
Dua Minggu kemudian pihak perusahaan memutuskan untuk memindah tugaskan Lizah ke kantor cabang yang ada di Surabaya .Mau tidak mau Yunisa harus berpisah dengan kakak angkatnya yang sudah ia anggap seperti kakak kandung sendiri. "Kak.... benaran kakak dipindahkan ke Surabaya?" tanya Yunisa kepada Lizah
"Ia dek.... mau gimana lagi, itu sudah keputusan perusahaan yang mempromosikan kakak, lagian jabatan kakak disana lumayan dek....."jawab Lizah
"Yah.....jadi siapa dong teman aku disini?"terus aku harus tinggal dimana kak?" Kan kakak tau sendiri aku belum punya uang untuk bayar kontrakan? dan lagian aku belum gajian kak." kata Yunisa karna Dirinya kwatir tidak mempunyai tempat tinggal
"Oh kalau masalah itu kamu nggak usah kwatir Yun....,soalnya kamar kos kita ini sudah kakak bayar setahun. Jadi kamu masih tetap bisa menempatinya sampai masa kontraknya habis." Kata Lizah memberikan penjelasan kepada Yunisa agar tidak terlalu kwatir akan tempat tinggalnya.
"Oh jadi kamar ini masih bisa Yunisa tempati kak?, Tapi aku belum ada uangnya buat bayarnya sama kakak....."Kata Yunisa karena merasa tidak enak kepada Lizah
"Eh kamu ini ....seperti orang asing aja, kakak itu sudah menganggap mu seperti adik kandung Kakak sendiri yun...,jadi tidak perlu merasa tidak enak atau apalah itu, masa adik kakak harus hitung hitungan sih." jawab Lizah
"Trimakasih banyak ya kak...."
"Oh iya kak memangnya kapan berangkat?" "Besok pagi dek..... mobil kantor jemput kakak." sahut Yunisa . Keesokan harinya Lizah sudah siap siap berangkat ke Surabaya Dan tepat pukul 6.30 mobil kantor sudah menjemputnya. "Kakak sudah mau berangkat Ya? tanya Yunisa
"Ia dek....tuh mobil kantor sudah datang menjemput kakak." jawab Lizah
Yunisa memeluk Lizah sembari menangis sesenggukan karna dirinya tidak ingin berjauhan dengan Lizah karna Yunisa sudah sangat menyayanginya ."Yun...jaga dirimu baik baik Ya." kata Lizah kepada Yunisa untuk mengingatkan agar Yunisa lebih berhati hati hidup dikota karna Lizah tidak tinggal bersama Yunisa lagi.
"Ia kak....,kakak juga harus jaga diri dan hati hati dijalan ya." Sahut Yunisa sambil melambaikan tangannya kearah Lizah. sopir mobil perusahaan yang membawa Lizahpun Melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju bandara.
Sepeninggalan Lizah, Yunisa pun bergegas pergi kerja Kekantor Baskoro group. Setelah tiba dikantor, tiba tiba Josua datang menghampiri Yunisa.
"Dengan saudara Yunisa.? tanya Josua kepada Yunisa, membuat Yunisa sedikit terkejut
"Oh iya pak....anda memanggil saya?kata Yunisa untuk memastikan apakah dirinya salah dengar atau tidak.
__ADS_1
"Ia saya memanggil kamu, dan ikut saya." kata Josua sembari berjalan diekori Yunisa dari belakang. Di dalam hati Yunisa bertanya tanya "Ada apa Ya kok asisten bos memanggil saya ?apa saya ada salah? Mungkin aku akan dipecat haduh tamatlah riwayat ku dikantor ini." gumamnya Yunisa dalam hati.
Karna merasa penasaran ,maka Yunisa memberanikan diri bertanya kepada Josua "Maaf pak memangnya ada apa Ya?, kenapa anda memanggil saya" tanya Yunisa
"Sudah kamu ngak perlu banyak tanya ikut aja " sahut Josua yang membuat Yunisa semakin penasaran.
"Ih ......ngak bos ngak asisten sama sama manusia dingin dan kaku huh h h h" gerutu Yunisa dengan suara kecil agar tidak didengar sang asisten.Tetapi Josua tetap bisa mendengarnya. "Apa kamu bilang? Tidak perlu mengumpat ku dari belakang." kata Josua dengan Suara lantang yang membuat nyali Yunisa sedikit menciut. Tetapi sebisa mungkin dia mencoba biasa aja. Agar sang asisten tidak tau kalau dia sudah mulai ketakutan.
"Ih ....dasar bos tidak ada akhlak" gumamnya dalam hati.
Setelah tiba diruangnya, Josua langsung duduk dikursi kebesarannya dan mempersilahkan Yunisa duduk tepat di hadapannya.
"Silahkan duduk saudara Yunisa kata Josua mempersilahkan Yunisa duduk di hadapannya.
