My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Mulai sadar


__ADS_3

Setelah berbicara dengan lizah dibawah alam sadarnya. Kartika meneteskan Air matanya seolah Lizah mendengar apa yang dibicarakan Yunisa kepada Lizah. Tiba tiba seorang suster datang menghampiri Yunisa


" Maaf Bu waktu berkunjung dengan pasien sudah selesai jadi tolong anda meninggalkan Ruangan ini." Pinta suster yang berjaga disana.


" Biarkan saya sebentar lagi disini suster." Kata Yunisa agar suster memperbolehkannya lebih lama tinggal bersama lizah didalam ruang ICU.


" Maaf Bu kami tidak bisa membiarkan ibu terlalu lama diruangan ini, karna ruangan ini harus disterilkan, Lagian kondisi ibu lagi hamil jadi kami minta ibu lebih baik keluar agar pasien dapat istirahat dengan tenang"


kata perawat yang bertugas disana.


Mau tidak mau Yunisa harus menuruti aturan yang berlaku di rumah sakit. Meski pemilik rumah sakit adalah bapak mertuanya sendiri.


Setelah Yunisa keluar dari ruang ICU,. Ia duduk dikursi yang berada tepat di depan ruang ICU. Ia menangis sesunggukan


" Ya Tuhan baru aja aku kehilangan ibuku ,sekarang kakakku lagi bertaruh nyawa didalam, cobaan apa lagi yang kamu berikan kepada hambamu ini Tuhan."


Tangis Yunisa dalam hati.


Melihat istrinya sudah keluar dari ruang Icu Damar datang menghampiri Yunisa sembari langsung meminta maaf dan memeluk Yunisa. " Maafkan suamimu ini yang sudah berbohong kepadaku istriku, sejujurnya bukan niatku untuk membohongi mu. Tetapi ini yang saya kuatir kan, kamu akan sedih." Apa salah suamimu ini menghawatirkan istri dan calon anak yang paling ia cintai?" Tanya Damar sembari bersujud dikaki Yunisa.


Tetapi Yunisa tidak menjawab sama sekali ia hanya menangis sesunggukan.


" Maafkan suamimu ini yang terlambat menyelamatkan kakak lizah." Kata Damar lagi. Sembari terus bersujud dikaki Yunisa. Ia tidak memperdulikan marwahnya lagi sebagai CEO Baskoro group. Yang ia inginkan agar istrinya memaafkan dia yang telah membohongi istrinya mengenai kondisi lizah sebenarnya. Tetapi Yunisa hanya menangisi nasibnya yang ditimpa musibah bertubi tubi.


Sayang.....maafkan aku" kata Damar sembari memberanikan diri memeluk Yunisa


" Mas....mengapa Tuhan memberikan cobaan yang bertubi tubi kepada ku? Baru aja Ku kehilangan ibuku karna kebakaran yang menimpa ibuku, sekarang kakak ku Lizah yang satu satunya keluargaku sekarang terkujur lemah akibat penjahat itu.

__ADS_1


" Aku tidak akan mengampuni mereka"


" Buat mereka dihukum seberat-beratnya Mas...." Tangis Yunisa


" Iya sayang itu pasti akan mas lakukan, "suamimu ini akan membuat penjahat penjahat itu menyesal seumur hidupnya." Kata Damar sembari memeluk dan mengecup kening Yunisa. "Kamu yang tenang ya sayang.... " Kakak Lizah pasti kuat kok" ujar Damar untuk menyemangati Yunisa.


Dua hari kemudian josua masih tetap berada dirumah sakit. Ia diberi ijin oleh Damar tidak masuk kantor untuk menjaga lizah. Sementara ibu Novita yang berada dirumah milik Josua gelisah karna Bu Novita belum mendapatkan kabar dari Josua kondisi lizah sebenarnya.


Josua sengaja tidak memberitahu kondisi lizah, agar ibunya tidak kuatir mengingat kondisi ibunya juga kurang sehat. " Ya ampun Tuhan selamatkanlah nak lizaj." Doa bu novita dalam hati. Sejujurnya ia ingin menjenguk Lizah dirumah sakit tetapi dirinya tidak diperbolehkan oleh Andre. Karna kondisi kesehatan Bu Novita juga kurang sehat. Sehingga tidak memungkinkan ibu Novita tidak bisa menjenguk Lizah dirumah sakit.


Bu Novita menghubungi putranya Josua untuk mengetahui perkembangan kondisi lizah Tut.......tut.....tut.....


" Ia ma....." Jawab Josua dari Rumah sakit.


