
ENAM BULAN KEMUDIAN.
Usia kandungan Lizah sudah menginjak 9 bulan. Josua dan Lizah sudah menunggu kehadiran Putri mereka ke dunia ini. Usia kandungan Lizah tinggal menunggu hari. Semua peralatan dan pakaian-pakaian bayi sudah disediakan Lizah dan Josua semuanya.
Menurut hasil prediksi dokter, Lizah akan melahirkan secara normal.
Bu Novita, yang mendengar keterangan dari Dokter bahwasanya anak menantunya akan melahirkan tinggal beberapa hari lagi, Bu Novita sangat senang menantikan cucu pertamanya.
Yang sudah lama Ia nanti nanti kan dari Josua yang merupakan putra satu-satunya.
Pagi hari yang indah matahari sudah menunjukkan wajahnya sehingga tidur seorang ibu hamil itu terusik karena sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela yang ada di kamarnya.
Tiba-tiba Lita terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul jam 7.30 pagi. Kemudian ia memperhatikan kan di sekelilingnya Dirinya tidak menemukan suaminya.
"Lo di mana bang Josua?" ini kan weekend?" gumam lita dalam hati karena dirinya mencari-cari keberadaan suaminya.
Josua yang sudah terlebih dahulu bangun dari tidurnya, Ia pergi berolahraga agar tubuhnya kembali bugar setelah melakukan aktivitas di kantor.
Lizah memanggil-manggil suaminya. Tetapi tak kunjung datang sehingga dirinya pun turun ke bawah untuk mencari keberadaan suaminya.Tetapi dia tidak menemukan suaminya di sana. Melainkan dirinya bertemu dengan ibu Novita dan asisten rumah tangga lainnya.
"Ma...... Mama lihat mas Josua nggak ?" tanya Lizah kepada Ibu mertuanya karena dirinya sudah tidak menemukan Josua, padahal Lizah sudah mencari-cari keberadaan suaminya.
"Oh Josua tadi pergi olahraga nak "kata Bu Novita kepada Lizah untuk memberitahu ke mana sebenarnya nya suami Lizah pergi.
"Aduh....... keluh Lizah karena tiba-tiba perutnya mulai mules.
"Mana yang sakit nak?" tanya Bu Novita karena dirinya sangat penasaran mengapa anak menantunya merintih kesakitan.
"Ma......sakit ma...." keluh Lizah kepada Bu Novita karena dirinya memang benar-benar kesakitan.
"Tiba-tiba air ketuban Lizah pecah sehingga air ketuban Lizah, menetes di lantai membuat Ibu Novita sedikit panik. Ia pun langsung memanggil sopir dan asisten rumah tangga untuk membantu Lizah pergi ke rumah sakit. dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proses bersalin.
Tetapi ketika mereka beberes mau pergi ke rumah sakit tetapi Josua tak kunjung datang dari tempat olahraganya.
Hal itu membuat Lizah semakin gelisah Iya merintih kesakitan
"Aduh Mama .....sakit ma...... Aduh" keluh Lizah kepada ada ibu Novita.
" Iya sayang Sebentar ya nak .......kita akan segera pergi ke rumah sakit kamu sudah mau melahirkan." kata Bu Novita memberitahu kepada Lizah bahwasanya dirinya akan melahirkan seorang cucu buat ibu Novita yang sudah ditunggu-tunggu selama ini.
Bu Novita pun, menghubungi nomor ponsel Josua. Tetapi tak kunjung diangkat karena ponsel Josua ketinggalan di kamar tepatnya di atas nakas samping tempat tidur.
"Huh .....kebiasaan ini anak gak bawa ponsel kemana-mana. " gerutu Bu Novita karena kesal melihat putranya yang tidak membawa ponsel saat berolah raga.
__ADS_1
Kemudian sopir pun menyiapkan mobil agar mereka segera berangkat ke rumah sakit .
Sekitar 10 menit kemudian Kartika pun dilarikan ke rumah sakit didampingi dengan ibu Novita.
Dalam mobil menuju rumah sakit Kartika kembali merintih kesakitan sampai dirinya berteriak-teriak di dalam mobil sehingga Ibu Novita sangat kuatir dengan kondisi menantunya.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit Mereka pun tiba di rumah sakit X
Tim dokter dan perawat yang berada di rumah sakit X yang sudah mengenal Lizah sebagai keluarga besar pemilik Rumah sakit itu langsung bergegas membantu Lizah untuk dibawa ke ruang bersalin.
Lizah terus merintih kesakitan Ia menangis.
"Ma mana mas Josua ma?" tangis Lizah
"Mungkin sebentar lagi dia datang sayang, kamu yang kuat ya nak kamu pasti bisa."ucap Bu Novita menyemangati anak menantunya.
Lizah terus terus mengeluh kesakitan.
Dokter yang bertugas saat itu itu pun memeriksa keadaan lizah.
