
Ketika Lizah memasak mie instan, Josua datang menghampiri Lizah . Ia langsung memeluk Lizah dari belakang membuat Lizah sedikit merasa geli. Karna hembusan napas Josua tepat di telinga Lizah. Ia merasakan sesuatu yang lain ditubuhnya. Lizah seperti tersengat listrik ketika Josua memberi pelukan hangat kepada dirinya. Lizah sedikit gugup menerima pelukan hangat dari Josua. Sejujurnya Lizah baru pertama kalinya mendapatkan pelukan seperti yang dilakukan Josua kepadanya.
"Sayang makan yuk.....udah matang nih." Kata Lizah sedikit gugup.
Lalu Josua melepaskan pelukannya dari tubuh Lizah. Lizah memberikan semangkok mie intan kepada Josua
"Aduh sepertinya enak nih masakan calon istri aku."hardik Josua memuji masakan kekasihnya.
Ketika Josua mencicipi masakan kekasihnya, ternyata masakan Lizah begitu lezat sehingga Josua memakannya dengan lahap "Sayang enak bangat sumpah" kata Josua sembari melihat kearah lizah yang sama sekali belum memakan mie yang ada dihadapannya.
"Loh sayang kenapa ngak dimakan, punyaku saja sudah hampir habis." Kata Josua untuk mengingatkan kekasihnya.
" Melihat kamu saja makan aku sudah kenyang." Sahut Lizah sembari memberikan air putih hangat kepada kekasihnya.
Makan malampun sudah usai hujan tidak kunjung reda, bahkan sudah banjir dimana mana membuat Josua tidak dapat pulang rumah miliknya. Ia menuju balkon dan begitu terkejut dibawah sudah banyak genangan air yang membanjiri perumahan penduduk. "Wah untung saja aku ngak jadi pulang" gumamnya. Yang kebetulan apartemen milik Lizah berada dilantai 10.
"Sayang lihat deh hujannya semakin lebat dan rumah rumah penduduk sudah banyak yang terkena banjir." Kata Josua kepada Lizah. Membuat lizah langsung menghampirinya setelah mencuci bekas makan mereka."ia sayang untung saja mas ngak jadi pulang." Sahut Lizah.
Ketika mereka saling bercerita tentang masa lalu mereka, tiba tiba lampu pun padam membuat Lizah ketakutan dan lansung memeluk Andre "A a a a " teriak Lizah sembari memeluk Josua membuat Josua kehilangan keseimbangan tubuh. Merekapun terjatuh kelantai. Kartikapun terjatuh tepat diatas tubuh Josua dan tangan Lizah tidak sengaja tersentuh ke adik kecil milik Josua . Membuat Josua bersusah payah menahan hasratnya.
Tetapi Josua juga tidak munafik. Josua langsung ******* bibir manis Lizah perlahan lita pun membalasnya membuat mereka terbuai dengan keadaan. "Ketika Lizah mulai kehabisan napas Andre pun melepaskan pagutanya. Kartika kembali duduk dilantai sembari memegang tubuh Josua
__ADS_1
"Sayang .....gelap bangat." kata Lizah mengeluh karna dirinya merasa ketakutan. "Tidak apa apa sayang kan ada mas disisimu."sahut Josua sembari mengabil ponsel miliknya guna menghidupkan senter ponselnya, agar dapat menerangi sedikit apartemen milik Lizah
Perlahan ketakutan Lizah pun hilang, ketika josua menghidupkan senter ponselnya. Josua kembali memeluk Lizah untuk sekedar menenangkan Lizah. Agar lizah tidak merasa ketakutan. Karna lampu di apartemen milik Lizah mati.
Lizah sudah tampak gelisah karna hujan tak kunjung reda bahkan hujan semakin lebat membuat ruas jalan semua digenangi air bahkan banyak penduduk yang harus mengungsi karna rumah rumah penduduk sudah banjir.
"Mas..mudah mudahan hujannya cepat reda ya" ucap Lizah karna dirinya kwatir kalau hujan semakin lebat. Dan bisa mengakibatkan banjir dimana mana. "Ya ampun Tuhan semoga hujannya berhenti, kasihan orang orang yang terkena dampak banjir. Doa Lizah dalam hati.
