
Ibu Novita yang sudah mendengar tangis cucunya, Ia pun sangat bahagia.
Setelah Dokter membersihkan tubuh bayi dan juga Lizah. Dokter memberikan Putri mereka kepada Josua. Kemudian Josua pun menggendong Putri pertamanya sambil memberikan kecupan hangat di kening dan di pipi putrinya
"Ih Putri Papi cantik banget." ucap Josua sembari mengecup pipi mungil putrinya
Lizah pun tersenyum melihat interaksi Josua yang menggendong putrinya. Ia pun meminta agar Josua memberikan putrinya kepadanya. tetapi Josua mengatakan kalau Lizah lebih baik istirahat terlebih dahulu karena dirinya sudah sangat lemah sewaktu melakukan proses persalinan.
Kemudian Lizah dan bayinya pun dipindahkan ke ruang rawat inap dari ruang bersalin. Bu Novita langsung meraih cucunya dari tangan Josua karena dirinya tidak mau ketinggalan memeluk dan mengecup cucu pertamanya.
Sekitar 10 menit kemudian suster datang menjemput bayi mereka agar dibawa ke ruang bayi.
Josua yang tidak ingin dipisahkan dari bayinya pun, meminta agar suster membiarkan bayinya bersama dirinya. Tetapi suster tidak mengijinkan karena bayi sensitif. Sehingga suster tidak mengijinkan bayi Mereka berlama-lama di ruang rawat inap.
Akhirnya Josua pun mengalah kepada Suster itu. Dan memberikannya kembali putrinya kepada suster untuk dibawa ke ruangan bayi.
Di Ruang rawat inap, Bu Novita tak bosan-bosan mengucapkan terima kasih kepada lizah. Karena lizaah membawa kebahagiaan di kehidupan mereka. Setelah kejadian di masa lalu yang menimpa suami Ibu Novita yang merupakan asisten kepercayaan tuan Baskoro.
Di lain tempat Damar dan Yunisa berniat untuk mengunjungi Lizah di rumahnya. Karena mereka belum mengetahui kalau lizah sudah melahirkan di rumah sakit X. Setelah mereka tiba di kediaman Josua mereka terkejut mendengar penjelasan dari asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Josua bahwa lizah sudah melahirkan di rumah sakit.
"Keterlaluan Josua Kenapa dia tidak memberitahu kita kata Damar kepada istrinya.
"Mungkin dia terlalu panik atau masih banyak yang mau diurusnya,"
"Apalagi kan Ini baru anak pertama, mereka pasti kaku dong sama seperti kamu sewaktu aku melahirkan baby Carlos." ucap Yunisa kepada suaminya.
Hal itu membuat Damar jadi maklum Josua tidak langsung memberitahu mereka.
Kemudian mereka pun menyusul langsung ke rumah sakit X Guna untuk melihat kondisi bayi dan juga lizah.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, Mereka pun tiba di rumah sakit X tim dokter yang bekerja di sana yang melihat pemilik Rumah sakit itu berada di sana langsung menyapa Damar dan Yunisa dengan Ramah
Selamat pagi Nyonya..... tuan .....sapa suster dan dokter yang lagi bertugas di rumah sakit itu. Yunisa dan Damar mengembangkan senyumnya,
" Iya selamat pagi " jawab Damar singkat.
__ADS_1
"Di mana kakak ipar saya sekarang?" kata Damar kepada perawat yang bertugas di rumah sakit itu.
"Ibu Lizah dirawat di ruang VIP Tuan." jawab Suster itu, sehingga Damar dan Yunisa pun, langsung menuju ruangan yang diberitahukan oleh perawat yang bekerja di Rumah sakit itu.
Setelah sampai di ruang rawat lizah, Yunisa langsung berlari memeluk kakaknya.
"Selamat ya Kak...." Ucap Yunisa sembari cipika-cipiki bersama kakaknya.
Damar pun memberi salam dan pelukan kepada Josua untuk sekedar mengucapkan selamat atas kehadiran Putri mereka. Hati Josua sangat senang ketika melihat kedatangan bosnya ataupun sahabatnya mengunjungi istrinya yang telah bersalin.
"Terima kasih bos sudah repot-repot mengunjungi kami"Ucap Josua berbasa-basi kepada Damar
"Awas kamu...... kamu panggil sekali lagi saya bos di sini,akan aku potong gaji mu 50%" ancam Damar kepada Josua karena dirinya tidak suka dia dipanggil bos di luar kantor.
"Ih jangan galak-galak dong nanti cepat tua lho . Kata Josua kepada Damar
Setelah mereka puas bercanda gurau dan melihat putri dari Josua dan Lizah, Damar dan Yunisa pun pulang ke rumah. Tepatnya di kediaman keluarga Tuan Baskoro.
Sekitar 30 menit kemudian Damar dan Yunisa pun tiba di rumah utama kediaman keluarga Baskoro. Di sana sudah ada Nyonya Rita dan juga tuan Baskoro yang ingin mengetahui kabar yang sebenarnya betul tidaknya Lizah sudah melahirkan apa belum.
