
Satu Minggu kemudian Yunisa sudah diperbolehkan pulang oleh pihak dokter, Tetapi harus tetap rajin cek up kerumah sakit. "Mas.....ayo pulang." Kata Yunisa kepada Damar karna dirinya sudah meras bosan berbaring terus dirumah sakit.
" Memangnya sudah baikkan sayang....."
" Sudah Mas aku dan anak kita sudah baik baik saja Mas."sahut Yunisa sembari mengembangkan senyumnya kearah Damar membuat Damar langsung mengecup bibir manis Yunisa
Ia kembali mengecup bibir manis Yunisa
" I love you sayang...." ucap Damar sembari kembali memeluk Yunisa.
Tiba tiba nyonya Rita dan tuan Baskoro masuk kedalam ruang rawat inap Yunisa. Sontak Damar melepas pelukan damar, ia tersipu malu karna kepergok oleh Nyonya Rita dan tuan Baskoro. Melihat itu semua nyonya Rita menjewer telinga Damar." Kamu tidak bisa menunggu sampai dirumah dulu baru gangguin menantuku hah...." Hardik nyonya Rita." Aduh mam.....sakit " Rengek Damar.
" Makanya kalau lakuin sesuatu harus mikir mikir dulu lihat situasi dan tempat." Sahut nyonya Rita. Yunisa yang sudah merasa malu pun menundukkan kepalanya.
"Ia mam.....sahut Damar sembari memegang daun telinganya bekas jeweran nyonya Rita " Tuan Baskoro pun tertawa cekikikan melihat tingkah putranya yang sudah dewasa tapi tingkahnya seperti anak baru gede.
" Kamu ini seperti anak kecil aja" kata tuan Baskoro.
Nyonya Rita merangkul Yunisa "sayang kita pulang biarin Suami mesummu ini disini." Kata nyonya Rita sembari senyum sinis kepada Damar. "Mami jahat banget anak mami yang ini mi ...." Gerutu Damar
" Eh sudah sudah kita pulang malu dilihatin orang ini rumah sakit." Kata tuan Baskoro nyonya Rita
" Biarin saja kan ini rumah sakit, rumah sakit bokap gue jadi suka suka gue dong." Ucap Damar membuat nyonya Rita semakin kesal kepada putranya.
" Memangnya kalau ini rumah sakit milik papi kamu, kamu bisa sesuka hati hah...... Bentak nyonya Rita membuat nyali seorang CEO yang terkenal arogant itu menciut.
__ADS_1
" Ih kalau sudah ngelawan singa betina lebih baik gue diam ah..." Gumamnya membuat nyonya Rita melototkan matanya.
Perdebatan atara nyonya Rita dan Damar pun terjadi." Kamu ini " gerutu nyonya Rita sembari menggandeng tangan Yunisa keluar dari ruangan rawat inap.
Setelah tiba Rumah utama milik keluarga Baskoro, Damar lansung membopong Yunisa masuk kedalam kamar, agar Yunisa langsung istirahat. "Sayang.....kamu istirahat Ya kalau kamu butuh apa apa tinggal kamu kasih tau sama Mas" ujar Damar sembari membaringkan badan Yunisa di atas tempat tidur yang berukuran Kings size itu. "Mas mau kemana? " Temanin aku dong" kata Yunisa Dia meminta Damar agar menemaninya tiduran bareng bersama Yunisa.
Jangan jauh jauh dong Mas.....Yunisa masih kangen." Ucap Yunisa sembari memeluk Damar dan mengecup bibir Damar Membuat Damar mengembangkan senyumnya dan membalas kecupan Yunisa.
Damar yang mengetahui maksud dan tujuan istrinya pun langsung melakukan apa yang diminta istrinya. Damar tidak ingin mengecewakan Yunisa. Apalagi entah mengapa semenjak Yunisa hamil, Yunisa tidak ingin berjauhan dari suaminya.
"Setelah Yunisa merasa mendapat respon positif dari suaminya, Yunisa mengebangkan senyumya."Trimakasih ya mas sudah menjenguk anak kita." ucap Yunisa kepada suaminya membuat suaminya semakin gemas terhadapnya.
