
Yunisa lansung menuju dapur karna mencium Aroma ikan mas arsik menusuk kehidupannya.
"Yunisa mendapati suaminya lagi masak makanan permintaanya." Melihat ikan masnya sudah dimasak, mata Yunisa langsung berbinar dan memeluk Damar dari belakang sembari mencium cium aroma masakan suaminya."Wah wangi bangat Mas..... kata Yunisa sembari menghirup aroma ikan masa arsik yang dimasak Damar.
Ketika Damar membalikkan tubuhnya, Yunisa terkejut melihat kening Damar di plester." Loh kamu kenapa sayang" tanya Yunisa kepada suaminya karna ia melihat suaminya mengalami luka lebam di kening dan tangannya. " Tidak apa apa sayang cuman mobil kami tadi keserempet mobil sehingga mobil yang kami tumpangi hilang keseimbangan dan menabrak trotoar, tapi sudah ngak apa apa kok. kata Damar. Ia sengaja tidak memberitahu istrinya kalau ada seseorang yang ingin membuat dirinya kecelakaan.
"Lain kali hati hati ya Mas...." ujar Yunisa sembil mengecup bibir manis milik Damar. Yunisa tidak memperdulikan Lizah yang ada disana. Lizah asyik mendokumentasikan keromantisan pasangan suami istri itu."Mas.... sudah masak belum aku sudah lapar nih." Tanya Yunisa kepada suaminya karna dirinya juga sebenarnya sudah lapar.
"Sebentar lagi ya sayang......" sahut Damar.
Setelah masakan Damar sudah matang, Damar menghidangkan makanannya di meja makan agar istri tercinta memakan hasil masakannya. Lizah ikut membantu.
"Sayang sudah matang nih kita makan yuk." Ajak Damar Kepada Yunisa yang sedari tadi tidak sabaran ingin memakan masakan Damar . Yunisa langsung duduk disebelah Damar.
Yunisa menyendok nasi secukupnya, ia lansung menyantap masakan Damar tanpa menawari Lizah terlebih dahulu. Ketika Yunisa asyik makan, nyonya Rita datang menghampiri mereka bertiga. Ia mengembangkan senyumnya melihat menantunya memakan masakan Damar begitu lahap. Nyonya Rita teringat sewaktu dirinya mengandung Damar dulu. " He.....he.... he.... persis seperti saya dulu." Gumamnya dalam hati sembari tersenyum.
"Eh mami......" Makan yuk mi .....enak loh masakan suami tercintaku ini" kata Yunisa sambil mengembangkan senyumnya kearah ibu mertuanya.
"Wah wah sepertinya enak nih" kata nyonya Rita sembil duduk disebelah Lizah. Akhirnya merekapun makan bersama, tuan Baskoro yang tidak mau ketinggalan langsung duduk disebelah istrinya.
"Wah sepertinya enak bangat nih." Kata tuan Baskoro memuji masakan putranya. Seumur umur baru ini papi memakan masakan putra papi. Tapi sepertinya berbakat juga Ya" Hardik tuan Baskoro sembari terkekeh melihat anaknya yang sedikit kikuk mendengar ayahnya yang terus terang apa adanya di depan istrinya.
"Oh ya nak papi bangga sama kamu bisa memenuhi permintaan anak dan istri kamu."
"Dulu papi juga mengalami seperti yang kamu alami ini." Terang tuan Baskoro kepada putranya. Bi Iyem dan para PRT lainnya tersenyum ketika melihat majikannya memasak dan menyajikan makan diatas meja makan. Padahal selama ini merekalah yang mengerjakan tugas itu semua.
"Ha....ha... ha lucu juga Ya tuan Damar pakai slemet ketika memasak di dapur?" Kata salah satu PRT yang bertugas siang itu. "Ia aku ngak nyangka kalau tuan Damar mau melakukan itu semua Demi istrinya, padahal yang kita tahu tuan Damar kan paling anti dengan yang namanya dapur." Jawab salah satu PRT
Tiba tiba bi iyem datang menghampiri PRT yang lagi menggosipkan tuannya." Heh pada ngapain sih gosip aja kalian ini" kata bi Iyem Karna dirinya tidak senang kalau tuannya digosipin orang lain. "Bukan menggosip si Mpok, tapi kan memang betul tuan Damar lucu kalau lagi pakai slemet dan memasak di dapur?" Berarti tuan Damar sangat sayang kepada non Yunisa . Tuh lihat perhatian tuan Damar terfokus kepada non Yunisa Kata PRT menjawab perkataan bi Iyem yang merupakan kepala pembantu di kediaman tuan Baskoro
__ADS_1
"Ia memang saya juga melihat seperti itu," Sepertinya nona Yunisa membawa aura positif kepada tuan Damar.sahut bi Iyem.
