
Setelah melakukan perjalan yang begitu melelahkan, akhirnya Yunisa dan Damar tiba di kediaman tuan Baskoro. "Sore mam....." Sapa Yunisa dan Damar kompak membuat nyonya Rita dan juga Bu Rahma sangat terkejut melihat kedatangan anak anak mereka, mengingat waktu pulang mereka belum saatnya.
"Nak....." Panggil nyonya Rita sembari langsung memeluk Yunisa diikuti juga dengan Bu Rahma langsung memeluk Yunisa. Membuat Damar sedikit cemburu. "Mam anak kandung mami yang ini mam...." Protes Damar membuat semua orang yang berada disana terkekeh melihat tingkah Damar yang cemburu dengan istrinya.
Karna nyaonya Rita, terlebih dahulu memeluk Yunisa daripada dirinya. "Ih semua orang langsung saja memeluk istri ku tak ada satupun yang memeluk ku" gerutu Damar membuat nyonya Rita langsung memeluk putranya satu satunya. " Ih kamu ini seperti anak kecil saja, atau kamu mau kembali lagi ke rahim mami hah...." Gerutu nyonya Rita karna jengkel melihat putranya yang cemburu melihat istrinya disayangi banyak orang.
Tiba tiba Lita yang baru datang dari sekolah terkejut melihat kedatangan kakaknya dan kakak iparnya.
" Kakak......." Teriak Lita dan langsung berhamburan memeluk Yunisa
"Kakak kok sudah pulang?" Tanya Lita
"Ia sayang kakak kangen bangat sama kamu dan keluarga." Jawab Yunisa sembari mengembangkan senyumnya kepada Rita.
"Kakak ngak di peluk nih."
Kata Damar Karna melihat Lita tidak kunjung memeluknya. Apalagi ia sangat merindukan adik satu satunya, yang baru mereka temukan beberapa Minggu yang lalu.
"Ih kakak itu aja jeles." Kata Lita sembari mencibir kakaknya.
" Ih kakak kangen tau." Jawab Damar sambil menarik Kaila kedalam pelukannya. "Gimana sekolah barunya adekku sayang......" Tanya Damar kepada Lita
"Semuanya lancar kakak walau sedikit agak kaku sih." Sahut Lita
Tuan Baskoro langsung pulang ke Rumah utama setelah mendapat telepon dari nyonya Rita bahwa Damar dan Yunisa sudah pulang dari Paris. Tempat Damar dan Yunisa berbulan madu.
"Loh... loh.... loh jadi begini kalian sama papi Ya? pulang pulang ngak kasih tahu papi " Gerutu tuan Baskoro karna ia merasa kesal Putra dan menantunya tidak memberitahu dirinya kalau putra dan menantunya akan pulang secepat Itu.
"Ih papi kan suprise papi...... kalau dikasih tahu juga itu bukan suprise namanya Pi. " Jawab Damar sembari mengembangkan senyumnya kepada papinya yang sudah kesal terhadapnya.
" Nih pi ada oleh oleh dari mantu papi"
Kata Damar sembari memberikan paper bag kepada tuan Baskoro. " Wah mantu papi sampai repot repot membawakan hadiah buat Papi, apa ini." Tanya tuan Baskoro karna penasaran ingin mengetahui oleh oleh yang dibelikan menantunya kepadanya."Buka saja langsung Pi." Sahut Damar.
Kemudian tuan Baskoro membuka paper bag yang diberikan Damar.Tuan Baskoro begitu senang melihat oleh oleh yang diberikan menantunya kepadanya sebuah ikat pinggang limited Edison " Wah mantu papi Tau saja selera papi" puji tuan Baskoro karna ia sangat menyukai oleh oleh yang dibawa menantunya.
