
Esok harinya Damar sudah memulai aktivitasnya seperti biasa menjadi seorang CEO di Baskoro group.
"Sayang sudah mau berangkat?
"Iya sayang sudah lama juga tidak masuk kantor hanya memantau dari kejauhan saja. jadi kasihan juga Josua yang sudah kerepotan menangani tugas-tugas Mas."ucap Damar kepada Yunisa.
"Ya sudah kalau begitu Mas hati-hati ya jangan macam-macam di luar!"
"Ngapain juga Mas macam-macam diluar sudah ada istri mas yang paling cantik!"ucap Damar sambil langsung mencium wajah cantik istrinya.
"Pokoknya awas!" jangan macam-macam diluar kalau sempat Yunisa tahu Mas macam-macam diluar tidak ada ampun untuk Mas." ancam Yunisa kepada Damar padahal itu hanya candaan Yunisa saja. Tetapi Damar sudah bergidik ngeri Dan menganggap Yunisa serius.
"Iya sayang tidak mungkin juga Mas macam-macam diluar kan sudah ada Putra kita!" tapi Mas juga ingin punya seorang putri." Ucap Damar dengan senyum licik nya.
"Nanti malam kita buat adiknya Baby Carlos ya sayang!" bisik Damar tepat ditelinga Yunisa. membuat Yunisa langsung membulatkan matanya.
"Mas pikirannya mesum melulu!"
"Kan tidak apa-apa kalau mesum sama istri sendiri!" yang salah itu kalau Mas mesum dengan sekretaris atau pegawai pegawai mas yang cantik cantik di kantor." ucap Damar membuat Yunisa sedikit kesal.
"iya karena Yunisa sudah jelek makanya mas sudah mau ingin melirik wanita yang lebih cantik dari Yunisa!" kesal Yunisa sambil langsung meninggalkan suaminya.
Melihat istrinya yang sudah kesal terhadap nya, Damar pun langsung mengejar istrinya.
"Sayang tunggu dulu dong."
"Jangan panggil aku sayang!"
"Kok jadi marah sih? kan Mas hanya bercanda!"
"lirik aja pegawai-pegawai mas yang cantik-cantik di kantor mas!"ucap Yunisa sudah semakin kesal terhadap suaminya.
"Mas hanya bercanda sayang bukan seriusan kok lagian Siapa pula yang ingin mesum sama wanita lain selain kamu."
"tidak usah ngomong seperti itu di hadapanku Nanti kalau sudah di belakang ya bisa masuk bilang kayak gitu juga sama wanita lain!"ucap Yunisa sambil terus berjalan menuju ruang makan berniat untuk sarapan.
Nyonya Rita yang melihat wajah menantunya yang tidak bersahabat pun merasa heran.
"Kamu kenapa sayang?"
"Tidak apa-apa Bu!" jawab Yunisa sedikit tidak bersahabat
"Nak kamu apain istri kamu?"
"Tidak ada mam!" tadi Damar hanya bercanda kok!"
"Bercanda bagaimana?"
Yunisa tidak dapat membendung air matanya.Ia seolah tidak rela kalau Damar berpaling darinya. Air matanya mengalir begitu saja membuat Nyonya Rita semakin penasaran apa yang terjadi kepada Putra dan menantunya.
__ADS_1
"Sayang kamu kok jadi menangis sih?"
"Sudah kubilang jangan panggil aku sayang!"
"Mas hanya bercanda sayang!"
"Tidak mungkin Mas dapat berbicara seperti itu kalau tidak ada rencana Mas yang seperti itu." ucap Yunisa sambil terisak.
"Ya Allah Sayang!" sedikitpun Tidak ada di dalam benak mas berpaling darimu." ucap Damar
"Ada apa ini?" suara bariton Tuan Baskoro terdengar jelas di telinga penghuni kediaman Tuan Baskoro.
"Ini pasti ulah kamu kan?"tuduh Tuan Baskoro kepada Damar.
"Apa yang kamu lakukan terhadap menantuku?"tanya Pak Baskoro dengan nada suara yang agak meninggi.
"loh kok semua jadi nyalahin Damar sih?"
"Jadi siapa lagi yang disalahkan kalau tidak kamu?"
"Sayang please deh!" Mas tadi hanya bercanda jangan dibawa serius kenapa?"
"Bercanda bercanda tapi kalau tidak ada rencana dibalik itu semua tidak mungkin Mas dapat berbicara begitu."ucap Yunisa sambil kembali terisak.
"Memangnya Apa yang kamu katakan sama istri kamu?"tanya Tuan Baskoro
"Tadi hanya bercanda Pi.....!"
