Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Diperjalanan


__ADS_3

Keesokan paginya aku segera bangun dan segera aku bersiap siap. Dan setelah siap, kulihat kearah jam karena masih cukup waktu untuk makan, tidak lupa aku turun kelantai bawah untuk sarapan terlebih dahulu,kubuka tudung saji, dan saat kulihat disana ada nasi goreng buatan mamaku.


Segera kuambil piring dan kusendokan kedalam piring ku dan segera aku pun duduk untuk makan. Baru beberapa suap sendok yang masuk kedalam mulutku, tiba tiba seperti biasanya Dira datang, tapi kali ini ia muncul dari balik bawah meja dan hanya memunculkan kepalanya saja.


"Bhaaa".


Ucapnya sambil memasang raut mengejek, dengan menjulurkan lidahnya kehadapanku.


Pletak~


"Aduh".


Gaduhnya akibat lemparan sendok dariku yang tepat mengenai kepalanya.


"Gimana enak... Makan tu sendok". Ejekku padanya, dan segera kuambil sendok baru dan kusuapkan kembali nasi goreng itu kedalam mulutku.


"Enak.. Apa lagi kalok ada nasi gorengnya... Dara gue juga mau lah nasi gorengnya". Ucapnya sambil menyendokan nasi ku, dengan sendok yang kulempar padanya tadi.


"Ihhh.... Kalok mau makan bilang jangan maen sendok ". Ucapku padanya.


"Ya kan laper ra.... Oh ya elo jadi tu pergi kerumah Hana sama Haris? ". Tanyanya padaku.


"Jadilah... Kan kamu udah liat semalem aku udah siapin barang yang musti aku bawa... Kenapa? ". Ucapku sambil bertanya dan menilik padanya.


"Ya... Enggak pa pa sih... Tapi elo harus hati hati ya, karena kemungkinan dia bakalan ngikutin lo dan berusaha untuk membunuh lo". Ucapnya sambil menatap penuh arti padaku.


"Memangnya kenapa... Terus aku harus gimana? ". Tanyaku padanya.


"Ya gampang... Yang penting lo harus tetap berdoa, dan tetap ingat sama pencipta... Dan jangan lupa juga, gelang itu kalok bisa jangan dilepas... Soalnya dari gelang itulah aku tau kamu dimana". Ucapnya sambil menunjuk gelang ku, dan menyendokan nasi goreng kemulutnya.


"Oh ya... Elu juga pas disana bakalan ketemu seseorang ". Ucapnya lagi padaku.


"Siapa lagi sih? ". Tanyaku yang masih bertanya.


"Elo udah siap semua ya, barangkali mau k*ncing dulu, atau mau make up dulu kali... Tu bentar lagi jam 9". Ucapnya mengalihkan pembicaraan, sambil menilik kearah jam dinding, dan saat kulihat betul perkataannya.Jadi segera aku pergi keatas, dan kuperiksa lagi semua isi tas ku, dan segera ku gendong tas ku dan kubawa kelantai bawah, dan aku pun memakai sepatuku.


"Elo enggak mau lagi ni nasi gorengnya". Ucapnya sambil melihatku.


"Enggak, makan aja... Dan habis makan jangan lupa cuci piringnya... ". Ucapku padanya.


Tin... Tin.. Tin..


Bunyi Klason dari mobil Ellin, yang sudah sampai.


"Ha... Masa gue yang nyuci sih... Gue sih hantu kece ini lo suruh nyuci... Dan tu mereka udah dateng lo". Ucapnya masih dengan gayanya.


"Udah, enggak usah banya ngomong... Cepet cuci tu piring terus tarok di rak, nanti keluarnya lo tinggal nembuskan bisa, dan elo nyusul aja". Ucapku sambil berlari keluar rumah dan mengunci pintu.


...*****...


Saat aku keluar rumah kulihat para teman teman ku sudah berdiri di dekat mobil sambil menunggu ku.


"Dara, Diranya mana... Ini aku udah pegang bukunya tapi kok dia enggak ada". Ucap Hana sambil menilik kebelakangku.


"Oh, Dira tunggu aja soalnya dia masih didalem". Ucapku padanya.

__ADS_1


"Didalem , ngapain? ". Tanya Akbar padaku.


"Nyuci piring dia... Soalnya dia habis makan". Ucapku padanya.


"Ha, hantu bisa nyuci piring gitu? ". Tanya Adit padaku.


"Bisa Dira buktinya... Udah ayo berangkat nanti Dira bisa nyusul". Ucapku pada mereka.


Lalu kami pun masuk kedalam mobil dan Ellin pun segera menjalankan mobilnya. Disamping Ellin adalah Hana, karena dialah yang akan menunjukan jalannya, sementara aku dan Akbar di tengah, sementara Alex, Adit, dan Haris mereka di belakang.


"Hai guys... Aku udah dateng ni". Ucap Dira yang duduk di tengah tengah aku dan Akbar.


"Ih, sajiku... kalok nongol enggak bisa apa ya, permisi dulu kek, apa kek, jangan asal nongol aja dong". Ucap Akbar dengan nada kesalnya pada Dira.


"Ya mana gue tau... Orang menghilangnya langsung kesini". Ucap Dira membela diri.


"Bar... Lu ngomong sama sih Dira itu ya". Tanya Adit pada Akbar.


"Iya ni hantunya ada disini". Ucap akbar lagi.


"Oh iya, ada Dira, kamu dari mana ra... Kok baru dateng". Tanya Hana padanya.