Tiba tiba Lita langsung nimbrung
" Eh buat aku mana kakak?" hardik litab kepada Yunisa. Lalu Yunisa langsung mengembangkan senyumnya. "Sabar dek..... semua dapat kok." Sahut Yunisa. Lalu membuka travel bag miliknya dan mengeluarkan beberapa paper bag dan membagikan oleh oleh yang ia bawa kepada seluruh anggota keluarga.
Ia juga membawa beberapa oleh oleh kepada para PRT yang ada di Rumah utama.
"Bi......." panggil nyonya Rita
Bi iyem pun datang menghampiri nyonya Rita. " Ia nyonya ada yang bisa bibi bantu" tanya bi iyem.
Yunisa memberikan beberapa paper bag yang ia bawa. " Tolong bagi ini ya bi satu buat bibi dan yang lainya dibagiin ya bi." hanya ini yang kami bawa sebagai oleh oleh Kami " kata Yunisa kepada bi Iyem yang merupakan pekerja yang paling lama di Rumah utama.
" Wih non .....trimakasih banyak loh kami sudah dibawa in oleh oleh." Sahut bi Iyem untuk mengucapkan terimakasih karna majikannya memberikan oleh oleh kepada mereka. "Wah baik bangat non Yunisa dia tidak membeda-bedakan orang." Gumamnya dalam hati sembari berpamitan pergi kedapur dan membagi bagikan oleh oleh yang diberikan Yunisa kepada para pekerja yang ada di Rumah utama.
Didapur para PRT dan pekerja lainnya sangat senang mendapat bingkisan oleh oleh dari majikannya."wah baik bangat Ya istri tuan muda Damar" Kata salah satu PRT yang berada di dapur.
"Ia baik bangat tidak pernah membeda-bedakan kasta dan juga pekerjaan orang lain, ia juga sangat sopan terhadap kita." Jawab salah seorang PRT yang ada di dapur. "Ah sudah sudah kita kerja lagi yuk." Kata bi Iyem Karna dirinya tidak mau bergosip terlalu lama bersama rekan rekannya.
Sementara diruang keluarga tanpak tuan Baskoro, nyonya Rita dan Bu Rahma sedang asyik menonton dokumentasi perjalanan Yunisa dan Damar. Sementara kedua pasangan suami istri itu bergegas masuk kekamar untuk istirahat, mengingat perjalanan mereka yang begitu jauh sehingga Yunisa dan Damar merasa kecapean.
Mendengar Yunisa dan Damar sudah pulang dari Paris, Lizah dan Josua tidak mau ketinggalan sehingga mereka menyempatkan diri untuk datang ke kediaman keluarga tuan Baskoro Guna menghampiri Yunisa dan juga Damar.
__ADS_1
"Li.... Damar dan Yunisa sudah balik dari Paris jadi aku mau Rumah tuan Baskoro, kamu mau ikut ngak?" Tawar Josua kepada Lizah karna ia ingin mengajak Lizah pergi kerumah milik tuan Baskoro.
"Boleh deh lagian aku juga sudah kangen sama Yunisa, sudah hampir satu bulan juga ngak ketemu Sama adik kecilku itu." Kata Lizah bersemangat karna mengetahui adik angkatnya sudah pulang dari bulan madunya.
"Ya sudah kita berangkat yuk......" Ajak Josua bersemangat karna ia merasa punya kesempatan berdekatan dengan orang yang ia cintai. Mereka keluar dari kantor Baskoro group menuju parkiran. Josua membukakan pintu buat Lizah. Setelah Lizah masuk dan duduk disebelah kemudi, Josua pun duduk di kursi kemudi.
Josua melajukan mobilnya kejalan raya menuju Rumah utama milik keluarga Baskoro.
"Ehem....." Josua berdehem untuk memecahkan keheningan "Ada apa pak Josua ?" Tanya Lizah.
"Tik Gimana apa tidak ada kesempatan buat aku?" hardik Josua
"Maksudnya?"
Apa kamu belum membuka hatimu untukku ?" Jujur aku sangat mencintai kamu," apa kamu tidak merasakannya?"
