My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Titik Terang


__ADS_3

Keesokan harinya Damar dan Yunisa memutuskan untuk pulang ke Rumah utama milik keluarga Baskoro. Dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh Josua, Damar dan Yunisa tiba di kediaman tuan wijaya.


"Loh sudah pulang nak." Tanya Bu Rahma kepada Damar dan juga Yunisa "Ia ma....Yunisa kangen sama mama" Kata Yunisa sambil memeluk Bu Rahma


Lalu nyonya Rita datang menghampiri anak dan menantunya "mami..." Kata Yunisa sembari memberi salam kepada ibu mertuanya. Hal itu membuat Damar terharu melihat sopan santun Yunisa yang ramah kepada orang tuanya dan juga Bu Rahma.


Tiba tiba tuan Baskoro datang menghampiri mereka. "Loh sudah pulang nak, kok cepat bangat." Kata tuan Baskoro


"Ia nih Yah..... anak menantu ayah mau cepat cepat pulang katanya sudah rindu sam mami dan papi." Kata Samar


" Wah jadi hanya menantu papi yang rindu sama kami orangtuanya hah...."kata nyonya Rita Dibalas dengan senyuman oleh Damar.


Tiba tiba Lita berlari menghampiri Yunisa dan Damar "Kakak......." Panggil Lita sambil berhamburan memeluk Yunisa dan memberi salam kepada Damar "Kak.... kangen " kata Lita dan kembali memeluk Yunisa. "Kakak juga kangen sama kamu adikku sayang...." kata Yunisa sambil langsung memeluk adiknya.


Melihat interaksi antara Yunisa dan Lita, hati nyonya Rita menghangat. "Aku yakin kamu pasti putriku yang hilang." Gumam nyonya Rita sambil mengembangkan senyumnya.


" Oh Ya karna kalian sudah pulang jadi mami memutuskan kalau mami dan Lita pulang ke Pematangsiantar besok." Kata Bu Rahma memberitahu rencana kepulangannya kepada Yunisa, Damar dan juga besannya.


"Loh kok cepat bangat? tinggallah beberapa hari lagi disini Bu." Kata nyonya Rita agar Bu Rahma mau tinggal beberapa hari lagi di kediaman keluarga Baskoro. "Ia ma ....tinggallah beberapa hari lagi Yunisa masih kangen sama mama." Kata Yunisa dan diikuti oleh Damar membujuk ibu mertuanya agar Bu Rahma mau tinggal beberapa hari lagi.


Karna permintaan anak menantunya, sehingga Bu Rahma tidak bisa menolak sehingga dirinya dan Lita mengiyakan permintaan putri dan menantunya dan juga nyonya Rita.


Yunis dan Damar berlalu ke kamar berniat untuk membersihkan diri. Untuk pertama kalinya Yunisa menyiapkan pakaian Damar terlebih dahulu untuk menunaikan tugasnya sebagai istri. Yunisa juga menyiapkan air mandi untuk suaminya.


"Sayang mandi duluan gih...... Air mandinya sudah aku siapin" Kata Yunisa Lalu Damar langsung masuk kekamar mandi karna dirinya tidak mau di omelin istri kecilnya. "Dari pada kena omelin lebih baik langsung mandi aja ah." gumamnya. Karna Damar tidak ingin istrinya kesal terhadapnya. Beberapa menit kemudian Damar selesai melakukan ritual mandinya.


Damar keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sehingga terlihat jelas dada bidang miliknya. Membuat Yunisa langsung berteriak dan menutup matanya.


" A a a.......kenapa keluar ngak pakai baju sih " kata Yunisa karna belum terbiasa melihat suaminya bertelanjang dada.


Malu tetapi sekilas ingin Yunisa ingin memandang pemandangan yang langka ia lihat. "Memangnya kenapa sayang? kamu harus terbiasa melihat suamimu seperti ini. jangankan seperti ini semua yang ada ditubuh ku ini hak mu sayang......, begitu juga dengan Mas semua yang ada ditubuh mu sudah menjadi hak ku sayang...." Kata Damar sembari membuka handuknya perlahan.


Membuat Yunisa langsung berlari kekamar mandi. Didalam kamar mandi Yunisa memegangi dadanya. Jantungnya berdegup kencang akibat pemandangan indah yang dilihatnya. "Aduh ngak kuat ah ternyata seperti ini rasanya kalau sudah menikah." Gumamnya.

__ADS_1


Yunisa membersihkan tubuhnya. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Yunisa keluar dengan mengunakan kimono yang sudah ia bawa sebelumnya masuk ke kamar mandi. Ia mendapati suaminya belum juga memakai bajunya.


" Loh Mas kok belum pakai baju."


Damar tidak menjawab istrinya. Tetapi lansung menarik Yunisa ke pelukannya. Sehingga Yunisa terjatuh kepangkuan Damar yang duduk di tempat tidur yang berukuran Kings size. Damar lansung melahap bibir manis Yunisa, perlahan semakin panas tangannya sudah mulai menjalar ke bagian gunung kembar milik Yunisa. Yunisa yang sudah tidak bisa menahan diri, mengeluarkan suara merdunya. Sehingga birahi Damar semakin memanas. Yunisa mulai membalas seperti yang dilakukan suaminya. Seolah olah dirinya meminta lebih dari itu.


Tiba tiba pintu diketuk seseorang dari luar kamar milik Damar. "Mas ada yang ngetuk pintu tuh."kata Yunisa Sehingga Damar sangat kesal. Karna ia merasa terganggu.


