My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Damar Vincent kecelakaan


__ADS_3

Di kota Medan Yunisa pergi ke pasar tradisional tempat ayahnya biasa mencari nafkah. Yunisa membersihkan toko sembako milik ayahnya ditemani oleh Bu Rahma. Disana masih banyak barang jualan yang masih tersisa sepeninggalan pak Robert. perlahan Yunisa merapikan sisa jualan ayahnya agar dapat dijual kembali.


Setelah selesai membersihkan dan menata jualannya, pembeli sudah mulai berdatangan ke kios milik pak Robert. Tampak beberapa pelanggan pak Robert memesan beberapa sembako. Yunisa yang sudah biasa membantu ayahnya berjualan. Ia sudah tidak canggung lagi. Yunisa melayani pelanggan dengan ramah. Apalagi beberapa pelanggan sudah banyak yang mengenal dirinya.


Ditempat lain nyonya Rita ingin pergi ke sebuah mall yang cukup besar di kota Medan, tetapi bi Ijah yang sudah memeriksa bahan bahan makanan yang ada di kulkas sudah banyak yang habis. Sehingga bi Ijah Mengusulkan agar majikannya mengijinkannya berbelanja kepasar tradisional. Selain harganya terjangkau,bahan makanan seperti sayur dan rempah rempahnya lainnya lebih segar.Apalagi sayuran yang dijual disana langsung dari daerah pegunungan.


"Kalau bibi mau belanja ke sana saya ikut saja Bi ....".kata nyonya Rita karna ingin tahu bagaimana sebenarnya pasar tradisional yang ada dimedan.


Akhirnya bi ijah setuju kalau majikannya ikut berbelanja ke pasar tradisional.


Bi Ijah dan nyonya Rita pun tiba dipasar tradisional. Ia melihat sayuran yang dijual disana segar segar


"Wah bi.... ternyata yang bibi bilang benar" kata nyonya Rita. Karna keasikan memilih milih sayur sayuran dan buah buahan. Sehingga nyonya Rita tidak memperhatikan ada sebuah motor melaju dengan kencang dan hampir menabrak nyonya Rita.


Tiba tiba Yunisa refleks menarik tangan nyonya Rita dan Meraka pun hampir terjatuh "Hati hati nyonya kata Yunisa mengingatkan nyonya Rita


"Trimakasih ......" kata nyonya Rita


"Sama sama nyonya, lain kali lebih hati hati apalagi ini dipasar tradisional banyak kenderaan yang lalu lalang" kata Yunisa


Yunisa berlalu dan kembali masuk kedalam kios miliknya.


"Maaf nak sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kata nyonya Rita.


"Sama sama nyonya lagian itu sudah kewajiban saya untuk menolong sesama. jangankan nyonya kalau seandainya orang lain yang mengalaminya sudah pasti akan saya tolong semampu saya." Sahut Yunisa dan berpamitan kepada nyonya Rita dan berlalu masuk kedalam kios milik ayahnya.


"Cantik "kata kata itu lolos begitu saja dari mulut nyonya Rita. Setelah selesai berbelanja nyonya Rita dan bi Ijah berniat untuk pulang, tetapi sebelum mereka pulang, Terlebih dahulu mereka singgah di kios sembako milik Yunisa tetapi Yunisa tidak ada disana karna pergi menghantar pesanan pelanggannya.


"Cari apa Bu? Tanya Bu Rahma


"Maaf Bu saya mau cari seseorang,sahut nyonya Rita "Cari siapa ya Bu? Bu Rahma kemabali bertanya. Seorang wanita cantik rambut lurus dan panjang sepertinya dia tadi masuk kesini Bu." Jelas nyonya Rita


Oh mungkin yang ibu maksud anak saya Yunisa. Tetapi maaf Bu.....Yunisanya lagi pergi mengantar pesanan pelanggan .jawab Bu Rahma.


