
Hari demi hari berlalu hubungan Yunisa dengan Damar Vincent sudah semakin membaik. Tidak seperti Tom and Jerry lagi. kalau sebelumnya mereka asal ketemu, selalu aja berdebat atau apalah itu. Yang membuat suasana jadi panas. Di suatu hari Yunisa bertemu dengan seseorang yang sedang memegang brosur, ya brosur itu isinya tentang kampus swasta ternama yang ada dikota Jakarta.
Ya memeng salah satu tujuan Yunisa datang ke Jakarta dan berjauhan dengan orang tuanya, agar ia dapat bekerja sambil melanjutkan sekolahnya sampai bangku kuliah.
"Permisi mas ......boleh saya pinjam brosurnya?" tanya Yunisa kepada salah seorang pemuda yang duduk tepat didekat Yunisa, disalah satu cafe tongkrongan anak muda yang lagi hitz di kota Jakarta.
Selain harganya yang pas dikantong mahasiswa, rasa menu yang ada di cafe itu juga enak tidak beda jauh dengan rasa masakan yang ada direstoran bintang lima yang sering dikunjungi Yunisa bersama Damar kalau lagi ada meeting diluar bersama client Baskoro group.
"Oh silahkan mbak." jawab pemuda itu dan langsung memberikan brosur yang sebelumnya ia pegang kepada Yunisa. lalu Yunisa meraih brosur yang diberikan pemuda itu kepadanya. perlahan Yunisa membaca isi dari brosur yang ia pegang. Tiba tiba matanya tertuju pada Collum bagian bawah brosur "Jadwal kuliah khusus karyawan." begitulah isi brosur bagian Collum bawah. Membuat hati Yunisa senang dan dia berpikir sejenak
"Aku akan kuliah disini lagian tabunganku sepetinya sudah cukup untuk sekedar uang pendaftaran dan untuk semester pertama." Gumamnya. Ya selama ini hasil kerjanya selalu ia tabung dan sesekali kalau ada bonus dari kantor ia mengirimkan uang kepada orangtuanya untuk membantu biaya hidup keluarganya.
Setelah selesai makan dan minum di cafe, Yunisa bergegas pulang mengingat dirinya besok akan bekerja. Hari ini memang dirinya libur karna kebetulan weekend. Dan Damar Vincent juga tidak mengganggu istirahat nya. padahal biasanya sewaktu weekend saja Damar Vincent selalu ada aja yang ia minta untuk Yunisa kerjakan. Tetapi hari ini tidak. Sehingga saatnya Yunisa bersantai santai ria.
Keesokan harinya dengan semangat Yunisa bangun dari tidurnya, Setelah merapikan tempat tidurnya, Yunisa langsung menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandi untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit kemudian Yunisa keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian kantor yang biasa ia pakai.
Setelah rapi, Yunisa tidak lupa memoles sedikit bedak dan lipstik yang tipis di bibirnya membuat dirinya semakin cantik dan mempesona. Apalagi umurnya masih 18 tahun dan bodinya yang okey membuat kaum Adam banyak yang terpesona terhadap nya. Tetapi Yunisa tidak pernah merasa kalau dirinya banyak disukai kaum Adam.
" Hai yun.....mau berangkat kerja Ya." Sapa tetangga kosnya Yang kebetulan tetangga kos yang ada didekat kontrakan Yunisa, yang tinggal khusus pria sedangkan ditempat Yunisa khusus wanita." Oh iya bang nih mau berangkat kata kata Yunisa sambil mengebangkan senyumnya.
"Mau Abang antar ngak?" Sapa pemuda itu yang merupakan tetangga kos Yunisa
"Ah tidak usah bang nanti ngerepotin" kata Yunisa menolak tawaran pemuda itu dengan halus
"Ah tidak kok Yun .... lagian Abang lagi off nih. " Jawab Ardi yang kebetulan nama pria itu namanya Ardi
Biasanya Damar lah yang selalu menjemput Yunisa untuk berangkat kerja bareng, Tetapi entah mengapa hari ini sepertinya Damar Vincent tidak menjemputnya. Karna biasanya Damar menjemputnya selalu lebih awal.
"Hum aku rasa si bos ngak bisa berangkat bareng dengan aku deh, mungkin dia lagi sibuk kali" gumam Yunisa dalam hati
"Ayo Chang ....Abang antar nanti kamu kamu telat loh." Kata Ardi untuk mengingatkan Yunisa karna jam sudah menunjukkan hampir jam delapan. Karna takut telat Yunisa pun menerima tawaran Ardi dan langsung naik ke motor ninja milik Ardi." Aduh bang motornya tinggi bangat sih." gerutu Yunisa
__ADS_1
"He he he namanya juga motor cowok Yun...... ya gini." jawab Ardi
"He he he he ia juga ya bang....."
Jawab Yunisa . Perlahan Ardi melajukan motornya kearah jalan raya menuju kantor Baskoro group
"Yun .....pegangan dong nanti kamu jatuh" Kata Ardi mengingatkan Yunisa agar ia tidak jatuh. Ya selama ini semenjak pertemuan pertama mereka tiga bulan yang lalu Ardi sudah menaruh hati terhadap Yunisa .
