Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Penguasa alam baka?


__ADS_3

"Hei terserah gue dong, mau pilih apa!! Lagian kok elo yang sewot, lama lama mirip-...Eh Elo itu? -... ". Ucap Dira terputus karena Syalen lebih dulu menghilang dari hadapan kami.


.......


.......


.......


"Ya dia keburu pergi lagi!!.. Tapi dia itu siapa ya, masa sih dia itu? ... Akh!! enggak mungkin lah ya, Masa dia penguasan alam baka sih.. secaranya kan gini, di udah ke kurung didalam buku udah lama jadi enggak mungkin lah ya?!.... Hemm gue mau ditipu sama dia, dia pikir gampang apa!! ". Ucap Dira dengan pelan tapi masih dapat terdengar olehku.


"Kamu ngomong apa sih Dira... Alam baka, reinkarnasi, untuk apa? ". Tanyaku sambil mengeryinkan dahiku karena bingung padanya.


"Emm.. Gini ra, jadi dulu itu waktu gue baru mati... Gue itu masuk ke alam lain setelah bumi ini, namanya itu alam baka Dimana tempat itu jadi tempat kita setelah meninggal". Ucapnya mulai menjelaskan.


"Kayak di Drakor itu ya... Oke menarik, terus selanjutnya? ". Tanyaku setelah mulai mengerti.


"Terus!!.. Pas disana, gue itu kayak lagi disidang kan, terus kayak dijelasin gitu... Dan pertanyaan yang keluar adalah mau reinkarnasi atau tetap disini? Ya jadi gue nanya dong.. Kalok gue idup lagi apa gue bisa lahir jadi kembaran lo lagi!! ". Ucapnya lagi.


" terus? ". Tanyaku masih penasaran.


"Terus... Dia bilang enggak bisa.. jadi, tanpa pikir panjang gue bilang gue enggak mau reinkarnasi.. Lagian buat apa coba?... Eh, orang yang nanyak malah marah marah sama gue". Ucapnya dengan nada nada pula.


"Lah emang orangnya siapa kok dia yang marah? ". Tanyaku penasaran.


"Gue enggak tau sih soalnya mukanya itu enggak keliatan, dia duduknya tinggiii banget, tapi kalok aku denger dari orang orang sih dia itu penguasa alam baka.. Kayak dia yang ngatur ngatur gitu mungkin... Terus orangnya bilang kalok gue itu termasuk orang yang masih dibutuhkan jadi gue sebaiknya milih reinkarnasi... Tapi gue enggak mau!! , karena enggak ketemu lo lagi... Eh waktu dia mau ngomong lagi, tiba tiba ada kayak kertas terbang gitu disamping dia... Terus dia malah nyuruh gue balik lagi kesini, ya gue tinggal balik lah". Jelasnya dengan nada santai.


"Jadi intinya? ". Tanyaku pada Dira dari ceritanya itu.


"Jadi intinya, gue itu curiga... Apa jangan jangan sih Syalen itu penguasa alam baka ya... Soal ya kok dia bisa tau sih soal pilihan gue,, aneh kan? ". Tanyanya dengan nada binggung.


"Ra... Gimana nih, kalok tebakan gue bener.. Bisa seriusan gue dilemparnya ke neraka deh nanti... Aduh neraka itu kan panas banget.. Melepuh gak ya gue kalok didalem". Ucapnya kini dengan raut panik.

__ADS_1


"Habislah kau!!.. Saya tak dapat bantu... Lagian makanya kalok punya mulut jangan sembarangan". Ucapku ketus padanya, dan segera berjalan keluar dari perpustakaan.


"Ra jadi ini gimana dong sama masa depan gue? ". Tanyanya lagi dengan raut panik sambil mengejarku keluar.


Setelah ia keluar, segera kukunci pintu perpustakaan kemudian kuberikan kunci itu pada Pak satpam, dan segera aku pun pulang kerumahku.