Nyonya Rahma dan bi Ijah berpamitan keluar dari kios milik keluarga Yunisa


Di dalam perjalanan nyonya Rita tetap kepikiran tentang kejadian yang menimpa dirinya


"kalau tidak ada anak gadis itu entah apa yang sudah terjadi padaku." Gumamnya dalam hati.


Setelah sampai di Rumah milik keluarga tuan Baskoro, nyonya Rita dan bi Ijah turun dari mobil. Kemudian bi ijah menyusun barang belanjaan yang mereka belanjakan di pasar tradisional.


Nyonya Ritapun menceritakan kejadian yang di alaminya dipasar tradisional kepada tuan Baskoro.


Pi.......mami ingin mengenal wanita itu lebih jauh, orangnya cantik ,baik dan sopan mami berhutang nyawa sama gadis itu pi. Mami ingin jodohin gadis itu dengan anak kita."


"Mami ada ada saja kan anak kita sudah punya pilihan sendiri mi..... jadi tolong deh stop untuk berniat menjodohkan anak kita kasihan Damar mi." kata tuan Baskoro untuk mengingatkan agar nyonya Rita tidak menjodoh-jodohkan anaknya lagi kepada wanita pilihannya.


Sementara ditempat lain Yunisa sedikit gelisah karna Damar belum menghubungi dirinya.

__ADS_1


"kok mas Damar belum menghubungi aku ya?" gumam Yunisa dalam hati.


Akhirnya Yunisa menghubungi Damar tetapi ponsel milik Damar tidak aktif membuat Yunisa semakin gelisah.


Tiba tiba ponselnya berdering panggilan dari nomor Damar. Tetapi suara dari sebrang tidak suara Damar, melainkan suara seorang polisi yang menghubunginya


"selamat sore mbak .....apa mbak mengenal pemilik ponsel ini? tanya salah satu personel kepolisian yang bertugas menangani Laka lantas yang menimpa Damar.


"Ya saya tunangannya pak ...kok ponsel tunangan saya ada sama anda?" Tanya yunisa


"Pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di jalan xx sekarang korban berada dirumah sakit C. Jadi kami harap anda segara datang ,kata seseorang yang ada diseberang. Mendengar Damar kecelakaan Yunisa menangis histeris membuat Bu Rahma terkejut mendengar suara tangisan dari putrinya.


"Ada apa sayang kok kamu tiba tiba menangis?"


"Mama ......mas Damar mama....


"Ia kenapa dengan nak Damar nak?" tanya ibu Rahma." Mas Damar kecelakaan mama...... sekarang dia ada dirumah sakit C Hua..... hua... Hua ....Hua." tangis Yunisa semakin histeris.


"Kamu yang sabar ya nak, kamu harus tenang lebih baik kamu berdoa agar nak Damar tidak kenapa kenapa. lebih baik kamu siap siap agar kita melihat kondisi nak Damar ke rumah sakit." kata Bu Rahma


Yunisa dan Bu Rahma buru buru Menutup kios sembako milik mereka. Dan langsung pergi menuju rumah sakit tempat Damar dirawat. PP


Sebelumya Damar berangkat dari Jakarta menuju Medan sekitar jam 15.00. Setelah sampai di bandara Kualanamu Damar langsung menuju Rumah milik tuan Baskoro dengan menggunakan taksi online yang ia pesan tetapi naas sebelum tiba di rumah milik tuan Baskoro, Damar mengalami kecelakaan.


Taksi online yang ia tumpangi disenggol sebuah truk yang mengendarai dengan ugal ugalan. Sehingga taksi yang ia tumpangi kehilangan keseimbangan. Dan menabrak tiang reklame yang ada di trotoar.orang orang yang berada disana lansung menolong korban dan melarikan kerumah sakit .


"Oh korban ada di ruang UGD mbak apa mbak keluarga nya? Tanya suster yang bertugas sore itu.