"Tolong buka pintu hatimu sedikit saja buatku," kata Josua memelas kepada Lizah karna selama ini Josua sangat mencintai Lizah.
Tetapi Lizah tidak pernah bergeming karna mengingat masa lalu Josua yang suka mempermainkan wanita. Sehingga Lizah merasa kalau Josua akan mempermainkannya sama seperti wanita wanita yang ada dimasa lalu Josua.
"Kamu Serius mencintaiku?"
"Apa tidak ada lagi wanita lain di hatimu selain aku?" hardik Lizah
"Jujur aku sangat mencintaimu dan tidak ada lagi wanita lain di hatiku selain kamu, apa kamu tidak merasakannya?" Jawab Josua sambil menepikan mobilnya.
"Apa tidak ada tempat lain yang lebih romantis selain di mobil ini untuk nyatain perasaan kamu? Masa nembak cewek di dalam mobil! Kata Lizah sembari mengembangkan senyumnya.
"He he he Josua nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf soalnya melihat kamu seakan akan aku tidak tahan lagi untuk ungkapin perasaanku." Kata Josua sembari mengembangkan senyumnya kepada Lizah.
"Jadi gimana apakah kamu bersedia menjadi teman hidupku selamanya Lizah Anjani?" kata Josua sembari memegang tangan Lizah
"Jadi ceritanya kamu langsung melamar aku nih?" Tanya Lizah sembari menatap Josua karna ia belum percaya kalau Josua melamarnya secepat itu.
"Ini masih lamaran aku pribadi sayang....... tunggu beberapa hari lagi aku akan membawa keluarga ku untuk lansung melamar kamu sayang.....jadi persiapkan hatimu Ya cintaku." Kata Josua sembari mengecup kening lizah.
"He he he he ngak romantis bangat sih masa ngelamar cewek di mobil!" Kata Lizah sambil nyengir.
Ya sudah entar aku bawa kamu ketempat yang paling romantis deh, jawab Josua sembari membenahi rambut lizah yang sedikit berantakan karna ulahnya yang mengacak acak rambut lizah
"Oh ia sudah malam sayang kita jadi ngak nemuin Yunisa and Damar?" "Soalnya kalau sekarang kita kesana, takutnya Yunisa dan Damar sudah istirahat." Kata Josua
"Ya udah terserah kamu saja deh gimana baiknya, ngak enak juga ganggu orang sudah istirahat, mending kita besok saja deh kesana." Sahut Lizah. Akhirnya Lizah dan Josua memutuskan tidak jadi pergi menemui Yunisa dan Damar mengingat hari sudah malam.
"Jadi kita mau kemana nih."
"Kita makan Ya! soalnya Perut aku sudah keroncongan nih sayang...." Kata Josua
"Sama deng perutku juga sudah keroncongan karna dari tadi siang belum masuk apa apa." Kata Lizah jujur.
Josua melajukan mobilnya menuju restoran langganan. Setelah melakukan perjalanan beberapa menit kemudian mereka tiba disebuah restoran mewah tempat yang biasa ia kunjung bersama Damar dan Josua "Loh kita makan disini?" Tanya Lizah karna tidak percaya kalau Josua membawanya ke restoran bintang lima yang tempatnya begitu romantis.
"Sayang .....yuk ajak Josua sembari menggandeng Lizah. Tiba tiba seorang menejer restoran meyambut Josua
"Selamat datang tuan Josua silahkan masuk." Sapa sang menejer mempersilahkan Josua dan Lizah sembari mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Josua dan Lizah masuk kedalam restoran dibagian VIP. Yang sudah dipersiapkan menejer restoran sebelumnya." loh kamu sering kemari sayang....." Tanya Lizah kepada Josua karna dirinya penasaran melihat menejer restoran begitu dekat dengan Josua.
"Lumayan sering sih." Jawab Josua singkat
"Sama siapa? Sama kekasihmu Ya." Tanya Lizah kepo. Karna sebelum mereka tiba direstoran, semua sudah terhidang dimeja yang ada di ruang VIP.
