My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Lizah kritis


__ADS_3

Setelah Josua dan Damar mengetahui tempat lokasi Lizah disekap, melalui sinyal ponsel lizah, mereka langsung menuju kedaerahan Bakauheni. Dimana lizah disekap di salah satu gedung kosong yang sudah lama tidak dipakai. Dan jauh dari kawasan penduduk. Sebelumnya Josua sudah menghubungi pihak kepolisian untuk membantu menyelamatkan lizah.


Sementara kondisi lizah semakin lemah dan semakin tak berdaya. Tiba tiba Deni datang menghampiri lizah dengan menggunakan topeng agar lizah tidak mengenalinya.


" Bagun kau"


Bentak Deni sembari menarik rambut lizah yang sudah acak acakan akibat perbuatan anak buah Deni. lizah meringis kesakitan


" Ah .....tolong lepaskan saya" pinta lizah tetapi Deni tidak menggubris justru dirinya semakin bringas


"Ayo bangun"


Kata Deni sembari menyeret Lizah dengan menggunakan rambut lizah. Membuat lizah semakin meringis kesakitan akibat jambakan rambut yang dilakukan Deni.


Hal itu membuat lizah pingsan dan tak sadarkan diri.


" Ayo bereskan dia, lakukan sesuka hati kalian" Kata Deni. Mendengar perintah dari bosnya memberikan lampu hijau agar mereka mencicipi tubuh lizah bersorak kegirangan.


Anak buah Deni semakin bringas ingin mencicipi tubuh lizah yang masih pingsan. Perlahan mereka sudah mulai membuka baju mereka masing masing. Mereka berniat menggilir tubuh Lizah yang tak berdaya. Deni ingin mencicipi tubuh lizah lansung membuka satu persatu pakaian nya sembari mendekatkan diri Ke tubuh lizah


Ketika dirinya ingin mencicipi tubuh lizah sebuah tendangan yang begitu dahsyat menendang tubuh Deni hingga terpental sejauh tiga meter. Josua menggebuki tubuh Deni. Sementara Damar dan beberapa anak buahnya membereskan anak buah Deni "Dasar bajingan" kata Josua sembari kembali memberi pukulan yang sangat keras di wajah Dani membuat sudut bibir Deni mengeluarkan darah segar.


Lalu Josua langsung menutup tubuh lizah dan langsung memeluknya. " Sayang....." Panggil Josua Sembari menangisi kondisi lizah. Ia langsung menggendong Lizah dan menutup tubuh lizah dengan menggunakan baju yang ia pakai. Ia langsung masuk kedalam mobil.


"Jalan pak ..... kerumah sakit terdekat Ya." Kata Josua sembari menepuk nepuk pipi lizah" "Sayang.....sayang.....bangun."Panggil Josua, ia merasa iba dan kwatir melihat kondisi lizah yang sudah tidak karuan. Denyut jantung lizah juga sudah semakin melemah membuat Josua semakin kwatir.


" Sayang ....bertahanlah demi aku demi ibu. "Aku mohon sayang....." Kata Josua sembari memberikan kecupan di kening lizah." "Sayang.....please .....bangun aku tau kamu pasti Kuat " kata Josua.


Sementara Damar dan beberapa anak buahnya sudah mengurus deni dan beberapa anak buahnya. Damar sengaja meminta pihak kepolisian Untuk mengurus deni dan anak anak buahnya agar dihukum seberat-beratnya.


" Hukum dia seberat beratnya pak." Kata Damar kepada personil kepolisian yang menangani kasus lizah.


Josua pun terus saja menangis melihat kondisi lizah yang begitu tragis.

__ADS_1


" Sayang......bangun.... please.... Pinta Josua. Sambil membenahi pakaian lizah yang sudah acak acakan. Setelah melakukan perjalanan sekitar 45 menit, mereka menemukan sebuah klinik terdekat yang berada di Bakauheni, untuk mendapatkan pertolongan pertama kepada lizah.


" Maaf pak di sana ada klinik sepertinya kita bisa memberikan pertolongan pertama kepada non lizah." Kata supir yang membawa Josua dan lizah


" Ya sudah kita berhenti disitu." Kata lizah.Setelah menghentikan mobil yang ditumpangi Josua dan lizah. Josua langsung membopong Lizah masuk kedalam klinik.


" Suster ..,.suster.....tolong istri saya." Kata Josua sembari menaikkan tubuh lizah diatas tempat tidur yang berada didalam klinik. " Loh ibu ini kenapa pak?" Tanya suster yang bertugas


" Tolong ......dia korban penculikan jadi tolong kasih pertolongan pertama aku tidak mau dia kenapa kenapa." Kata Josua sembari memohon kepada suster yang bertugas disana.


" Baik pak saya akan panggil dokter untuk menangani ibu ini. Kemudian suster itu berlalu dan pergi untuk memanggil dokter ke ruang dokter. Setelah itu dokter langsung berlari dengan cepat agar dapat menangani lizah


Setelah melakukan pemeriksaan dokter menyayangkan kalau alat medis disana tidak mencukupi untuk menangani lizah. Tetapi dokter itu memberikan pertolongan pertama agar lizah dapat bertahan Sampai ke jakarta. Mengingat perjalanan dari Bakauheni menuju kota Jakarta lumayan jauh.


