
Setelah kondisi Yunisa sudah mulai stabil, seluruh tim dokter dan perawat bernapas lega karena berhasil menyelamatkan menantu dan juga calon pewaris Baskoro group. Sebelumya tim dokter dan para perawat sudah merasa kwatir melihat kondisi Yunisa semakin lemah dan nyaris tidak tertolong.
Sementara Damar yang berada di luar ruang pemeriksaan sudah sangat kwatir akan kondisi istri dan calon anaknya. Ia mondar mandir didepan pintu ruang pemeriksaan. " Ya Tuhanku selamatkanlah istri dan juga anakku." Doa Damar dalam hati. Damar menangis sesunggukan "Mami istri aku mi....." Isak Damar dipelukan nyonya Rita.
" Yang sabar nak mami yakin Yunisa dan cucu mami pasti kuat kok." Jawab nyonya Rita untuk memberikan semangat buat Damar
Sementara tuan Baskoro yang sudah mengetahui kondisi menantunya berjalan tergesa gesa untuk mengetahui keadaan menantu kesayangannya. " Gimana keadaan menantu kita mam...." Tanya tuan Baskoro karna sudah kwatir terhadap menantunya.
" Mami belum tau Pi ....dokter masih memeriksa menantu kita." Sahut nyonya Rita
" Yang sabar ya nak....papi yakin kok kalau menantu kesayangan papi kuat." ujar tuan Baskoro menyemangati Damar
Tiba tiba dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
" Bagaimana keadaan istri saya dokter?
" Apa istri saya baik baik saja?"
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Damar kepada dokter yang memeriksa kondisi Yunisa.
" Keadaan nona Yunisa dan janinnya sudah mulai stabil tuan.....tetapi ia harus dirawat inap disini. Agar kami dapat memantau kondisi kesehatan nona Yunisa dan janinnya." Sahut dokter yang menangani Yunisa.
" Apakah saya bisa melihat istri saya dokter?"
" Bisa pak tapi setelah nona Yunisa di pindahkan terlebih dahulu keruang rawat inap." Sahut dokter Sembari meninggalkan Damar untuk melanjutkan tugasnya lagi sebagai dokter paling Ahli di rumah sakit milik keluarga Baskoro itu.
Setelah beberapa jam kemudian Yunisa dipindahkan keruang rawat inap khusus pemilik rumah sakit itu. Melihat kondisi istrinya yang sudah sangat pucat. Membuat Damar iba.
" Sayang kamu harus kuat demi saya dan calon anak kita, aku mencintaimu. "ucap Damar sembari memberikan kecupan dipunggung tangan Yunisa
Kemudian Tuan Baskoro dan nyonya Rita mengikut suster yang mendorong tempat tidur Yunisa keruang khusus pemilik rumah sakit tersebut.
" Kamu harus kuat ya sayang...."
" Mami yakin kamu mampu sayang..." ucap nyonya Rita sembari memberikan kecupan di kening Yunisa
Diikuti dengan tuan Baskoro .
" Menantu papi pasti kuat kan!
" Papi tau itu cepat sembuh ya nak.....
__ADS_1
" Kasihan suamimu nak sedari tadi sudah merengek." Kata tuan Baskoro Sembari melihat kearah putranya yang terus terusan menangis.
" Sudah tidak perlu kwatir menantu papi pasti kuat kok. Yang perlu kamu lakukan berdoa pinta sama Allah agar istri dan anakmu kuat, bukan malah menangis terus terusan." ujar tuan Baskoro mengingatkan putranya agar tidak menangisi kondisi Yunisa.
Beberapa jam kemudian Yunisa sudah mulai membuka matanya, ia melihat ke kiri dan ke kanan. Yunisa melihat suaminya duduk sambil tertidur di sampingnya dengan satu Tangganya memegang tangan Yunisa
Yunisa mengelus rambut suaminya.
" Sayang kamu sudah sadar....." Tanya Damar sembari langsung memeluk dan memberikan kecupan berkali kali di kening dan juga bibir Yunisa. " Sayang jangan buat Mas kwatir lagi
" Mana yang sakit sayang....."
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Damar kepada istrinya.
" Nanyanya satu satu dong Mas .....