"Tadi katanya sudah lapar dimakan yuk ajak Josua sembari memberikan suapan kepada Lizah. Lizah menyambutnya dengan hangat.
"Sudah sayang aku makan sendiri saja." Kata Lizah karna dirinya belum terbiasa mendapat perlakuan seperti yang dilakukan Josua kepadanya.
Ketika Lizah memakan makanan yang dihidangkan di meja makan, Lizah merasa ada sesuatu didalam mulutnya. Ia mengeluarkan sesuatu dari mulutnya dan Lizah terkejut melihat yang keluar dari mulutnya, Sebuah cincin berlian.
" Kamu sudah persiapkan ini semua?"
"Memangnya kapan kamu mempersiapkannya?"
"Sementara kita dari tadi sama."
Josua lansung mengembangkan senyumnya sembari memasangkan cincinnya Kejari manis Lizah.
"Jadilah pendamping hidupku untuk selamanya sayang....." Kata Josua
Dibalas senyuman dari lizah sembari menganggukkan kepalanya.
"Jadi kamu bersedia sayang ....." Tanya Josua karna dirinya belum percaya kalau Lizah menerima cintanya.
"Ia aku menerimanya tetapi dengan satu syarat jangan pernah menduakan aku." Kata Lizah kepada Josua yang sudah menjadi kekasihnya beberapa jam yang lalu.
"Trimakasih sayang karna kamu sudah mau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya. Aku berjanji tidak akan menduakan mu dan aku juga akan bertanggung jawab penuh terhadapmu. Kata Josua sembari mengecup tangan milik Lizah
Setelah selesai makan, mereka berniat untuk pulang "sayang sudah malam bangat nih kita pulang Ya." Kata Lizah karna sudah melihat jam yang ada ditangannya sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam.
"Ya sudah kita pulang yuk" ajak Josua
"Loh sayang kok lansung pulang sih kan belum bayar." Sahut Lizah
"Maaf nyonya Josua semua aman tidak perlu dibayar. Kan pemilik restonya nyonya Josua. Jawab Josua dengan santai membuat Lizah bingung.
"Maksudnya apasih ngak ngerti sayang..."
Tiba tiba menejer restoran datang menghampiri mereka "bagaimana tuan Josua dan nona apa anda menyukai menu yang kami sediakan?" Tanya sang menejer restoran.
"Ia tapi sepertinya ini menunya baru apa kita memilik chief baru? Tanya Andre kepada menejer restoran miliknya.
"Ia tuan kita memiliki chief baru sahut sang menejer.
"Ya sudah tidak apa apa menunya enak kok , kembangkan terus Ya." Kata Josua membuat Lizah semakin bingung mendengar pembicaraan Josua dengan menejer restoran.
"Maaf nona membuat anda menunggu kata menejer restoran sambil membungkukkan badannya dan berpamitan keluar dari ruang VIP.
" Sayang tolong jelasin semua aku bingung kok menejer restoran ngomong seperti itu." Tanya Lizah kepada Josua
"Ia sayang restoran ini sebenarnya milikku dan dijalankan oleh kepercayaan ku. Jelas Josua kepada Lizah
Membuat Lizah sedikit terkejut. Ia beranggapan kalau Josua hanya seorang asisten kepercayaan Damar. Ia sama sekali tidak mengetahui jati diri Josua sebenarnya. yang merupakan anak dari sahabat tuan Wijaya yang merupakan seorang pengusaha tambak udang dan juga restoran.
Setelah Josua menjelaskan semua tentang jati dirinya kepada Lizah mereka memilih untuk pulang. Josua mengantarkan Lizah ke apartemen yang ditempati oleh Lizah setelah dirinya resmi pindah tugas kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Bersambung........
yuk kepoin terus ceritanya dan dukungan karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya Trimakasih.🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