
Seperti dugaan Damar, tamu yang tidak diharapkannya pun datang, kedua orangtuanya sudah menyambut mereka dengan antusias,
"Eh jeng ....sudah datang! silahkan masuk jeng....." Kata nyonya Rita Mempersilahkan tamu nya masuk. Beberapa menit kemudian ibu Rita dan pak Baskoro yang merupakan orangtua dari Damar Vincent, berniat untuk menjamu tamunya. Dan beberapa PRT sudah menghidangkan berbagai macam makanan diatas meja makan.
"Mbok.....tolong panggilin anak saya dikamar Ya sedari tadi kok belum keluar? kata Bu Rita agar mbok iyem memanggil anaknya yang belum keluar dari kamarnya. Padahal tamu yang sudah dibicarakan orangtuanya sebelumnya sudah datang. "Dasar ini anak maunya apa sih" Gumam ibu Rita dalam hati. Karna ibu Rita merasa tidak enak hati kepada jeng Afprita yang sudah agak lama menunggu dan menanyakan keberadaan Damar, apalagi anak perempuannya yang sedikit centil itu sudah ngebat ingin bertemu dengan Damar Vincent.
Kemudian mbok Iyem langsung pergi ke lantai atas untuk memanggil tuan mudanya.
Tok tok tok......"den ....apa Aden di dalam?nyonya menyuruh mbok untuk manggilin aden. Kata Bi Iyem. lalu Damar membuka pintu kamarnya. "Ada apa sih mbok ganggu orang aja." Kata Damar
"Anu den ....nyonya memanggil Aden, katanya ada tamu." Jawab mbok Iyem sedikit gugup karna mbok Iyem takut kalau Damar akan mengomel kepadanya. lalu Josua yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara mbok Iyem dengan Damar langsung menjawab
"Ia mbok sebentar lagi kami turun." Kata Josua kepada mbok Iyem. lalu mbok Iyem membalikkan badannya berniat untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tiba tiba Josua memanggil mbok Iyem. "Mbok tunggu sebentar." Sontak mbok Iyem langsung berhenti dan kembali mendekati Josua dan Damar.
"Ada apa den? Ada yang bisa mbok bantu?" Tanya mbok Iyem
"Oh Ya mbok gimana cewenya cantik ngak? Tanya Andre dengan senyum licik sembari melihat ekspresi wajah Damar
"Eh kok den Josua tau kalau tamu yang dibawah ada wanita cantik?" kata mbok Iyem kepada Josua
Sontak Josua langsung tertawa terbahak bahak
"Ya tau lah mbok kan dia yang mau dijodohin sama pak bos...."
"Hah...h h "Mbok Iyem pun terkejut bagaimana tidak, mbok Iyem yang selama ini merawat dan menjaga Damar sejak kecil. Karna mbok Iyem bekerja sudah cukup lama, sekitar 35 tahun lamanya, mbok Iyem bekerja di kediaman Baskoro. Oleh karena itu Damar sangat dekat dengan mbok Iyem. dan sudah menganggap nya seperti orang tua nya sendiri.
__ADS_1
"Waduh den gimana ini Aden, memangnya Aden mau dijodohin sama wanita yang ada dibawah?"tanya mbok Iyem karna ia merasa kalau tuan mudanya tidak cocok dengan wanita yang akan dijodohkan kepada Damar
"Memangnya kenapa mbok ?"kan kata mbok cewenya cantik kok mbok sepertinya tidak senang kalau Damar, dijodohkan sama wanita itu?"tanya Josua kepo.
"Entahlah den sepertinya mbok kurang srek lihatnya, sepertinya dia mau dijodohin sama den Damar karna ada maunya." ini hanya firasat mbok aja sih den." sahut mbok Iyem.
"Ah ya sudah den ...nanti mbok jadi kelamaan disini. Kok kita jadi ngerumpi sih seperti mama mama komplek, he he he." Kata mbok Iyem sembari meninggalkan kedua lelaki tampan itu.
Karna merasa tidak enak hati, akhirnya Damar dan Josua turun kebawah menyusul nyonya Rita dan Pak Baskoro. Setelah sampai dimeja makan, Damar dan Josua memberi salam kepada tamu orangtuanya. Sembari memberi senyum terpaksa, Bu Afpritapun selalu bercerita dan membangga banggakan anak gadisnya didepan Josua dan Damar membuat kedua pria itu sedikit ilpil.
