
Dipagi harinya, aku terbangun dengan segera kurapikan tempat tidur dan aku pun pergi kekamar mandi untuk bersiap siap.kukenakan pakaian sekolah baru nampak cocok ditubuhku.
Lalu segera kupoles muka ku dengan sedikit bedak dan aku juga memakai sedikit lipstik agar bibirku tidak pucat. Lalu kusisir rambut ku dengan poni sedikit didepan, tapi..
"Enggak sekalian pakek kacamata mbak". Ucap nya dibelakangku yang jelas siapa lagi kalok bukan Dira.
"Kenapa enggak seneng lu, poni poni gua". Ucapku ketus.
"Ya enggak gitu, kan nyaranin barangkali mau kan pakek kacamata terus rambut lu kepang dua, gigi lu majuin pakek gigi palsu pasti beeee... ". Ucapnya lagi.dengan tawanya. Aku hanya diam tapi seketika aku teringan yang semalam lalu aku bertanya.dan kuletakan sisirku dimeja.
" maksud lu yang semalem tu apaan dir, lindungi gua dari apa". Tanyaku.
"Gua enggak bisa kasih tau lu, tapi bakal ada yang ceritain ke elu .dan nanti baru bakalan gua kasih tau, dan lu harus nyelidikin itu". Ucap Dira lagi, terselip raut wajah pasrah karena tak dapat memberi tahu ku. Aku hanya terdiam dan kembali bertanya.
"Abdul dimana terus, rumah ibu nya dimana kita kan enggak tau". Tanyaku pada Dira. Ia pun menghilang dan datang kembali dengan abdul.
"ni abdul udah gua bawa ", seru Dira. Sambil menunjuk abdul. Abdul yang melihat kado yang kubungkus pun langsung menghampiri meja belajarku sambil bilang.
"udah selesai kakak bungkusnya ya . wah bagusnyaa, ayok kak, kasih ke ibu sekarang abdul tunjukin jalannya. ". ucapnya saat melihat hadiah yang kubungkus dengan berseri seri. Ia pun menarik tangganku.
"eh.. eh...kayaknya habis pulang sekolah deh dul soalnya aku mau kesekolah dulu. Ini kan hari pertamaku. ia pun melihatku dan mengangguk. Segera aku turun ke lantai bawah untuk sarapan, disana sudah ada mamaku, papaku dan dua hantu itu sudah duduk dimeja makan. Aku hanya menghela napas lalu aku duduk di kursi.
"Eh udah turun baru mau dipanggil, ayok makan entar telat lagi", ucap mamaku.
Akupun hanya mengangguk dan segera makan.
"Dara entar kamu papa anter ya, kamu kan belum tau jalan". Ucap papaku di selah selah makan. Aku hanya mengangguk.
Setelah makan kami pun keluar rumah ,dan kulihat didepan rumah yang semalam, dia sedang sibuk mengecek motornya siapalagi kalok bukan orang yang bilang aku maling semalam, dan kulihat ibu yang semalam juga keluar rumah.
"Dit itu motornya kenapa", tanya papaku. Menghampirinya . aku pun ikut dengan nya. Kulihat raut sinis darinya saat melihatku.
"Oh om Bagas, ini ban motor Adit bocor,mana sekolahnya jauh lagi ". Ucapnya sambil melihat ban motor itu.
"emang Adit nya sekolah dimana". Tanya papaku lagi.
"Disekolah Darma bangsa", ucapnya. Seketika papa ku tersenyum dan bilang.
"Ikut om aja kebetulan Dara juga akan sekolah disana".ucap papaku menawarkan. Aku pun melihat kearah papa karena aku sedikit kurang senang, tapi aku diam karena ingat akan orang tuanya kalok tidak. Ia pun sama tapi sedikit sinis kearahku.
"Mau ajalah Dit daripada telat tinggal 20menit lagi, enggak sempet kalok nyarik tumpangan lain". Ucap ibunya. Dia pun mengangguk dan menyalami ibunya lalu pergi.
Kami pun masuk ke mobil, aku duduk didepan, dan ia ditengah.sementara abdul dan Dira dibelakang. Segera kurang lebih 10menit kami sudah sampai.
