
Setelah Jack dan lita pergi ke tempat wisata yang mereka tuju. Lita sangat terkejut melihat keindahan alam yang ada di sana. Ia tidak menyangka kalau di daerah itu ada tempat wisata seindah itu.
"Wow keren banget Kak" ucap Lita kepada Jack karena dirinya terpana melihat keindahan taman yang ada disana semua berbagai macam jenis bunga terdapat di taman itu.
Lita juga melihat beberapa jenis macam ikan yang ada di kolam yang terdapat di Tengah taman yang ada sana.
"Wah keren juga ya Kak," ternyata ada tempat seperti ini di sini." Kata Lita yang belum tahu bahwa di sana ada tempat wisata yang memanjakan mata pengunjung.
"Iya Memangnya kamu belum pernah ke mari?"tanya Jack kepada Lita
"Iya Kak!" Lita belum pernah kemari. kan kakak tahu sendiri Lita baru di Jakarta ini.
"Kalau masalah di Medan sih mungkin Lita banyak tahu tempat-tempat wisata yang cantik" kata Lita kepada Jack memberi tahu bahwasanya dirinya tidak mengetahui atau buta sama sekali mengenai kota Jakarta.
Apalagi selama ini dia hidup di kota Medan dengan ekonomi yang pas-pasan.
litab dibesarkan oleh keluarga yang sederhana yaitu ibu Rahma yang merupakan ibu kandung dari Yunisa.
Tetapi ketika Damar dan Yunisa menikah, di situlah awalnya pertemuan nyonya Rita dan Tuan Baskoro bertemu Lita.
Nyonya Rita curiga melihat tanda lahir yang ada di daun telinga Kayla, yang Sama persis dengan tanda lahir yang ada di daun telinga,bayi nya sewaktu 15 tahun silam.
Kemudian Nyonya Rita pun meminta Tuan Baskoro untuk melakukan tes DNA terhadap Lita. Selain karena tanda lahir yang ada di daun telinga Lita makanan yang mengakibatkan tubuh Lita, alergi sama persisnya dengan Tuan Baskoro. Hal itulah yang membuat Nyonya Rita semakin yakin bahwasanya Lita itu adalah Putri kandungnya yang hilang selama 15 tahun silam.
"Kak kita kesana yuk bisa nggak kita naik itu?" kata Lita sambil menunjukkan sepeda air yang berbentuk bebek tepatnya berada di kolam ikan di tengah taman.
"Sayang yang itu tidak bisa dinaiki, itu hanya hiasan saja" kata Jack kepada Lita
"Loh Lita kira itu bisa dinaikin, seperti yang ada di danau Toba tempat yang sering litab kunjungi selama tinggal di kota Medan." ucap Lita kepada Jack
__ADS_1
"Bukan Sayang...... "ini kan danau buatan bukan seperti danau Toba." kata Jack memberi penjelasan kepada Lita. Nanti kalau ada waktu kita pergi ke Ancol deh biar kamu bisa naik sepeda air seperti itu." kata Jack kepada Lita agar Lita tidak kecewa.
"Oh yasudah kapan-kapan kita pergi ke Ancol ya Kak." kata Lita meminta agar Jack mengajaknya pergi ke Ancol untuk sekedar berekreasi .
"Iya sayang!" Kakak akan ngajak kamu, tapi setelah kita libur." ujar Jack ingin memenuhi permintaan kekasihnya.
Setelah mereka berputar-putar mengelilingi taman,sambil memandang pemandangan yang indah di sana, Jack memetik setangkai bunga mawar merah dan memberikannya kepada Lita. Ia membuat setangkai bunga mawar merah itu ke daun telinga Lita membuat mereka tertawa terbahak-bahak
"Ih kakak nggak modal banget sih masa bunganya mau dikasih ke aku nyuri!" kata Lita sambil mengembangkan senyumnya kearah kekasihnya.
"Jadi kamu maunya yang beneran?" tanya Jack kepada Lita
"Iya dong masa ecek-ecek."
