
Dua bulan kemudian, hubungan Lizah dengan Josua semakin dekat. Josua berniat untuk melamar Lizah. Tetapi ibunda Josua mendadak sakit keras, sehingga pernikahan mereka harus diundur. Kondisi orangtua Josua semakin memprihatinkan. luka yang ada dikakinya semakin membusuk akibat penyakit diabetes yang dialaminya.
Lizah mengunjungi Bu Novita dirumah sakit, ia melihat kondisinya Bu Novita.
"Selamat sore ibu... " Sapa Lizah sembari memberi salam kepada ibu Novita.
" Ya selamat sore nak...."
" Kamu tidak jijik melihat kondisi ibu." Tanya Bu novita karna dirinya merasa kalau orang yang melihat dirinya akan jijik melihat kondisi kaki Bu Novita yang begitu memprihatinkan.
"Ya ngak lah Bu ." Sahut Lizah singkat sembari memberikan rebusan ramuan obat tradisional khas Tionghoa. Lizah sengaja meraciknya seperti yang sudah diajarkan leluhurnya kepada dirinya. Ramuan itu adalah ramuan turun temurun dari kakek neneknya lizah. Biasanya kalau yang mengidap penyakit diabetes meminum ramuan itu bisa cepat pulih .
"Oh ia Bu, Lizah bawa rebusan obat tradisional khas Tionghoa. Ramuan ini biasanya dapat menyembuhkan, Atau mengurangi diabetes. Tetapi itupun kalau ibu mau meminumnya." Ucap Lizah kepada bu novita. Kemudian ibu Novita meraih obat tradisional yang diberikan lizah. Ia langsung meneguknya
Maaf Bu....kalau Lizah lancang, kalau ibu mengijinkan boleh kah aku mengoles obat ini ke luka ibu? Tanya Lizah.
Bu Novita mengebangkan senyumnya sembari menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya setuju menerim olesan obat yang dibawa Lizah. Ketika Lizah mengoles obat diluka Bu Novita, Josua datang untuk bertemu ibunya. Ia terkejut melihat kehadiran Lizah disana yang lagi mengoles obat di luka kaki Bu Novita yang sudah berbau.
"Sayang kamu disini?"
"Ia sayang ....maaf Ya ngak beritahu kamu." kata Lizah karna dirinya tidak memberitahu Josua kalau dirinya mengunjungi Bu Novita yang merupakan ibu kandung Josua.
Josua begitu bahagia melihat interaksi antara ibunya dengan lizah. Lizah begitu telaten mengurus bu novita, pada hal tidak semua orang mampu mengurus orang tua yang mempunyai penyakit seperti bu Novita. Tetapi Lizah ingin mengabdikan dirinya untuk mengurus Bu Novita. Maklum sejak kecil dirinya sudah ditinggal orangtuanya. Membuat lizah menganggap Bu Novita sebagai orang tuanya.
Beberapa hari kemudian, semanjak lizah memberikan obat tradisional khas Tionghoa, yang diraciknya sendiri. Luka kaki bu Novita sudah mulai mengering. Bu Novitapun sudah mulai menggerakkan kakinya. Membuat Josua semakin lega melihat perkembangan kesehatan ibunya.
__ADS_1
Ibu Novita meminta agar dirinya dirawat dirumah saja. Ia merasa sudah bosan tinggal dirumah sakit karna sudah beberapa bulan belakangan ini ibu Novita berada dirumah sakit. Tetapi tidak ada perkembangan kesehatan Bu Novita. Semanjak lizah memberikan ramuan racikannya, kondisi Bu Novita semakin membaik.
" Nak.....lebih baik ibu pulang saja , ibu sudah rindu dengan situasi rumah." Kata Bu Novita. Agar Ibu novita diperbolehkan pulang oleh Josua. " Iya Bu kita akan pulang tapi setelah administrasinya Josua urus dulu ya Bu." Sahut Josua membuat Bu Novita mengebangkan senyumnya. " Trimakasih ya nak kamu tidak pernah bosan mengurus ibu." ucap Bu Novita kepada Josua.
"Ibu kok berterimakasih, kan ini sudah kewajiban Josua untuk merawat Ibu." Sahut josua.
Ia berlalu meninggalkan ibunya menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran biaya rumah sakit Bu Novita. lizah datang mengunjungi Bu Novita, ia mendapat kabar kalau bu novita diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Mendengar berita kalau Bu Novita akan pulang dari rumah sakit, hatinya bahagia.
