
Keesokan harinya Lita berangkat ke sekolah. Sebelum pergi ke sekolah Lita berpamitan kepada kedua orang tuanya dan kedua kakaknya. Di depan rumah kediaman tuan Baskoro tampak seorang laki-laki tampan yang menunggu kehadiran Lita di sana.
Lelaki itu sudah tampak gelisah menunggu kedatangan Lita yang tak kunjung datang.
"Lita di mana sih" gumamnya
Tidak berapa lama Lita keluar dari rumah.
"Hai kak Jack..... Kakak udah lama ya"Tanya Lita kepada Jack yang yang sudah menunggu dirinya.
"Nggak kok nggak terlalu lama ...yuk naik!" nanti kita keburu terlambat loh." Kata Jack Kepada Lita Kemudian, Jack memasangkan helm di kepala Kayla. Membuat wajah mereka berdekatan Hal itu membuat jantung, Jack berdegup kencang.
"Wah makin hari cewek ini makin cantik" gumam Jack. Kemudian setelah Lita naik ke atas motor, Jack melajukan motornya ke arah jalan raya menuju sekolah mereka. Di sepanjang perjalanan Jack meminta Lita untuk berpegangan agar Lita tidak jatuh.
" Lit Pegangan Nanti kamu jatuh loh"
Lalu Lita memeluk dari belakang agar dirinya tidak jatuh dari boncengan Jack. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit kemudian mereka tiba di sekolah. Sintia yang melihat kehadiran mereka berdua, menjadi ilfil melihat Lita.
"Dasar perempuan ganjen."kata sintia kepada lita. Padahal selama ini yang mengejar-ngejar jack adalah Sintia bukanlah Lita . Lita yang mendengar dirinya dikatakan ganjen oleh Sintia, sedikit emosi tetapi Jack langsung menahan lita
"Sudah Lit ngapain dilawan manusia jadi-jadian seperti Sinta." ujar Jack kepada Lita untuk mengobati hati Lita.
Kemudian Lita dan Jack meninggalkan sintia begitu saja di parkiran. Mereka langsung menuju ruang kelas agar dapat mengikuti pelajaran. Melihat kedekatan lita dengan Jack membuat Sintia semakin emosi.
" Nggak akan kubiarkan kau merebut jack dari ku " gumanya karena sudah semakin emosi melihat kedatangan Jack dengan lita
Kemudian Sintia menyusul Jack dan Lita masuk ke ruang kelas.
"Pengumuman pengumuman, Jangan pernah kalian dekat-dekat sama wanita yang ini" ujar Sintia sambil menunjuk lita.
"Soalnya dia merebut kekasihku dariku "
"Emangnya kalian mau pacar Kalian direbut sama wanita ganjen ini."kata sinta semakin menjadi-jadi membuat Lita marah besar.
"Jaga omonganmu Sintia!" Siapa yang merebut Jack dari kamu tanya dulu orangnya. Tiba-tiba Jack datang dari luar dia sudah melihat Lita menangis karena di olok olok oleh Sintia.
" Loh Lita Kenapa nangis"tanya Jack kepada Lita karena dirinya tadi melihat Lita baik-baik saja.
"Ada apa Lita coba cerita sama kakak"
"Mending Kakak jujur deh Kakak ada hubungan Apa Dengan sintia"
" Kenapa sintia mengatakan aku merebut Kakak dari Dirinya"tanya Lita sambil terisak .
"KakaK tidak ada hubungan apa-apa kok dengan dia" ucap jack berterus terang karena memang benar mereka tidak ada hubungan apa apa dengan sintia tetapi sintia yang selama ini mengajar mengajar Jack.
"Sintia hentikan omong kosongmu ini sejak kapan aku punya hubungan spesial dengan kamu"
__ADS_1
"Aku tidak suka melihat wanita yang enggak punya harga diri seperti kamu," Dan jangan coba-coba kamu menyakiti hati lita"
"Kalau sempat saya mendengar kamu membuat Lita menangis lagi, kamu jangan menyesal. Karena aku tidak akan tinggal diam. Kata Jack kepada Sintia
Kemudian setelah perdebatan mereka selesai bu guru datang menghampiri mereka untuk memulai mata pelajaran.
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi bu ......" Sapa siswa-siswi yang berada di dalam kelas itu.
"Loh Lita matamu kok sembab nak"tanya Bu guru kepada Lita karena melihat mata Lita sembab akibat menangis.
"Tidak apa-apa bu Lita kelilipan"jawab Lita berbohong agar masalahnya tidak semakin runyam.
"Oh hati-hati nak"Kata Bu guru kepada Lita Agar Lita lebih berhati-hati untuk menjaga debu masuk ke dalam matanya.
"Iya bu terima kasih sudah ngingatin Lita "jawab kita kepada bu guru
Setelah bu guru mengajar selama kurang lebih 2 jam Mereka pun istirahat
Lita Hanya duduk saja di tempat duduknya. Hal itu membuat Jack semakin merasa bersalah terhadap Lita
"Key maafin aku ya gara-gara aku kamu jadi bahan olok-olokan oleh Sintia"
"Kamu nggak usah dipikirin ya. kata Jack Kepada Lita
"Nggak apa-apa kok kak santai aja. Kemudian jack mengajak kita makan ke kantin yang berada di sekolah.