" Maaf pak sepertinya kami tidak mampu menangani istri bapak soalnya alat yang berada di klinik kurang lengkap untuk menangani kasus seperti ini, tetapi saya akan memberikan pertolongan pertama agar pasien dapat bertahan sampai menuju Jakarta. Saya akan mendampingi Anda sampai kekota Jakarta kerumah sakit yang lebih lengkap Alat alat medis nya." Ujar suster yang bertugas diklinik Bakauheni. "Lakukan yang terbaik buat istri saya dok" ujar Josua meminta kepada dokter melakukan Sedaya upayanya agar lizah dapat selamat.


Setelah memberikan pertolongan pertama, dokter mengajurkan lizah dibawa dengan menggunakan ambulans agar mempercepat perjalanan. dan Lizah bisa dikontrol oleh dokter diperjalanan sampai ke rumah sakit. Josua terus saja menangis melihat kondisi kekasihnya yang sangat lemah denyut nadi lizah semakin melemah membuat Josua semakin kwatir.


" Selamatkan lizah ya Tuhan." Itulah doa Josua dalam hati. Aku tidak sanggup kalau harus kehilangan dia. Gumamnya dalam hati. Kemudian mereka pun pergi dengan menggunakan ambulan.


Dokter yang sengaja mendampingi Lizah dari Bakauheni pun memberitahu keadaan sebenarnya kepada dokter yang bertugas di rumah sakit yang berada di kota Jakarta. Lizah dibawa ke ruang UGD untuk dilakukan pemeriksaan ulang.


" Lakukan operasi sekarang juga." Kata dokter yang bertugas menangani lizah


" Maaf keluarga lizah " panggil suster yang bertugas menangani lizah. " Saya sus...." Jawab Josua sigap.


"Maaf pak.....ibu Lizah harus seger dioperasi, ada pembekuan darah di kepala Ibu Lizah . Kami takut kalau tidak segera dioperasi, akibatnya akan Patal." kata suster kepada Josua membuat Josua Shok.


" Lakukan yang terbaik suster" Ujar Josua sambil mengambil ponsel yang berada di saku celananya. Ia berniat untuk menghubungi Damar.


Tut......Tut.....Tut......angkat dong bos Gumamnya. Tetapi Damar belum saja mengangkat ponselnya karna kebetulan ponsel Damar ketinggalan didalam mobil.


Sementara Damar berada didalam kantor polisi untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Setelah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, Damar berniat untuk menyusul Josua.

__ADS_1


"Mana ponselku." Gumamnya dalam hati. Kemudian Damar masuk kedalam mobil untuk mencari ponselnya. ponsel Damar ketinggalan di mobil. " Dicari cari ternyata disini." Gumamnya sambil mengambil ponsel miliknya berniat untuk menghubungi Andre.


" Wah Josua menghubungi ku beberapa kali pasti ada sesuatu yang penting." Gumamnya dalam hati sambil balik menghubungi Josua .


Tut..... Tut.... Tut.....


Hallo bos ......kata Josua sembari menangis histeris.


" Hallo kamu kenapa hallo kamu kenapa menangis, kamu sekarang berada dimana?" Tanya Damar. Kemudian Josua memberitahu dimana dia berada dan bagaimana kondisi lizah membuat Damar langsung memerintahkan anak buahnya untuk menghantarkan nya kerumah sakit tempat lizah ditangani.


"Bertahanlah Lizah ....apa yang aku katakan nanti sama istri ku Yunisa kalau kamu kenapa Kenapa.Tolong bertahanlah lizah, kamu sudah janji ingin melihat keponakanmu kan?" gumam Damar dalam hati karna dirinya Takut terjadi apa apa kepada lizah. Apalagi istrinya sangat menyayangi lizan.


" Pak bisa lebih cepat ngak?" Kata Damar kepada sopir yang bertugas menghantarkan nya kerumah sakit tempat lizah dirawat.


" Baik tuan " jawab sopir yang mengantarkan Damar. Kemudian sopir melajukan mobil yang ditumpangi Damar Dangan kecepatan yang agak tinggi.


Setelah melakukan perjalan dari Bakauheni tujuan Jakarta dengan menggunakan jalur laut dan darat. Mereka pun tiba di kota Jakarta dirumah sakit tempat lizah ditangani.


Sementara ditempat lain Yunisa begitu gelisah, jantungnya berdebar debar " apa yang terjadi?" "Semoga mereka tidak kenapa kenapa" gumam Yunisa dalam hati. Kemudian Yunisa mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi Damar.


Tut.....Tut.....Tut.....


" Hello sayang....." Sapa Damar dari seberang


" Mas.... dimana? kok lama amat."


Damar tidak sanggup memberitahukan keadaan Lizah sebenarnya. Ia takut kalau istrinya akan Shok kalau mendengar kondisi lizah yang kritis. Itu akan berbahaya bagi Yunisa. Apalagi dirinya sudah hamil tua.


Bersambung........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya author yang lain ceritanya seru loh

__ADS_1



__ADS_2