
Beberapa bulan kemudian, Yunisa sedang berada di kampus sedang mengikuti ujian semester. Kesibukannya bekerja dan kuliah membuat dirinya tidak ada waktu untuk liburan, bahkan Yunisa sering meminta ijin kepada Damar, kalau ada tugas diluar kota Yunisa minta ijin kepada Damar untuk tidak ikut karna takut ketinggalan jam kuliah.
Damar yang tidak tau kalau Yunisa kuliah sambil kerja, bertanya tanya dalam hati "Mengapa Yunisa setiap aku ajak tugas luar kota selalu menolak?" tanyanya dalam hati.
Hingga disuatu hari ketika Yunisa pulang kerja dan hendak pergi menuju kampus, Damar mengikutinya.
"Jalan pak ikuti ojek online itu." Perintah Damar kepada pak Jono yang merupakan sopir pribadinya, sambil menunjukkan kearah ojek online yang di tumpangi Yunisa.
"baik Tuan " Jawab pak Jono
Lalu pak Jono melajukan mobil mewah milik Damar dan mengikuti Yunisa dari belakang.
Setelah sampai dikampus x Yunisa turun dari ojek dan membayar ongkosnya. "Bang ini uangnya." kata Yunisa sambil memberikan uang lembaran sepuluh ribu dan langsung berlari masuk kedalam kampus.
Sementara Damar yang sudah mengikutinya sedari tadi semakin penasaran "Ngapain Yunisa ke kampus milik papa." Gumamnya dalam hati.
Yunisa turun dan lansung masuk keruang Rektor. Ya Damar Vincent bebas masuk keruang rektor secara kampus itu milik ayah Damar Vincent yaitu Baskoro Vincent sendiri. "loh tuan Damar ada angin apa sampai tiba di kampus ini dan kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu,apa ada yang bisa saya bantu tuan?" kata pak Surya selaku rektor kampus milik ayah Damar.
"Tidak ada pak .....,"saya hanya mencari tau tentang seseorang dan saya lihat masuk kedalam kampus ini, makanya saya ingin bertanya mengapa dia sampai berada di kampus ini." kata Damar kepada pak Surya.
"Memangnya ada apa tuan." apa dia melakukan kesalahan terhadap anda?Atau siapa orangnya tuan?"
"Tidak dia tidak melakukan kesalahan apapun. "Tetapi saya ingin memastikan apa yang dilakukannya dikampus ini" sahut Damar
"Kalau boleh saya tau siapa namanya tuan? Tanya pak Surya
" Yunisa Aurora." jawab Damar dengan singkat.
"Oh Yunisa anak semester empat yang otaknya jenius dan good girl itu." Tanya pak Surya untuk memperjelas
"Apa anak semester empat? Tanya Damar
"Ia tuan ..." Yunisa anak semester empat yang mengambil kelas khusus karyawan dia mendaftar di kampus ini tahun yang lalu.
Tetapi karna otaknya yang jenius dan juga orangnya yang rajin sehingga dirinya bisa mengejar mata pelajaran. Dan dapat menyelesaikan mata kuliah satu semester itu hanya memakan waktu tiga bulan.itulah sebabnya dirinya bisa menjadi semester empat terang pak Surya
Damar semakin penasaran apa betul Yunisa yang ceritakan pak Surya sama dengan Yunisa yang ia maksud.
Kemudian Damar Vincent memberikan photo Yunisa yang ada di ponselnya. "Apa ini yang pak Surya maksud? Tanya Damar.
__ADS_1
Lalu pak Surya memperhatikan photo yang ada di ponsel milik Damar.
"Ya ini Yunisa si good girl yang saya maksud." Kata pak Surya sambil mengembalikan ponsel Damar
"Yang benar pak?" tanya Damar
"Ia benar Tuan Damar, sekarang dia ada kelas. Jawab pak Surya.
"Misterius kali kamu jadi orang Yunisa kamu membuat aku semakin penasaran terhadapmu." Gumam Damar dalam hati.
Pak Surya yang memperhatikan raut wajah Damar, juga tak kalah penasaran "Ada hubungan apa antara Yunisa dengan tuan Damar Ya? Gumam pak Surya dalam hati. Tetapi pak Surya memberanikan diri untuk bertanya perihal tentang Chang mei.
" Kalau boleh saya tau tuan, apa yang membuat tuan sampai repot repot datang ke kampus ini, untuk menanyakan perihal gadis kecil itu?
Lalu Damar tidak menjawab. Beritahu dimana ruang kelas Yunisa." kata Damar karna dirinya ingin langsung melihat Yunisa didalam kelas.
"Oh tuan mau kesana?
"Ya.... "
Hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Damar. Pak Surya memberitahukan dimana ruang kelas Yunisa. Yang kebetulan yang lagi mengajar disana adalah teman kecil Damar yaitu Bagas. Tanpa aba aba Damar Vincent langsung nyelonong masuk kedalam kelas.
"Hai bro....." Sapa Damar kepada teman kecilnya.
