
Sudah tiga bulan lamanya pak Robert dirawat di Rumah sakit, tetapi belum juga membaik. Bahkan kondisi nya semakin memburuk. Hal itu yang membuat Bu Rahma harus menggadaikan rumah mereka satu satunya untuk menambah biaya pengobatan suaminya. Tetapi hasil gadean rumah mereka juga tidak cukup untuk biaya pengobatan Pak Robert membuat ibu Rahma Sangat sedih "Ya Tuhan aku harus bagaimana." Gumam Bu Rahma dalam hati.
Sementara ditempat lain, Yunisa yang tidak mengetahui sama sekali tentang kondisi ayahnya, tampak ia sedang menyelesaikan ujian semester, tetapi entah mengapa tiba tiba dia kepikiran sama orang tuanya. Setelah selesai mengikuti ujian semester, Yunisa meraih ponselnya yang ada didalam tasnya berniat ingin melakukan Vidio call kepada orang tuanya.
"Tut...... tut...... tut." Kira kira begitulah bunyinya di ponsel Yunisa. Satu kali dua kali Yunisa menghubungi orang tuanya tapi belum juga diangkat. Membuat Yunisa semakin kwatir." Duh ayah mana sih vc aku kok ngak diangkat." Gumamnya dalam hati. Dirinya juga sudah semakin gelisah tak karuan. "Ada apa ini kok tiba tiba perasaanku jadi tidak enak? gumamnya sembil kembali menghubungi orang tua nya.
Sementara ditempat lain Bu Rahma sudah menangis histeris melihat suaminya kritis dan akan segera dibawa keruang ICU "Ayah .....ayah harus kuat demi aku dan anak kita Yah .... please jangan tinggalin kami...aku mohon yah."
Tangis Bu Rahma pecah
Setelah pak Robert berada diruang ICU, Bu Rahma terkulai lemas didepan pintu ruangan ICU.
Tiba tiba ponselnya kembali berbunyi disana terlihat panggilan Vidio mutiara hatiku memanggil ( Yunisa maksudnya)
Bu Rahma sudah tidak tahan lagi menyimpan rahasia tentang penyakit suaminya, sehingga dirinya memberanikan diri untuk mengangkat sambungan Vidio call dari Yunisa
"Hello mama.....mama apa kabar?
Mama sehat nak....tapi...." Tiba tiba Bu Rahma kembali menangis sesenggukan dan tidak bisa melanjutkan kata katanya dihadapan panggilan Vidio bersama Yunisa. Hal itu membuat Yunisa semakin penasaran.
"Tapi kenapa mama....." Tolong kasih tahu yang sebenarnya kepada Yunisa." Aku ini anak mama dan ayah jadi aku berhak tau apa yang terjadi sama mama....tolong ma jujur sama Yunisa."
Yunisa terus bertanya kepada maminya . Akhirnya Bu Rahma pun menceritakan semua yang terjadi yang menimpa keluarganya kepada Yunisa.
Hal itu membuat Yunisa tidak kuat dan langsung menangis histeris "Tega kalian menutupi masalah sebesar ini kepadaku ma..." kata Yunisa sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Maafkan mami sayang.....itu karna permintaan ayah kamu, katanya agar kamu pokus kerja dan kuliah, supaya kamu berhasil dan berguna bagi Nusa dan bangsa." Tutur Bu Rahma sembari terisak.
lalu Yunisa memutuskan sambungan Vidio call nya. Dan langsung berlari pulang ke kos. Berniat untuk langsung pulang kemedan kota asalnya. Sambil memasukkan beberapa pasang pakaiannya kedalam koper miliknya. Yunisa menghubungi pihak Traveloka untuk membeli tiket pesawat tujuan Jakarta Medan.
Setelah mendapatkan tiket yang kebetulan jam keberangkatan pesawat penerbangan terakhir hari ini, tujuan Medan jam delapan malam. Yunisa memesan ojek online untuk mempersingkat waktu. "Karna kalau menaiki taksi bisa terkena macet." gumamnya dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian ojol pesanan Yunisa datang menghampiri Yunisa.
" Bang antar saya ke bandara tapi sedikit agak ngebut ya bang ,takut saya ketinggalan pesawat." kata Yunisa. lalu bang ojol melajukan motornya menuju bandara.
Setelah sampai dibandara, Yunisa langsung turun dan menyerahkan dua lembar uang sepuluh ribu kepada bang ojol "Trimakasih bang." kata Yunisa sembari memberikan ongkosnya. Dan setelah ceck in Yunisa kembali menghubungi mamanya. Tapi tidak diangkat, Hati Yunisa berkecamuk.
