
Setelah mendengar penuturan Yunisa, Damar memerintahkan beberapa anak buahnya, yang ada di kantor cabang milik keluargaNya di Medan. Untuk mengurus segala permasalahan yang dihadapi Yunisa. Termasuk biaya pengobatan pak Robert.
Sementara ditempat lain ibu Rahma masih tetap setia menemani suaminya di rumah sakit. Sedangkan Yunisa berusaha untuk mencari pinjaman kepada sanak saudaranya. Tapi tak satu orangpun yang mau meminjamkan kepada dirinya. Yunisa sedikit frustasi karna tidak mendapatkan pinjaman dari sanak saudaranya.
Padahal Pihak rentenir tempat Bu Rahma menggadaikan surat rumahnya sudah bolak balik menagih hutang Bu Rahma. Beserta bunganya yang cukup besar.
" Dor..... dor..... dor "
Suara ketukan pintu dari luar terdengar jelas ditelinga Yunisa.
Lalu Yunisa membuka pintu rumahnya.
"Maaf cari siapa yah? "Tanya yunisa karna dirinya merasa tidak mengenal sosok pria gendut dan sudah beruban itu.
"Cari siapa cari siapa....bentak pak Laia
Mana Bu Rahma? Saya mau nagih hutang beserta bunganya. Karna sudah tiga bulan tidak membayarnya. Jangan kan membayar pokoknya, bunganya aja tidak dia bayar selama tiga bulan. Kalau tidak dibayar hari ini maka mau tidak mau rumah ini akan saya sita." Kata pak Laia
"Pak saya mohon beri aku waktu sedikit lagi saya akan membayarnya. "Kalau bapak mengusir kami dari sini kami mau tinggal dimana pak. Saya mohon jangan sita rumah ini pak."Pinta Yunisa kepada pak Laia yang merupakan rentenir yang terkenal kejam, dan sanggup melakukan apa saja. Yang penting nasabahnya membayar. Termasuk menyita barang barang milik korban.
Yunisa terus menangis. Sementara pak Laia dan beberapa anak buahnya mengeluarkan beberapa barang barang milik keluarga Yunisa. "Pak tolong jangan usir kami dari rumah ini. tolong kasih saya waktu pak, saya pasti membayarnya kalau bapak mengusir kami, kami mau tinggal dimana pak? kata Yunisa memohon kepada pak Laia.
"Itu bukan urusanku." Jawab pak Laia sembari memerintahkan beberapa anak buahnya untuk lebih cepat mengeluarkan barang barang keluarga Yunisa. Tiba tiba
"Hentikan......" Suara bariton terdengar jelas ditelinga Yunisa dan beberapa anak buah pak Laia membuat aktivitas mereka berhenti sejenak. Yunisa menoleh kearah suara itu dan betapa terkejutnya dirinya yang ternyata yang datang bosnya sendiri dan beberapa anak buahnya.
"Pak Damar." Gumam Yunisa tapi masih bisa terdengar oleh Damar. lalu Damar memeluk Yunisa. "Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu menghadapi masalah sebesar ini? tanya Damar Vincent kepada Yunisa .
Yunisa tidak menjawab. Dirinya hanya diam dan tak mampu untuk melihat Damar.
__ADS_1
"Awas saya mau mengeluarkan barang barang ini pakai drama pula kalian disini." Bentak pak Laia.
"Hentikan saya bilang hentikan." Bentak Damar
"Tak ada yang bisa menghentikan saya mengusir cecunguk ini dari rumah ini, karna rumah ini sudah digadaikan oleh orang tuanya tiga bulan yang lalu, Kecuali kalau mereka mampu membayar hutang hutang ibunya beserta bunganya." kata pak Laia dengan lantang.
Pada hal dirinya tidak tau berhadapan dengan siapa. "Berapa hutang Bu Rahma dengan bunga bunganya hah....." Bentak Damar Vincent karna sudah mulai emosi melihat pak Laia yang selalu merendahkan keluarga Yunisa
"Seratus juta dan bunganya tiga puluh juta rupiah .....kenapa kamu terkejut ? Pasti kamu tidak mampu membayarkan? Kata pak Laia sok percaya diri.
Lalu Damar memberi kode kepada anak buahnya untuk memberikan uang yang sudah ia sediakan di dalam mobil sebelumnya.
