My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Perdebatan


__ADS_3

Ting nong ....lift berhenti tepat dilantai sepuluh.Yunisa langsung bergegas keluar dengan langkah tergesa gesa. Tanpa perduli dengan siapa yang sudah membentaknya sewaktu ada di lift


"Gila ni cewe dianggap apa aku disini main pergi begitu aja,Dan siapa dia, ngapain dia berada di kantor ku?" Damar Vincent bertanya tanya dalam hati


"Siapa perempuan yang berani menaiki lift khusus petinggi perusahaan?" karna selama ini belum ada seorangpun kalau karyawan biasa yang menaiki liftnya." Gumam Damar Vincent


sudah benar benar emosi tetapi dia juga penasaran akan sosok wanita yang berani menjawabnya sewaktu di lift.


Sementara Yunisa sudah tiba di pentri kantor, mencoba untuk menetralisir jantungnya karna gugup dengan kejadian di dalam lift. Setelah dirasa sudah agak mendingan, Yunisa langsung mengerjakan segala pekerjaannya termasuk ruang CEO, dan juga ruang meeting. "Yun.....tolong kamu bersihkan gih ruang meeting, biar urusan disini aku aja yang handel." Kata Rina


Yunisa langsung melakukan segala apa yang diminta Rina dan pergi ke ruang meeting untuk membersihkannya. Karna sebelumnya Rina selaku senior Yunisa sudah mendapat perintah dari Josua yang merupakan asisten Damar Vincent agar membersihkan ruangan meeting. Karna sekitar tiga puluh menit kemudian akan diadakan meeting dengan beberapa client yang bekerjasama dengan Baskoro group.


Dengan semangat Yunisa membersihkan ruang meeting sambil mendendangkan sebuah lagu yang berjudul "Apakah itu cinta"


Cinta .....apakah itu cinta...


Bertanya a a harum bermakna...


Cinta Oh cinta suci....


Janganlah kau nodai ...,.


Merintih diri sendiri........


Menangis diruang sunyi....


lanjut aja Yach para redears, author yakin kalian juga sedikit tau lagu karya Ifank kan he...he he


Tanpa dia sadari sepasang mata sudah memperhatikan sedari tadi, dia adalah Damar Vincent, perlahan-lahan Damar Vincent masuk keruang meeting, entah angin apa yang membuat dirinya cepat cepat masuk keruang meeting pada hal asisten dan sekretarinya aja belum tiba di dalam ruangan.


Padahal selama ini Damar Vincent yang selalu ditunggu kalau meeting diadakan."Ehem.... "Damar Viny sang CEO angkuh, sombong dan dingin itu berdehem. Membuat Yunisa menghentikan sejenak aktivitasnya termasuk melap meja dan mendendangkan lagu. lalu Yunisa berbalik melihat kerang suara deheman yang di dengarnya.


Sontak Yunisa terkejut bukan main "kamu......"Teriak Yunisa


"Kamu...." Sahut Damar Vincent tidak kalah kuat suaranya dengan Yunisa


"Eh orang gila ngapain kamu diruangan ini, "Tanya Damar sedikit ngegas

__ADS_1


"Heh ....enak aja kamu bilangin saya orang gila," " Kamu yang gila tau, seharusnya saya yang bertanya kamu ngapain kemari hah......dasar orang gila. Gerutu Yunisa


"Heh......saya tanya kok kamu balik bertanya,


"Jawab kamu ngapain disini hah" Tanya Damar Vincent dengan suaranya yang semakin meninggi


"Sit... dah kelewatan Nih orang " Gumam Yunisa dalam hati tetapi dia tetap menjawab


"Ya gue bekerjalah disini kan ngak mungkin saya disini tidur tiduran." Sahut Yunisa


"Memangnya siapa yang mempekerjakan orang seperti kamu disini?"Tanya Yunisa


Karna tidak mau berdebat lagi, Yunisa memilih tidak menjawab pertanyaan Damar dan meninggalkannya langsung dan pergi ke pentri tempat OG biasanya istirahat. " Dasar orang gila bisa bisanya dia ngatain aku orang gila memangnya dia siapa? sok Sokan, gue sumpahin tuh orang jadi gila benaran." Umpat Yunisa


Mendengar sumpah serapah yang keluar dari mulut Yunisa membuat Lizah penasaran "kamu kenapa si Yun, kok kamu pulang membersihkan ruang meeting wajahmu seperti ditekuk gitu?ada apa coba cerita ke kakak siapa tau bisa kakak bantu." Kata Lizah menenangkan Yunisa, dan akhirnya Yunisa pun menceritakan tentang apa yang terjadi di ruang meeting dan didalam pesawat itu.


" Memangnya yang mana sih orangnya Yun?" Membuat kamu sampai segitu bencinya, kakak jadi penasaran deh." Tapi ingat Yun jangan terlalu benci sama orang nanti bisa jadi benar-benar cinta loh."kata Lizah


" Ih cinta" Tidak akan....."sahut Yunisa


"Hus jangan ngomong gitu ah ....tidak boleh," "ucapan itu adalah doa loh dek jadi jangan semberangan asal ucap." Kata Lizah menasehati Yunisa.


