
Satu bulan sudah berlalu, Yunisa menjadi asisten pribadi Damar. Hal itu membuat waktu Yunisa sedikit tersita. Apalagi Yunisa sering bepergian keluar kota bahkan luar negri, mendampingi sang CEO untuk melakukan perjalanan bisnis.
Pagi yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya dan menyinari kamar seorang gadis cantik yang masuk dari sela sela jendela kamar kosnya.
"Hum m m...... " Yunisa menguap sembari bangun dari tidurnya. "sudah pagi rupanya." Gumamnya dalam hati. Yunisa tidak menyadari kalau ponselnya mati. "Aduh ternyata ponselku lowbat." gumam Yunisa dalam hati
Yunisa langsung mencharger ponselnya. Ia langsung berlari masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Didalam kamar mandi Yunisa sambil mendendangkan lagu favoritnya "Hantaran cinta"
Berakhir sudah impian cinta tinggal lah puing punginnya......
Impian cinta tak jadi nyata ......
Terkikis ombak menerpa..... Silahkan dilanjutkan ya readers
"Tin tin......."Suara klakson mobil sang bos terdengar. Tetapi Yunisa tidak kunjung keluar membuat sang pak bos kesal. "ini anak maunya apasih diklakson kok ngak keluar keluar ." Gumam Damar dalam hati. Yunisa yang belum menyadari kehadiran bosnya di teras rumah kosnya, bersantai ria memakai pakainya sembari sedikit berdandan.
Kemudian Yunisa mengaktifkan ponselnya, dilihatnya banyak pesan yang masuk dari bosnya "aduh gawat nih bisa kena omel satu bulan ini." gumam Yunisa karna melihat puluhan chat dari sang pak bos.
Buru buru Yunisa langsung keluar menemui Damar Vincent "selamat pagi pak......maaf saya telat."Sapa Yunisa sedikit gugup.
Tetapi Yunisa tidak menjawab dan hanya menatap Yunisa dengan tatapan datar sembari berjalan masuk kedalam mobil. Yunisa yang sadar akan kesalahannya, langsung mengekori Damar masuk kedalam mobil. Tetapi dirinya tidak duduk di depan atau disebelah Damar Vincent. Yunisa justru duduk di bangku penumpang membuat Damar semakin kesal.
"Kamu pikir saya ini sopir kamu hah......" kata Damar dengan nada yang tinggi. Sontak Yunisa kaget mendengar suara Damar yang membentaknya. Karna Yunisa tidak kunjung pindah duduk disebelahnya. Damar Vincent kembali membentak Yunisa "Apa kamu tuli? sampai kamu tidak mendengar kata kata saya hah...... " Bentak Damar. Yunisa langsung keluar dan duduk disebelah Damar Vincent.
Sebenarnya Yunisa sudah ingin menangis karna bentakan bosnya yang sudah dianggapnya gendeng. Tetapi Yunisa menahan air matanya sedari tadi. dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. Hening .....tidak ada yang bersuara hanya suara deru mesin mobil yang terdengar.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 50 menit mereka tiba di kantor. Maklum kota metropolitan macetnya tidak ketulungan padahal biasanya Yunisa hanya memakan waktu naik ojek online hanya memakan waktu 15 manit. Tetapi karna macet sehingga sampai memakan waktu sampai lima puluh menit.
__ADS_1
Mobil berhenti tepat di parkiran khusus petinggi perusahaan Yunisa keluar dengan tatapan kosong moodnya jadi down. Karna mendapat bentakan menjadi sarapan paginya. Disusul dengan Yunisa keluar dari kemudi mobil. Tiba tiba Yunisa dikejutkan dengan kedatangan seseorang
"Hai Yunisa ......apa kabar?"Sapa Jonathan sembari memberikan sahabatnya itu pelukan. karna Jhonatan sangat rindu kepada Yunisa. "loh Leo kok kamu bisa ada disini." Tanya Yunisa kepada Jhonatan karna dirinya heran melihat teman satu sekolah nya berada dikantor tempat Yunisa bekerja.
"Ia aku cari kamu lah Yun......" jawab Jhonatan
"Oh .....memangnya kamu tau dari mana aku Bekerja dikantor ini?" Tanya Yunisa
"Aku nanya sama ayah dan ibu kamu katanya kamu bekerja satu kantor dengan Lizah, Jadi aku chat deh kak Lizah ...."Jawab Jhonatan.
Melihat interaksi mereka berdua membuat Damar Vincent semakin di landa emosi. Dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja tanpa memberitahu kepada Yunisa.
Melihat bosnya sudah masuk duluan membuat Yunisa tiba tiba menghentikan pembicaraan mereka. "Oh ya Jho aku masih mau kerja nih takut bosku marah, soalnya sedari tadi mulutnya sudah ngomel ngomel karna aku telat bangun, Jadi kapan kapan aja lagi kita ketemuan ya Jho " kata Yunisa karna iantakut kalau Damar akan semakin marah kepadanya.