Kemudian Yunisa langsung duduk sesuai perintah sang asisten
Lalu Josua mengambil surat kontrak kerja antara pihak perusahan dengan Yunisa dan menyerahkannya langsung kepada Yunisa."Silahkan kamu tanda tangani surat kontrak kerja ini" kata Josua
Lalu Yunisa pun memulai membaca isi dari kontrak kerja itu. "Pak ini maksudnya apa Ya kok tiba tiba saya di angkat jadi asisten Bos songong itu?" kata Yunisa dengan garangnya.
"Heh saudara Yunisa jaga ucaapan anda,jangan karna bos sudah berbesar hati menerima anda sebagai asisten pribadinya, anda jadi tidak menghargai nya. Walau bagaimanapun dia itu tetap bos kamu.Kata Josua kepada Yunisa
"Ia maksud saya kenapa pak Damar Vincent tiba tiba berubah pikiran mengangkat saya sebagai asistennya? Bukan kah dia sangat membenciku? tanya Yunisa kepada Josua.
"Saudara Yunisa yang terhormat.....kalau masalah itu,bukan wejangan saya untuk menjelaskannya. lebih baik anda tanya sendiri langsung kepada yang bersangkutan. Jawab Josua dengan wajah datar membuat Yunisa sedikit gugup
"Ini orang manusia, apa robot sih" Gumam Yunisa dalam hati.
__ADS_1
Karna tidak ada pilihan lain akhirnya Yunisa menandatangani surat kontrak kerja yang diberikan josua.
Keesokan harinya, di hari yang cerah, Yunisa bangun dari tidurnya .Seperti biasanya setiap bangun tidur Yunisa langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi,Yunisa memakai pakaian kerja yang biasa ia pakai, maklum pakaian yang ia pakai hanya baju biasa mengingat Yunisa membawa pakaiannya dari Medan hanya beberapa pasang. Membuat Yunisa terkadang harus cuci kering agar dapat dipakainya kembali. Tapi kalau masalah kerapian,Yunisa salah satu wanita yang rapi dan telaten.
Beberapa menit kemudian Yunisa berangkat bekerja,yang kebetulan Rina juga ingin berangkat kerja "Yun... kita bareng yuk." ajak Rina
"He he ia ka tunggu sebentar." kata Yunisa kepada Rina akhirnya merekapun berangkat bareng "kakak tau aja Ya kalau Yunisa lagi Boke he he he.... untung aja kakak lewat kalau tidak aku akan jalan kaki pergi kerja."
Maklum ka pengiritan soalnya Yunisa takut kalau uang pegangan Yunisa tidak cukup menunggu gajian nanti. Apa lagi kak Lizah tidak disini lagi .Kata Yunisa berterus terang kepada temannya yang merupakan rekan kerjanya. Tetapi mungkin mulai hari ini mereka tidak satu devisi lagi karna mulai hari ini Yunisa resmi jadi asisten pribadi Damar Vincent.
Sekitar dua puluh menit kemudian mereka tiba di kantor Baskoro group.Tiba tiba ada seseorang yang memanggil Yunisa. Aduh gawat bos gendeng sudah memanggilku. gumam Yunisa dalam hati sembari membalikkan badannya dan melihat kearah suara yang memanggilnya.
"Eh selamat pagi pak bos.....sapa Yunisa sembari mengembangkan senyum semanis mungkin.Walaupun karna terpaksa tetapi karna propesional kerja mau tidak mau dirinya harus melakukan segala permintaan atau kemauan sang pak bos
"Bawa ini ....kata Damar Vincent sambil menyerahkan sebuah tas laptop yang ada ditangannya. Yunisa membawa tas yang sudah diserahkan pak Damar kepadanya.
"Kamu sudah tau apa apa saja tugasmu? " Tanya Damar Vincent kepada Yunisa.
"Sudah pak .....pak Josua sudah memberitahunya. Jawab Yunisa .
Kalau kamu sudah tau mengapa kamu pergi duluan tadi? Dan kenapa pakaianmu seperti ini? Kamu mau buat malu saya Ya ? Pertanyaan demi pertanyaan di layangkan sang pak bos arogant dan juga dingin itu.
"Memangnya kenapa dengan pakaian saya pak? Bersih kok dan juga wangi." Jawab Yunisa karna dirinya merasa tidak bersalah
"Memangnya tidak ada pakaianmu yang sedikit lebih bagus dari sini hah....." kata Damar Vincent karna melihat pakaian Yunisa terlalu sederhana menurutnya.
__ADS_1
"Mana ada pak ..." Namanya juga baru datang dari kampung, apalagi aku kan baru kerja jadi mana mungkin ada uang untuk membeli beberapa pakaian. Ini aja sudah cuci kering ,yang penting bersih dan rapi. Jangan kan buat beli baju buat makan aja sudah menipis pak jawab Yunisa berterus terang apa yang Yunisa rasakan tanpa ada yang ditutup-tutupi.