
Sementara di Rumah utama milik tuan Baskoro,nyonya Rita mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan tuan Baskoro dan juga pak maringan karna sebelumnya tuan Baskoro sudah memberitahukan kepada istrinya kalau tuan Baskoro datang bersama pak Maringan. Tetapi tuan Baskoro tidak memberitahu sama sekali akan kedatangan Yunisa. Setelah ia rasa sudah cukup nyonya Rita bergegas mandi untuk menyambut kedatangan suaminya dari luar kota .
Sore harinya tuan Baskoro , Yunisa dan juga pak maringan tiba di rumah utama milik tuan Baskoro. Tanpak pak Wahyu membuka gerbang lebar lebar agar mobil yang ditumpangi tuan Baskoro , Yunisa dan juga pak Marina dapat leluasa masuk kehalaman rumah utama.
Mengetahui suaminya sudah tiba nyonya Rita langsung keluar dari kamarnya untuk menyambut kedatangan suaminya "Papi sudah sampai?Kata nyonya Rita sembari menyalami suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.
"Eh ada pak Maringan juga selamat sore pak.....sapa nyonya Rita kepada pak Maringan.
"Selamat sore juga nyonya sahut pak Maringan
Yunisa yang sedari tadi berdiri dibelakang pak Maringan terlihat tidak berani menatap nyonya Rita.
"Yunisa ....sapa nyonya Rita sembari memeluk Yunisa. Syukurlah kamu datang nak..... maafkan ibu Ya......sudah membuat kamu tersinggung waktu itu. Kata nyonya Rita. dan dibalas anggukan oleh Yunisa. Melihat di setiap sudut ruangan itu,tidak ada sosok pria yang ia rindukan.
Kemudian nyonya Rita memanggil bi Iyem ,agar bi iyem memanggil Damar dari kamarnya.Bi Iyem pun memanggil Damar "Tok......tok....tok"
"Tuan muda....nyonya memanggil tuan, katanya ada yang mau bertemu dengan tuan" kata bi Iyem kepada Damar.
Sudah beberapa kali bi Iyem mengetuk pintu kamar Damar dan memanggil manggil Damar tapi tidak ada jawaban sama sekali. Tetapi pintu kamarnya tidak terkunci membuat Bu Iyem bisa masuk "loh tuan ....kok nasinya belum dimakan?" Tanya bi iyem Karna sebelumnya bi iyem sudah menghantarkan makan siang buat Damar.Tetapi dirinya sama sekali tidak menyentuh makanan yang sudah dihidangkan bi iyem sebelumnya.
"Tuan muda....ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda." kata bi iyem
"Suruh pulang aja Bi" jawab Damar singkat. Lalu bi iyem turun membawa makanan yang belum disentuh oleh Damar sama sekali
"Maaf nyonya...... tuan muda tidak mau ketemu siapa siapa katanya" Terang bi iyem memberitahu apa pesan tuan mudanya.
Mendengar penuturan bi Iyem Yunisa meminta ijin kepada nyonya Rita untuk menemui Damar di kamarnya "Maaf nyonya apa boleh saya bertemu langsung dengan pak Damar?" tanya yunisa kepada nyonya Rita.
" Oh ya sudah tolong kamu bujuk Damar ya nak.....pergilah temui dia." pinta nyonya Rita. Setelah mendapatkan ijin dari nyonya Rita, Yunisa langsung pergi kekamar Damar.Dengan ragu ragu, Yunisa mengetuk pintu kamar Damar. Tetapi tidak ada sahutan dari dalam sehingga Yunisa memutuskan masuk kedalam kamar. Tanpa ijin dari pemilik kamar yang kebetulan tidak dikunci.
Yunisa melihat Damar duduk sambil memandangi ponselnya dan mengotak Atik beberapa file yang ada disana.
"Mas ........panggil Yunisa dan lansung memeluk Damar dari belakang sambil menangis sesenggukan .
