
Lita merampas ponsel memiliki Jack yang sedari tadi di kotak-katik oleh jack sambil cekikikan. Lita melihat di layar ponsel milik Jack terbuka akun sosial Facebook milik Jack. alangkah terkejutnya Lita melihat Jack nge-post foto prewedding milik mereka dibanjiri ribuan komentar dan like oleh pertemanan Facebook milik Jack.
"Kakak ngepost foto prewed kita?
"Iya Memangnya kenapa?"
"Ya ampun kak?" kakak tidak malu?"
"Ngapain harus malu biarin aja orang-orang pada tahu kalau kamu itu hanya milik Jack Beandhard seorang.
"Ah Terserah Kakak aja deh?" Lita bilangin juga pasti tidak mau.
"Memangnya kamu malu sayang Kakak nge-post foto kita di akun sosial media milik kakak?"
"Tidak cuman takutnya kakak yang malu makanya lita ngomong seperti itu."
"Nggak ah ngapain malu biarin aja orang-orang tahu kalau kamu sudah milik kakak. ucap Jack sembari langsung berdiri memeluk Lita dari belakang membuat Lita sangat terkejut dengan sikap manis Jack terhadapnya.
"Mas jangan gini, nanti bisa kebablasan loh!" kita belum muhrim.
"Tapi Kakak pengen!
"Pengen apa ayo?"
"Pengen meluk kamu sayang."
"Nanti mami marah loh!"
"Mami sudah tidur kamu tenang saja."
Lita berniat ingin keluar dari kamar milik Jack berniat istirahat di kamar tamu. Tetapi sebelum Lita melangkah keluar, Jack menggendong tubuh lita dan langsung membaringkan Lita di atas tempat tidur miliknya.
"Kamu mau ke mana?
"Istirahat di kamar tamu
"Tidak perlu?" kita istirahat sini aja percaya sama kakak!" kakak tidak akan ngapa-ngapain kamu kok, Paling juga hanya cium kamu saja ucap Jack sambil mengembangkan senyumnya"
Lita tidak menjawab apa-apa Dia tidak bisa menolak permintaan calon suaminya.
karena semakin dirinya menolak, Jack selalu memiliki alasan agar Lita tetap bersama Jack.
Akhirnya Lita tidur di kamar milik Jack.
Jack langsung mengembangkan senyumnya ketika dirinya berhasil membujuk Lita tidur sekamar dengannya. Jack begitu bahagia ketika Lita tidur disampingnya.
"Sayang kakak bahagia banget, sebentar lagi kamu menjadi istri mas." ucap Jack sembari meraih tubuh lita kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Awas kakak macam macam ya!"
"Tidak Sayang gini aja Kakak sudah bahagia bangat." ucap Jack sembari mengecup kening Lita yang sudah berbaring disampingnya.
"Kak....!"
"Iya Sayang!"
"Jangan pernah ada wanita lain diantara kita ya kak!" karna lita tidak sanggup hidup lagi kalau kakak khianati cinta Lita.
"Tidak akan pernah sayang!" cinta dan sayang kakak hanya untuk kamu sayang." dan kamu juga harus janji sama Kakak tidak ada laki laki lain diantara kita " ucap Jack
"Tidak akan ada suamiku sayang." cinta Lita mentok sama Jacky Baenhard seorang." ucap Lita sembari memeluk Jack.
Lita dan Jack benar benar mengucapkan janji Meraka untuk saling setia dalam ikatan pernikahan mereka.
litapun terlelap tidur mengarungi alam mimpinya diperlukan Jack.
****
Damar dan Josua kembali ke kantor setelah mengadakan meeting bersama client di daerah Menteng. Damar kembali keruanganya disambut dengan senyuman dari sekretaris barunya. Damar bukannya senang disambut sekretarisnya dengan senyuman Damar malah ilfil melihat tingkah sekretarisnya yang suka mencari perhatian kepadanya.