Tetapi Yunisa tidak tau kalau Ardi selama ini diam diam mencintainya.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di halaman kantor Baskoro group. Tetapi ketika Yunisa hendak membuka Helem yang ia pakai, selama diperjalanan dari kos menuju kantor, helmnya agak rumit di buka sehingga Ardi membantu Yunisa membuka Helem yang ada di kepala Yunisa. Sehingga jarak mereka sangat dekat. Membuat jantung Ardi semakin dag dik duk.
"Ya ampun Sempurna bangat ini cewe, sudah cantik, manis baik lagi tidak seperti perempuan perempuan yang aku kenal sebelumnya." Gumam Ardi dalam hati.
Setelah selesai membuka helem dari kepala, Yunisa Ardi sedikit salah entah karna gugup. tetapi dirinya berusaha menetralisir agar dirinya tidak terlalu kelihatan gugup
"Bang trimakasih Ya sudah repot repot ngantarin Yunisa." kata Yunisa sambil tersenyum lebar
"Oh sama sama Yun.... oh Ya nanti Abang jemput Ya" kata Ardi menawarkan diri untuk untuk menjemput Yunisa dikantor Baskoro group.
"Oh Ya sudah ngak apa apa nanti kalau perlu bantuan jangan sungkan sungkan beritahu Abang ya Yun ....." kata Ardi kepada Yunisa
"Okey deh bang." sahut Yunisa sambil melambaikan tangannya.
Tanpa ia sadari, sepasang mata sudah dari tadi memperhatikan drama mereka. Sebenarnya Damar Vincent sebelumnya datang menjemput Yunisa tetapi Yunisa sudah keburu naik ke motor Ardi. Jadi Damar sudah mengikuti mereka dari belakang sambil memperhatikan interaksi antara Yunisa dengan Ardi.
"Ehum m m ...." Suara deheman terdengar oleh Yunisa. lalu Yunisa menoleh ke arah suara deheman itu. "Eh pak bos ....maaf pak bos saya telat." Kata Yunisa sambil mengembangkan senyumnya semanis mungkin. Tetapi Damar tidak menjawab dan langsung pergi menuju lift khusus petinggi perusahaan. "Ih kenapa lagi sih itu pak bos mukanya seperti es batu gitu ?Tanyanya dalam hati sembari berjalan menuju lift khusus karyawan.
Di dalam lift Damar Vincent seperti mengharapkan kalau Yunisa mengekorinya dari belakang. Tetapi tidak sesuai yang ia harapkan justru Yunisa menaiki lift khusu karyawan.
Setelah Sampai diruangannya Damar langsung duduk di kursi kebesarannya sambil membuka laptop yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Hening tidak ada suara sama sekali hanya suara keyboard lebtop yang ia pakai untuk memeriksa semua laporan perusahaan dari berbagai devisi.
Tetapi sepertinya dirinya tidak konsentrasi karna ia penasaran dengan sosok laki laki yang mengantarkan Yunisa.
"Siapa laki laki itu, apa dia kekasihnya." Tanya nya dalam hati
Sementara ditempat lain Yunisa duduk bangku tempat biasanya ia bekerja Dan langsung mengerjakan pekerjaannya tanpa memperhatikan pak bosnya. Tiba tiba Rina yang merupakan rekan kerjanya yang satu devisi dengannya sebelumnya lewat. Karna habis membersihkan ruang meeting.
"Kak......."panggil Yunisa
"Eh .....ada pa Bu "sapa Rina
"Ih kakak masa manggil aku ibu sih memangnya aku ibu ibu." Gerutu Yunisa karna dirinya merasa tidak senang kalau Rina memanggilnya formal seperti itu.
"He he he ....." Rina tertawa nyengir.
"Ada apa Adek aku yang manis....." Tanya Rina
"Kak aku belum sarapan, kakak ada bawa makanan ngak? Soalnya aku takut keluar lagi pergi sarapan, aku lihat mood pak bos lagi ngak bagus." kata Yunisa berterus terang kepada Rina
"He he he ada sih tapi hanya roti "
"Ya sudah deh kak aku mau..... yang penting ada untuk ganjal perut nunggu jam istirahat." Jawab Yunisa
"Ya sudah tunggu Ya kakak ambilin," kata Rina lalu Rina pergi ke pentri untuk mengambil roti yang ia bawa sebelumnya sembari membuatkan segelas sereal Energen rasa vanila kepada Yunisa
"Nih yun...." Kata Rina sambil meletakkan roti dan sereal yang sudah ia buat.
"Aduh trimakasih banyak kakakku yang cantik...." Kata Yunisa sambil memasukkan roti ke mulutnya dan meminum sereal Energen dengan satu tegukan langsung habis. Karna ia takut bosnya akan mengomel sama dia. Tetapi Damar Vincent sudah memperhatikan nya sedari tadi dari dalam ruanganya.
"Aduh trimakasih banyak ya kak....aku jadi ngak tau deh balas kebaikan kakak gimana?"
__ADS_1
"Ah kamu Yun ....santai aja kali seperti orang lain aja ah." Jawab Rina
hai para readears yang baik dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya jangan lupa like comentnya dan votenya ya.Trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓🙏🙏