
Setelah Yunisa memastikan kalau Lita baik baik saja, Ia kembali kedalam mobil yang dikendarai pak jono.
"Jalan pak" kata Yunisa meminta agar pak Jono menjalankan mobilnya dan langsung Putar balik pulang kerumah.
Semantara Lita dan Jack sudah siap menyantap bakso yang mereka pesan Sebelumnya.
" Manga berapa?" Tanya Lita sambil merogoh tasnya berniat untuk membayar bakso yang sudah mereka makan.
" Sudah saya aja Lit yang bayar "
" Udah ini aja kak masa kakak yang bayar lagi, hitung hitung ini sebagai ucapan terimakasih Lita sama kakak karna kakak sudah banyak membantu Lita " Ucap Lita sambil menyerahkan uang pecahan seratus ribu kepada penjual bakso yang ad ditaman itu.
"Ka....sudah sore nih!" kita pulang Ya, takut kemalaman" kata Lita agar mereka segera pulang mengingat jam sudah menunjukkan pukul 18.05 wib.
" Oh ya udah kakak antar yuk" tawar Jack menawarkan dirinya untuk mengantarkan Lita Sampai ke rumah milik keluarga Baskoro.
" Ngak usah kak....Lita naik taksi aja, takut ngerepotin kakak" kata Lita karna dirinya merasa tidak enak terlalu banyak merepotkan Jack.
"Kok ngerepotin sih kan sekalian pulang juga" kata Jack dan langsung menarik tangan Lita agar mereka pulang menggunakan motor ninja milik Jack.
"Yuk naik " kata Jack dan langsung memasangkan helem di kepala Lita . Membuat Lita tersipu malu karna berdekatan dengan wajah tampan Jack yang merupakan idola disekolah ya. Melihat pemandangan yang indah dipandang mata itu, membuat jantung Lita dag-dig-dug.
"Yuk naik kok malah bengong sih Lit "
Kata Jack karna Lit melamun.
" lit yuk naik" kata Jack sembari menarik tangan Lita agar Lita tersadar dari lamunannya.
" Eh maaf Ka " ucap Lita gugup dan langsung naik ke motor milik Jack.
Setelah Lita naik ke motor milik Jack, Jack melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Lit pegangan....nanti kamu jatuh" kata Jack sambil menjalankan motor miliknya.
Karna Lita takut jatuh, Lita pun memeluk Jack dari belakang membuat jantung Lita dan Jack dag-dig-dug ngak karuan.
__ADS_1
Disepanjang perjalanan Lita terus saja memeluk Jack. Membuat hati Jack merasa nyaman. Ingin sekali dirinya berlama lama bersama Lita. Tetapi karena jam sudah menunjukkan pukul 18.10 membuat dirinya terpaksa harus segera mengantarkan Lita segera pulang. Ia takut kalau Lita kena marah oleh orang tuanya.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, Jack dan Lita tiba di gerbang mansion keluarga Baskoro. Jack menghentikan motornya tepat didepan gerbang.
" Trimakasih ya kak sudah repot repot ngantarin Lita " Ucap Lita sambil mengebangkan senyumnya semanis mungkin. Membuat jantung sang idola sekolah menjadi dag-dig-dug.
"Ah kamu kok gitu aja katanya ngerepotin, biasa aja dong" kata Jack sambil mencubit hidung Lita dengan cubitan sayang .
" Ya udah kakak pamit ya Lit" kata Jack berpamitan kepada Kaila karna hari sudah hampir malam
Kaila melambaikan tanganya kearah Jack " hati hati kak" seru Kaila. Tanpa ia sadari seseorang sudah memperhatikan dirinya dari balkon tepatnya dari lantai tiga rumah keluarga Wijaya.
Dengan wajah berbinar, Lita melangkahkan kaki nya kedalam rumahnya. Hal itu membuat nyonya Rita sedikit heran melihat wajah putrinya yang berseri seri.
" Loh Lit kamu dari mana sayang" tanya nyonya selana karna nyonya Rita tidak tau kalau Lita pergi menejer temannya.
Lita hanya pamitan sama kakaknya Yunisa .
" Oh Lita tadi ketemu teman mi" kata Lita sambil memberi salam kepada nyonya Rita .
"Okey deh mam" kata Lita dan langsung berlalu masuk kedalam.kamarnya guna ingin membersihkan diri. Setelah tiba dikamar ia langsung menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur yang berada dikamarnya. Ia terus saja membayang bayangkan wajah sang idola sekolah yang tampan dan juga pintar .
