. Let's go!! ". Ucapnya sambil melayang meninggalkanku seorang diri.


"Eh kebiasaan banget sih dia!!.. Tunggu!!! ". Ucapku sambil berlari mengejarnya.


...*****************...


Sesampainya aku didepan perpustakaan aku hendak masuk kedalamnya tapi sayangnya pintu perpustakaan terkunci.


"Aduh pakek ke kunci lagi!!.. Ini gimana dong?". Tanyaku pada Dira yang kini sedang berdiri didepanku.

__ADS_1


"Minta aja kuncinya ke pak Satpam kan bisa". Singkatnya padaku.


"Enggak bisa Dira!!.. Lagian nanti kalok dia tanya aku musti jawab apa?.. Dan lagian ini udah hampi beberapa kali aku kesini, pasti nanti mereka curiga lagi". Ucapku menjelaskan padanya.


"Kalok gitu, elo tunggu bentar ya!! ". Ucapnya dan kemudian ia masuk kedalam dengan menembus dinding, sementara aku langsung menyenderkan tubuhku di dinding.


"Dara ayo masuk cepetan!! ". Ucapnya tiba tiba dari balik jendela yang sudah terbuka.


"Dira bukain pintu aja!!.. Kenapa kamu malah bukain jendela sih.. Ribet tau masuknya, mana tinggi lagi!! ". Ucapku, karena ia menyuruhku masuk lewat jendela.


"Ish!!.. Kalok pintu?!.. kuncingnya enggak ada tau!!.. Kalok jendela tinggal ini nya aja yang ditarik!!.. Lagian kan elo pakek celana jadi gampang, udah buruan nanti ada satpam tau!!". Ucapnya lagi menjelaskan sehingga mau tak mau aku pun menuruti perintahnya, ku masukan tas ku terlebih dahulu kedalam, kemudia barulah aku masuk kedalam.


tapi karena jendela perpustakaan kami yang terbilang cukup tinggi sehingga aku pun sedikit kesusahan untuk masuk.


Tapi untungnya aku masih bisa menjangkau jendelanya, sehingga aku pun hanya perlu mengakat tubuhku untuk naik dengan dibantu tarikan oleh Dira dari atas.


Brukk~


"Dara!!.. Elo enggak pa pa kan? ". Tanya Dira yang dapat kudengar.


"Kamu gimana sih nariknya!!.. Kok narik enggak liat liat, seharusnya kaki aku naik dulu tadi!!.. Ini kaki aku belum naik udah kamu tarik bajuku, yang nyungsep lah aku!! ". Gerutuku sambil memegang bagian bagian tubuhku yang sedikit sakit karena terjatuh.


"Ya sorry, gue enggak sengaja... Lagian elonya lama jadi gue tarik". Ucapnya dengan santai.


"Udah jangan nyantai lagi!!... Ayo ambil bukunya". Ucapnya padaku sehingga aku pun langsung berdiri dari tempat dudukku.


Segera ku ambil buku yang dimana tempat asal syalen sebelumnya, kemudian langsung ku letakan diatas meja.dan tanpa banyak bicara dan basa basi lagi, langsung ku buka buku itu di halaman pertama.


Dan saat aku sudah membuka halaman pertama, tidak banyak yang aku temukan, aku hanya menemukan sebuah tulisan dengan kalimat yang bertuliskan.


"ORC itu nyata dan kilas cerita mengenainya".


Seketika aku pun mengeryinkan dahiku karena kalimat itu, kemudian setelah puas melihat sepenggal kalimat itu, aku pun langsung beralih ke halaman selanjutnya, dan dihalaman kedua ini aku mendapati beberapa kalimat yang lumayan panjang, dan agaknya inilah penjelasan yang aku cari.


Kubaca kalimat kalimat itu, dan isinya hampir sama dengan buku yang sebelumnya sempat aku dapatkan, hanya saja jika dibuku pertama ceritanya muncul seperti hologram, tapi dibuku kedua ini ceritanya hanya sebuah tulisan saja, hingga saat aku sudah memasuki sepertiga buku aku pun menemukan apa yang aku cari cari yaitu..


..."Ritual membalikan separuh nyawa, dalam 1 bulan".....


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2