Mendengar suara dan panggilan dengan sebutan Mas, Damar lansung membalikkan badannya dan langsung membalas pelukan Yunisa"
"Sayang.........kenapa kamu meninggalkan Mas selama ini? kamu dari mana sayang......mengapa kamu tega meninggalkan Mas sayang? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Damar kepada Yunisa.
" jangan tinggalkan aku lagi sayang.......kalau kamu meninggalkan ku lebih baik aku mati saja kata Damar.
"Maafkan aku Mas...... sebenarnya aku tidak berniat untuk meninggalkan mu, Tetapi keadaan yang membuat kita harus terpisah untuk sementara waktu. jawab Yunisa. Damar mencium kening dan pipi Yunisa berulang kali. Dan beberapa kali cristopel mengecup bibir manis Yunisa.
__ADS_1
"Mas.... jangan gini lagi dong kalau kamu kegini aku sangat kwatir mas......" kata Yunisa
ia kalau kamu ada di sisi mas, mas tak akan begini sayang....... hidupku rasanya Tidak ada artinya kalau kamu tidak ada di sisi mas" Kata Damar.
"Sayang mas merindukanmu." kata Damar
"Aku juga merindukanmu mas...."
Yunisa dan Damar sama sama mengungkapkan isi hatinya masing masing
Sementara ditempat lain tuan Baskoro dan nyonya Rita berbincang bincang dengan pak Maringan. Tiba tiba ponsel milik pak Maringan berdering ia melihat panggilan dari istri tercintanya. Karna sudah mendapat telepon dari istrinya pak Maringan pun pamit untuk menemui istrinya yang berada di sebuah mall.
"Maaf tuan Baskoro nyonya ..... saya harus pamit pulang. Soalnya istri saya sudah menghubungi saya. dan sampaikan saja salam ku sama Damar dan Yunisa. Kalau saya pamit sama mereka ,takutnya saya mengganggu." kata pak Maringan.
Pak Maringan, berlalu dan pergi tanpa pamit kepada Yunisa dan juga Damar.
"Pi.......mudah mudahan kedatangan Yunisa berpengaruh baik kepada anak kita Ya......mami sudah lama tidak mendengar suara dan melihat senyuman nya. Hati mami sangat sakit melihat anak kita seperti ini. kata nyonya Rita kepada suaminya.
"Trimakasih sudah membawa Yunisa kerumah ini. Mami rasa anak kita sangat mencintai Yunisa Pi.....
"Ia mi.......papi tau itu anak kita sangat mencintai Yunisa makanya selama ini papi melarang mami untuk menjodoh jodohkan anak kita bersama anak anak teman mami. Biarkan anak kita memilih pasangan hidupnya sendiri lagian anak kita sudah dewasa mi." Kata tuan Baskoro.
"Mi....... semua jodoh, rezeki, umur hanya Tuhan yang tau. Kita hanya berincana tapi kehendak Tuhan lah yang terjadi. Jadi papi mohon stop berpikir ejekan dan pertanyaan pertanyaan teman teman mami." kata Tuan Baskoro
"Ia Pi maafkan mami." jawab nyonya Rita
"Jangan meminta maaf kepada papi mi, tapi meminta maaf lah kepada Yunisa dan juga Damar." Kata tuan Baskoro agar istrinya juga meminta maaf kepada Yunisa dan juga Damar.
"Baik Pi" sahut nyonya Rita.
Malampun tiba Yunisa mengajak Damar turun kebawah dan menemui nyonya Rita dan juga tuan Baskoro. " Mas kita turun Ya sekalian makam malam,perutku sudah lapar nih " kata Yunisa sembari memegang perutnya yang berpura pura lapar. Agar kekasihnya mau turun dan menemui kedua orangtuanya.
Karna sudah lama mereka tidak ada komunikasi lagi sejak kecelakaan yang menimpanya apalagi setelah Yunisa meninggalkannya
"Ya sudah kita turun sayang ....Mas tidak mau kalau kamu sakit." jawab Damar akhirnya Yunisa dan juga Damar turun kebawah menemui nyonya Rita dan tuan Baskoro.
Di ruang makan yang mewah dan luas, tanpak nyonya Rita dan tuan Baskoro sudah duduk disana menunggu mereka turun.
