
"Mulai besok saya berharap kamu tidak lagi memakai pakaian seperti ini." kata Damar kepada Yunisa
"Jadi saya harus pakai apa dong pak."
"Kamu jangan banyak nanya sudah saya bilang jangan berpakaian seperti ini lagi, bagaiman kalau saya ingin bertemu dengan client saya!, apa kata mereka melihat seorang asisten CEO Baskoro group memakai pakaian gembel kegini kan siapa yang malu hah....."kata Damar Vincent dengan nada sedikit meninggi.
"Kalau bapak malu membawa saya karna saya berpakaian seperti ini, ya saya jangan dibawa pak..... kan gampang."Jawab Yunisa dengan nada tidak kalah tinggi dengan suara Yunisa karna dirinya merasa terhina dengan kata kata Damar yang mengatai bajunya seperti pakaian gembel.
"Kamu dibilangin malah ngeyel ya....."kata Damar sembari menarik tangan Yunisa untuk masuk kedalam mobil miliknya.
"Pak jalan "kata Damar Vincent kepada sopir pribadinya.
"Baik tuan "sahut Jono selaku sopir pribadi Damar.
"Ngomong ngomong kita kemana tuan?" Tanya Jono takut takut karna melihat raut wajah pak bosnya tidak bersahabat.
"Kebutik langganan mami."sahut Damar sembari menatap Yunisa dengan tatapan datar.Tetapi Yunisa yang tidak memperhatikan tampak biasa biasa aja. Karna sejak berada didalam mobil, Yunisa hanya menatap keluar jendela mobil yang dilapisi dengan kaca mobil. Yunisa hanya memandang berbagai gedung gedung mewah yang mereka lewati.
Sekitar tiga puluh menit melakukan perjalan , merekapun tiba di butik langganan nyonya Rita.
"Selamat datang di butik kami pak Damar.....ada yang bisa saya bantu pak."sapa pemilik butik. "iya selamat pagi Yuki" tolong berikan beberapa baju yang cocok untuk ia pakai." kata Damar sembari menunjuk kearah Yunisa
Yunisa merasa sedikit heran mengapa sang pak bos yang angkuh dan sombong itu tiba tiba mengajaknya ke butik.Yang ia tau kalau harga baju yang ada di butik pasti harganya mahal.
Lalu yuki memilihkan baju dres yang ia anggap cocok dipakai oleh Yunisa
"Mbak silahkan dicoba dulu." kata Yuki kepada Yunisa karna melihat Yunisa hanya bengong. lalu Yunisa juga mencoba beberapa pakaian juga sepatu dan tas.
"Sudah selesai."Tanya Damar kepada Yuki "Sudah dong bos ku .....coba lihat " Yunisa pun keluar memakai dres, sepatu dan tas yang dipilihkan Yuki untuk Yunisa
__ADS_1
"Lumayan ....."jawab Damar padahal dalam hatinya "wanita ini cantik juga ternyata " gumam Damar Vincent dalam hati.
"Berapa semua Yuki.? tanya Damar kepada pemilik butik
"Semua totalnya menjadi dua puluh satu juta pak "jawab sang kasir.
"Hah....ini saja dua puluh satu juta?" Yang benar aja dong mbak masa baju ginian harganya dua puluh satu juta sih."kata Yunisa karna kaget mendengar harga baju yang dipilih oleh Yuki kepadanya.
"Ngak jadilah mbak kata Yunisa sambil mengembalikan baju,sepatu dan tas yang sudah ada didalam Perper back.
"Apa apa sih kamu...."kata Damar Vincent sembari memberikan black card-nya kepada Yuki.
Setelah selesai drama di butik, Damar pun kembali mengajak, Yunisa kesebuah salon kecantikan.
Tiba di salon kecantikan yang merupakan langganan dari nyonya Rita. Damar langsung mengajak Yunisa masuk kedalam salon yang ukurannya cukup besar
"Selamat datang di salon kami tuan Damar "Ada yang bisa kami bantu?" sapa pemilik salon kecantikan "Permak dia secantik mungkin." kata Damar kepada Yona sembari memberitahukan kalau Yunisa lah yang akan dipermak.Yona sedikit heran melihat yang akan dipermak ya. Bukan nyonya Rita melainkan wanita cantik yang kelihatan masih belasan tahun.
"Ini apa apa sih pak kok saya sampai di salon segala."
'"Sudah tidak perlu banyak tanya duduk manis aja tidak usah banyak komentar."Jawab Damar sembari membaca koran yang ada dimeja.
