
Setelah Damar sadar, nyonya Ritapun menghampirinya "Nak......panggil nyonya Rita sembari menangis melihat kondisi anaknya yang masih dipenuhi perban dan alat alat medis. Kamu cepat sembuh ya sayang.......mami kwatir sama kamu. Mendengar kabar kamu kecelakaan jantung mami hampir copot nak. Jangan buat mami sama papi kwatir ya." kata nyonya Rita.
Tapi Damar sama sekali tidak menjawab nyonya Rita. dirinya hanya mengisyaratkan matanya berkedip aja. Pertanda dirinya merespon maminya. Lalu nyonya Rita melihat Yunisa dengan seksama "Sepertinya aku pernah ketemu sama dia tapi dimana? " Gumam nyonya Rita.
"Oh Yach trimakasih banyak sudah menolong anak saya dan sudah mendonorkan darahnya kepada anak saya."Maaf nyonya bukan saya yang mendonorkan darah kepada Mas Damar tetapi ibu saya yang mendonorkan darahnya yang kebetulan golongan darahnya sama dengan Mas Damar. Kata Yunisa untuk memberitahu yang sebenarnya.
"Eh tunggu dulu,"kamu yang menolong saya semalam sewaktu di pasar kan?yang saya hampir ketabrak motor? Yunisa sekilas mengingat sesuatu. "Oh iya nyonya." jawab Yunisa.
"Ngomong ngomong kamu kenapa bisa kenal sama Anak saya? tanya nyonya Rita.
Apa anak? Jadi Mas Damar anak nyonya? tanya yunisa memperjelas pertanyaannya.
"Ia Damar putra saya." Jawab nyonya Rita.
Tiba tiba tuan Baskoro langsung memotong pembicaraan antara Yunisa dan nyonya Rita
"Begini mi.....sebenarnya Yunisa ini asisten pribadi Damar dikantor jadi wajar dia mengenal anak kita.
Apa asisten? Asisten bagaimana maksud papi Yunisa saja berjualan di pasar tradisional di Medan, sementara kantor anak kita ada di Jakarta gimana ceritanya Pi? kata nyonya Rita
"Maaf nyonya sebenarnya panjang ceritanya saya memang asisten pribadinya pak Damar, tetapi karna musibah yang menipa keluarga kami membuat saya harus kembali ke Medan. awalnya saya ingin merawat ayah saya yang sakit keras. Tetapi Tuhan berkehendak lain ayah saya meninggal tepat seminggu yang lalu.
Hal itulah yang yang menyebabkan saya untuk sementara tinggal di Medan. Kebetulan libur semester saya masih ada beberapa hari lagi. kata Yunisa berterus terang kepada nyonya Rita.
"Maksud kamu libur semester gimana saya jadi semakin bingung" kata nyonya Rita
"Ia nyonya...... saya memang kerja di kantor Wijaya group yang dipimpin oleh pak Damar tetapi di sore harinya saya mengabil kuliah khusus karyawan." Terang Yunisa agar nyonya Rita tidak bingung dan beranggapan yang tidak tidak, terhadap Yunisa
"Tetapi kenapa kamu memanggil anak saya Mas? Yunisa hanya diam dan tidak menjawab apa apa sama sekali. Ia hanya menatap Damar dan maminya yang baru saja terbangun karna kecapean. Apalagi darah Bu Rahma sudah didonorkan kepada Damar.
"Eh Yun ..... keluarga nak Damar sudah datangkan? lebih baik kita pulang nak .....kamu juga butuh istirahat. Karna dari semalam kamu belum tidur sama sekali. Ingat kesehatanmu nak .....kan kata dokter nak Damar sudah melewati masa kritis nya. lagian sudah ada yang menjaganya disini." Kata Bu Rahma untuk menghindari orangtua Damar.
__ADS_1
Karna Bu Rahma takut kalau nyonya Rita dan tuan Baskoro tidak menerima Yunisa. Mengingat perbedaan keluarga Yunisa dengan keluarga tuan Baskoro berbeda jauh.
"Maaf nyonya kami harus pulang karna masih ada urusan penting." Kata Bu Rahma untuk berpamitan kepada orang tua Damar.
