
Beberapa Minggu kemudian setelah pendaftaran yang dilakukan oleh Yunisa, hari ini hari pertama Yunisa duduk dibangku kuliah khusus karyawan. "Hum mudah mudahan semuanya berjalan dengan lancar dan jam kerjaku dan kuliahku tidak bentrok "Gumam Yunisa dalam hati.
Hari ini kuliah Yunisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
Keesokan harinya, Yunisa Bangun dari tidurnya. Dan seperti biasa setelah membereskan tempat tidurnya, Yunisa langsung masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi. Beberapa menit kemudian, setelah selesai mandi Yunisa memakai pakaian yang biasa ia pakai kerja,tetapi untuk hari ini Yunisa membawa baju ganti, untuk ia pakai hendak pergi ke kampus.
Sesudah dirinya merasa rapi, Yunisa langsung keluar dan mengunci kamar kosnya. Niatnya untuk memesan ojek online tetapi tiba tiba Ardi datang menghampirinya.
"Mau berangkat kerja ya dek?" tanya Ardi
"Ia bang." sahut Yunisa
"Oh ayo Abang antar Ya supaya kamu tidak terlambat kerja." kata Ardi kepada Yunisa
"He ....he...aku jadi ngak enak bang terlalu banyak repotin Abang." sahut Yunisa sambil nyengir
"Sudah tidak apa apa yuk naik ....." ajak Ardi
Akhirnya Yunisa naik ke Motor ninja milik Ardi. Setelah beberapa menit kemudian, mereka tiba di kantor Baskoro group. Yunisa turun dan berpamitan kepada Ardi.
"trimakasih bang....udah ngantarin aku." kata Yunisa kepada Ardi sambil mengebangkan senyumnya.
"Sama sama dek ..oh ya sudah kalau gitu Abang pamit pulang Ya." kata Ardi kepada Yunisa.
Sepeninggalan Ardi, Yunisa juga langsung bergegas masuk lift khusus karyawan.Sementaa Damar yang sudah merasa curiga akan kedekatan Yunisa dengan Damar semakin uring uringan. Damar mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
Ia menelpon seseorang "Tolong kamu cari tahu apa yang dilakukan Yunisa. Mulai hari ini ikutin dia kemana aja paham.." kata Damar dalam sambungan telepon selulernya. Hanya itu yang diucapkan Damar kepada seseorang yang ia hubungi.
"Entah Mengapa sepertinya aku sudah benar benar mencintai gadis kecil itu, ia membuat aku sudah seperti orang gila." Gimamnya.
"Ya ampun Tuhan kalau memang dia jodohku dekatkanlah aku kepadanya tetapi kalau dia bukan jodohku,jauhkanlah dirinya dari hatiku." Damar berdoa dalam hati.
Sementara Yunisa yang baru tiba diruang kerjanya langsung duduk di kursi yang biasa ia tempati. Yunisa melihat agenda hari ini. Yunisa mengetuk pintu ruangan CEO
"Tok.... tok... tok."
"Masuk...." sahut Damar tanpa menoleh kearah pintu. Damar hanya asik memperhatikan ponsel yang ada ditangannya.
Yunisa langsung masuk
"Selamat pagi pak....."sapa yunisa. Sontak Damar langsung mendongakkan kepalanya dan melihat kearah Yunisa
__ADS_1
"Oh kamu Yun ....duduk." kata Damar
"Oh ia pak saya kemari hanya ingin memberitahu kalau jam 10 pagi ini bapak ada jadwal meeting dengan client kita yang dari Filipina. kata Yunisa memberitahu kalau Damar ada meeting bersama client Baskoro group yang berasal dari negara Filipina.
"Oh ...tolong siapkan segala sesuatu yang saya perlukan dan kamu juga ikut saya. kata Damar Vincent memberitahu kalau Yunisa harus ikut meeting bersama client yang berasal dari Filipina.
"Oh ia meeting nya diadakan Dimana Yun?"
"Di hotel Grand Mercuri pak. sahut Yunisa
"Oh Ya bahan bahan meeting sudah kamu siapkan belum? tanya Damar kepada Yunisa
"Sudah pak....kalau boleh tolong bapak periksa lagi. Siapa tau ada yang kurang sahut Yunisa sambil memberikan bahan bahan meeting yang sudah ia persiapkan.
Damar Vincent memeriksa berkas yang diberikan Yunisa kepadanya. "Ok good" semuanya sudah okey." kata Damar sembari mengembangkan senyumnya kepada Yunisa.
"Waduh kalau lagi senyum gini ganteng bangat..." Gumamnya dalam hati.
"Waduh jantungku jadi dag-dig-dug berdekatan sama pak bos aduh gimana ini? hayo Yunisa kamu sadar siapa dirimu dan siapa pak Damar......jangan sampai kamu jatuh cinta kepadanya. Karna bakalan sakit nantinya kalian bagai langit dan bumi tidak mungkin bisa ....hayo sadar kamu. Batin Yunisa menggerutu dalam hati.
Tepat jam 9.30 Yunisa dan Damar keluar dari kantor menuju hotel grand Mercuri. Tempat mereka, mengadakan meeting bersama client dari luar negeri yaitu Filipina. Setelah sampai disana, Yunisa mengarahkan bosnya ke salah satu resto food court yang ada di hotel itu. karna menurut perjanjian mereka dengan client meeting diadakan direstoran itu.Ternyata client yang mereka akan temui sudah lebih dulu tiba disana.