Setelah sekitar dua jam lamanya berada di salon kecantikan akhirnya Yunisa kelihatan benar benar cantik seperti artis papan atas ."sudah siap cintaku." kata Yona kepada Yunisa. "Wah benar benar ferpeck." kata Yona memuji Yunisa. Karna memang Yunisa sangat cantik apalagi postur tubuh nya yang ideal membuat kaum Adam banyak yang tergila gila kepadanya. Tetapi dirinya tidak pernah menanggapi nya. Karna dirinya sudah berjanji harus berhasil terlebih dahulu dan ingin melanjutkan sekolahnya ke bangku kuliah,dengan biaya sendiri.
Sementara Damar yang sempat ketiduran di sopa yang disediakan pihak salon, terbangun "Habis dari sini kita kemana lagi pak?"Tanya Yunisa kepada Damar. Tetapi ia tidak memperhatikan pertanyaan Yunisa dia hanya memandangi Yunisa dan terpesona melihat kecantikannya."cantik " Hanya kata kata itu yang keluar dari mulut sang CEO Baskoro group.
Lalu Yunisa melambai lambaikan tangannya tepat di depan wajah Damar
"Pak ....bapak kenapa?" Ditanya kok malah bengong? Tanya Yunisa kepada Damar
__ADS_1
"Oh oh kita akan menghadiri pesta ulang tahun pernikahan kolega bisnisku." jawab Damar sembari menetralisir jantungnya yang berdegup kencang,karna melihat kecantikan Yunisa
"Oh gitu toh .....,"tapi kenapa bapak harus repot-repot memberikanku pakaian dan juga beberapa sepatu dan tas?"tanya Yunisa
"Kan ngak lucu kalau pakaian mu seperti tadi," untuk menghadiri pesta kolega bisnisku,apa kata mereka nanti kalau aku membiarkanmu memakai pakaian seperti tadi, nanti dikirain saya manusia pelit." kata Damar tetapi matanya terus memandang kearah Yunisa.
"Yuk ...."ajak Damar sambil menggandeng tangan Yunisa membuat dirinya kaget akan sifat bosnya yang tiba tiba menggandeng tangannya. Tetapi karna dirinya tidak mau berdebat, Yunisa mengikuti aturan main pak bosnya. Yunisa hanya menurut.
"lebih baik dituruti saja daripada ribet." gumamnya dalam hati.
Setelah tiba di lokasi pesta Damar Vincent keluar dan di ikutin oleh Yunisa. Damar menggandeng tangan Yunisa masuk ke lokasi pesta yang kebetulan di adakan disebuah hotel sangat mewah. Melihat disine interior dan juga dekorasinya, Yunisa sangat takjub.
"Waduh pak sepertinya saya tidak pantas berada disini."bisik Yunisa kepada Damar.
"Sudah kamu tenang saja, tidak apa apa ada aku disini,kamu ngak usah kwatir." Sahut Damar untuk menenangkan Yunisa. "aduh gimana ini? gumamnya "Tapi saya tidak percaya diri pak, melihat semua tamu yang hadir sepertinya dari kalangan atas semua."bisiknya lagi kepada bosnya .
Tiba tiba ada seseorang datang menghampiri mereka
"Hai Damar apa kabar," Aku harap kamu baik baik aja, sapa Elina sembari memberikan senyum sinis kepada Damar dan Yunisa
"Oh aku baik baik saja."jawab Damar
"Sepertinya kamu mulai move on Ya dari aku?" Kata Elina" Oh itu pasti," tidak mungkin saya mencintai wanita Penghianat seperti kamu, yang rela menjual dirinya hanya karna mengejar Karir," justru saya malu bisa mengenal anda saudara Elina yang terhormat."kata Damar sedikit emosi.
"Oh ia saya sampai lupa, kenalin ini Yunisa calon istriku." kata Damar memperkenalkan Yunisa kepada Deby .agar Deby tidak sepele terhadapnya dan beranggapan kalau dirinya masih mengharapkan Deby.
Karna sudah merasa disudutkan Deby Elina berlalu dari hadapan mereka "apa apaan sih pak, "kenapa bapak mengaku ngaku kalau saya calon istri bapak."tanya Yunisa butuh penjelasan dari bosnya."maafkan saya Yunisa itu semua aku lakukan agar wanita laknat itu tidak berharap lagi,"
Setelah dia menyakiti ku, dia ingin kembali lagi kepadaku," karna sudah ditinggalkan laki laki yang sudah merebutnya dari aku,"yang parahnya lagi, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia bermain dengan produsernya membuat aku semakin membencinya,"seperti wanita murahan.
__ADS_1
"Jadi saya minta maaf karna sudah mengaku ngaku kalau kamu jadi calon istriku, semua itu karna terdesak." kata Damar akhirnya Yunisa memakluminya "ya udah pak tidak apa apa. "jawab yunisa .setelah selesai perdebatan antara mereka dengan Deby Elina merekapun mengucapkan selamat kepada keluarga pak Jonathan dan Bu Maulina atas ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.
yuk dukung author dengan beri like coment dan votenya ya trimakasih 💓💓🙏🍰💓