"Buset dah.....siapa lagi sih yang ganggu? ngak bisa lihat orang senang apa." Umpatnya.


Lalu Damar buru buru memakai bajunya dan membukakan pintu ternyata yang datang bi iyem. "Ada apa bi ganggu aja" gerutu Damar "Maaf den nyonya menyuruh bibi untuk memanggil Aden dan juga non Yunisa, karna makan malam sudah siap, Semua sudah menuggu di ruang makan den." Kata bi iyem.


"Ya sudah bi.... sebentar lagi kami turun." Jawab Damar sedikit kesal. "Siapa Mas..... " tanya Yunisa kepada suaminya sembari memeluk Damar dari belakang


"Oh bibi memanggil, katanya kita sudah ditunggu diruang makan." Sahut Damar.


"Ya sudah kita turun saja nanti ngak enak mereka kelamaan menunggu."Kata Yunisa . "Tapi masih nanggung sayang" Sahut Damar karna Damar merasa belum puas bermain main dengan istrinya. "Sudah sana pakai baju nanti mereka kelamaan menunggu ngak enak tau." Kata Yunisa meminta suaminya agar segera bersiap turun kebawah menghampiri keluarga yang sudah menunggu diruang makan.


Setalah memakai pakainya Damar dan Yunisa turun menuju ruang makan. Disana tuan Baskoro dan anggota keluarga lainya sudah menunggu mereka turun.


"Tidak apa apa sayang ...."Sahut nyonya Rita sembari mengembangkan senyumnya karna melihat tanda merah dileher jenjang Yunisa akibat ulah anaknya." Berarti sebentar lagi aku akan menimang cucu nih." Gumam nyonya Rita didalam hati.


Yunisa menyendok nasi kepiring Damar. Ia melakukannya persis seperti ibunya memperlakukan ayahnya semasa hidupnya. "Wah enak bangat punya istri ada yang ambil makan." Kata nyonya Rita untuk menjahili Putranya. Dibalas senyuman dari Damar.


"Ia mam.... ternyata enak memiliki istri yang cantik dan juga baik, sepertinya aku nyesal kenapa aku ngak cepat cepat kenal sama istriku ini ya mi? Kata Damar


"Hus .... Terlalu cepat juga kan pasti belum ibu ijinkan Yunisa menikah, apalagi sebelumya kan Yunisa masih sekolah, ya tidak mungkin ibu kasih dia menikah sebelum lulus. lagian kan jodoh di tangan tuhan. Kata Bu Rahma.


"Ia Bu aku bersyukur aku dipertemukan dengan istri yang baik dan perhatian. Mungkin inilah rancana Tuhan sehingga aku pernah gagal menikah karna ditinggal selingkuh dengan mantan kekasihku. " Kata Damar kepada mertuanya tanpa ada yang ia tutup tutupi.


"Ia nak untuk itu ibu berpesan kepadamu


"jaga anak ibu, jangan sakiti hatinya. Kata Bu Rahma mengingatkan menantunya agar tidak menyakiti putrinya.

__ADS_1


Sementara Lita asyik memakan makanan kesukaannya yaitu cumi sambal dan cap cai persis seperti makanan pavorit tuan Baskoro "Loh kita suka makan cumi sambal ,sama capcay juga nak? Tanya tuan Baskoro kepada Lita, karna tuan Baskoro merasa memiliki selera yang sama dengan lita.


"Oh iya om cumi sambal dan capcay memang makanan pavorit Lita sejak kecil ." Jawab Lita jujur.


"Loh berarti om sama dong dengan kamu, om juga suka bangat sama cumi sambal, sama capcay." Kata tuan Baskoro sembari mengembangkan senyumnya.


" Sepertinya firasat mami betul, kenapa makanan pavorit kami bisa sama persis ya." Gumam tuan Baskoro dalam hati.


Setelah selesai makan, mereka menuju Ruang keluarga untuk sekedar mengobrol


Pandangan tuan Baskoro dan nyonya Rita tidak luput dari Lita . Tuan Baskoro memperhatikan tanda lahir yang ada di belakang daun telinga Lita "Ya sama persis ." Gumam tuan Baskoro.


Diam diam nyonya Rita mencari sisir milik Lita dan mengambil contoh rambut Lita. Untuk dibawa kerumah sakit untuk melakukan tes DNA. Setelah yang nyonya Rita mendapatkan yang ia cari, buru buru nyonya Rita langsung menyimpan contoh rambut milik Lita. Dan kembali keruang tamu.


Tiba tiba tuan Baskoro memberanikan diri untuk bertanya kepada Bu Rahma tentang Lita siapa sebenarnya dikeluarga Bu Rahma "Maaf Bu Rahma apa saya bisa bertanya sesuatu kepada ibu? Tanya tuan Baskoro kepada Bu Rahma.


"Ya tanya saja pak.... kalau bisa saya jawab ya pasti saya jawab." Sahut Bu Rahma


"Begini bu .....sebelumnya saya minta maaf nih apa Lita anak kandung ibu? tanya tuan Baskoro kepada Bu Rahma


"Oh Lita putri angkat saya pak.....sahut Bu Rahma.


"Kalau boleh tau keluarganya dimana ya?" tanya tuan Baskoro semakin penasaran.


"Kalau masalah itu saya kurang tau pak....


yang paling tau almarhum suami saya." Sahut Bu Rahma.


Bersambung...........


trimakasih masih setia mengikuti Cerita ku, jangan bosan bosan Ya ceritanya semakin seruloh.....🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓


dan jangan lupa kepoin karya saya yang lainnya

__ADS_1



__ADS_2