
Setelah Pak Burhan menghubungi orang tua Sintia. Pak Burhan langsung menyusul Lita dan Jack ke rumah sakit untuk memberikan keterangan kepada pihak Kepolisian.
Setelah Pak Burhan tiba di rumah sakit pihak kepolisian, langsung meminta keterangan kepada Pak Burhan yang merupakan kepala sekolah di mana tempat Sintia menuntut ilmu.
Setelah beberapa jam kemudian orang tua Sintia tiba di rumah sakit sambil menangis
" Kenapa putri saya seperti ini?
kenapa? Tanya Bu Alina kepada Jack dan Kayla.
"Maaf Bu Kami juga kurang tahu yang sebenarnya. Karena kami hanya mendengar kabar bahwasannya di jalan x, ada kecelakaan. Padahal kami baru melintas dari daerah itu. Sehingga kami memutar balik motor yang saya kendarai untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Yang ternyata yang mengalami kecelakaan adalah sintia. Kami juga terkejut ketika kami melihat yang menjadi korban kecelakaan adalah sintia jawab agar orang tua sintia tidak salah paham.
Kepolisian sudah melakukan penyelidikan tempat kejadian perkara. Kata Jack memberitahu orang tua Sintia bahwasanya kejadian itu sudah ditangani pihak Kepolisian.
"Sintia ......Sintia...... anakku" tangis Bu Alina Sambil langsung melihat kondisi Sintia yang sekarang terbaring lemah di rumah sakit karena luka-luka yang ia alami akibat kecelakaan yang menimpa dirinya.
"Sayang ayo bangun Ini Mama sayang" kata Bu Alina sembari mengelus pipi putrinya. Tetapi sinta Belum sadar sepenuhnya. Karena efek obat bius yang diberikan tim Dokter kepada Sintia untuk melakukan jahitan yang berada di bagian kepala Sintia.
Sementara Yunisa kembali menghubungi Lita. agar setelah selesai urusan mereka untuk memberikan keterangan terkait kecelakaan yang menimpa Sintia.
Tut ....
Tut.....
Tut......
Suara deringan ponsel milik Lita kembali berbunyi yang berada di dalam tasnya.
Melihat nomor ponsel milik kakaknya kembali menghubungi dirinya.
"Iya kak Ada apa?"tanya Lita kepada kakaknya Yunisa karena kakaknya kembali menghubungi dirinya.
"Nggak apa-apa Lit!" kalau udah selesai langsung pulangnya!" Soalnya mami sudah khawatir Karena kamu belum pulang." Kata Yunisa di dalam sambungan telepon seluruhnya kepada Lita agar Lita langsung cepat pulang.
"Iya kak sebentar lagi kami akan pulang." jawab lita. Jack bertanya kepada Lita Siapa yang menghubungi Lita
__ADS_1
"Lit!" Siapa yang telepon?" tanya Jack karena dirinya kuatir kalau yang menghubungi Lita adalah orang tuanya.
"Ini ka Yunisa yang hubungin!" katanya mami masih nyariin aku, Mami kawatir kalau aku kenapa kenapa." Jawab Lita
Kemudian Lita pun menutup telepon selulernya untuk mengakhiri pembicaraan mereka. Setelah Sintia dipindahkan ke ruang rawat inap Jack dan Sintia berpamitan untuk pulang ke rumah mereka mengingat jam sudah hampir malam.
"Lit!" Kita pulang yuk udah malam nih lagian kan sepertinya udah selesai kok polisi bertanya-tanya kepada kita." kata Jack kepada Lita agar mereka segera pulang mengingat jam sudah hampir malam."
"Okey ka!" Kita pulang yuk."Ucap Jack kepada Lita. Kemudian mereka berpamitan kepada ibu Alina dan memberikan salam.
"Bu kami minta maaf ya kami harus segera pulang!" takutnya orang tua kami mencari ini kami ." kata Lita kepada ibu Alina minta ijin pulang.