"Sayang......mas sangat bersyukur memiliki istri yang begitu pengertian kepada seperti kamu sayang...." ucap Damar berterus terang kepada istrinya. Yunisa hanya mengembangkan senyumnya. Karna Yunisa juga sangat bersyukur memiliki suami yang sangat pengertian Kepadapnya.
" Thanks my wife and I love you" Ucap Damar sembari memberikan kecupan dikening Yunisa. Yunisa menganggukkan kepalanya sembari kembali memeluk Damar seakan dia tidak rela kalau dirinya ditinggal oleh Damar.
" Kamu mau lagi sayang ......" Kata Damar sembari mengebangkan senyumya, kamu sudah mulai pintar ya." kata Damar sembari memeluk istrinya. Entah karna faktor kecapeaan merekapun tertidur. Hingga mereka tidak menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 20.00. wib. Nyonya Rita dan tuan Damar sudah menunggu mereka, tapi Yunisa dan Damar tidak kunjung datang untuk makan malam."
Kok putra kita dan mantu kita belum turun juganya Pi?"
" Ah biarin ajalah mam.....mungkin mereka kecapean" sahut tuan Baskoro
" Kan nga enak Pi....makan tanpa mereka." Kata nyonya Rita
" Ah mami seperti tidak pernah muda saja apa kita harus seperti mereka lagi sayang sahut tuan Baskoro sembari
__ADS_1
mengebangkan senyumnya kepada istrinya dan mengedip edipkan matanya membuat nyonya Rita melotot kan matanya. " Papi ada ada saja." Jawab nyonya Rita. " Jangan cemberut gitu dong istriku sayang........nanti cepat tua loh." Kata tuan Baskoro untuk menggoda istrinya.
Setelah selesai makan, nyonya Rita dan tuan Baskoro kembali kekamar guna menyelesaikan perang yang tertunda sewaktu diruang makan.
Sementara ditempat lain Lizah sedang memberikan obat ramuan tradisional khas Tionghoa kepada Bu Novita, " sayang .... trimakasih karna kamu sudah mau menolong dan mengurus saya," "Padahal kamu sudah cape bekerja."Ucap Bu Novita kepada lizah.
"Ah ibu biasa aja Bu Lizah tidak merasa terbebani kok. justru Lizah senang bisa mengurus ibu. Karna ibu sudah saya anggap seperti ibu kandung saya." Ucap Lizah
Terus rencana kalian menikah kapan nak?" Kalau boleh jangan lama lama dong sayang..... Kata Bu Novita kepada lizah.
" Ia Bu, " Lizah juga pengen ya seperti itu Bu." Sahut Lizah sembari mengebangkan senyumnya kepada calon mertuanya itu. Dengan telaten Lizah mengolesi obat yang di Ramu oleh Lizah ke kaki Bu Novita. " Semoga cepat pulih seperti semula ya Bu......" ucap Lizah kepada bu Novita.
Melihat interaksi antara Lizah dengan ibunya, Josua mengebangkan senyumnya. "Aku mencintaimu Lizah Anjani." gumam josua dalam hati. Kemudian Josua meninggalkan Lizah dan ibunya. Ia berlalu keruang kerjanya karna beberapa hari yang lalu banyak pekerjaan Josua yang terbengkalai.
sementara ditempat lain Lita yang baru pulang dari sekolah langsung masuk kedalam kamarnya, sepulang dari sekolah Lita tampak murung, Entah apa yang membuat lita tiba tiba mengurung diri dikamarnya. Hal itu membuat Damar penasaran apa yang membuat adiknya satu satunya terlihat murung.
Damar pun mengetuk pintu kamar Lita, "Tok....tok....tok dek....apa kamu di dalam dek?" tanya Damar sambil mengetuk pintu kamar milik Lita. Lita membuka kamarnya."Ada apasih kak." Gerutu Lita karna Lita tidak ingin diganggu siapapun. "Dek ....kalau kamu ada masalah cerita sama kakak, jangan begini dong kan buat kakak kwatir?" hardik Damar.
"Lita tidak kenapa Napa kok ka, cuman Lita hanya merasa kecapeaan aja." kata Lita berbohong kepada kakaknya. Karna Lita merasa malu bercerita kepada kakaknya, ia telah dikecewakan oleh seorang pria yang mencuri hati Lita, Gadis belia cantik nan rupawan.
Bersambung...........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa mampir kekaryaku yang lain ceritanya seruloh
__ADS_1