Sementara di tempat lain tepatnya di sekolah tempat kita menuntut ilmu tampak sintia sudah ada di sana.
Tetapi entah mengapa sintia tetap menaruh dendam terhadap Lita. Padahal yang menolong dirinya pasca kecelakaan itu adalah Lita
Tetapi karena kecemburuannya terhadap Lita, Ia tetap menaruh dendam kepada Lita.
Hal itu membuat Sintia mampu berbuat nekat terhadap Lita. Karena cintanya yang tidak direspon oleh sang idola sekolah. Ia merasa kecil hati dan ia merasa Tidak dianggap.
Dirinya kecewa, mengapa Jack lebih memilih Lita dibanding dirinya. Padahal menurut dirinya sendiri, Sintia sangatlah cantik dibanding dengan lita. Ia anak orang kaya nomor 5 di Indonesia sehingga ia merasa dikecilkan oleh Jack. yang hartanya tidak seberapa dibanding dirinya.
Padahal Sintia belum mengetahui siapa Lita yang sebenarnya, dan juga siapa Jack sebenarnya.
Iya hanya menilai Jack dan Lita dari luarnya saja. Apalagi Jack pergi ke sekolah hanya menggunakan motor ninja kesayangan nya. Begitu juga dengan Lita pergi ke sekolah,lebih sering menggunakan ojek online atau taksi online dibanding, memakai mobil dan jasa supir yang berada di rumahnya.
Padahal mobil yang terparkir di depan rumah keluarga Baskoro tidak sebanding dibandingkan dengan mobil mobil milik Sintia. Sehingga Sintia menganggap remeh terhadap Lita.
__ADS_1
Sintia benci kepada Lita hanya karena seorang pria yang menjadi rebutan di sekolah Mereka. Disamping wajahnya yang tampan, Ia juga pintar dan berbakat. Berkali-kali jack mengharumkan nama sekolah tempat mereka menuntut ilmu.
Sintia tidak mengetahui kalau yang merupakan pemilik sekolah itu adalah ayah kandung dari lita
Tetapi Sintia sama sekali tidak mengetahui kalau ayah kandung lita lah pemilik sekolah yang ia tempati. Sehingga Sintia selama ini berbicara sesuka hatinya terhadap lita. sama halnya dibuat dengan teman-temannya yang lain.Tetapi Lita tidak memperdulikan hal itu.
Iya sengaja tidak membuka jati dirinya kepada teman-temannya agar teman-temannya, ia tidak ingin berteman bersama dia hanya karena dirinya anak pemilik sekolah. Tetapi ia menginginkan memiliki teman kalau dirinya tidak diketahui jati dirinya.
Ketika Sintia berpaspasan dengan lita, Sintia menatap sinis kearah lita. Tetapi Lita terus saja mengembangkan senyumnya kepada Sintia. Dia tidak pernah membalas Apa yang dilakukan Sintia terhadapnya. Hal itu yang membuat Desi semakin geram.
"Lit kamu baik banget sih."
"Manusia kayak gitu masih aja kamu senyumin " Gerutu Desi yang sudah geram melihat tingkah sintia yang tak tahu berterima kasih kepada lita yang sudah menolong dirinya pasca kecelakaan yang menimpa sinta.
"Dasar manusia tidak tahu terima kasih" umpat Desi. Tetapi Lita langsung melarang Desi mengumpat Sintia.
"Kamu tidak boleh gitu Des ....lebih baik kamu doain aja dia, supaya hatinya berubah." ucap lita kepada Desi.
"Aduh Lit!" hatimu terbuat dari apa sih?" Kata Desi yang heran melihat kebaikan hati Lita. walaupun dirinya selalu dizolimi dan diganggu oleh sintia.
"Bukan begitu Des..... tapi kalau kita balas perbuatannya sama seperti yang ia lakukan kepada kita, Apa bedanya kita sama seperti dia." kata Lita memberi pandangan kepada Desi agar Desi tidak menaruh dendam kepada Sintia.
"Memanglah kamu lit ....aku salut nengok kamu" kalau aku digituin sudah tak jambak-jambak dia. Kata Desi kepada lita sambil tertawa.
"Ah kamu bisa aja des...." kata Lita Sembari ikut tertawa bersama Desi Tanpa mereka sadari sepasang mata sudah memperhatikan mereka. dia adalah sosok pria yang mengisi hati lita akhir-akhir ini. Sosok sang idola sekolah yang menjadi rebutan di tempat Lita menuntut ilmu.
"Hai kalian lagi apa?" sapa Jack kepada Desi dan juga Lita.
"Oh biasalah perempuan ngerumpi " Kata Desi sambil mengembangkan senyumnya ke arah Jack.
"Ha....ha.....ha jangan biasakan ngerumpi" lah nggak boleh kayak gitu dosa tahu." Kata Jack kepada Desi dan juga Lita membuat mereka tentang tertawa terbahak-bahak.
bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir ke karyaku yang lain juga