
Beberapa hari setelahnya, kami pun masuk pada hari pertama ulangan Akhir semester.
Aku pun datang lebih awal ke sekolah karena takut jalanan menjadi macet.
Sesampainnya aku disekolah, aku pun berjalan didekat kursi sekolah yang terletak dibawah pohon besar. Dan disana kubuka buku pelajaran, sekedar untuk membacanya dan mengingat ingat materi ulangan nanti.
Saat aku masih serius membaca, Dira datang dan duduk disampingku.
"Belajar ya ra? ". Tanyanya padaku.
"Em". Singkatku.
"Yaudah deh kalok kamu masih belajar... Semangat ya.. Aku mau pergi aja deh".ucapnya dan sudah menghilang dariku.
...******...
Sekitar 15menit setelah Dira pergi aku tiba tiba terkejut saat mendengar suara seseorang dibelakangku.
"Terkadang duduk ditempat sepi adalah hal yang paling baik untuk belajar kan". Ujar orang itu.dan saat kulihat ternyata ia adalah pak Ali.
"Eh bapak... Tumben dateng pagi pak". Ucapku seraya menyalaminya.
"Iya, bapak mau nyiapin keperluan untuk ulangan nanti... Kamu sendiri pasti lagi belajar ya? ". Tanyanya padaku, dan ku anggukan kepala ku padanya.
"Kalok gitu lanjutkan lagi ya... Dan semoga nilai mu memuaskan".ucapnya seraya tersenyum dan berjalan menjauh dariku.
Aku pun kembali duduk dibangku dan saat hendak membaca, tiba tiba Alex datang bersama Haris dan Hana.
"Ra... Itu sih pak Ali kenapa? ". Tanya Hana yang duduk disampingku.
"Oh dia cuman nanya aku kenapa disini pagi pagi... Oh ya kalian udah belajar belum, kalok belum masih ada waktu lo... ". Ucapku pada mereka.
" aku mah santai... Aku udah belajar semua pelajarannya dari jauh jauh hari, jadi enggak teralu banyak yang dihapalin deh... ". Ucap Alex seraya memainkan alisnya.
"Kalok lo na? ". Tanyaku pada Hana.
"aku juga... Udah belajar dari jauh jauh hari, jadi enggak teralu banyak yang dihapalin deh". Ucap Hana padaku.
"Oh iya salah ajak gue... Kalian kan emang udah pinter dari sononya ya..... Apalah dayaku ini, yang hanya mau belajar saat ulangan".gerutuku seraya melihat mereka.
"Kenapa sih kak emangnya.... aku aja enggak teralu pinter kayak kak Alex dan kak Hana aja bahkan sama sekali enggak belajar untuk ulangan ini... santai aja tuh". Ucap Haris yang juga memainkan alisnya.
"Berati lu nyari merah nilai nya... Lu kan suka tu, kalok musti remedial". Ucap Hana seraya menoel kepala Haris.
"Ish... Apaan sih kak... Lagian siapa juga yang mau remedial... Tapi ngomong ngomong aku rasa, aku ini enggak pinter pinter karena kakak ni". Ucapnya sambil menunjuk Hana.
"Kenapa karena aku? ". Tanya Hana padanya.
"Ya karena kakak sering mukul kepala aku... Tu sih Harun enggak pernah kakak pukul dia juga lumayan pinter, berati salah kakak ni kenapa nilai ku jelek". Ucapnya menyalahkan Hana.
"Eh... Emang dasarnya aja lo yang males, sedangkan Harun itu rajin... Karena itu otaknya pun beda, bukan karena gue pukul". Ucapnya seraya menoel kepala Haris lagi.
Setelah puas mendengar perdebatan Haris dan Hana, kami pun mulai berpisah dan masuk kedalam kelas masing masing, karena sebentar lagi ulangan akan dimulai.
...******...
__ADS_1
Setelah bel berbunyi seorang guru masuk kekelas kami, dan kata Akbar dia adalah pak Adnan, guru kelas XI, dan dia juga guru penjas. Dia pun mengatur posisi duduk kami sesuai Absen, dan karena Absennya kearah belakang aku pun duduk dibelakang.
Dia pun mulai membagikan lembar ulangan setelah kami berdoa dan meminta kami untuk mengerjakan ulangan dengan diam, dan tidak mengganggu kelas lain.
Disisa sisa jam ulangan, aku masih tinggal mengisi satu Soal pilgan,soal ini merupakan soal cerita. aku sedikit bimbang apa yang harus aku silang karena aku sama sekali tidak tau harus memilih yang mana.
"Haduh.. Ini apa ya isinya, A, B, C, atau D? ". Tanyaku pada Diriku sendiri.
"Belum selesai ra... Lama banget!! ". Ucap Dira tiba tiba disampingku. Sehingga membuat ku tersentak karenanya.
"Kamu ngapain disini... Biasanya enggak disini kalok udah jam masuk? ". Tanyaku sambil berbisik padanya.
"Liatin kamu ulangan lah.... aku kesini sekalian liat kamu... Berhubung dia enggak ada". Ucapnya girang padaku.
"Dia siapa? ". Tanyaku padanya. Dan tiba tiba pak Adnan memanggilku.
"Hei... Kamu yang dibelakang... Ngomong sama siapa". Ucapnya padaku.
"Eh... Enggak pak... Engak sama siapa siapa kok, cuman ngomong sendiri sambil mikir". Ucapku canggung dan kembali pada soalku.
"B , ra... Isinya B... Dari tadi enggak ke isi isi sih... ". Ucap Dira padaku.