Kata Yunisa kepada suaminya
" Aku sudah mendingan kok." Sahut Yunisa sembari mengembangkan senyum paksa kepada suaminya. Karna dirinya tidak mau membuat Damar lebih bersedih lagi kalau dirinya sebenarnya masih kesakitan menahan rasa sakit di bagian kepalanya dan juga perutnya.
Tak lupa Damar mengabari nyonya Rita dan tuan Baskoro kalau Yunisa sudah mulai sadar. Mendengar keadaan menantu kesayangannya sudah sadar, membuat nyonya Rita dan tuan Baskoro begitu bersemangat. Nyonya Rita dan tuan Baskoro pun mengurungkan niatnya untuk pulang rumah utama.
Setelah tiba dirumah sakit, Meraka langsung menuju ruang rawat Yunisa
" Gimana keadaanmu nak, apa sudah baikan?
" Sudah lumayan mam.....Sahut Yunisa sembari mengebangkan senyumnya.
Nyonya Rita dan tuan Baskoro meminta agar tim dokter dan perawat agar Stanbay diruang rawat Yunisa.
Sementara ditempat lain Josua dan Lizah sudah berada di rumah milik keluarga Josua. Berhubung karna kondisi kesehatan ibu Novita sudah mulai menunjukkan perkembangan setelah Meminum dan mengoles obat yang diberikan lizah kepada ibu Novita.
"Sayang ....tadi aku dapat kabar kalau Yunisa sedang dirumah sakit." Kata Josua kepada Lizah membuat Lizah begitu terkejut." Memangnya Yunisa kenapa sayang bukannya semalam dia baik baik saja Ya?" Tanya Lizah yang belum percaya kalau adiknya lagi dirawat dirumah sakit.
" Ngak tau sayang tapi aku dapat kabar kalau Yunisa sempat kritis, untung cepat ditangani oleh dokter handal yang berada dirumah sakit milik om Baskoro." Jawab Josua
Setelah Lizah memberikan obat yang ia ramu kepada Bu Novita, Lizah berniat untuk mengunjungi Yunisa berada dirumah sakit .
" Sayang...... Aku ingin menjenguk adikku dirumah sakit boleh Ya" Pinta Lizah kepada Josua agar kekasihnya itu memberi ijin kepada dirinya menjenguk adik kesayangannya.
" Ya sudah kita akan kesana aku juga ingin melihat kondisi Yunisa" Sahut Josua
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada ibu Novita, merekapun pergi ke rumah sakit tempat Yunisa dirawat.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 45 menit merekapun tiba dirumah sakit milik keluarga Baskoro.
"Yunisa......panggil Lizah Sembari memberi pelukan Kepada Yunisa.
" Kakak......" Sahut Yunisa
" Mana yang sakit dek....."
" Apa sudah mendingan....."
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Lizah kepada adiknya.
Sementara Josua dan Damar membiarkan Yunisa dan Lizah berbincang bincang sembari Lizah menyuapi Yunisa buah yang mereka bawa sebelumnya.
Nyonya Rita dan tuan Baskoro berpamitan pulang, untuk istirahat
" Mami pulang dulu ya sayang...."
" Besok mami datang lagi" kata nyonya Rita sembari memberikan kecupan kepada menantunya.
" Ia mam trimakasih mam...."
" Maaf kalau Yunisa sudah merepotkan mami." Sahut Yunisa sembari memberi salam kepada kedua mertuanya.
" Ngak kok sayang mami sama papi tidak merasa direpotkan kok." Sahut nyonya Rita sembari mengebangkan senyumnya.
Melihat interaksi hangat antara Yunisa dan nyonya Rita, membuat Lizah tersenyum " mudah mudahan kelak jika aku berjodoh dengan Mas Josua Bu Novita menerimaku apa adanya sama seperti nyonya Rita menerima Yunisa apa adanya. Gumamnya dalam hati.
Nyonya Rita dan tuan Baskoro berlalu meninggalkan ruang rawat Yunisa untuk pulang ke Rumah milik keluarga Baskoro.
Agar Lita tidak kecarian karna tidak menemukan anggota keluarganya dirumah utama milik Tuan Baskoro.
Bersambung......
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya, dengan beri like coment dan votenya ya. trimakasih
🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓
jangan lupa mampir juga kekaryaku yang lain ceritanya seru dan dijamin tidak nyesal deh
__ADS_1