**************
*Disekolah*
saat sampai kami pun turun, kulihat abdul dan Dira sudah menghilang entah kemana, mungkin mereka sudah masuk kedalam.
Dan banyak orang yang memperhatikan ku. Tapi tak kuhiraukan, karena aku sudah tau mereka pasti asing dengan ku. dengan segera kusalami tangan papaku, disusul orang itu.
"Sekolah yang bener ya nak, oh ya kamu keruang kepala sekolah dulu ya untuk ditunjukin kelas kamu yang mana". Ucap papaku.
__ADS_1
Aku hanya menganggu sambil tersenyum.
"Makasih ya om, kalok gak ada om mungkin saya udah telat". Ucap orang itu kalok gak salah namanya Adit.
"Iya sama sama, tolong temenin Dara ya". Ucap Papaku menanggu dan tersenyum seraya masuk kembali kemobil dan pergi.
"Eh iya om". Ucapnya lagi. Aku hanya melihat sekilas dan ingin bertanya. Tapi ia malah pergi. Padahal aku baru ingin bertanya dimana letak ruang kepala sekolah tapi apa yang bisa kuharapkan dari orang kayak dia coba.
Lalu aku pun mulai masuk kedalam, tapi baru beberapa langkah ada yang memanggil ku dari belakang.akupun menoleh dan tiba tiba ada seseorang laki laki yang lumayan gemuk. Aku pun mengeryinkan dahi ku karena aku tidak mengenalnya.
"Siapa ya.. ". Tanyaku penasaran.
"Kenalin nama aku Akbar sutomo, panggil aja akbar. Lu anak baru ya... kelas berapa". Ucapnya lagi. Sambil ingin menyalamiku.
aku hanya diam karena tak kenal tapi sepertinya ia baik dan ingin berteman jadi aku berniat membalas salamanya tapi baru akan menjawab tiba tiba ada seseorang memanggil ku .
"Kamu anak baru ya ayo ikut saya. Dan kamu akbar masuk kelas sana", ucap seseorang sepertinya seorang guru. Aku hanya mengangguk dan ia pun menyuruhku mengikutinya.
Ia membawaku ke ruang kepala sekolah, setelah ditanya beberapa hal aku pun diperbolehkan masuk kelas , ya aku masuk kelas (XII3) lumayan jauh juga karena hanya kelas itu yang masih ada yang kosong. dengan diantar ibu yang tadi kalok tidak salah namanya buk dewi yang sekaligus wali kelas ku.
"Nama kamu Dara kan, katanya kamu sempet koma ya jadi putus sekolah, untung nilai nilai kamu yang dulu bagus ya jadinya kamu masih diterima". Ucapnya lembut. Aku hanya menangguk dan senyum sekilas padanya.
Saat dipintu kelas kami pun masuk, seketika kelas yang ramai menjadi sunyi. Dan sudut pandang mereka semuanya tertuju padaku khususnya anak tadi.
"Wah ternyata kita sekelas ya". Ucapnya girang aku hanya tersenyum melihatnya.
"Lu kenal bar",ucap seorang wanita tapi penampilannya agak tomboi.
"Diam semuanya, dan kamu silahkan kenalkan dirimu lengkap dengan umur dan cita cita. ". Ucap ibu dewi.
"Perkenalkan nama saya Dara kusuma, panggil saja Dara. Saya pindahan dari SMA nusa tenggara. umur saya 19 tahun. Citacita ingin jadi penulis". Ucapku lagi.
"What... 19tahun seharusnya kan lu udah lulus, lu kagak naik ya, karena itu lu pindah malu ya.. ". Ucap seseorang disusul tawa teman temannya. Aku pun sedikit kesal karena ia mengejek ku dengan bilang aku tidak naik. Lalu aku pun menjawab.
"Maaf saya enggak lulus karena saya kecelakaan jadi saya harus berenti sekolah". Ucapku lagi. Lalu karena tidak ada yang bertanya aku pun segera duduk ditempat kosong. Yang berada di belakang akbar, orang yang tadi aku temui bertama kami.
Aku duduk dikursi itu dan seketika ia dan perempuan tomboi di belakangnya menoleh padaku.