...******************...


"Ra, jadi ini gimana dong? ". Tanyanya masih dengan pertanyaan yang sama dibelakangku.


"Ya gimana?.. Aku juga kan enggak tau, tapi kalok aku bisa bantu sebaiknya kamu pilih reinkarnasi aja". Ucapku memberi saran.


"Enggak mau!!.. Nanti kalok misi kita udah selesai, aku bakalan tetap disisi kamu ra". Ucapnya dengan senyum diwajahnya.


Dan karena ucapanya itu, aku pun memberhetikan motorku ditepi jalan yang tidak teralu ramai.


"Kenapa? ". Tanyanya padaku.


"Sampai kapan kamu mau jadi hantu begini?!.. Sampai kapan kita bisa sama sama Dira,... Ini udah jadi takdir bahwa setiap manusia pasti akan meninggal... Dan jika bersama pun pasti ada waktunya, mita enggak akan bisa sama sama terus Dira". Lirihku berusaha menjelaskan padanya.


"Dira kamu enggak bisa nilai kamu masuk surga atau enggaknya, tapi kalok aku boleh nyaranin kamu.... kalau memang kamu masih berguna di dunia ini sebaiknya kamu pilih reinkarnasi, karena mungkin kata kata mereka bisa benerkan". Terangku padanya.


"Dan kalau memang kita enggak bisa ketemu lagi!! ...". Ucapku terjeda. " Aku enggak masalah karena aku tau kalau kamu nanti terlahir kembali kamu pasti bakalan hidup lebih baik lagi dari sekarang!! ". Sambungku sambil melihatnya.


"Dara!!! ". Lirihnya menatapku.


"Semua keputusan kamu sendiri yang bakalan nentuin Dira". Ucapku menatapnya.


"Kalok gitu nanti, kalok gue dapet kesempatan itu... Gue janji gue bakalan milih reinkarnasi, dan orang pertama yang bakalan gue temuin itu adalah... Elo!! ". Ucapnya sambil memasang senyumnya itu.


"Nah gitu dong!!... Nanti aku bakalan berusaha untuk nemuin kamu, tapi aku enggak janji ya, karena janji adalah hutang". Ucapku padanya, dan kembali menjalankan motorku.

__ADS_1


"Ye, Curang banget sih, enggak pakek janji!! ". Ucapnya dengan nada merajuk.


"Ya aku enggak berani janji lah, karena gimana misalnya nanti aku enggak berhasil nepatin janji aku ke kamu... Nanti yang ada malah kamu tagih lagi sampai akhirat". Ucapku terkekeh padanya.


"Yaudah kalok elo enggak bisa janji... Gue aja yang janji karena gue yakin gue bisa ketemu lo nanti". Singkatnya padaku.


"Lah kok kamu bisa yakin? ". Tanyaku padanya.


"Karena kata kamu kan janji adalah hutang.. Karena aku udah janji sama kamu kamu pasti nagih kan, nah nanti kita ketemu deh.. Hahah". Ucapnya dengan tertawa lebar, dan aku pun ikut tertawa mendengarnya.


"Ada ada aja... Mana bisa gitu Dira". Ucapku mengeleng gelengkan kepalaku dan setelah puas tertawa aku pun hanya fokus pada jalanan.


***************


"Oke jadi sekarang gini... Gimana cara kita buat mancing pak Ali keluar dari tempat persembunyiannya". Tanya Dira padaku.


"Emm... Menurut aku sih, kita harus buat umpan yang bener bener bisa mancing dia keluar... Tapi apa ya umpannya?! ". Ucapku sambil mengetuk ngetuk kepalaku dengan jari telunjukku.


"Nah gue tau!!!.... ". Ucap Dira tiba tiba, sambil tersenyum menyeringai.


"Tau apaan?.. Coba jelasin caranya? ". Tanyaku padanya.


"Jadi yang harus kita lakuin adalah"-...


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2