
Setelah tiba dirumah sakit, Damar langsung menemui Josua yang berada didepan ruang operasi menunggu dokter selesai mengoperasi Lizah. " Akan ku pastikan hidup mu tidak tenang keparat." Teriak Josua dihadapan pintu ruang operasi.
Ia sangat kwatir dengan keadaan Lizah Dirinya sudah sangat mencintai lizah. Apalagi hubungan Lizah dengan ibu Novita, ibu kandung Josua,Sudah sangat dekat ia sangat menyayangi nya. Apalagi Lizah sudah telaten mengurus dan merawat orangtua Josua .
" Sabar bro semua sudah kami urus" kata Damar untuk menenangkan sahabat sekaligus asisten Damar.
Setelah melakukan operasi sekitar dua jam, tim dokter dan suster sudah selesai mengoperasi Lizah. Mereka berhasil menjalankan operasi nya. Setelah selesai operasi lizah masuk keruang ICU.
Josua yang melihat kondisi lizah yang begitu lemah di tempat tidur rumah sakit, terbujur lemah lengkap dengan selang dan alat medis yang terpasang ditubuh lizah." Sayang kamu yang kuat ya" kata Josua lirih. Josua sudah tidak tahan lagi membendung air matanya.
Padahal selama ini Josua terkenal dengan playboy nya terhadap wanita. Banyak diantara wanita yang sudah dia sakiti selama ini. Bahkan tidak sedikit diantara mereka, yang melabrak Josua Sampai kantor Baskoro group. Tetapi entah mengapa setelah Lizah bersama Josua, hal hal seperti itu tidak pernah dilakukannya lagi.
Bahkan keburukan nya yang sering main ke club sudah tidak ia lakukan lagi setelah Josua bersama lizah
" Bro ....kamu harus kuat, lebih baik kita berdoa minta pengampunan dan pemulihan terhadap lizah" kata Damar untuk menenangkan Josua dari kesedihannya.
Tiba tiba deringan ponsel Damar terdengar jelas telinga Damar. Ia melihat kalau yang menghubungi ya dilayar ponselnya " Sayangku" itu berarti yang menghubunginya Adalah Yunisa . " Hello sayang ....." Sapa Damar dibuat setenang mungkin agar istrinya tidak curiga terjadi sesuatu kepada lizah. " Mas.....dimana kok lama bangat?" Kata Yunisa di dalam sambungan telepon selulernya. Oh kami masih diperjalanan sayang.....kata Damar terpaksa berbohong agar istrinya tidak kwatir mengenai kondisi lizah.
Pada hal Lizah tidak bodoh sambil berbicara kepada Damar. Yunisa sudah melacak keberadaan sinyal ponsel milik Damar. Karna sebelumnya Leonardo yang merupakan sahabat kecil Yunisa sudah pernah mengajarinya bagaimana melacak keberadaan orang saat melakukan sambungan telepon.
Yunisa terus saja berbicara kepada Damar agar Yunisa bisa sambil melacak keberadaan Damar. Setelah ia menemukan lokasi tempat Damar berada, Yunisa penasaran. " Rumah sakit x?" Mengapain mereka disana?" Pasti ada sesuatu yang mereka tutupi dari aku." Gumanya dalam hati.
"Mas... lebih baik kamu sekarang jujur deh jangan berbohong kepada ku." ujar Yunisa
" Aku tidak berbohong Sayang....." jawab Damar
" Cukup.....jangan panggil aku sayang kalau kamu masih berbohong kepadaku." Kata Yunisa sembari mematikan telepon selulernya.
" Pak Jono.......pak......" teriak Yunisa
" Ada apa sayang kenapa panggil pak Jono?" Tanya nyonya Rita Kepada Yunisa.
" Mam......suamiku sudah berbohong samaku mi...."Kata Yunisa sembari meneteskan air matanya
__ADS_1
" Berbohong kemana maksudmu sayang....?" Tanya nyonya Rita.
" Nanti aku jelasin mi.....aku mau kerumah sakit dulu." Kata Yunisa
" Kerumah sakit? Kamu mau lahiran sayang?" Tanya nyonya Rita
Bukan mi ....nanti Yunisa jelasin" ucap Yunisa sembari memanggil pak Jono agar lebih cepat mempersiapkan mobil.
" Non.....mobilnya sudah siap" kata pak Jono sambil mempersilahkan Yunisa masuk kedalam mobil. Yunisa berpamitan kepada nyonya Rita.
Setelah Yunisa berpamitan kepada nyonya Rita, nyonya Rita begitu gelisah " sebenarnya apa yang terjadi kepada anak dan menantu ku?" Gumamnya dalam hati. Kemudian nyonya Rita menghampiri tuan Baskoro.