"Ya sudah kita kerja lagi yuk...." Ajak bi Iyem kepada para rekan kerjanya.
Ketika Lizah asyik makan , ponselnya berdering. Ia melihat dilayar ponselnya Josua memanggil. Ia cepat cepat membersihkan tangannya dan mengangkat ponselnya.
"Hello sayang....." sapa Josua dari seberang.
"Hallo juga sayang ..." Sahut Lizah
"Sayang apa kamu sudah selesai?" Kalau sudah siap biar mas jemput." ucap Josua kepada Lizah
"Ia sebentar lagi sudah siap kok."
"Ya sudah Mas kesana Ya....." Lalu Josua menutup sambungan telepon selulernya.
"Kenapa kak? tanya Yunisa
Tanya Yunisa kepada kakaknya.
"Ia " sahut Lizah singkat sembari mengebangkan senyumnya.
"Kak jangan pulang dulu Ya.....temani Yunisa disini dulu. Soalnya Yunisa bosan tidak ada teman cerita." Keluh Yunisa karna dirinya tidak ingin kalau Lizah lansung pulang ke apartemennya.
"Loh kan ada suami kamu dek." Sahut Lizah
"Ia sih kak tapi suami aku nanti pasti sibuk diruang kerjanya." Kata Yunisa memberikan alasan kepada Lizah agar kakaknya tidak jadi pulang.
Setelah selesai makan, bi iyem pun membereskan meja makan. Semuanya sudah berlalu dari ruang makan. Tuan Baskoro dan nyonya Rita masuk kedalam kamar sedangkan Damar meminta ijin kepada istrinya untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya di ruang kerjanya. Lizah dan Yunisa menuju ruang tengah. Lizah memutar Video yang didokumentasikan nya saat Damar memasak di dapur.
__ADS_1
"Dek.....kamu mau nonton Video yang ada diponsel kakak ngak? Tanya Lizah kepada Yunisa.
"Memangnya video apa kak? Tanya Yunisa karna dirinya penasaran dengan video milik Lizah. Kemudian Lizah memutar video dengan menyambungkan dari ponselnya ke layar televisi yang ada di ruang tengah. Yang kebetulan TV yang ada diruang tengah difasilitasi dengan WiFi sehingga Lizah dengan mudah menyambungkan video yang ada di ponselnya ke layar.
Ketika videonya diputar, Yunisa membulatkan matanya menatap layar televisi. Sembari tertawa terbahak bahak "ha....ha.... ha....ha lucu juga kalau suami aku pakai slemet memasak di dapur ya ka." hardik Yunisa kepada Lizah yang asyik tertawa melihat video yang didokumentasikan lizah.
Hati Yunisa begitu bahagia melihat dokumentasi yang diputar oleh Lizah "Ternyata benar suami aku yang masak ikan mas arsiknya , aku makin cinta deh sama suami aku." Gumamnya dalam hati.
Ketika mereka lagi asik menonton Video, Josua datang menghampiri mereka.
"Sayang kamu sudah siap? "
"Mau langsung pulang ngak?" Tanya Josua kepada lizah.
"Ngak boleh nanti aja pulangnya . jawab Yunisa agar lizah tidak pulang
"Ya sudah kalau masih mau ngobrol, ya ngobrol aja dulu, aku mau nemuin Damar dulu. Ada sesuatu yang penting mau saya bicarakan kepadanya megenai proyek Perusahaan." Kata Josua sembari meninggalkan Lizah dan Yunisa dan pergi menuju ruang kerja Damar.
Yunisa dan Lizah terus tertawa menyaksikan Video Damar, nyonya Rita dan tuan Baskoro keluar dari kamar. Karna mendengarkan tawa Yunisa dan Lizah yang begitu lepas."Ada apasih kok ketawanya enak bangat?" Tanya nyonya Rita yang tiba tiba ada di ruang tengah."lihat mas Damar mi..... lucu kan." Sahut Yunisa sembari menunjukkan kearah televisi .
Nyonya Rita dan tuan Baskoro lansung tertawa melihat video yang mereka putar "ha....ha.... ha ha ternyata lucu Ya putra kita! Persis seperti papi saat mami mengandung Damar." ucap nyonya Rita sembari terkekeh-kekeh.
"Iya juga ya mi ....papi jadi ingat masa masa muda dulu." Sahut tuan Baskoro.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih. jangan lupa like coment dan votenya ya
yuk mampir juga kekaryaku yang lain ceritanya seru loh "Ranjang panas om duda"
__ADS_1