
Keesokan harinya Yunisa bangun dari tidur. Ia melihat suaminya masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang berukuran kings size tepat disebelahnya. Yunisa mengembangkan senyumnya sembari mengecup kening suaminya. "I love you my husband." Gumamnya. Tiba tiba Damar langsung kembali menarik tangan Yunisa dan mengecup bibir Yunisa
" I love you too my wife." sahut Damar
"loh mas sudah bangun? kirain tadi masih tidur." Kata Yunisa karna dirinya gugup kepergok Damar sedang memandangi suaminya. "He he he ia sayang sebenarnya tadi Mas pura pura tidur, eh ternyata dapat morning Kiss darimu sayang.....kamu tau sayang! Mas bahagia bangat memiliki istri seperti kamu, rasanya Mas yang paling bahagia saat ini. kata Damar sambil mengebangkan senyumnya.
"Oh ya sayang, besok kita berangkat bulan madu Ya." Kata Damar kepada Yunisa untuk memberitahu kalau dirinya sudah mempersiapkan bulan madu mereka dari sebelum mereka melangsungkan pernikahan.
"Serius mas? memangnya kita mau bulan madu kemana?' Tanya Yunisa karna dirinya tidak mengetahui sedikitpun rencana suaminya yang ingin mengajaknya bulan madu.
Dan didalam benaknya ia tidak terpikir sama sekali kalau suaminya akan mengajaknya bulan madu. Karna selama ini Yunisa melihat suaminya, sepertinya tidak memikirkan hal hal seperti itu. Yang ia tahu suaminya sangat sibuk dengan urusan kantor.
"Kalau Yunisa sih terserah Mas saja gimana baiknya." Sahut Yunisa
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat besok ya sayang." kata Damar
Dibalas anggukan oleh Yunisa. Lalu Yunisa langsung masuk kedalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Tiba tiba Damar juga ikutan masuk.
"Loh Mas...kok ikutan masuk sih, kan Yunisa mau mandi." hardik Yunisa kesal.
"Mandi bareng saja sayang biar cepat." Kata Damar sembari mengembangkan senyumnya kearah Yunisa. Yunisa yang sudah tau niat suaminya langsung berkata, "Jangan macam macam deh. kata Yunisa sambil menatap tajam suaminya.
"Memangnya siapa yang mau macam macam sayang.......Mas hanya ingin mandi bareng sama istri tercinta mas, kan mas tidak mungkin mandi bareng sama istri orang lain, bisa bisa Mas di gebukin sama suaminya. Dan jangankan digebukin dibunuh pun bisa." Kata Damar sembari menatap istrinya dengan tatapan memelas.
"Ya sudah deh terserah Mas saja." Akhirnya Yunisa pasrah melihat tingkah suaminya.
Yunisa mulai membuka pakaiannya. Begitu juga dengan Damar. Karna Yunisa malu dilihat oleh suaminya. Ia langsung masuk kedalam batup dan berendam disana.
Damar yang tidak mau kalah, ia juga mengikuti istrinya masuk kedalam bathub sehingga merekapun berendam didalam satu bathub. "Mas......teriak Yunisa. Karna suaminya sudah mulai bertingkah aneh di dalam bathub, ia mulai menjahili istrinya dengan mengecup ecup bagian gunung kembar milik Yunisa. sehingga terjadilah permainan didalam bathub.
__ADS_1
Sementara ditempat lain Lizah yang lagi asik membaca novel online kesukaannya dikejutkan dengan kedatangan Josua. "Ih kamu Ya sedari tadi dipanggil ngak dengar dengar ternyata malah asik senyum senyum lihat ponselnya. lagi baca cet dari siapa sih? dari pacar kamu Ya?" Tuduh Josua
"Semberangan kalau ngomong pacar dari mana, pacar dari Hongkong? Pacar aja kaga punya main tuduh saja." Gerutu Lizah karna tidak terima dengan tuduhan Josua yang mengatai dirinya membaca cet dari kekasihnya.
"Terus kamu baca apaan sambil senyum senyum."Josua balik bertanya
"Nih aku lagi baca novel online romantis tau, jadi jangan asal nuduh gitu dong."gerutu Lizah sambil cemberut.
"Jangan cemberut gitu dong Li.....buat mas makin gemas saja." kata Josua sembari mencubit hidung lizah dengan cubitan cinta.
"Ih..... sakit tau." keluh Lizah sambil memegangi hidungnya yang tidak sakit.