Selain tampan dan pintar, Jack juga seorang pemain basket hadalan dari sekolahnya. Tingginya yang ideal dan badannya yang kekar membuat kaum hawa yang melihat Jack,akan terpesona.
"Wah kak Jack tampan bangat"
"Udah tampan, baik, pintar menbuat jantungku dag-dig-dug" gumam Kaila dalam hati.
Ia sampai melupakan kalau dirinya belum membersihkan dirinya pasca pulang dari taman. " Lit...Lit " panggil nyonya Rita dari luar kamar berharap putrinya sudah selesai mandi agar dapat makan bersama keluarga. Tetapi nyaonya Rita tak kunjung mendapat jawaban dari putrinya.
Merasa diri dipanggil Lita tersentak dari lamunannya, lalu ia langsung masuk kekamar mandi guna membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Lita langsung memakai pakaian yang biasa digunakan dirumah lalu ia menyusul keruang makan.
Disana sudah ada tuan Baskoro,nyonya Rita, Damar dan juga Yunisa
Yang sudah menunggu Lita
__ADS_1
"Lit kok lama bangat sayang"
"Mami panggil panggil kamu ngak nyahut" kata nyonya Rita sembari Mempersilahkan putrinya duduk dekatnya.
" Kan Lita lagi mandi mam....kan mana mungkin Lita dengar mami panggil panggil Lita " jawab lita sambil duduk disebelah nyonya Rita .
Tetapi Yunisa melihat kearah Lita sambil senyum senyum. " Kakak kok senyum senyum sih" tanya Lita karna dirinya melihat Yunisa semenjak Lita keluar dari kamarnya, langsung senyum senyum melihat Lita
" Memangnya kakak ngak bisa senyum dek...kan ngak mungkin kakak cemberut Adikku sayang" kata Yunisa sambil menyendok nasi Buat suaminya Damar. Ia juga menyendok nasi kedalam piringnya sendiri.
"Lit...tadi yang ngatar kamu siapa dek" tanya Yunisa sambil tersenyum melihat kearah Lita
Lita langsung gugup ia tidak tau kalau ada yang melihat dirinya diantar seseorang.
" Oh tadi teman sekolah Lita kak" jawab Lita dengan setenang mungkin agar dirinya tidak kelihatan gugup.dimata kakaknya dan juga orang tuanya.
Acara makan malam pun telah usai, tuan Baskoro dan nyonya Rita bangkit dari tempat duduknya berniat untuk istirahat. Tuan Baskoro dan nyonya Rita langsung masuk kekamar semantara Damar dan Yunisa masih berada diruang makan sembari ngobrol bersama lita
"Sayang baby Carlos sudah tidur belum" tanya Cristopel agar Yunisa melihat putranya sudah tidur apa belum. Kemudian Yunisa berlalu dan melihat putra semata wayangnya yang di jaga baby sister. Ia melihat baby Carlos masih bangun dan popoknya sudah diganti oleh baby sister.
Yunisa masuk berniat untuk memberi ASI buat baby Carlos. Setelah popok Carlos siap diganti baby sister. Yunisa langsung memberi ASI baby Carlos sambil mendendangkan lagu bintang kecil. Ia merasakan hisapan baby Carlos. " Sepertinya Dede haus Yach"kata Yunisa sambil memainkan yang putranya. Tampa ia sadari Damar sudah berada disampingnya
"Hai jagoan papi" sapa Damar kepada putranya dan langsung mengecup pipi tembem putranya membuat baby Carlos merasa terusik sehingga baby Carlos menangis "oek.....oek...oek" tangis baby Carlos. Membuat Yunisa jadi kesal karena ulah Suaminya, putranya jadi terganggu menyusui.
"Mas.....jangan ganggu dedeknya dong...kan jadi nangis tuh" gerutu Yunisa sambil memukul mukul dada bidang milik suaminya.
" Ya gimana dong sayang habis papinya gemas lihat jagoan papi yang tampan ini" kata Damar sembari kembali mengecup pipi tembam putranya.
" Huh dasar kamu Mas," suka sekali buat putra kita nangis" gerutu Yunisa dan langsung kembali menyusui baby Carlos.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya Morata. "Kurelakan perawanku untuk dewa penolongku." sudah up lagi setelah lulus revisi dari pihak NT, jadi kepoin ceritanya ceritanya semakin seruloh.
__ADS_1