My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
TIGA RONDE


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan Lita Kepada Desi, Desi tersipu malu dia seolah Dirinya tidak mampu menatap Joni. Desi tidak mempunyai keberanian untuk melihat Joni yang ada di sampingnya.


"Sudah tidak perlu malu!" justru Kakak senang kalau kamu memang benar-benar mencintai kakak!" ucap Joni sambil langsung mencium pipi Desi dihadapan Lita dan Jack.


"Kita mau makan di mana nih?"tanyanya jack memecahkan keheningan di dalam mobilnya.


"Terserah Kakak aja?"ucap Lita kepada Jack kemudian Jack menghentikan mobilnya di salah satu kafe yang biasa tempat nongkrong anak-anak kuliahan. Di samping harganya yang terjangkau, juga rasanya tidak kalah dengan restoran restoran bintang lima.


Sementara di tempat lain, Lizah yang menunggu kedatangan suaminya dari kantor. Lizah tampak mondar-mandir melihat jam sudah menunjukkan pukul enam sore, tetapi suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Liza mengkhawatirkan sesuatu terjadi kepada suaminya. Mengingat selama ini banyak yang terjadi kepada keluarga Baskoro dan juga keluarga mereka. Apalagi setelah kejadian hilangnya baby Carlos.


Ada rasa trauma di hati Lizah. Apalagi Lizah pernah diculik oleh orang-orang yang berniat jahat kepada mereka apalagi dengan orang-orang yang ada di masa lalu Joshua yang menaruh dendam terhadap suaminya.


"Ya ampun Mas josua, kok belum pulang-pulang ya?" tanyanya dalam hati Tiba-tiba ibu dewi datang menghampiri lizah


"Kamu Kenapa nak?" kok sepertinya gelisah begitu?"


"Iya Bu, Lizah khawatir Mas Josua belum pulang." Padahal biasanya dia sudah pulang dan tiba di rumah,kalau sudah jam enam."


"Mungkin jalanan macet sayang!" kamu tidak perlu khawatir suami kamu pasti bisa jaga diri kok." Ucap Ibu Dewi untuk menenangkan hati lizab.


Lizah yang merasa tidak tenang pun langsung menghubungi nomor ponsel suaminya berharap suaminya mengangkat nomor ponselnya. Tetapi ketika dirinya menghubungi tidak ada jawaban sama sekali bahkan jawaban dari nomor ponsel suaminya diluar jangkauan membuat Lizah semakin khawatir.


"Ya Allah lindungilah suamiku dimanapun berada." Doa Lizah dalam hati. Ia terus mengucap doa kepada sang pencipta agar suaminya diberikan perlindungan.


Sementara di tempat lain, Joshua tampak kewalahan untuk menangani proyek yang ditinggalkan oleh Damar yang pergi liburan ke Paris. Selain menggantikan tugas Damar dia juga harus menjalankan tugasnya sebagai asisten dari Damar membuat dirinya lupa waktu. Padahal sudah saatnya dirinya pulang ke rumah.


"Ya ampun ternyata sudah jam segini tidak terasa gumam Joshua dalam hati. Ia pun melihat ponselnya yang sudah sedari tadi bergetar. Tetapi ia tidak memperhatikan sewaktu dirinya disibukkan dengan pekerjaannya. Sehingga ia tidak memperhatikan panggilan telepon dari Lizah.


Ketika Joshua melihat layar ponselnya beberapa kali panggilan dari lizah, Ia pun langsung menghubungi nomor ponsel istrinya.


kring


kring


kring


suara ponsel terdengar jelas di telinga Lizah hingga Lizah langsung berlari meraih ponsel yang diletakkan diatas nakas. Lizah melihat nomor ponsel suaminya yang menghubungi dirinya. Buru-buru langsung menekan tombol hijau.


"Assalamualaikum Mas!" Mas di mana Kok belum pulang ?"


"Tadi di telepon juga tidak diangkat?"

__ADS_1


ucap Lizah dalam sambungan teleponnya membuat Joshua merasa bersalah.


"Maafin Mas sayang!" tadi Mas lagi sibuk jadi mas tidak melihat ponsel Mas bergetar apa lagi ponsel Mas, mas buat mode Diam."


"Ya udah tidak apa-apa yang penting Mas baik-baik saja."


"Mas sekarang lagi di mana?"


"Masih di kantor sayang banyak pekerjaan yang harus Mas selesaikan, Apalagi kamu tahu sendiri kan Kalau Pak Damar adik ipar kamu itu masih enak-enakan liburan di Paris Sementara aku yang menyelesaikan tugas-tugasnya ucap Josua sambil cengengesan.


"Sudah tidak apa-apa Mas paling sebentar lagi juga merasakan pulang!" aku dengar kabar dari Yunisa kalau mereka dua hari lagi akan kembali ke Indonesia."