"Apa kamu tidak lihat aku lagi ngajar hah....," jangan mentang mentang nih kampus milik kamu, jadi sesuka hatimu main nyelonong aja." Gerutu Bagas.
"Ha... ha.. ha.. ha." Damar malah tertawa dan langsung duduk di bangku mahasiswa yang kebetulan tepat disamping tempat duduk Yunisa.
Melihat kedatangan Damar, Yunisa sangat terkejut dan tanpak gugup. Karna Damar sudah mengetahuinya bahwa dia kuliah di kampus x. Padahal selama ini, Yunisa merahasiakannya dari pihak kantor.
"Hai adekku sayang........" Sapa Damar kepada Yunisa. Membuat Yunisa semakin grogi dan gugup. " Pa....pak Damar ngapain disini. "Tanya Yunisa sambil menundukkan kepalanya.
"Ngak usah grogi gitu ah ....jadi gemas lihatnya." Kata Damar membuat muka Yunisa jadi memerah merona.
"Aduh nih pak bos ngapain sih disini " gerutu Yunisa
Lalu Damar membisikkan sesuatu. "Aku butuh penjelasan nanti, aku tidak terima penolakan, habis ini temuin saya di cafe sebelah kampus." Bisik Damar membuat Yunisa bergidik ngeri.
Lalu Damar beranjak dari tempat duduknya dan langsung keluar "Bro aku duluan ya entar Weekend kita ngumpul bareng okey." kata Damar sambil melambaikan tangannya kearah Bagas.
__ADS_1
"Huh dasar teman ngak ada akhlak lu ganggu orang kerja aja." Gerutu Bagas membuat Damar tertawa terbahak bahak sembari keluar dari ruang kelas
.
Dua jam sudah berlalu mata kuliah sudah usai, "Yunisa ....."panggil Bagas
"Ia pak ada apa? sahut Yunisa
"Ada hubungan apa kamu sama pemilik kampus ini." Tanya Bagas to the point
"Maksud bapak pemilik kampus yang mana?" Saya aja tidak tau siapa pemilik kampus ini pak." kata Yunisa dengan polosnya.
"Hah kamu tidak kenal sama pemilik kampus ini? Saya lihat aja kamu bisik bisik dengannya." Kata Bagas
"Maksud bapak pemilik kampus ini bang Damar? Tanya Yunisa
"Ya iya lah jadi maksud kamu siapa lagi," kata bagas
"Loh justru saya tidak tau kalau pemilik kampus ini Bang Damar pak."
" Justru Ini baru saya tau dan saya juga terkejut melihatnya kok bisa dia main nyelonong ajak masuk kelas ini. Kata Yunisa
"Ia ada hubungan apa kamu sama sahabat saya Damar?
"Tidak ada hubungan spesial pak," hanya hubungan antara atasan dan bawahan aja tidak lebih." Jawab Yunisa.
"Lebih juga ngak apa apa Yun...."kata Bagas bercanda.
"Ah bapak bisa aja ....,"kalau gitu saya pamit dulu ya pak," takutnya Nanti saya kemalaman." Pamit Yunisa dan langsung bergegas keluar dari kelas.
Setelah keluar dari kelas Yunisa pergi menuju cafe yang sebelumnya sudah diberitahu Damar kepadanya. "Dasar bos ngak ada akhlak bisa bisanya nyuruh gue nemuin dia sendirian." gerutunya dalam hati. Tampak mobil milik Damar terparkir didepan cafe.
"Huh ternyata dia benaran disini" lalu Yunisa masuk kedalam cafe dilihatnya Damar duduk diruang VIP cafe. Yunisa langsung duduk tepat di depan Cristopel. "Ada apa bang kok ngajak aku ketemuan disini?" Ini sudah hampir larut malam loh." kata Yunisa sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
"Kamu duduk Santai dulu. Baru bertanya adekku sayang....." kata Damar
Akhirnya mau ngak mau, Yunisa menuruti kemauan Damar. Sembari menunggu pesanan datang, tolong Jelaskan dulu sama Abang sejak kapan kamu kuliah di kampus papaku? kenapa kamu tidak pernah memberitahuku? apa karna ini makanya setiap saya mengajak kamu tugas keluar kota selalu menolak?
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Damar Vincent kepada Yunisa. membuat Yunisa sedikit gugup dan kwatir kalau dirinya akan dipecat dari kantor Baskoro group. Karna diam diam Yunisa kuliah. Karna menurut peraturan perusahaan yang masih menempuh pendidikan tidak diterima bekerja di kantor Baskoro group.
__ADS_1
Lalu Yunisa akhirnya berterus terang dan menceritakan segalanya kepada Damar tanpa ada yang ditutup-tutupi. Yunisa juga memberitahu kalau salah satu tujuannya datang ke kota Jakarta bukan hanya untuk bekerja tetapi Yunisa juga ingin kuliah.
hai semua dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.🙏🙏🙏🙏💓💓💓