Setelah selesai makan Damar langsung pamit kepada kedua orangtuanya
"Mam.....Damar pamit dulu, kebetulan Client Damar ada yang ingin bertemu, untuk membicarakan proyek yang ada di kota Medan, dan sepertinya ini tidak bisa ditunda mengingat pak Prayetno besok pagi pagi sekali harus pulang ke kota Medan." kata Damar memberikan penjelasan kepada kedua orangtuanya
Damarpun meninggalkan mereka disusul dengan Josua yang mengekori ya dari belakang .
Keesokan harinya Yunisa begitu bersemangat untuk mengais rezeki. Pagi pagi sekali Yunisa bangun dari tidurnya dan bergagas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Yunisa memakai pakaian yang rapi. Sementara Lizah belum juga bangun dari tidurnya
"Kak bangun ..... kakak ngak kerja." Tanya Yunisa kepada Lizah
"Kakak kerjanya agak siangan dek," soalnya kakak mau nemuin client yang dari luar kota." Jawab Lizah
"Oh ya sudah kak kalau begitu Yunisa duluan ya kak ..."pamit Yunisa
Yunisa bergegas keluar dari kamar kosnya dan berangkat kerja. Yunisa menunggu angkutan umum.Tiba tiba sebuah mobil mewah melintas dari hadapan Yunisa yang kebetulan ada kubangan air membuat, air campur lumpur itu mengenai baju Yunisa. Membuat Yunisa dilanda emosi.
__ADS_1
Sehingga Yunisa sampai melempar sepatunya ke mobil yang membuat dirinya terkena lumpur." Huh...mentang mentang orang kaya suka sukanya" gerutu Yunisa sambil membersihkan kaki dan tanganya yang terkena lumpur.
Akhirnya Yunisa mengambil sepatunya yang sempat dilemparnya ke mobil itu. Tiba tiba dia teringat kalau dia harus cepat cepat pergi bekerja. "Aduh gawat aku sampai lupa kalau aku harus kerja semua ini gara gara mobil sialan itu"umpatnya dalam hati. lalu Yunisa pergi bekerja dengan menggunakan ojek online yang sudah dia pesan. Karna dia merasa kalau dia menggunakan angkutan umum sudah pasti dia akan terlambat.tidak berapa lama ojek online yang dipesannyapun tiba
"Dengan mbak Ya " Sapa bang ajol
"Oh ia bang,"antarin ke kantor Baskoro group ya bang " Yunisa
"Baik mbak ....."sahut driver online itu
Sekitar lima belas menit kemudian Yunisa tiba di kantor Baskoro group dan langsung bergegas menaiki lift khusus karyawan.Tetapi naas lift khusus karyawan masih dalam perbaikan "ya ampun gimana ini bisa bisa aku terlambat." Gumamnya
Akhirnya Yunisa beralih ke lift khusus petinggi perusahaan, karna dirinya menganggap kalau lift itu kosong. Apalagi jam belum menunjukkan kalau petinggi perusahaan belum tiba dikantor, sehingga dirinya memberanikan diri masuk ke lift itu. Dengan langkah tergesa gesa Yunisa masuk kedalam lift tanpa memperhatikan kalau didalam lift ada seseorang yang merupakan CEO dan sekaligus pewaris Baskoro group.
Yunisa langsung menekan tombol angka sepuluh sementara sang CEO juga menekan angka sepuluh, sehingga tangan mereka sempat bersentuhan.
"kamu siapa? Kok berani beraninya kamu menaiki lift khusus petinggi perusahaan?" Tanya Damar
Yunisa tidak mengenali sang CEO karna kebetulan Damar menggunakan masker begitu juga dengan Yunisa, jam memakai masker juga sehingga mereka tidak saling mengenal padahal mereka sebelumnya sudah pernah bertemu bahkan sedikit berdebat sewaktu didalam pesawat.
"Kok kamu diam aja,"Jawab pertanyaan saya kenapa kamu berani beraninya menaiki lift khusus petinggi perusahaan hah......." Kata Damar dengan suara Sedikit meninggi
"Ma .....ma maaf pak saya lihat lift khusus karyawan sedang dalam perbaikan, jadi karna saya takut telat masuk kerja makanya saya menaiki lift ini karna saya kira ini belum jam kerja para petinggi perusahaan." Jawab Yunisa sedikit gugup Sembari menundukkan kepalanya.
Yuk redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya . trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1