"Selamat pagi pak silahkan duduk." kata client yang berasal dari Filipina yang kebetulan bernama Jansen.
Lalu mereka bertiga duduk setelah memesan minuman, merekapun langsung masuk ke inti pertemuan mereka hingga tak terasa dua jam sudah berlalu.
Setelah mereka sepakat untuk saling bekerjasama, Jansen pamit undur diri untuk menghampiri istri kesayangannya. Sepanjang mereka mengadakan rapat, Jansen selalu memuji muji istrinya. Hal itu membuat hati Damar seperti tersayat. Karna di umurnya yang sudah menginjak ke 35. Damar belum juga menikah. Apalagi setelah pernikahannya gagal bersama Elina membuat dirinya menutup hati terhadap wanita.
"Ya ampun Tuhan andai saja aku bisa seperti dia memiliki istri yang baik dan juga muda. Gumam Damar dalam hati.
Sepeninggalan Jansen, Damar mengajak Yunisa kesuatu tempat "kita mau kemana pak?tanya Yunisa.
Ada deh...... jawab Damar membuat Yunisa jadi penasaran.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka tiba ditempat yang dituju yaitu sebuah danau kecil yang ada ditengah tengah kota.
"Mobil yang mereka tumpangi berhenti lalu mereka berdua turun "Wah .....cantik bangat pak...." kata Yunisa sambil tersenyum
"Ia cantik..... seperti kamu." kata Damar tiba tiba. Membuat wajah Yunisa memerah bagai kepiting rebus.
"Bapak sering kemari Ya? tanya Yunisa
__ADS_1
Yun.....boleh ngak kalau lagi di luar kantor atau kita lagi berdua tidak memanggil saya bapak?
Apa aku memang sudah kelihatan tua bangat Ya? Tanya Damar untuk memastikan apa jawaban Yunisa.
"He... he... he jadi saya harus manggil apa dong? Secara bapak atasan saya. Kan ngak etis kalau saya panggil nama, apalagi umur saya sama bapak beda jauh
Tapi bukan berarti bapak kelihatan tua sih ,justru kalau Orang-orang melihat, yang tidak mengenal bapak, justru mereka pasti menilai kalau umur bapak paling sekitar 25 an gitu deh. Apalagi bapak kan orangnya tampan, keren, tajir melintir lagi." kata Yunisa sambil nyengir.
"Ah kamu bisa aja Yun....ternyata kamu asik juga Ya diajak ngobrol, aku kira selama ini kamu orangnya cuek ternyata tidak." kata Damar Vincent berterus terang karna dirinya sangat nyaman kalau dekat sama Yunisa."Tapi tolong dong panggilan kamu itu ke aku dirubah dong.." Kata Damar
"Hah...jadi saya harus panggil apa dong pak?
" Ih....panggil pak lagi. Kan aku sudah larang kamu kalau lagi diluar kantor jangan panggil saya dengan sebutan itu apalagi kalau lagi berdua gini ngak enak tau dengarnya." Gerutu Damar
"It,s okey pak ....gimana kalau saya panggil bapak itu dengan sebutan kakak aja, kan lebih enak, seperti adik kakak gitu." kata Yunisa
"Ah ngak ah aku ngak mau jadi kakak kamu. Aku mau kamu panggil Aku Abang aja seperti kamu memanggil itu tuh yang sering ngantarin kamu kerja." kata Damar sambil tersenyum
"Oh bang Ardi?"
"Nah itu kamu panggil Abang kenapa aku tidak kamu panggil aku seperti itu? Kamu pacaran Ya sama dia? Tanya Damar mulai kepo.
Ya enggak lah pak....orang dia cuman bantu ngantar aku doang kok biar jangan telat. Jawab Yunisa
"Tetapi sepertinya dia cinta deh sama kamu Yun....." kata Damar kepada Yunisa.
"Ah bapak ada ada saja mana mungkin dia suka samaku, begitu banyak ladies ladies yang lebih cantik dan modis diluaran sana, yang mau ia pacari.Tidak seperti aku yang kampungan dan jadul he.. he... he" kata Yunisa nyengir.
"Lagian mana ada laki laki yang mau sama perempuan seperti aku yang makannya aja belepotan seperti yang bapak bilang. kata Yunisa kembali nyengir sambil melihat kearah Damar Vincent.
"Kamu sedari tadi sudah saya larang memanggil saya dengan sebutan bapak, tapi kamu tetap memanggil saya seperti itu. Kata Damar sambil melototkan matanya kearah Yunisa.
"Oh maaf Abang ku sayang.....jawab Yunisa membuat hati Damar Vincent senangnya tidak ketulungan.
"Apa kamu bilang? coba sekali lagi aku mau dengar yang kata katamu terakhir tadi,
"Apa abang ku sayang....."
"Nah panggilan itu yang aku tunggu tunggu dari kamu adekku sayang....." Kata Damar Vincent sambil mengebangkan senyumnya.
hai hai redears yang baik dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.Trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓🙏🙏🙏🙏
__ADS_1