Akhirnya Lita menurut dan mengikuti Jack ikut ke kantin karena dirinya juga tidak tega melihat Jack kelaparan karena menjemput Lita.
Setelah tiba di kantin, Lita dan Jack langsung memesan makanan kesukaan mereka.
"Mang nasi gorengnya 1 ya, minumnya teh manis dingin pesan Lita. Memesan makanan kesukaannya. Begitu juga dengan Jack memesan makanannya.
" Mang samakan aja deh sama pesanan lita.
"Baik neng ditunggu ya"kata pengelola kantin. Kemudian pengelola kantin itu berlalu dari hadapan mereka. Untuk membuatkan pesanan Lita dan Jack.
Setelah menunggu sekitar 15 menit kemudian makan yang mereka pesan sudah datang "Silahkan neng di makan "kata pengelola kantin sambil menyuguhkan pesanan Jack dan Lita.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. Dia adalah tuan Baskoro pemilik sekolah tempat Lita bersekolah. Tetapi karena Tuan Baskoro selama ini sibuk, sehingga dirinya jarang berkunjung ke sekolah miliknya.
"Oh mungkin itu yang namanya Jack yang diceritakan Lita."gumam Tuan Baskoro sambil memperhatikan gerak-gerik Lita dan gerak-gerik Jack. Tapi Tuan Baskoro hanya memantau Lita dan Jack dari kejauhan.
"Yuk Lit dimakan!" Nanti keburu dingin loh" kata Jack kepada Lita agar Lita segera memakan makanan yang mereka pesan. Jack dan Lita menyantap nasi goreng yang mereka pesan sebelumnya.
"Lit enak juga ya nasi gorengnya"kata ucap Jack kepada Lita karena ia merasakan nasi goreng yang ia makan sangatlah lezat.
__ADS_1
Sementara Tuan Baskoro dari kejauhan terus saja memperhatikan interaksi antara Lita dengan Jack.
"Siapa laki-laki itu bagi Kayla? kok mereka deket banget? "gumam tuan Baskoro
Tetapi Tuan Baskoro membiarkan Lita dengan Jack makan bersama . Tuan Baskoro sengaja
tidak mengganggu Lita dan Jack yang sedang makan.
Setelah Lita dan Jack selesai makan mereka kembali ke ruang kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
"Lit entar kalau mau pulang kita bareng ya " pinta Jack kepada Lita.
"Nanti ngerepotin Kakak nggak"
"Nggak Kok santai aja kali"
"Ya udah deh kita pulang bareng"sambil berjalan menuju kelas mereka.
Sementara tuan Baskoro yang tadinya berada di ruang kantin. Tuan Baskoro menuju ke ruangan kepala sekolah.
"Selamat siang tuan Baskoro" Sapa kepala sekolah yang ada di sekolah Lita sambil memberi salam kepada tuan Baskoro.
"Ya Selamat siang juga Pak Burhan Bagaimana kabar Anda apakah Anda baik-baik saja"tanya Tuan Baskoro kepada Pak Burhan yang merupakan kepala sekolah di tempat sekolah Lita.
"Saya baik-baik saja Tuan"jawab Pak Burhan kepada tuan Baskoro sambil mempersilahkan Tuan Baskoro duduk di sopa yang ada di ruang Kepala sekolah.
"Terima kasih Pak Burhan "kata Tuan Baskoro sembari duduk di samping Pak Burhan.
"Ada apa Tuan Kok tumben tumben nya datang ke sekolah ini"
"Ada yang bisa saya bantu?"katak Pak Burhan kepada Tuan Baskoro karena Pak Burhan heran kedatangan Pak Baskoro tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
"Tidak Pak tidak ada!" Saya hanya memantau aja, karena saya sudah tidak pernah lagi kemari. Apalagi setelah Kejadian yang menimpa Putri saya satu-satunya. Saya tidak pernah lagi ke sekolah ini.
"Oh ya Pak Burhan ada mau saya tanyakan kepada bapak"kata tuan Baskoro kepada Pak Burhan
"Silahkan Pak Apa yang bapak mau tanya sama saya?"tanya Pak Burhan kepada Tuan Baskoro.
"Saya mau bertanya siapa sosok laki-laki Ini" kata Tuan Baskoro sambil memberikan foto yang ada di dalam ponsel Tuan Baskoro kepada Pak Burhan.
"Oh ini namanya Jack satu kelas sama Lita" dia orang yang pintar karena sudah beberapa kali memenangkan olimpiade dari sekolah ini. Dia juga mempunyai skill bola basket. Orangnya sangat pintar dan baik hati suka menolong orang lain. Jelas Pak Burhan kepada tuan Baskoro.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.jangan lupa like coment dan votenya ya 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya Morata yang kisah nyata.
__ADS_1
yuk kepoin Ceritanya di "kurelakan perawanku untuk dewa penolongku"