Sekitar 45 menit kemudian pesawat yang ditumpangi Yunisa take off .
Setelah melakukan cek out, Yunisa memesan taksi tujuan rumah sakit dimana ayahnya dirawat .
Taksi datang jam sudah menunjukan pukul 22.30 "Bang langsung ke rumah sakit C Ya...." kata Yunisa kepada driver Taksi online
"Baik mbak....." Jawab driver taksi online. lalu drivernya langsung melajukan taksinya menuju Rumah sakit C.
Hening hanya suara isak tangis Yunisa terdengar. "Ya ampun Tuhan kenapa aku sampai sebodoh,ini tidak mengetahui ayahku sedang bertaruh nyawa di Rumah sakit, Apa yang harus aku lakukan." Tanya yunisa dalam hati. Setelah sampai di Rumah sakit C Yunisa bergegas turun dari taksi dan langsung menuju ruang ICU tempat ayahnya dirawat, tanpak seorang suster melintas di koridor Rumah sakit
" Maaf sus pasien atas nama Robert dirawat di sebelah mana ya." Tanya Yunisa
"Oh pasien atas nama pak Robert dirawat di ruang ICU di sebelah sana." Jawab suster sembari menunjukkan arah ruangan ICU kepada Yunisa . "Tapi maaf mbak ini sudah tidak jadwal besuk lagi karna waktu sudah menunjukkan pukul 23.30." kata suster yang lagi bertugas malam saat itu.
__ADS_1
"Ia sus.... saya tau tapi saya harus bertemu dangan ayah saya, saya baru tiba dari Jakarta. Terang Yunisa agar suster memberikan ijin kepada Yunisa melihat orang tuanya. Sejenak suster itu memperhatikan Yunisa, tanpak tidak ada kebohongan dimata Yunisa. Sehingga suster itu mengijinkan Yunisa untuk menemui orangtuanya.
Sementara di depan ruang ICU tanpak seorang wanita paruh baya yang setia menunggu suami tercintanya.
Yunisa berlari menghampiri maminya
"Mama......" panggil Yunisa sembari memeluk mamanya, tangis mereka semakin pecah
"Nak .....kamu kok bisa disini ?
"Mami jahat sama Yunisa " kenapa tidak memberitahuku ma....." Tanya yunisa sembari melonggarkan pelukannya kepada maminya.
"Mama kenapa bisa sampai seperti ini ma?"
"Mama juga tidak tau nak." Jawab Bu Rahma sambil menangis sesunggukan. "Mungkin ayah kamu sudah lama merahasiakan nya sebelumnya, karna menurut penuturan dokter sel kangker yang diidap ayah kamu sudah memasuki stadium empat, sudah berbagai upaya kami lakukan termasuk kemoterapi dan pengobatan lainnya, Tetapi tidak ada perubahan justru tadi siang ayahmu kembali Kolaps sehingga ayahmu masuk ruang ICU." Terang Bu Rahma
Sementara diruang ICU tampak lelaki paruh baya sedang terkulai lemas dan dilengkapi dengan alat alat medis. Yunisa hanya bisa melihat ayahnya dari balik kaca ruang ICU ."ayah.....ini Yunisa...... ayah harus kuat dan bertahan demi aku yah." Kata Yunisa sembari menangis sesenggukan. Hatinya sangat sedih melihat ayahnya yang dipenuhi selang alat medis.
Malam itu Yunisa tidak tidur sedikitpun, dirinya terus memandangi ayahnya, sementara ibu Rahma sudah tertidur dengan beralaskan tikar seadanya di depan ruang ICU.Disana juga tanpak beberapa orang menunggu keluarga nya yang dirawat di ruang ICU itu juga. Entah karna faktor kecapean hingga Bu Rahma tertidur lelap.
"Kasian mama sudah mengurus ayah sendirian pasti mama kecapean. " Gumam Yunisa dalam hati sambil melihat wajah maminya yang sudah semakin kurus.
Keesokan harinya dokter Delon datang untuk memeriksa pak Robert, Diikuti Yunisa dari belakang "Dok....ijinkan saya melihat ayah saya kedalam, saya sangat merindukannya." Kata Yunisa agar dokter Delon mengijinkan dirinya masuk keruang ICU untuk sekedar melihat ayahnya.
hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓
__ADS_1