"Damar cuman bilang ngelirik pegawai Damar yang cantik kok
"Dasar edan kamu!" mana ada seorang istri yang rela suaminya melirik wanita lain.
"Tapi Damar kan hanya bercanda!"
"Tapi candaan kamu itu menyakiti hati orang Damar......"
"Ya sudah kalau begitu Mas minta maaf Sayang!" jujur tidak ada di benak Mas ingin berpaling darimu apalagi melirik wanita lain."ucap Damar sambil langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya dan mengecup kening Yunisa agar Yunisa lebih tenang dan tidak berprasangka buruk terhadapnya.
"Beneran kan mas!" mas tidak akan melirik wanita lain yang lebih cantik dari Yunisa?"
"Iya sayang mana mungkin Mas melepaskan permata seperti kamu."Ucap Damar sambil kembali mengecup kening Yunisa
"Makanya, lain kali kalau bercanda itu kira-kira dong." ucap nyonya Rita kepada Damar yang ikut kesal terhadap putranya.
"Oh iya Lita di mana Mi?"tanya tuan Baskoro
"Ada di kamar!"
"Memangnya dia tidak ke kampus?
__ADS_1
"Ke kampus tapi agak siangan!"
"Oh ya mam semalam orang tua Jack menghubungi Papi."
"Memangnya ada apa pi?"
"Mereka berencana Ingin melamar Lita untuk Jack."
"Tapi kan mereka masih kuliah Pi?"
"Menurut orang tua Jack lebih baik kita dan Jack lebih baik dinikahkan!" kalau masalah kuliah, setelah menikah juga mereka bisa melanjutkan kuliah. Karena kedua orang tua Jack tidak ingin menunda-nunda pernikahan mereka. Tuan Beandhard takut jadi fitnah. Kan Mami tau sendiri gimana Hubungan Putri kita dengan Jack lengket seperti prangko, kemana-mana selalu sama.Takutnya menjadi fitnah.
Jadi kedua orang tua Jack memutuskan untuk melamar Lita menjadi menantu mereka. "Bagaimana menurut mami?"
"Kalau Mami Terserah papa aja deh!" bagaimana bagusnya. Yang penting Putri kita bahagia karena Mami tidak ingin Putri kita disakiti oleh siapapun.
"Bagaimana kalau menurut kalian!"tanya Tuan Baskoro kepada Damar dan juga Yunisa.
"Mereka masih sama-sama muda, pemikiran mereka masih labil. Tetapi seperti yang kerena Papi dan mami bilang daripada fitnah, lebih baik mereka dinikahkan.
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan mereka? dan bagaimana mereka menghidupi keluarga kecil mereka nanti kalau mereka masih sama-sama kuliah?" ucap Damar kepada tuan Baskoro.
Menurut penuturan tuan Baenhard, Jack akan menangani perusahaan ayahnya yang ada di Singapura. Tetapi Jack tidak mau tinggal di Singapura sehingga Tuan Baenhard memberikan modal usaha untuk Jack.
"Tapi apa Jack mampu melakukannya?"
"Papi yakin kok dengan kemampuan Jack. Dia Orang yang pintar dan bijaksana."ucap Tuan Baskoro penuh dengan keyakinan kepada calon menantunya.
"Ya sudah lebih baik mereka dinikahkan, karena kelihatannya mereka sama-sama saling mencintai." ucap Damar kepada tuan Baskoro
"Iya sudah Pi.....!" tanya aja dulu Lita bagaimana? kita tidak bisa mengambil keputusan untuk kehidupan Lita. lebih baik kita yang menentukan jalan hidupnya sendiri. Lagian Putri kita sudah dewasa. Kita hanya memberi nasehat dan pandangan saja. kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada putri kita. ujar Nyonya Rita.
"Iya Damar setuju itu mi!" karena yang menjalani kehidupan itu kan Lita dan Jack bukan kita."
"Ya sudah kalau begitu kita coba bicara baik-baik dengan Lita." ucap nyonya Rita kepada suaminya.
Lita yang baru keluar dari kamarnya pun langsung duduk di samping Tuan Baskoro. Ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan sama sekali."Ada apa sih Kok seru banget pembicaraannya?"
lalu Tuan Baskoro pun menjelaskan dan memberi tahu apa yang menjadi rencana keluarga Jack terhadapnya.
"Serius nih Pi....?" Om Baenhard berkata seperti itu?"
"Iya nak!" apa kamu sudah siap!"
Lita terdiam dia tidak menjawab sama sekali.
"Nanti Lita pikirkan dulu Pi....' dan Lita bicarakan dulu dengan kak Jack." ucap Lita kepada tuan Baskoro dan nyonya Rita.
Bersambung........
__ADS_1
Hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