Sementara ditempat lain diruang meeting, Damar menunggu beberapa petinggi perusahaan dan beberapa client Baskoro group. Tetapi sebelumnya Damar sudah memanggil asistenya Josua dan sekrtarisnya


"Pak Josua yang terhormat siapa yang mengijinkan wanita gila dan bar bar itu bekerja di kantor ini." Tanya Damar Vincent dengan wibawanya


"Hah....wanita gila? Wanita gila yang mana maksud bapak? saya tidak mengerti."


Jawab Josua karna dirinya merasa tidak pernah menerima wanita gila Bekerja di kantor mereka.


"Wanita yang membersihkan ruangan ini tadi." jawab Damar sambil menatap Josua dengan tatapan datar.


"Oh oh si Yunisa maksud bapak"


"Entah siapalah itu namanya saya tidak tau dan tidak mau tau" sahutnya


"Memangnya Yunisa kenapa pak?" "Kalau yang saya tahu dia bekerja Sangat rajin, telaten dan rapi lagi,semua orang orang disini menyukai nya apalagi orangnya sangat ramah sopan dan juga humoris" jawab Josua.

__ADS_1


"Apa kamu bilang sopan ?sopan dari mananya? kamu tau semenjak didalam pesawat yang kita tumpangi dari kota Medan ke kota jakarta saya milihatnya sudah ilfil." "Eh ternyata malah dia kamu pekerjakan di kantorku." Jawab Damar


Tiba tiba Josua teringat sewaktu di pesawat kalau Damar berdebat dengan wanita yang tak lain wanita itu adalah Yunisa."


"Pantas aja saya tidak merasa asing dengan wajah Yunisa ternyata kami pernah bertemu di pesawat" gumam Josua dalam hati.


"Aku tidak mau tau kamu harus segera memecatnya, saya tidak mau melihat wanita seperti dia bekerja di perusahaan ku". Kata Damar dengan penuh penekanan.


"Tidak boleh gitu dong pak Damar Vincent yang terhormat, menurut saya dia OG yang sangat rajin dan berkompeten, jangan karna permasalahan pribadi dibawa bawakan sewaktu bekerja itu tidak bagus pak Damar yang terhormat, selagi dia tidak memiliki kesalahan di perusahaan, maka tidak ada alasan saya untuk memecat dia dengan sepihak. "Jadi mohon maaf pak Cristopel saya tidak bisa memecatnya" kata Josua untuk menyelamatkan Yunisa agar tidak dipecat.


Akhirnya Damar Vincent tanpak berpikir sejenak "kalau saya tidak memecat kamu, maka saya akan membuat kamu menderita Selama kamu masih bekerja di kantor ini "gumamnya sembari tersenyum licik.


" Ingat perempuan bar bar akan ku buat kamu menderita." gumam Damar dalam hati


Sementara Josua sudah mengetahui apa yang akan direncanakan bosnya. Apalagi Andre sudah tau persis sifat bosnya itu


"Ingat pak Damar Vincent yang terhormat jangan melakukan apa yang akan merugikan anda" kata Josua untuk menasehati pak bosnya sendiri.


Beberapa menit kemudian sekretaris nya pun tiba diruang meeting bersama client Baskoro group. Sambil memberi salam Damar dan Josua pun berdiri dari tempat duduknya menyambut kedatangan client mereka "Selamat pagi tuan Maringan senang bertemu dengan Anda." Sapa Damar sambil mempersilahkan pak Maringan duduk.


"Ya selamat pagi Pak Damar." Sahut Pak Maringan dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Tiba tiba Yunisa masuk keruang meeting untuk menyuguhkan beberapa minuman dan makanan ringan "selamat pagi ...."Sapa Yunisa sambil mengembangkan senyum semanis mungkin. Tetapi Damar menatapnya dengan tatapan tajam setajam silet.


lalu Yunisa meletakkan minuman dan makanan ringan yang dibawanya di meja.


Sontak Pak Maringan yang merupakan client besar dari Baskoro group terkejut melihat Yunisa berada disana. Wanita yang pernah menolong hidupnya dan juga keluarganya pasca kecelakaan terjadi di kota Medan. Bahkan Yunisa sudah mendonorkan darahnya beberapa kantong untuk menyelamatkan hidupnya dan anaknya.


" Yunisa ......"panggil pak Maringan. Yunisa yang belum menyadari kalau kehadiran pak Maringan ada diruangan itu.


"Eh Pak Maringan sapa Yunisa sambil memberi salam dan Pak Hotman tanpa ragu memeluk Yunisa. "Ya ampun Yunisa kamu makin cantik aja." Puji pak Maringan


"Ah paman bisa aja mujinya nanti Yunisa jadi geer loh paman ....." Sahut Yunisa


"Oh ia mungkin kalian terkejut kan, mengapa Yunisa mengenal saya dan juga memanggil saya dengan sebutan paman " Kata pak Hotman kepada orang orang yang ada diruangan meeting.


"Dia adalah Yunisa seorang malaikat penolong saya dan juga keluarga saya." Mungkin kalau tidak ada dia maka saya tidak akan bisa berdiri tegak disini. Yunisa yang menolong saya pasca kecelakaan yang menimpa keluarga saya di tahun yang lalu. Kata pak Maringan memberitahu kalau Yunisa yang menolong keluarganya sewaktu kecelakaan menimpa mereka.


hai dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya dengan beri like coment dan votenya ya agar outhor lebih semangat untuk berkarya.trimakasih.🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2