Sementara Damar masih tertidur karna pengaruh obat yang disuntikkan oleh dokter kepadanya. Sehingga ia tidak menyadari kalau Yunisa dan Bu Rahma pergi dari ruanganya.
Diperjalanan tiba tiba Ibu Rahma meminta agar Yunisa segera melupakan Damar "Nak.....sebaiknya kamu lupain Damar tidak perlu berhubungan lagi dengan dia. Mama takut kamu kecewa nak........lebih baik sakit sekarang dari pada semakin lama semakin susah kamu melupakannya.Karna tidak mungkin orangtua Damar menerima kamu nak ." kata Bu Rahma kepada Yunisa
"Tapi ma.....Yunisa sangat mencintai mas Damar ma....." Mama tau itu nak, tapi mama tidak mau nanti kamu tidak bahagia kalau bersama Damar tanpa restu dari orang tuanya. jadi mama mohon sama kamu belajarlah untuk melupakannya." Kata Bu Rahma kepada Yunisa.
Yunisa berpikir, di satu sisi mamanya benar tidak mungkin orangtua Damar menerimanya sebagai menantu. dan disisi lain Yunisa sangat mencintai Damar."ya Tuhan kenapa harus begini kisah cintaku bersama orang yang aku cintai " gumam Yunisa sembari meneteskan air matanya.
Beberapa hari kemudian, Yunisa i dan Bu Rahma memutuskan untuk pindah ke kota kecil yang merupakan kota nenek Yunisa. ya tepatnya di kota pematang siantar. Mereka memutuskan pindah dari Medan agar dirinya bisa melupakan Damar dan ia juga mengurus perpindahan kampus dari Jakarta ke kampus yang berada di pematang Siantar.
Sementara di rumah sakit tempat Damar dirawat, Damar selalu memanggil manggil nama Yunisa didalam tidurnya. Hal itu membuat nyonya Rita sangat terpukul karna kondisi anaknya tidak kunjung membaik.
tuan Baskoro memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mencari tau keberadaan Yunisa dan juga Bu Rahma .
"Dimana mereka? Dan mengapa mereka harus pindah?gumamnya dalam hati. Karna sebelumnya anak buah tuan Baskoro pergi ke rumah Yunisa. Tetapi mereka mendapati rumah itu sudah ditempati orang lain.Hal itu membuat tuan Baskoro menggerakkan dan menambah anak buahnya untuk melacak keberadaan Yunisa. Tetapi sudah berapa hari pencarian anak buahnya belum juga membuahkan hasil.
Beberapa bulan kemudian Yunisa melakukan aktivitas seperti biasa. Setelah pulang dari kampus, Yunisa membantu Bu Rahma menjaga toko kelontong yang dikelola Bu Rahma, untuk kebutuhan hidup mereka sehari hari. Dan biaya kuliahnya. Yunisa memang tergolong orang yang sangat pintar sehingga ia bisa menyelesaikan studinya dengan lancar tanpa kendala apapun.
Ma......setelah wisuda nanti Yunisa ingin kalau mami tidak perlu bekerja lagi. Yunisa ingin membahagiakan mama.....sama seperti pesan ayah dulu. Kata Yunisa untuk meminta Bu Rahma agar tidak terlalu kecapean bekerja.
Di tempat lain keadaan Damar semakin tidak karuan bahkan setelah pulang dari rumah sakit Damar selalu mengurung diri di kamar pribadinya, Bahkan untuk urusan pekerjaan ia sudah tidak perduli lagi. Sehingga urusan kantor diambil alih kembali oleh tuan Baskoro dan di bantu oleh Josua.
"Om bagaimana keadaan Damar sekarang? apa Damar baik baik saja? Tanya Josua kepada tuan Baskoro.
Tuan Wijaya menghela napas "Om bingung bagaimana caranya agar Damar kembali seperti dulu lagi. Coba kamu ajak bicara dulu Jos ....siapa tau Damar mau berbicara sama kamu. Karna semenjak wanita itu pergi dari kehidupannya. Damar tidak mau berbicara dan selalu mengurung diri di kamar.