"Wah sudah bukaan tujuh nih sebentar lagi proses bersalin akan kita lakukan. Nyonya yang kuat ya, Nyonya pasti bisa." kata dokter menyemangati lizah.
Sementara di tempat lain Josua yang baru pulang dari tempat olahraganya langsung masuk ke dalam rumah ia melihat, asisten rumah tangganya sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di rumah.
"Apa Bi?" istri saya mau melahirkan?" tapi tadi saya tinggal dia masih tidur Bi? kata Josua yang belum percaya kepada asisten rumah tangganya.
"Iya tuan!" Nyonya sudah membawa non lizah pergi ke rumah sakit bersama dengan Pak Ramli kata asisten rumah tangga itu memberitahu yang sebenarnya.
"Iya pun langsung berlari masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya berniat langsung menyusul istrinya ke rumah sakit x agar dirinya tidak melewati masa-masa istrinya melahirkan darah dagingnya.
Setelah Josua mengganti pakaiannya, Ia pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah sakit X. di mana istrinya melakukan persalinan.
"Sayang maafkan aku sayang maafkan aku " gumam Josua dalam hati. Karena ia sudah melihat panggilan di telepon selulernya sudah berulang kali berasal dari nomor ponsel Nyonya Novita.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian Josua pun tiba di rumah sakit X . Ia langsung menuju ke ruang bersalin yang berada di rumah sakit. Josuan melihat Bu Novita berada di depan ruang bersalin sambil berkomat-kamit berdoa.
"Ma..., di mana istriku ma.... ma.... di mana istriku ma" tanya Josua terburu-buru. Kemudian tim Dokter memanggil suami Lizah
"Dengan suami Ibu Lizah!" panggil salah satu suster yang bertugas di sana.
"Iya saya sus!"Kata Josua menjawab Suster itu dengan lantang.
"Ikut masuk Pak!"
__ADS_1
Non lizah mencari anda!" kata Suster itu kepada Josua. Disana Josua sudah melihat istrinya sedang merintih kesakitan sakit
"Aduh sakit!" keluh Lizah di ruang bersalin itu.
"Sayang maafin mas karena mas telat" kata Josua sembari langsung mengecup kening istrinya. Josua kembali menyemangati istrinya agar istrinya kuat dalam melakukan proses persalinan.
Dokter pun memeriksa kembali kondisi bayi yang ada di rahim Lizah
"Wah ah pembukaannya sudah sempurna, persalinannya kita mulai ya Bu..... kata tim dokter dan suster yang bertugas di sana.
Dokter pun membimbing Lizah untuk ngejan agar bayi Lizah keluar dari rahim nya secara normal.
"Ayo Bu dimulai satu dua tiga hitungan ke-3 ibu harus mengejan." kata dokter yang membantu persalinan Lizah
Lizah pun melakukan seperti yang diinstruksikan dokter kepadanya.
Tetapi tenaganya sudah mulai hampir habis sehingga dirinya tidak mampu untuk menlanjutkan lagi. Ia mulai pasrah karena bayinya tak kunjung keluar dari rahimnya.
"Ayo bu yang semangat kasihan bayinya kejepit di dalam." Ucap dokter kepada Lizah agar lizah kembali semangat untuk melakukan proses persalinan.
"Ayo Sayang Kamu pasti bisa demi anak kita." Ucap josua kepada Lizah sembari mengelus dan ngelap keringat Lizah yang sudah bercucuran. Ia pun kembali mengecup kening lizah untuk menyemangati istrinya.
"lizah pun kembali bersemangat untuk melakukan persalinan. Ia pun dengan sekuat tenaga melakukan persalinan sampai Putri mereka lahir ke dunia ini.
Sekali dua kali tiga kali proses persalinan tak kunjung berhasil ke-4 proses persalinan pun berhasil.
"Oek.....oek....oek suara bayi Lizah terdengar jelas ditelinga lizah dan Josua membuat kedua Josua dan Lizah begitu bahagia.
Mendengar tangis bayinya, rasa sakit yang dirasakan Lizah sebelumnya, sudah tidak ia rasakan lagi. Hatinya sangat bahagia ketika melihat putrinya yang sangat cantik. Apalagi dengan Josua. Josua tak ha bosan-bosannya memberi kecupan hangat kepada Lizah
untuk mengucapkan terima kasih atas lahirnya Putri mereka.
Karena perjuangan Lizah yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan darah daging Josua ke dunia ini. Sehingga Josua tak habis-habisnya mengucapkan terima kasih kepada istrinya.
"Terima kasih sayang kamu sudah membuat hidupku lebih berarti lagi, dan kamu juga sudah menghadirkan malaikat kecil di keluarga kita ucap Josua kepada istrinya sambil mengecup kening Lizah.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya outhor yang lain di jamin seru dan mampu membuat redears ngakak habis yuk kepoin Ceritanya di "jatuh cinta karna kentut"
__ADS_1