Sementara ditempat lain Yunisa juga tampak gelisah dan kwatir karna hujan begitu lebat. apalagi apalagi dibarengi dengan angin kencang dan ****** beliung. Ia melihat dari balkon kalau genangan air sudah memenuhi seluruh ruas jalan. "Mas diluar sepertinya sudah banjir deh" ucap Yunisa kepada suaminya. " Ia sayang diluar hujannya lebat bangat. sahut Damar Vincent sembari menghampiri Yunisa.
Di tempat lain Josua pergi ke balkon guna melihat kondisi diluar "Wah hujannya masih deras." Gumamnya dalam hati. "Sayang sekarang malam sudah larut, hujan masih lebat, banjir lagi, lebih baik kamu menginap disini saja." Pinta Lizah karna dirinya juga melihat kondisi ruas jalan dan Kawasan rumah penduduk air semakin meninggi.
yuk kekamar." Kata Lizah kepada kekasihnya. "Memangnya kamu tidak takut aku ngapa ngapain kamu." Tanya Josua kepada lizah
"Sayang.....aku percaya sama kamu, kamu pasti menjagaku. Kamu juga pasti menjaga kehormatan ku." Kata Lizah kepada Josua membuat Josua sedikit terharu akan ucapan kekasihnya yang percaya penuh terhadapnya. "Trimakasih sayang .....kamu sudah percaya kepadaku."Sahut Josua dibalas anggukan dari lizah.
Lizah dan Josua pun tidur di satu tempat tidur. Tidak ada yang terjadi diantara mereka saat itu. Mereka hanya tertidur dengan saling berpelukan. Mungkin karna merasa kecapean membuat mereka langsung terlelap mengarungi dunia mimpi masing masing.
Keesokan harinya, Lizah terbangun dari tidurnya. Ia melihat josua masih tertidur disebelahnya dengan tangannya memeluk tubuh Lizah. Ia mengembangkan senyumnya sembari memandang wajah tampan kekasihnya. "Ternyata kamu tampan juga." Gumannya dalam hati sembari memberikan kecupan di kening Josua .
Pelan pelan ia memindahkan tangan Josua yang melingkar di pinggang lizah. Berniat untuk membersihkan diri. Sebelum masuk kedalam kamar mandi, ia pergi ke balkon guna ingin mengetahui keadaan cuaca. "Wah masih hujan ternyata, banjir pula gimana mas Andre balik kerumahnya" gumamnya dalam hati .
__ADS_1
Ia pun berlalu dari balkon dan masuk kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri, setelah selesai melakukan ritual mandinya Lizah pun bergegas memakai pakaian yang biasa dipakainya ketika dirumah. Lizah memeriksa persediaan makanan di kulkas sudah tidak ada lagi. Tersisa hanya ada telur
"Aduh gimana ini sudah tidak ada apa-apa lagi." Gumannya dalam hati.
Lizah mengambil ponselnya yang ada diletakkan diatas nakas, ia memesan sarapan di restoran yang berada didalam gedung apartemennya, karna ia tau kalau ia memesan dari luar apartemen, kemungkinan tidak bisa datang, akibat banjir melanda kota Jakarta karna curah hujan yang begitu lebat.
Setelah menunggu sekitar 30 menit pesanan Lizah pun datang, ia melihat Josua masih terlelap tidur. Tetapi ia enggan untuk membangunkan Josua dari tidurnya. Ia melihat kekasihnya dengan seksama " Tidur saja kamu tampan sayang." Gumamnya sambil memainkan jarinya dibagian wajah Josua
"Jangan memandangi Ki terus sayang ...." Kata Josua membuat Lizah menjadi salah tingkah. Ternyata kekasihnya sudah terbangun. " ih sejak kapan kamu terbangun sayang....." Tanya Lizah. "Sejak kamu memandangiku sedari tadi sayang......" Sahut Josua.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir ke karyaku yang lain ya, ceritanya seru loh di jamin tidak nyesal.
2
__ADS_1