"begini om .... menurut saya kita terlebih dahulu harus menemukan keberadaan Yunisa. karna saya tau Damar sangat mencintai Yunisa kata Josua kepada tuan Baskoro memberitahu apa yang ia ketahui mengenai hubungan Yunisa dengan Damar.
__ADS_1
"Tetapi dimana kita harus menemukan wanita itu? Om sudah menggerakkan banyak anak buah om tapi hasilnya nihil." Kata tuan Baskoro semakin frustasi. Tiba tiba Josua teringat akan sosok pak Maringan yang merupakan client mereka yang berasal dari medan. Bahkan ia sangat berpengaruh di Sumatra dan pak Maringan juga mengenal Yunisa
"Begini om..... bagaimana kalau kita minta bantuan kepada pak Maringan client kita yang berasal dari Medan? bahkan ia juga mengenal Yunisa karna pak Maringan pernah ditolong oleh Yunisa pasca kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Aku rasa pak Maringan mengetahui dimana Yunisa sekarang terang Josua kepada tuan Baskoro.
Akhirnya tuan Baskoro menghubungi pak maringan melalui telepon selular miliknya .
"Tut ....Tut,....Tut"
Panggilannya dijawab oleh pak maringan."Hello tuan Baskoro apa kabar? Ada yang bisa saya bantu?"tanya pak Maringan.
"Ya aku butuh bantuan mu pak ...ada sesuatu yang perlu saya tanyakan sama kamu.Tetapi menurutku kita berbicara tidak bisa hanya melalui telepon seluler. Saya berharap Bapak bisa meluangkan waktu agar kita bisa ketemu. ada sesuatu yang harus saya bicarakan sama Bapak" kata tuan Baskoro kepada pak Maringan
"Ya boleh pak dengan senang hati saya juga ingin bertemu dengan bapak, karna ada juga yang mau saya bicarakan kepada bapak."kata pak Maringan kepada tuan Baskoro. "Kalau begitu kira kira kapan saya bisa bertemu dengan bapak?"Tanya tuan Baskoro kepada Pak Maringan yang kebetulan saya juga berada di kota Jakarta. kata pak Maringan kepada tuan Baskoro. Akhirnya tuan Baskoro dan pak Maringan sepakat untuk bertemu tepat satu jam setelah mereka janjian.
Sekitar satu jam kemudian pak Maringan dan tuan Baskoro bertemu disebuah restoran yang cukup mewah. Setelah bertegur sapa dengan pak Maringan, akhirnya tuan Baskoro mengutarakan maksud dan tujuannya bertemu dengan pak Maringan
"Sebelumnya saya minta maaf tuan Baskoro saya juga tidak tau pasti dimana keberadaan mereka. Tetapi saya tahu kalau nenek Yunisa berada di kota kecil kota pematang Siantar mungkin mereka bisa jadi pindah kesana." Terang pak Maringan
"Kalau tuan mau saya bisa menemani anda untuk mencari tahu keberadaan Yunisa.Tapi dugaan saya mereka memang pindah ke pematang Siantar." kata pak Maringan.akhirnya mereka sepakat untuk mencari Yunisa ke pematang Siantar.
Sementara ditempat lain Yunisa sedang bergabung dengan pemuda pemudi yang berada di daerah tempat tinggal mereka. Biasanya, di depan warung milik Bu Rahma selalu dipadati dengan anak muda mudi. Untuk menghilangkan penat. Setelah seharian beraktivitas.
Biasanya mereka terkadang bernyanyi sambil memetik gitar. Yunisa meminjam gitar milik salah satu pemuda yang ada disana ."Bang bisa pinjam gitarnya tidak? kata Yunisa kepada pemilik gitar yang sedang berada di warung Bu Rahma.
" Ya silahkan ka ...." jawab pemuda pemilik gitar sambil memberikan gitarnya kepada Yunisa. dan Yunisa memetik gitar sambil menyanyikan lagu yang kebetulan pas dengan kisah cintanya terhadap Damar.
bersambung.........
ha hai redears dukung terus karya author ya Agar author Lebih semangat untuk berkarya.
Trimakasih 🙏🙏🙏💓💓💓💓
__ADS_1
jangan lupa mampir kekarya baru outhor juga ya. ceritanya ngak kalah seru kok