"Oh ia ada apa nyariin aku pak Josua yang terhormat? hardik Lizah
"Ngak ada apa apa hanya kangen saja dengar suaramu." Sahut Josua sembari mengembangkan senyumnya dan memberikan buked bunga yang ia bawa sebelumnya.
" Nih buat kamu" kata Josua sambil memberikan buked bunga kepada Lizah.
"Ya ia buat kamu, jadi buat siapa lagi Lizah yang cantik dan yang manis......" Sahut Josua meyakinkan Lizah.
Esok harinya Yunisa dan Damar berpamitan kepada tuan Baskoro ,nyonya Rita, dan juga Bu Rahma untuk melakukan perjalanan bulan madu mereka. "Kalian berangkat jam berapa nak." Tanya Bu Rahma kepada Yunisa dan juga Damar.
"Oh kami berangkat jam 11 ma "
Sahut Damar menjawab ibu mertuanya
"Memangnya kalian mau bulan madu kemana sayang?" Tanya nyonya Rita yang tiba tiba datang menghampiri anak dan menantunya
"Rencananya ke Singapura dulu baru ke Paris dan Jepang mi." Sahut Damar
__ADS_1
"Oh ya sudah hati hati kalian disana Ya, jaga menantu mami. Bawa oleh oleh yang paling membahagiakan mami dan papi juga." Kata nyonya Rita sembari membisikkan ditelinga Yunisa. "Hadiahi mami dengan membawa kabar gembira adanya Damar junior." Bisik nyonya Rita sembari mengelus perut rata milik Yunisa. Membuat Yunisa tersipu malu melihat ibu mertuanya.
"Ia mama juga ingin hadiah yang sangat mami tunggu tunggu dari kalian. Sepertinya keinginan mama sama deh sama keinginan ibu mertua kamu. Jadi kamu jangan menunda bunda ya sayang...." Kata Bu Rahma untuk sekedar mengingatkan Yunisa agar tidak merencanakan penundaan kehamilannya. Dan dibalas anggukan dari Yunisa sembari melihat kearah suaminya.
Damar pun tersenyum, ia merasa mendapat dukungan dari maminya dan juga ibu mertuanya. Ia mengacungkan jempol nya kearah istrinya membuat Yunisa melototkan matanya kearah Damar. Melihat istrinya sudah jengkel, Damar tersenyum penuh kemenangan sembari mendekati Yunisa istrinya.
" Jangan begitu dong sayang....." Kan benar kata mami kita tidak bisa menunda nunda." bisik Damar membuat Yunisa jengkel
Yunisa hanya diam saja sambil pergi meninggalkan suaminya menuju dapur. Karna dirinya merasa gugup dan langsung meminum segelas air putih dengan sekali tegukan habis.
"Wah bisa bisa Mas Damar menggempur aku satu malam disana." Gumamnya . Ketika ia sibuk dengan pikirannya, Lita datang menghampirinya "kakak....." Panggil Lita sembari berlari mendekati Yunisa "Ah ade ....ngikutin kakak aja. Ada apa de......" Tanya Yunisa kepada adik iparnya. " Memangnya benar kakak mau pergi bulan madu ya." Tanya Lita.
"Ka ......mudah mudahan sepulang dari sana aku jadi ounty ya kak" kata Lita sambil mengembangkan senyumnya.
"Loh kok semua orang yang ada dirumah ini ngomong itu melulu sih." Gumam Yunisa dalam hati.
Damar tiba tiba datang menghampiri." "Sayang.....itu mobil jemputan kita sudah datang yuk kita berangkat. Ajak Damar kepada istri tercintanya."
Akhirnya setelah berpamitan kepada orangtuanya. Mereka pun berangkat dengan menggunakan jet pribadi milik Damar
Mereka melakukan perjalanan dimulai dari Singapure Mas ....trimakasih Ya buat segalanya. Yunisa merasa bahagia bangat menjadi istri mas. Jujur Yunisa ngak pernah bermimpi kalau Yunisa bisa bulan madu sampai keluar negeri .trimakasih Mas" Kata Yunisa karna dirinya sangat senang Damar mengajak dirinya berbulan madu sampai keluar negeri.
Padahal selama ini Yunisa tidak pernah berpikir kalau dirinya bisa berbulan madu Sampai keluar negeri.
"Ia sayang.....mas juga bahagia bangat karna kamu bersedia menjadi istri mas . Jawab Damar.
Bersambung............
yuk dukung terus karya outhor agar outhor lebih semangat untuk berkarya. dengan beri like coment dan votenya. Trimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa kepoin juga cerita saya yang lainnya ya. "Ranjang panas om duda."