"Lu masih inget gua kan, entar mau kekantin gak ". Tanya nya. Dengan senyum akupun menjawab.
"Kalok gak salah Akbar suto-,
ucapku dipotong oleh nya.
"Iya betul, dan kenalin nama dia... Ellin gak pakek panjangan, dan kita temenan sekarang oke". Ucapnya lagi.
"Gua bisa sendiri.. Akbar.. ". Ucapnya.
"Kenalin Ellin",ucapnya lagi sambil menyalami ku. Aku lalu membalas salaman darinya.
"Temenan kan". Tanya Ellin lagi, aku hanya mengangguk mendengar nya.
"Kenalin aku Dira". Ucap Dira yang tiba tiba datang mendadak.
__ADS_1
"Akhhhhh".teriak akbar. Seketika seluruh kelas menoleh padanya begitupun demgan bu dewi.
"Ada apa akbar". Tanya ibu dewi.
"Anu.. Anu.. Eng.. Enggak kok buk cuman ada kecoa aja.. ". Ucapnya sambil menoleh kedepan.
"Kenapa sih bar". Tanya ellin.
"Enggak ada apa apa kok". Ucapnya lagi.
Aku hanya menoleh kepada nya, apa ia bisa melihat Dira, kemudian kulihat Dira duduk disebelah ku karena kebetulan kursi paling belakang ini memang kosong. Ia hanya mengangkat bahu sambil menggeleng kan kepalanya.
Lalu pelajaran pun dimulai. Pelajaran pertama hari ini adalah fisika kebetulan wali kelas kami adalah guru untuk mapel fisika kelas XII. Dan kami pun mulai belajar.
******
Saat jam istirahat, semua orang mulai berhamburan keluar untuk kekantin.
"Ye.. Istrirahat... Asik, asik, asik, asik". Seru Dira senang. Aku hanya melihatnya sambil tersenyum dengan tingkahnya.
"Ra, aku pergi dulu ya, mau nemuin akbar dahh". Ucapnya lagi sambil menghilang.
Dan saat Dira pergi ellin dan akbar menoleh lagi ke arah ku. Kulihat akbar nampak celingak celingngukan seperti mencari seseorang. Ia pun membuang napas lega.
"Elu mau kekantin gak Ra". Ucap ellin menawari ku.tapi akbar diam dan hanyam memasang senyum.
"boleh emangnya ". Ucapku sambil merlihat ke arah akbar.saat ia melihatku. Ia pun mulai gelagapan dan menjawab.
"Bo.. Boleh lah, masak enggak boleh". Ucapnya lagi. Aku pun segera pergi mengikuti mereka. Dan saat dikantin banyak orang yang menantap ku ada yang kelihatannya senang dan ada yang sinis. Kadang ada yang bertanya tanya. Tapi beruntung ada ellin yang menolong. Kami sampai disebuah meja, lalu kami pun duduk disana untuk memesan makanan.
"kalian mau makan apa, biasa kan lu lin". Tanya akbar. Ellin pun mengangguk.
lalu akbar menoleh padaku aku pun hanya menjawab apa saja karena memang aku belum pernah makan bersama teman teman . Kecuali dengan orang yang aku kenal. Dan kurasa mereka akan menjadi teman teman ku.
"Oke, tunggu ya sis... "Jawab akbar berlalu.
"Ra, elu seneng gak sekolah disini, dan temenan sama kita". Tanyanya padaku.
"Seneng, makasih ya udah mau temenan sama aku". Ucapku lagi ia hanya mengangguk sambil tersenyum padaku.
"Oh ya kita masih punya 2 temen lagi paling bentar lagi mereka nyampek, namanya yang satu Alex kelas XII1.yang satu lagi Adit XII1juga". Ucap nya menjelaskan.
Aku mengeryinkan dahi ku seperti tak asing dengan nama yang kedua.
Dan benar saja, tiba tiba orang yang baru disebut datang . Seketika aku menoleh ke belakang dan benar saja aku mengenali salah satu dari mereka.
"Elu... "Ucap kami serentak.
(Bersambung)
Nah, kalok suka jangan lupa di like ya...
And di vote ya guys....
__ADS_1