"Nak yuk kita makan kata nyonya Rita mengajak putranya agar ikut duduk dan makan bersama mereka. unisa duduk disini sayang kita makan bareng ajak nyonya Rita
"Ia nyonya " sahut Yunisa singkat
__ADS_1
Loh kok masih panggil nyonya sih, Panggil mami aja seperti Damar memanggil mami. Kan sebentar lagi kamu akan menjadi putri menantu mami." kata nyonya Rita. Mendengar kata kata maminya Damar mengembangkan senyumnya.
"Sayang kapan kamu resmi melamar nak Yunisa? mami sudah ngak sabar nih" kata nyonya Rita kepada putranya.
"Secepatnya mi......" jawab Damar singkat.
Mendengar anaknya menjawabnya. Hati nyonya Rita menghangat dan senangnya bukan kepalang. Apalagi akhir akhir ini Damar tidak pernah berkomunikasi kepada nyonya Rita.
"Ia nak tidak perlu di lama lamain keburu di ambil orang." kata tuan Baskoro untuk mencandai putra nya.
"Mami minta maaf sama kalian karna sudah memaksakan kehendak mami, mudah mudahan kalian memaafkan mami"kata nyonya Rita.
"Seharusnya Yunisa yang harus minta maaf sama mami dan papi gara gara Yunisa, papi jadi repot repot mencari Yunisa, tidak seharusnya saya pergi begitu saja meninggalkan Mas Damar. Untuk itu "Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada mami dan papi Khususnya buat Mas Damar." kata Yunisa.
Meminta maaf kepada keluarga tuan Baskoro "Sayang......sebelum kamu meminta maaf, Mas sudah lebih dulu memaafkan kamu sayang. tapi kamu harus janji untuk tidak meninggalkan Abang lagi. Damar
Makan malampun telah usai, Yunisa membantu bi iyem untuk membersihkan bekas makan mereka "Non biar bibi saja sebaiknya non istirahat." pinta Bi Iyem kepada Yunisa karna merasa segan melihat Yunisa menyuci piring "Baik tenan calonnya tuan muda,tidak sombong ,sopan ramah lagi tidak seperti mantan tuan muda dulu"gumam binitem dalam hati.
Di dapur Yunisa dan bi Iyem bercanda gurau sambil bercerita tentang kebiasaan tuan mudanya dan juga makanan kesukaannya."Trimakasih banyak ya bi sudah mau berteman denganku." kata Yunisa
"Is......si non tidak perlu berterimakasih sama bibi, seharusnya bibi yang berterima kasih sama non, karna non sudah mau berteman sama bibi.
Tidak seperti itu tuh mantan tuan muda yang sok cantik dan sok kaya. Selalu sesukanya tidak pernah mikirin perasaan tuan. sudah itu sewaktu tuan muda dan mantanya itu ingin menikah,eh si perempuan gila harta itu justru pergi ninggalin tuan muda, Itulah yang menyebabkan tuan muda dingin terhadap wanita.Padahal dulu tuan muda selalu menuruti permintaan Ewina mantan kekasih tuan muda.Terang bi iyem panjang lebar
"Ternyata kisah percintaan bang Damar sedih juga ya bi." kata Yunisa kepada Bu Iyem.
"Ia non bibi berharap non yang bisa memulihkan luka hati tuan muda."
"Eheem......" suara deheman terdengar dari arah belakang "Eh tuan muda ada yang bisa bibi bantu?
"Tidak ada bi, Cuman sedari tadi saya sudah menunggu pujaan hatiku di depan, eh ternyata malah asyik ngobrol sama bibi "lagi ngomongin apa sayang?
Pasti lagi ngomongin mas Ya? kata Damar sambil mengebangkan senyumnya.
"Ngak loh Mas.... ini kita lagi ngomongin masalah perempuan. Sahut Yunisa.
Bersambung............
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih.💓💓💓🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa mampir kekaryaku juga, ceritanya ngak kalah seru loh." Ranjang panas om duda"
__ADS_1