"Siang Bu.... 'Sapa Lizah sembari Memberikan salam kepada Bu Novita
" Gimana keadaan ibu apa sudah baikan?" Tanya lizah. Ia juga sudah membawakan obat tradisional yang sudah ia racik sebelum pergi kerumah sakit.
Sementara ditempat lain Yunisa dan Damar berniat untuk mengunjungi Bu Novita kerumah sakit. Damar menghubungi Josua ,
Tut.....Tut....tut...suara ponsel milik Damar
" Selamat sore lagi dimana bro?" Tanya Damar
"Aku lagi dirumah sakit, lagi ngurus administrasi biaya rumah sakit ibu, karna ibu akan pulang hari ini." Jawab Josua dari seberang.
"Oh jadi Tante Novita sudah bisa pulang dari rumah sakit? Tanya Damar
"Apa kondisi Tante sudah semakin membaik? Tanya Damar Karna dirinya penasaran dengan kondisi Bu Novita.
Setelah mendapatkan informasi kalau Bu Novita sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Damar berniatnya untuk mengunjungi Bu Novita di kediaman Josua " "Mas gimana keadaan Tante Novita apa Tante sudah baikan? Tanya Yunisa karna dirinya juga mengkhawatirkan kondisi Bu Novita.
__ADS_1
"Iya sayang kondisi Tante Novita sudah semakin membaik" sahut Damar. ia juga memberitahu nyoya Rita tentang perkembangan kesehatan sahabatnya itu.
Nyonya Rita pun bersyukur mendengar kondisi Bu Novita sudah semakin membaik. " Oh ia nak apa kamu tidak ingin mengunjungi Tante Novita?" Tanya nyonya Rita.
"Ia mam....ni mau kesana makanya aku menghubungi Josua terlebih Dahulu. Sahut Damar. Tetapi tiba tiba perut Yunisa tiba tiba keram membuat dirinya meringis kesakitan
"Ouch h h" keluh Yunisa membuat Damar sangat kwatir, ia berteriak meminta tolong kepada nyonya Rita. Kondisi Yunisa semakin lemah. Membuat mereka harus melarikan Yunisa kerumah sakit milik keluarga Baskoro.
Ia memerintahkan pak Jono agar mempersiapkan mobil agar segera membawa Yunisa kerumah sakit.
Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah sakit, beberapa dokter spesialis kandungan dan juga perawat sudah menuggu kedatangan sang pemilik rumah sakit. Ketika mereka sudah tiba, tim dokter dan perawat langsung membawa Yunisa ke UGD guna memeriksa keadaan Yunisa.
"Bagaimana kondisi istri saya dokter? Tanya Damar. Karna Damar sudah sangat kwatir dengan kondisi istrinya. "Sabar pak kami akan memeriksnya." Lakukan yang terbaik buat istri saya dok, saya tidak mau terjadi apa apa kepada istri dan anak saya. Ucap Damar
"Iya pak kami mengerti kami akan berusaha semaksimal mungkin" jawab salah satu dokter yang lagi bertugas menangani yunisa. Lalu dokter itu berlalu dan langsung memeriksa kondisi Yunisa. Dokter yang melihat kondisi Yunisa dan langsung memasang infus dan dan alat bantu pernapasan kepada Yunisa.
Para dokter berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Yunisa dan juga bayinya.
Setelah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Yunisa dan bayinya. Akhirnya para dokter bernapas lega karna berhasil menyelamatkan bayi dan juga Yunisa. "Syukurlah bayinya tidak apa apa" kata salah satu dokter yang lagi bertugas disana. Karna mereka sudah kwatir melihat kondisi Yunisa Nyang sudah lemah dan tak berdaya. Tetapi setelah dokter memberi suntikan penguat janin, akhirnya kondisi Yunisa pun sudah mulai stabil Membuat Damar bernapas lega.
Damar sangat bersyukur kondisi istrinya mulai stabil. sementara tuan Baskoro yang baru mengetahui bahwa Yunisa dilarikan kerumah sakit, juga kwatir akan keadaan kodisi menantunya. Tuan Baskoro menyusul damar dan nyonya Rita ke rumah sakit, Untuk melihat kondisi Yunisa dan bayinya.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya jangan lupa like coment dan votenya ya. Trimakasih 🙏💓💓🙏💓🙏
__ADS_1
yuk mampir juga ke karya baru aku ceritanya seru loh