Tetapi Lita pun tidak memaksakan kehendaknya kepada Jack. Sebenarnya Jack bukan tidak mampu untuk membeli buket bunga buat Lita, Tetapi menurut Jack memberikan buket bunga buat sang kekasih harus ada timenya.
Sebenarnya mereka bukan tidak mampu Makan di mana saja atau berbuat apa saja tetapi mereka menjaga Marwah orang tua mereka dan juga mereka tidak mau mempermalukan atau membawa-bawa nama orang tua mereka seperti yang dilakukan Sintia selama ini ke orang-orang.
Apalagi Jack yang tidak ingin identitasnya diketahui orang lain, bahwasanya Jack adalah salah satu anak pengusaha kaya raya dari negari Singapura.
Ia tidak ingin orang-orang berteman kepada dia, hanya karena melihat harta Dan tah tah yang dimiliki kedua orang tuanya. Ia hanya ingin berteman kepada orang yang ingin bersamanya walaupun Bagaimana keadaannya.
Termasuk seperti Desi. Desi adalah anak tergolong kurang mampu tetapi desi punya prestasi yang bagus dan sudah beberapa kali mengharumkan nama sekolah. Ia ahli di bidang bela diri.
Semenjak Lita bersekolah di Jakarta, teman Lita pertama kali adalah Desi sementara Sintia yang selalu merasa dirinya yang paling di atas segala siswa-siswi di sana. Ia tidak pernah menganggap Lita sebagai temannya apalagi ia melihat penampilan Lita yang sederhana membuat Sintia menganggap Lita adalah sama seperti gembel yang ada di luar sana.
Setelah selesai makan Lita pun meminta untuk menghantarkannya pulang ke rumah utama keluarga Baskoro. Jack pun melakukan apa yang diminta kekasihnya ia langsung mengantarkan Lita ke kediaman keluarga Tuan Baskoro.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 45 menit kemudian, mereka tiba di kediaman keluarga Baskoro
__ADS_1
"Sayang kakak langsung pulang saja ya!" soalnya udah malam nih" ucap Jack kepada Lita agar Lita tidak kecewa kepada dirinya.
"Oh ya sudah Kak nggak apa apa..... hati-hati di jalan ya Kak." kata Lita. Tetapi Jack tidak langsung memutar motornya ke arah jalan raya melainkan Ia turun dan langsung meraih tubuh litab agar dapat memeluk dan sekedar mengecup keningnya.
Setelah Jack mengecup kening Lita, Ia pun langsung melajukan motornya ke arah jalan raya menuju kediaman Tuan Beandhard.
Tanpa Lita sadari, Damar sudah sedari tadi melihat interaksi Lita dengan Jack. Damar tersenyum-senyum melihat interaksi kedua sejoli itu.
"Dasar bocah " gumam Damar dalam hati.
"Kecil-kecil sudah bercinta" gumamnya kembali.
Melihat Lita yang baru masuk ke rumah Damar melihat Lita dengan penuh senyuman. Membuat Lita bertanya-tanya mengapa kakaknya melihat dirinya tersenyum.
"Kakak kenapa sih lihatin Lita seperti itu?" udah itu senyum senyum lagi!" emangnya ada yang lucu sama Lita ?" kata Lita kepada kakaknya Damar membuat Damar langsung tertawa terbahak-bahak.
Hal itu membuat Lita semakin kesal melihat kakaknya
" Ih ...... Dasar Kakak gak punya akhlak" umpat Lita langsung berjalan naik ke atas meninggalkan kakaknya. Lita tidak mau lebih lama berdebat dengan kakaknya karena Lita merasa berdebat dengan kakaknya tidak pernah ada menangnya.
Sementara nyonya Rita yang melihat anak-anaknya sedikit jahil menjahili membuat Nyonya Rita sedikit kesal kepada putranya karena Damar senang membuat Lita kesal, menjahili adik perempuan satu satunya.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya teman outhor Ceritanya seru loh
__ADS_1