"Beneran Sayang!" kok kamu bisa ngomong seperti itu?"


"Iya Mas soalnya tadi siang kami baru melakukan sambungan telepon video dengan Yunisa.


"Bagus deh kalau mereka pulang dua hari lagi agar pekerjaan Mas berkurang."


"Jadi Mas masih lama di kantor?"


"Tidak kok!" ini sudah mau pulang."


Mendengar istrinya sangat merindukannya Josua semakin bersemangat ingin langsung pulang ke rumah. Seolah dirinya sangat merindukan istrinya Padahal baru satu hari ditinggalkan di rumah.


"Aku juga sangat merindukanmu sayang bersiaplah nanti malam kita tiga ronde ya ucap Josua sambil cengengesan membuat Lizah ternganga mendengar permintaan dari suaminya.


"Ah sudahlah malas ngomong sama mas bisa panjang lebar terus, lebih baik Mas bergegas pulang dan melihat putri kita Riyanti!" apa mas tidak kangen sama Putri kita?"


"Kangen dong sayang!" masa tidak kangen sama Putri kita yang cantik dan imut, secantik kamu." puji Josua memuji istrinya.


"Ya sudah kalau begitu lizah tutup teleponnya ya mas sampai ketemu di rumah."ucap Liza sambil menutup sambungan telepon selulernya.


Joshua keluar dari ruangannya menuju parkiran berniat mengambil mobilnya ingin kembali ke rumah. Setelah ia berada dalam mobil Ia pun langsung melajukan mobilnya ke jalan raya menuju kediaman Josua. Sekitar 25 menit dalam perjalanan Josua tiba di rumahnya. Lizah tampak antusias menyambut kepulangan suaminya seolah suaminya tidak pulang satu tahun.


Sambil menggendong Putri Riyanti, Ia pun menghampiri suaminya yang baru turun dari mobil.


"Kamu sudah pulang mas?" ucap lizah sambil memberi salam kepada Josua.


"Iya sayang!" mas merindukan kalian ucap Josua sambil mengecup kening Lizah dan putrinya Baby Riyanti.


"Apa Putri kita rewel hari ini?'

__ADS_1


"Tidak sayang?" Putri kita baik budi. Dia tidak rewel dia bermain sama baby sister dan juga Omanya.


"Bagus kalau begitu ayo kita masuk!'


"Tiba-tiba baby Riyanti menangis pertanda dirinya haus dan lapar. Lizah pun membawa baby Riyanti masuk ke kamar agar lizah dapat menyusui putrinya.


"Mas sebentar ya aku tinggal!" sepertinya Putri kita sudah haus dan lapar Aku ingin memberinya ASI!"


"Iya sayang!"


lalu Lizah meninggalkan suaminya yang berada diruang tengah duduk di sofa untuk sekedar istirahat. Tetapi karena rasa rindunya kepada putri dan istrinya, Josua mengikuti lizah masuk ke kamar Putri Riyanti.


Josua melihat Lizah sedang menyusui putrinya Josua berniat menjahili istrinya dan juga putrinya.


"Sayang habis baby Rianty yang menyusui, sebentar lagi giliran Mas ya." ucap Josua sambil cengengesan membuat Lizah langsung melototkan matanya kearah suaminya


"Dek bagi ya!" kita bagi dua satu sama Dede satu sama papi!"ucap Josua asal, membuat Lizah semakin melototkan matanya kearah suaminya


"Kamu ini Mas....jahil sekali sih!'


"Iya dong!" masa cuman baby Rianty aja yang dikasih, papinya tidak?'ucap Josua berniat menjahili istrinya.


"Mas jangan seperti anak kecil dong ingat tuh umur sudah tua!'


"Sudah tua tapi kamu cintakan?" dan masih tampan juga!" ucap Josua percaya diri sambil memeluk istrinya dari belakang. Ketika baby Rianty sudah tertidur pulas, Lizah memindahkan baby Riyanti ke dalam box baby agar tidurnya lebih nyaman.


Josua langsung menggendong tubuh Lizah masuk kedalam kamar utama mereka.


"Mas apa-apaan sih turunin malu ditengok ibu!"


"Ibu sudah ada di kamar, istirahat makanya kita pelan-pelan supaya tidak terdengar!"bisik Josua


"Kamu ini Mas belum mandi sudah minta jatah mandi dulu gih"ujar lijah kepada suamimu


"Tapi kamu janji ya!" kalau Mas sudah selesai mandi kita tiga ronde." pinta Josua


Hal itu membuat Lizah membulatkan matanya. Iya sudah bisa membayangkan digempur suaminya satu malaman.


Bersambung...


hai ... hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2