Tetapi ia juga merasa tidak enak hati meninggalkan Jhonatan begitu saja. " Oh ya Sudah ngak apa apa yang penting sudah aku tau dimana kamu bekerja, Eh tapi tunggu dulu aku minta nomor kontak kamu dong ..." pinta Jhonatan. "Oh ia sini ponsel kamu biar saya ketik. lalu Jhonatan memberikan ponselnya sembari menatap Yunisa dengan tatapan dalam.
"Ehum....m....." Sudah telat masih asik asik pacaran lagi" Suara bariton terdengar jelas ditelinga Yunisa . Tetapi Yunisa tidak menggubris. Yunisa langsung mengerjakan pekerjaan. Karna kalau dilawan nanti tetap saja dirinya tetap akan salah Dimata bosnya. Jadi lebih baik dirinya diam. Tetapi diamnya membuat Yunisa semakin emosi.
"loh ada apa denganku kok bisa bisanya aku emosi melihat Yunisa bersama laki laki itu."Gumam Damar dalam hati
"apa mungkin aku suka sama dia? ah tidak mungkin." gumam Damar. Tetapi rasa itu timbul lagi ketika melihat Yunisa meneteskan air mata karna sudah tidak tahan mendengar ocehan dan bentakan bosnya itu.
Melihat Yunisa menangis hati Damar bagai tersayat "maafkan saya "Tiba tiba kata kata itu keluar begitu saja dari mulut Damar Vincent. Pada hal selama ini pantang baginya meminta maaf kepada orang lain. Entah mengapa hatinya telah di porak porandakan gadis kecil itu. Padahal sudah empat tahun lamanya rasa itu tidak pernah ada lagi. Setelah penghianatan yang dilakukan Elina kepadanya.
Bahkan tidak sedikit wanita yang ingin dijodohkan nyonya Rita kepadanya. Tetapi tetap ia tolak. Padahal wanita wanita yang akan dijodohkan nyonya Rita, semuanya wanita yang berkelas dan mempunyai Karir yang bagus. tetapi hati Damar tetap tidak bisa menerima perjodohan yang dilakukan orang tuanya.
Tiba tiba Damar memberikan sapu
__ADS_1
tangan Kesayangannya kepada Yunisa untuk ngelap air matanya yang lolos begitu saja dipipinnya." Maafkan aku " kata kata itu kembali keluar dari mulut Damar Vincent. Tidak apa apa pak saya yang salah, seharusnya saya yang minta maaf karna sudah membuat bapak menunggu saya, memang tidak sepantasnya bos menunggu anak buahnya ini justru saya berbuat seperti itu.
Untuk itu saya minta maaf, soalnya tadi pagi saya bangun kesiangan. Mungkin karna tadi malam kurang tidur." Tutur Yunisa
"Memangnya kenapa kamu tidak bisa tidur tadi malam" tanya Damar
"Entahlah pak..... saya juga kurang tau mengapa saya tidak bisa tidur." jawab Yunisa.
" Oh ya udah lupakan tentang kata kata saya tadi Ya ....tolong jangan kamu ambil hati," Semua itu aku lakukan karena........"Tiba tiba Damar tidak melanjutkan kata katanya.
Karna dia sendiri juga tidak tau mengapa dia bisa seemosi itu kepada Yunisa. Entah perasaan seperti apa yang dimilikinya terhadap Yunisa "oh Yach habis ini apa agenda saya Yun?" Tanya Damar kepada Yunisa
"Hah ......h tumben dia bagus memanggil namaku ." gumam Yunisa dalam hati
"Yun......apa agenda saya hari ini?" di tanya kok bengong sih, memangnya apa yang kamu pikirkan? Kamu lagi mikirin cowok kamu tadi Yach?" "ayo ngak perlu malu malu deng yun." Kata cristopel untuk menghidupkan suasana
"Cowo yang mana?" Aku mana ada cowok pak.... pacaran aja tidak pernah, jangankan pacaran kepikiran kesana aja ngak pernah pak." kata Yunisa kepada Damar
"Terus yang tadi yang peluk peluk kamu di parkiran siapa?" Ayo....ngak bisa jawabkan......" kata Damar berniat menjahili Yunisa
"Oh itu Jhonatan, dia teman satu kelas aku sewaktu di kampung pak....."yang kebetulan kami dekat, Itu aja tidak lebih." Jawab Yunisa
"Bagus deh." gumam Damar dengan nada kecil tapi masih bisa didengar Yunisa .
"Bagus apanya pak?" tanya Yunisa
Oh tidak apa apa tidak perlu dipikirkan. Jawab Damar Vincent.
__ADS_1
hai redears yuk Dukung author Yach dengan cara like coment dan votenya ya agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.🙏🙏🙏🙏💓💓💓🙏🙏