"Aku habis nyuci piring na... Tega banget sih Dara masa aku disuruh nyuci piring sih". Gerutu nya sambil melihat kearahku.


"Ya kan... Kamu nyucinya juga bekas makan kamu sendiri". Ucapku membela Diri.


"Baru nyuci juga... Belum disuruh nyapu, ngepel, sama masak, gitu aja udah ngelu.. Gue jitak juga lu". Ucap Akbar hendak menjitak kepala Dira.


"Kenapa enggak senang kau". Ucap Dira pada Akbar.


"Eh... Kalian ngomongin apaan sih?, kita kan enggak liat tu sih Diranya". Ucap Alex kini membuka suara.


"Hahaha.... Jadi beneran tu hantu nyuci... Kasian banget". Ucap Adit kini yang sudah terbahak bahak.


Pletak~


Sebuah pukulan dari Dira mendatar tepat di kepala Adit.


"Aduh, kenapa sih ni hantu mukul kepala mulu, Hana siniin bukunya gue juga mau bales". Ucap Adit kini menyodorkan tanganya hendak meminta buku dan Hana pun memberikannya.


"Nah... Keliatan kan lu". Ucap Adit sambil menjambak kepala Dira.


"Ha... dit lepasin kasian ni hantu.. Rontok ni rambutnya". Ucap Akbar yang agak panik.


"Aduh... Lepasin gak lepas... Sakit tau.. Elo laki atau banci sih". Gerutu Dira sambil memukul mukul tangan Adit.


"Dit, lepas lah, kasian Diranya". Ucapku membela Dira.


"Siapa suruh lu mukul duluan". Ucap Adit yang masih menjambak.


"Udah lah dit... Lepasin aja , kayak anak kecil tau gak lu sama cewek aja lu kasar, pakek jambak jambak". Ucap Alex kini melepaskan cengraman tangan Adit dari rambut Dira, dan memegang buku Dira itu.


"Tau ni... Dasar banci... Dasar bencong... Main nya jambak rambut aja". Gerutu Dira sambil memegangi rambutnya.


"Kamu juga Dira, jangan asal pukul, udah tau Aditnya galak.. Oh ya Dara kasih ke Hana ni biar dia yang pegang". Ucap Alex sambil tersenyum pada Dira, dan memberikan buku itu padaku.

__ADS_1


"Tu denger kan... Jangan asal pukul". Ucap ku kini yang juga menasihatinya.


"Iya.. Iya... Kalok misalnya dia ngejek aku... Nanti aku pukul terus kabur deh". Ucap nya yang masih berniatan membalas Adit.


...****...


Cukup lama kami berkendara, bahkan supirnya pun sudah diganti dengan Adit, sementara Ellin dia sudah berganti posisi agar ia bisa istirahat. Saat kami hendak sampai dan memasuki persimpangan, tiba tiba saja Adit mengerem mendadak dan mengagetkan kami semua yang ada disini.


Cittttt... Brakk~


Suara ban dan aspal yang saling bergesekan.


"Gawat... Gue... Gue nabrak.. ". Ucap Adit dengan nada panik, dan keluar dari mobil. Lalu kami semua pun ikut keluar dan melihat apa yang ditabrak oleh Adit.


"Huhh... Sukur bukan manusia... Ayo kita lanjut". Ucap Adit lega, dan hendak masuk ke mobil.


"Kucing ". Singkatku saat melihat apa yang ditabraknya.


"Apa ku.. Kucing.. ". Ucap Akbar dengan gelagapan.


"Emangnya kenapa bar kalok kucing". Tanya Ellin pada Akbar.


"Katanya ya... Kalok nabrak kucing itu bisa bikin sial tau". Ucap nya dengan nada takut.


"Lah... Terus.. Gue musti gimana". Tanya Adit pada Akbar.


"Ya katanya, lo musti kubur tu kucing dan dengan pakek baju yang sedang lo pakek, gak pedulu baju lo mau berapa juta harus pakek baju itu juga, dan terus habis itu doain deh". Ucap Akbar pada Adit.


"Tapi masa gue musti pakek baju gue sih? ". Ucap Adit dengan ragu.


"Ya, itung itung sebagai tanggung jawab Dit, elo kan udah nabrak dia, jadi lakuin aja deh". Ucap Alex membujuk Adit.


"Iya dit lakuin aja ya". Ucapku juga padanya.


lalu karena ia juga merasa bersalah agaknya, ia pun mengganti bajunya dengan baju yang lain dan mulai membungkus jasad kucing itu dengan bajunya dan mereka pun mulai menguburnya.


Kedalam lubang yang sudah digali oleh Akbar dan Haris. Tidak lupa kami doakan kucing itu dan mulai melanjutkan perjalanan.


Saat masuk kedalam mobil kulihat Dira hanya diam saja tanpa membuka sepatah kata pun.


"kamu kenapa diam aja Dira? ". Tanyaku padanya.


"Enggak pa pa... Untung aja kalian inisiatif nguburin tu kucing, tanpa aku suruh". Ucapnya sambil memasang senyumnya.


"Memangnya kenapa? ". Tanyaku yang masih penasaran.


"Enggak pa pa kok, kalian doa aja ya biar selamat sampai tujuan". Ucapnya padaku.


Lalu segera kuminta teman teman ku untuk berdoa sesuai kepercayaan masing masing agar kami tidak mengalami hambatan lagi. Hingga kami pun sampai ketempat tujuan.


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


.... ...


(Bersambung)


__ADS_2