"Damar sudah meminta Josua untuk memecat sekretaris barunya jika sudah genap satu buan masa kerjanya. Damar tidak ingin gara gara sekertaris itu, hubungannya dengan Yunisa jadi berantakan karna sikap dan tingkah laku sekretaris itu suka tebar pesona kepada Josua dan Damar.
"Bro gue pulang duluan, sudah kangen sama istri gue yang cantik." ucap Damar dengan nada sedikit keras agar sekretaris baru Damar mendengar bahwa Damar sangat mencintai istrinya.
"Ya sudah kita bareng saja." malas juga di kantor melulu, garing tau." ucap Damar sembari melangkah keluar dari ruangannya.
"Joko tolong beresin ruangan saya, jangan sampai ada yang berani masuk, saya pantai dari CCTV." ucap Damar kepada pak Joko OB yang selalu membersihkan ruangan Damar.
"Baik pak!"
"Oh iya ini kasih sama anak istri kamu!" karna kamu sudah menjalankan tugasmu dengan baik. ini bonus untuk kamu berikan sama anak dan istrimu." ucap Jack sembari memberikan amplop berwarna coklat berisi beberapa uang pecahan seratus ribu.
"Tapi Ingat amanah saya, jangan ada yang masuk keruangan saya selain saya, istri dan papi dan mami saya." paham?"
"Paham pak!"
"Trimakasih banyak pak!" ucap pak Joko sambil mengebangkan senyumnya.
"Semoga rejeki tuan semakin bertambah dan diberikan kesehatan." ucap pak Joko
"Amin"
Damar dan josua berlalu, tanpa basa basi dengan sekretaris genit itu.
"Malas gue di kantor melihat wanita genit itu." gerutu Damar ketika dirinya berada didalam mobi.
__ADS_1
"Iya jijik gue lihatnya sok perhatian dan pakaiannya suaka memakai kurang bahan saja." ucap Josua mengatai sekretaris baru Damar.
setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, mereka tiba dirumah Utama tuan Baskoro.
Yunisa dan Lizah sudah melihat kedatangan suaminya langsung menghubungi Damar dan Josua.
"Mas kok cepat banget pulangnya, tadi bilang agak sorean." tanya Yunisa.
"Kangen sama istri mas yang cantik ini." ucap Damar sembari mengecup bibir manis Yunisa.
"Masa sih!" pasti ada sesuatu nih."
"Kok tau sayang?"
"Tau dong!"
"Kan Yunisa punya CCTV di kantor." ucap Yunisa sambil cengengesan.
"Serius kamu sayang?"
"Serius, pasti mas tidak betah karna sekretaris genit itu kan?"
"Iya kok kamu tau Sayang?"
"Kan sudah Yunisa bilang, apasih yang Yunisa tidak tahu tentang mas di kantor?"
"Makanya mas jangan macam macam." ucap Yunisa sembari meraih tas kantor milik Damar dari tangan Damar.
"Siapa juga yang mau macam macam?" mending juga macam macamnya sama kamu sayang." ucap Damar sembari mengikuti Yunisa masuk kedalam kamar.
"Eh kami masih disini loh!" nanti aja kalian main kuda kudanya." gerutu Lizah dan Josua membaut Yunisa dan Damar langsung tertawa terbahak-bahak.
"Eh maaf tidak nyadar soalnya." ucap Damar sembari kembali turun menghampiri Josua.
"Kamu ini tidak sabaran bangat sih."
"Habis istri gue gemesin tau."
"Iya kira kira dong!" kan masih ad kami disini, ada mami dan papi Baskoro juga." ucap Josua memberitahu kalau disana ada tuan Baskoro dan nyonya Rita juga.
"Entah kamu ini, tidak sabaran sedikitpun" kan bisa nanti malam." ucap tuan Baskoro sambil tertawa kecil.
"Ah papi seperti tidak pernah muda saja." ucap Damar kepada tuan Baskoro.
"Papi aja dulu lebih dari damar." gerutu nyonya Rita sambil mengingat masa masa sewaktu tuan Baskoro dan nyonya Rita masih muda dulu."
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