"Apaan sih lo... Jangan asal asal deh... Gue aja kagak tau". Bisikku padanya.
"Yakin deh sama gue... Jawabannya B". Ucapnya yakin karena waktu ku yang tidak banyak lagi, sehingga aku pun memutuskan untuk mengisinya dengan B.
Dan tak lama setelahnya, bel pun berbunyi dan segera kukumpulkan kertas ulanganku.
Dan aku pun kembali duduk di kursi ku, sambil menunggu jam ulangan berikutnya.
"Entahlah... Oh ya Dira... Nanti habis ini kamu diem aja ya... Jangan ikutan jawab... Kalok mau jawab didalem hati aja". Ucapku padanya dan dia pun mengangguk padaku.
Dan setelahnya guru lain pun masuk kekelas kami, dan sontak saja seisi kelas kami langsung hening karena guru itu ada guru BK. dan kami pun mengerjakan ulangan kami seperti pertama tadi.
Aku pun mengisi semua soal dengan jawabanku sendiri, sementara Dira hanya duduk diam disebelahku, karena sudah kuperingatkan tadi.
...******...
Dan setelah ulangan, kami semua pun boleh pulang, aku pun menaiki motorku bersama Dira. Dan segera pulang.
"Jadi kemungkinan nilai lu berapa ya ra? ". Tanya Dira membuka suara padaku.
"Emm... Enggak tau tuh, ngerjainnya aja baru tadi. Jadi belum dinilain lah". Ucapku santai padanya.
"Emang biasanya guru guru itu nilainya kira kira jam berapa ya ra? ". Tanyanya yang masih penasaran.
"Enggak tau tuh... Kenapa kamu enggak liat nilainnya sendiri aja nanti malem, mungkin udah dinilai". Ucapku padanya.
"Ide... Bagus... Nanti malem deh, gue bakalan kesekolah liat nilainya". Ucapnya lagi padaku.
Aku pun hanya menggeleng gelengkan kepala saja padanya karena ulahnya itu.
Dan terus mengendarai motorku hingga sampai ketempat tujuan.
...*****...
__ADS_1
Sesampainnya dirumah, aku pun langsung menganti pakaianku, dan segera makan, dan setelah rasa lelahku hilang, kemudian aku pun belajar dikamarku.
Sementara Dira dia hanya bermain sendiri entah kemana, karena aku sudah memberi tahunya untuk tidak mengganguku selama aku masih sibuk ulangan.
Dan setelah selesai belajar, dia sudah muncul di hadapanku, seraya tersenyum padaku.
"Udah selesai ya". Tanyanya padaku.
"Iya... Maaf ya, selama aku ulangan kamu main sendiri dulu, soalnya aku harus belajar". Ucapku padanya dan dia pun mengangguk padaku.
"Kamu tau enggak... mulai sekarang aku juga bakalan belajar tau". Ucapnya seraya menambah lebar senyumamnya.
"Dara... Aku boleh sekolah ya". Tanyanya lagi pelan padaku.
"Kamu belajar dan sekolah, belajar kayak aku juga ya? ". Tanyaku sambil mengeryinkan dahiku.
"Bukan... Aku sih juga pengen belajar kayak biasanya... Tapi ini beda, karena aku belajar seputaran dunia aku, dan ada tempat khususnya loh". Ucapnya girang padaku.
"Tempat khusus, dimana? ". Tanyaku padanya.
"Itu didekat... Gedung kosong yang udah enggak kepakek dideket taman... aku aja baru tau tadi , pas pisah sama kamu di bangku pohon besar... Terus aku main ditaman eh ketemu deh sama hantu baru, dan dia ngajak aku kesana". Terangnya padaku.
"Hantu baru... siapa? ". Tanyaku padanya.
"Namanya Yani, katanya dia mati karena ketabrak sama orang yang lagi mabok, dan bawanya ugal ugalan jadi dia ketabrak deh". Ucapnya padaku.
"Terus kamu udah belajar apa disana". Tanyaku penasaran padanya.
"Belum... Tadi itu aku cuman liat liat aja... Dan karena kayaknya asik, jadi aku mau, dan sekolahnya dimulai malem ini". Jelasnya padaku.
"Oh, yaudah selama kamu senang kamu boleh ikut... Tapi hati hati ya". Ucapku padanya dan dia pun mengangguk padaku.
"Em... Dara... Aku boleh minta baju sekolah kamu yang enggak kepakek enggak, jadi aku bisa pakek untuk nanti". Ucapnya seraya mengedip ngedipkan matanya, memasang wajah imutnya.
"Enggak usah sok imut deh...enggak ada seragam gue udah kepakek semua... Lagian kan seragamnya juga enggak wajib kan". Ucapku padanya.
"Ish... Iya deh... Enggak pa pa... Pakek baju ini aja deh". Ucapnya pasrah, seraya cemberut.
"Iya... Iya... Nanti kalok ada aku bakarin buat kamu". Ucapku pelan padanya dan kulihat raut senang diwajahnya itu.
"Udah, jangan teralu seneng... Dan ya kamu harus jadi hantu yang pinter ya... Belajar yang bener, biar jadi hantu sukses". Ucapku memberi semangat padanya.
"Iya iya, gue bakalan jadi hantu sukses... Sukses dunia dan akhirat". Ucapnya bersemangat. Dan senang.
Dan aku pun ikut senang melihat raut senang pada wajahnya itu, sehingga aku pun memutuskan untuk Menggoreng ayam untuknya, agar ia semakin semangat dan segera aku pun berjalan menuju dapur.
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
(Bersambung)