"Terima kasih ya nak!" kalian sudah banyak membantu Putri ibu, Kalau tidak ada kalian entah bagaimana Sudah nasib putri saya." Kata bus Alina kepada litandan Jack
"Sama-sama bu!" namanya juga kita umat manusia harus saling tolong-menolong Apalagi Sintia itu teman Lita "
"Kalau begitu kami pamit bu."
Soalnya ini sudah hampir malam takutnya orang tua kami mencari kami." Ucap Lita kepada ibu Alina agar Bu Alina mengerti alasan mengapa mereka Langsung pulang.
Setelah tiba di parkiran Jack dan Kayla langsung melajukan motornya ke arah jalan raya menuju kediaman keluarga Widjaja.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, Lita dan Jack tiba di kediaman keluarga Baskoro. Di sana sudah ada Nyonya Rita yang menunggu kedatangan putrinya.
"Ka Turun di depan gerbang aja deh!" agar ka Jack langsung pulang, nanti kemalaman."
"Kak terima kasih ya sudah nganterin Lita." kata Lita sambil mengembangkan senyumnya.
Jack pun membuka helm yang dipakai Lita di kepalanya. Sehingga pandangan mereka berdekatan "Wow keren banget ini cowok " gumam Lita dalam hati.
"Lit!" Kenapa Mandangin kakak seperti itu?" tanya Jack pada Lita karena sejak turun dari motor Lita terus memandang wajah tampan yang dimiliki oleh Jack.
"Oh Lita tidak apa apa kak." kata Lita sembari menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Ya sudah kalau begitu Kakak pamit ya Lita!" ucap jack kepada Lita dan langsung melajukan motornya ke arah jalan raya menuju rumah miliknya sendiri.
Kemudian Lita langsung masuk ke dalam rumah. Disana Nyonya Rita sudah menunggu kedatangan Lita.
__ADS_1
"Lit!" kamu baru pulang nak? kok lama banget sayang?" tanya nyonya Rita kepada putrinya yang ditunggu-tunggu sejak siang tadi.
"Sebentar ya mi!" Lita tganti baju dulu gerah nih." kata Lita untuk menolak secara halus.
"Ya sudah!" kalau sudah siap mandi kamu temuin Mami ya Sayang, ada yang mau Mami bicarakan dengan kamu." kata Nyonya Rita.
"Baik sebentar ya ma, Lita mandi dulu." jawab Kayla singkat.
Kemudian Lita langsung masuk ke dalam kamarnya untuk berniat membersihkan diri. setelah selesai melakukan ritual mandinya, kita langsung memakai pakaiannya yang biasa kita gunakan di rumah. Setelah selesai berpakaian lita langsung menghampiri nyonya Rita karena sebelumnya sudah memberitahu kepada Lita bahwa ada yang mau bicarakan kepada saya.
Kemudian Lita pun menghampiri nyonya Selena.
"Ada apa mi?"
"Kamu duduk dulu key baru ngomong!" kata nyonya Rita mempersilahkan putrinya duduk terlebih dahulu baru berbicara dengannya.
"Lita duduk!" nyonya Rita membuka pembicaraan kepada Lita perihal mengenai apa yang sudah dikatakan oleh kakaknya Karena Mereka takut kalau putrinya salah pergaulan.
Setelah Lita duduk di sofa dengan tenang, barulah Nyonya Rita bicara kepada Lita.
" Nak mami mau tanya boleh nggak?"
"Mami kok nanya seperti itu sih kepada Kayla?"
"Kalau boleh tahu itu laki-laki yang sering menghantar jemput kamu siapa nak?"
tanya Nyonya Rita Karena dirinya penasaran siapa bagi kita sosok laki-laki yang menganter jemput dirinya . Karena semenjak kedekatan Jack kepada Lita, Lita tidak pernah naik mobil dengan memakai jasa supir untuk pergi ke sekolah.
"Oh itu kak Jack namanya ma!" Anak om Benhard " pemain tim basket handal di sekolah kami. Dia juga pemenang olimpiade matematika perwakilan dari sekolah kami "kata Lita untuk membanggakan Jack dihadapan Nyonya Rita agar tidak berpikir negatif terhadap Jack.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir ke karyaku yang lain ceritanya seru loh
__ADS_1