"Nih di dalam koper ini ada uang dua ratus juta rupiah, silahkan kamu ambil dan enyah kamu dari sini sebelum kesabaranku habis." kata Damar dengan nada yang cukup tinggi. Membuat nyali pak Laia beserta anak buahnya jadi menciut.
Apalagi anak buah Damar tidak kalah banyak dari anak buah pak laia. Sehingga pak Laia langsung memerintahkan anak buahnya untuk meninggalkan rumah milik Yunisa sembari mengembalikan sertifikat rumah milik keluarga Yunisa.
"Kamu tidak usah berterimakasih kepadaku dek......ini sudah kewajiban aku untuk menolong kamu apalagi kamukan asistenku sudah kewajiban ku memperhatikan kamu. Jawab Damar sambil menghapus air mata Yunisa. Sudah kamu jangan menangis sebaiknya kita langsung ke Rumah sakit menjenguk orang tua kamu. Kasian Bu Rahma belum istirahatkan." Kata Damar, lalu disahuti Yunisa dengan anggukan.
"Tolong kalian beresin semua ini." kata Damar memerintahkan anak buahnya untuk merapikan barang barang keluarga Yunisa. Yang sudah dikeluarkan anak buah pak Laia sebelumnya.
Kemudian Yunisa beserta Damar berlalu meninggalkan rumah kediaman keluarga Yunisa dan pergi menuju rumah sakit temapat pak Robert dirawat.
Setelah melakukan perjalanan sekitar lima belas menit, merekapun tiba. Dan langsung menuju ruang ICU. Di depan ruangan itu tanpak wanita paruh baya duduk sembari memejamkan matanya.
"Mama..... "panggil Yunisa
Bu Rahma mendongakan kepalanya
"Eh udah datang nak"
__ADS_1
" Ia ma....mama makannya ini sudah Yunisa bawain" Kata Yunisa Sambil menyodorkan makanan yang sudah mereka beli sebelum nya.
"Selamat siang Bu.....apa kabar? sapa Damar kepada Bu Rahma
"Ia selamat siang nak ...." Sahut Bu Rahma sembari bingung karna tidak mengenal sosok yang memberikan salam kepadanya.
Oh ia ma....Yunisa sampai lupa memperkenalkan bos Yunisa kepada Mama.
Kenalin ma..... ini pak Damar atasan sekaligus pemilik perusahaan tempat Yunisa bekerja. Kata Yunisa untuk memperkenalkan Damar kepada maminya. "Saya mamanya Yunisa." kata Bu Rahma sambil menerima salam Dari Damar
"Oh iya Bu silahkan dimakan, makanannya nanti keburu dingin kata Damar kepada ibu Rahma.
Sembari Bu Rahma makan, Yunisa dan Damar konsultasi ke pada dokter yang menangani pak Robert. Mendengar penjelasan dokter, Yunisa Shok. Karna menurut prediksi dokter, kemungkinan pak Robert sembuh hanya tipis . Bahkan belum pernah pasien yang mereka tangani yang kasusnya sama seperti pak Robert sembuh.
Yunisa menangis sesenggukan dipelukan Damar "Aku haru bagimana?" "kamu harus kuat tidak boleh pesimis harus optimis." kata " Cristopel untuk menguatkan Yunisa Kemudian mereka berdua keluar dari ruang dokter dan kembali menemui Bu Rahma
Ditempat lain, orang tua Damar yang belum tau kepergian anaknya. Gelisah karna Damar belum kunjung pulang dari semalam. Kemudian nyonya Rita menghubungi ponsel Josua untuk mencari tau keberadaan anaknya
Tut.....Tut....Tut....
"Hello selamat sore Tante ..."sapa Josua dari seberang
"Ya selamat sore Josua ..... " Damar ada sama kamu,"Soalnya dari semalam dia belum kunjung pulang ke mansion. Dan ayahnya juga sudah melihat ke apartemennya tetapi Damar juga tidak ada disana" terang nyonya Rita
Maaf Tante sebelumnya....
Damar sebenarnya lagi berada di kota Medan. Ada hal penting yang Damar diurus disana terang andre.
hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih. bantu like dan comentnya.trimaksih
__ADS_1