" Pi..... mami kwatir sama anak dan mantu kita sepertinya mereka ada masalah, soalnya tadi menantu kita seperti emosi. Dia mengatakan kalau anak kita sudah membohonginya, Karna semalaman memang Damar tidak pulang Pi..... mami kuatir Pi...." Isak nyonya Rita mengadu kepada tuan Baskoro.
" Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu mi....." Kata tuan Baskoro santai. Membuat nyonya Rita kesal " Papi memang ngak ada pedulinya ya sama anak dan mantu kita." Kata nyonya Rita sembari meninggalkan tuan Baskoro diruang kerjanya.
Sementara ditempat lain Yunisa yang sudah tiba dirumah sakit tempat Lizah dirawat, langsung bertanya dibagian resepsionis " permisi mbak pasien atas nama Lizah ada ngak dirumah sakit ini?" Tanya Yunisa sambil jantungnya sudah berdegup kencang.
" Sebentar ya Bu akan saya cek dulu" sahut resepsionis yang bertugas dirumah sakit itu. Kemudian setelah memeriksa nama nama pasien atas nama Lizah memang benar ada dirumah sakit itu.
"Sudah kuduga suamiku berbohong samaku," tapi bagaimana bisa suamiku berbohong kepadaku masalah besar seperti ini." Gumamnya sembari langsung pergi ke ruang ICU dan diikuti pak jono dari belakang.
pak Jono sangat kwatir dengan kondisi Yunisa yang lagi hamil tua, berkeluyuran dirumah sakit. Apalagi dia mengetahui kakak angkatnya Yunisa korban penculikan dan kritis membuat pak Jono memantapkan diri untuk mengikuti Yunisa kemanapun pergi.
Setelah Sampai diruang ICU Yunisa sudah melihat Josua yang lagi menangis terus dan Damar memenangkan Josua agar Josua tidak putus asa. Mereka saling menguatkan satu sama lain.
" Bagus suamiku sudah berani berbohong sama istrinya." Kata Yunisa dengan nada yang sedikit meninggi.
Mendengar suara istrinya Damar Langsung mendongakkan kepalanya melihat Yunisa
" loh sayang .....kok bisa disini?"
" Jangan pernah panggil aku sayang kalau kamu berbohong samaku." Kata Yunisa sembari langsung menuju Josua "Bagaimana keadaan kakakku tuan Josua yang terhormat?" Kata Yunisa berusaha menahan kesedihannya. Mendengar namanya dipanggil Josua mendongakkan kepalanya. Ia langsung semakin menangis sambil bersujud di kaki Yunisa.
__ADS_1
" Maafkan aku, maafkan aku ....."tangis Josua dikaki Yunisa
" Yang saya tanya bagaiman keadaan kakakku tuan Josua yang terhormat?" Kata Yunisa sembari melap air matanya yang bercucuran di wajah cantik Yunisa
" Semua kalian sudah membohongi ku "
Saya tidak akan memaafkan kalian kalau terjadi sesuatu kepada kakak ku." Kata Yunisa dan ia berlalu meninggalkan Damar dan Josua dan meminta ijin kepada dokter agar dirinya diperbolehkan masuk kedalam ruang ICU.
" Bagaimana dia bisa tau kalau Lizah dirumah sakit." Gumam Damar dalam hati. Ini bisa gawat Gumamnya sembari mengikuti istrinya menemui dokter. Setelah mendapatkan ijin dari dokter dengan pertimbangan yang begitu berat. Maka dokter mengijinkan Yunisa menemui Lizah diruang ICU.
Yunisa meninggalkan Damar begitu saja . Yunisa tidak berbicara sedikitpun kepada Damar. Yunisa masuk keruang ICU setelah memakai penutup kepala, sarung tangan, masker dan baju jubah milik rumah sakit.
" Ka bangun dong .....kakak dengar Yunisa kan," "Tolong bangun kakakku sayang .....jangan buat adikmu ini kwatir, Kakak sudah janji akan membantu adikmu ini merawat keponakan mu kan ....."
" Please ka .....bangun hanya kakak yang Yunisa miliki dari keluarga kita," Ayah , mami sudah pergi lebih dulu meninggalkan aku ka, " Apalagi ibu belum lama pergi masa kakak meninggalkan aku juga..... Kakak ngak kasihan melihat adikmu yang sudah yatim piatu ini? " Tangis Yunisa. Air matanya terus mengalir membanjiri wajah cantik Yunisa.
"Ka aku tau kamu kuat, aku yakin kamu kuat. lakukan tugasmu kepada sebagai seorang kakak." Kata Yunisa Sambil mencium kening lizah dan membelai wajah pucat Lizah. Ia juga membuat tangan Lizah diperut buncitnya " demi aku dan keponakanmu ini kamu harus kuat." Ucap Yunisa sembari menaruh tangan Lizah di perutnya.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir karya author yang sudah tamat dan ongoing ya ceritanya seru loh
ta
Tamat
o
__ADS_1
ongoing