" Gimana keadaan menantu saya?" Apa dia sudah ada perkembangan?" Pertanya demi pertanyaan dilontarkan Bu Novita. Karna dirinya penasaran mengenai kondisi lizah. Ia juga menghawatirkan kondisi Josua yang tidak ada istirahat dan makan pun tidak teratur semanjak lizah diculik.


" Kamu jaga kesehatan juga ya nak, jangan lupa makan juga." Kata bunovita mengingatkan putranya agar tetap menjaga kesehatan dan ingat makan.


Ditempat lain Yunisa berniat untuk menjenguk Lizah. Setelah mendapatkan ijin dari mertuanya ia meminta pak Jono untuk menghantarkannya ke rumah sakit tempat lizah dirawat. Kemudian setelah melakukan perjalan sekitar 40 menit Yunisa tiba di rumah sakit. Untuk melihat perkembangan kondisi lizah. Yunisa meminta ijin kepada dokter agar dirinya diperbolehkan masuk keruang ICU untuk sekedar melihat dan berbicara kepada lizah


Setelah mendapatkan ijin dari dokter Yunisa masuk kedalam ruang ICU "Ka bangun dong....sudah tiga hari kakak tertidur, kakak tidak kasihan melihat adik ini, kakak tidak ingin melihat adik mu ini lahiran?


" Aku mohon kak .....bangun lah" kata Yunisa sembari membuat tangan Lizah ke perut buncit milik Yunisa. Ketika Yunisa menaruh tangan lizah diperutnya, bayi Yunisa yang berada di kandungannya bergerak seolah dirinya tau kalau aunty nya membelai dirinya.


"Lihatlah kak setelah aku menaruh tanganmu di perutku, keponakanmu memberikan pergerakan itu pertanda kalau keponakanmu juga menginginkan kakak untuk pulih agar kalian dapat bertemu." Kata Yunisa sembari memeluk dan mencium kening lizah.


Air matanya lolos begitu saja dan menetes diwajah pucat lizah. Entah karna dorongan apa. Tiba tiba lizah membuka matanya. Ia perlahan mengerakkan tangannya membuat Yunisa kaget kalau kakaknya sudah mulai sadar. Yunisa langsung berteriak memanggil manggil dokter.

__ADS_1


" Dokter .....dokter teriak Yunisa membuat Josua yang berada didepan ruang ICU langsung kaget ia takut terjadi sesuatu kepada lizah ada apa Yun?apa yang terjadi pada lizahku didalam?" Tanya Josua karna dirinya penasaran mengapa Yunisa berteriak meminta dokter segera datang.


" Ka Kartika sudah mulai sadar." Jawab Yunisa singkat sembari memanggil manggil dokter lagi. Josua yang mendengar kalau kekasihnya sudah mulai sadar Langsung berlari masuk keruang ICU.


" Sayang......."tangis Josua sembari memeluk dan mencium kening lizah.


Lizah perlahan mengeluarkan suaranya. "Apa aku masih hidup?" Tanya lizah karna dirinya masih seperti bermimpi kalau dirinya masih hidup.


" Iya sayang kamu masih hidup, trimakasih sudah bertahan sayang...." ucap Josua sembari memeluk dan mengecup kening lizah.


Yunisa dan dokter datang menghampiri lizah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


" Permisi pak ....silahkan keluar dulu agar kami dapat memeriksa pasien dengan tenang." Kata dokter meminta agar Josua keluar dari ruang ICU.


Sementara Damar sedang menjalankan tugasnya sebagai seorang CEO di Baskoro group. Josua menuruti permintaan dokter ia pun keluar agar dokter lebih leluasa untuk memeriksa lizah. Setelah dokter selesai memeriksa kondisi lizah, dokter bernapas lega karna lizah sudah sadar dari komanya. Dokter juga meminta kepada suster agar lizah dipindahkan keruang rawat inap VIP yang berada dirumah sakit.


Setelah lizah dipindahkan, Yunisa dan Josua lansung menuju keruangan VIP tempat lizah berada " sayang....." Panggil Josua sembari memeluk dan mengecup kening lizah. Diikuti Yunisa " kak.....jangan buat aku kwatir dong..." ucap Yunisa sembari memeluk Lizah


" Kakak minta maaf ya yun..." pinta lizah sembari meringis kesakitan Tanganya yang sudah pegal akibat jarum infus yang berada ditangannya.


" Sakit ya kak?" Tanya Yunisa sembari melihat tangan lizah. Ia juga memberikan Lizah minum agar tenggorokan Lizah tidak kering. Dengan telaten Josua menyuapi Lizah makan." "Sayang ....dimakan Ya...supaya cepat sembuh". Ujar Josua sembari menyuapi Lizah.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya baru outhor ya.

__ADS_1



__ADS_2