"Saya tunangannya sus .....jawab Yunisa dan lansung berlari menuju ruang UGD .Dilihatnya Damar masih ditangani tim dokter dan suster. "Mas...." Panggil Yunisa sambil menangis


"Mas ......kamu harus bertahan sayang.....jerit Yunisa. "Maaf mbak lebih baik anda tenang dulu agar kami dapat menagani korban dengan tenang." pinta suster dan dokter yang menangani Damar.


"Dok...... denyut jantung pasien semakin melemah korban banyak mengeluarkan darah sepertinya butuh donor darah tapi golongan darah pasien lagi kosong. Dan di PMI juga lagi kosong dok." Kata suster yang ikut menangani Damar.


Mendengar penuturan suster sontak Yunisa langsung berkata " Ambil darahku dok....sus ...yang penting dia selamat." kata Yunisa. "Maaf mbak tapi kita harus periksa dulu apa golongan darah mbak cocok kepada pasien atau tidak." "Ya sudah sus..... tolong periksa darah saya siapa tau cocok." kata Yunisa sembari terisak karna tidak sanggup melihat kondisi Damar.


Tiba tiba Bu Rahma datang menghampiri dokter dan Yunisa "Ambil darah saya dok golongan darah saya sama korban "kata Bu Rahma. Mendengar keputusan Bu Rahma Yunisa sangat terkejut "Mama......"


"Sudah nak .....tidak apa apa golongan darah mama sama dengan Damar, kan lumayan satu kantong untuk membantu nak Damar. Kata Bu Rahma kepada Yunisa.


Yunisa tidak tega melihat mamanya harus berkorban pada orang yang ia cintai.Tetapi dirinya juga tidak sanggup kalau sampai kehilangan Damar karna kekurangan darah tanpa berbuat apa apa.


Akhirnya Bu Rahma pun mendonorkan darahnya buat Damar.


Setelah beberapa jam kemudian denyut jantung Damar mulai normal tetapi masih belum sadarkan diri. Tetapi ia sudah dipindahkan keruang rawat. Tiba tiba suster datang menghampiri Yunisa


"Maaf mbak apa keluarga korban sudah datang? kami butuh tanda tangan orang tua korban agar dapat memproses kecelakaan yang menimpa korban. Terang suster.


Hal itu yang membuat Yunisa sedikit bingung dia harus menghubungi orang tua Damar, tetapi dirinya tidak ada kontak orang tua Damar tiba tiba tiba ia teringat kepada Josua "Josua pasti memiliki kontak orangtua Damar."gumamnya dan langsung menghubungi Josua.

__ADS_1


Setelah sambungan teleponnya tersambung, Yunisa menceritakan kejadian yang menipa Damar yang membuat Josua sangat terkejut setelah mendengarkan penuturan Yunisa, Josua langsung menghubungi orangtua Damar.


Ditempat lain nyonya Rita dan Tuan Baskoro menangis sejadi jadinya mendengar putra semata wayangnya mengalami kecelakaan. "Pi........ anak kita Pi......jerit nyonya Rita dan tuan Baskoro memerintahkan pak wahyu agar meyiapkan mobil untuk berangkat ke rumah sakit "pak Wahyu siapkan mobil sekarang juga kita berangkat kerumah sakit anak saya mengalami kecelakaan " kata Tuan Baskoro


"Baik tuan....."


Setelah mempersiapkan segala sesuatunya merekapun berangkat menuju rumah sakit tempat Damar dirawat. Beberapa menit kemudian, Tuan Baskoro dan nyonya Rita tiba di rumah sakit C "Sus......pasien yang mengalami kecelakaan atas nama Damar dirawat dimana ya sus? Tanya tuan Baskoro.


Lalu suster yang bertugas saat itu memberitahu ruang rawat Damar. Disana Bu Rahma sudah tertidur disofa .Sementara Yunisa masih setia menemani dan menunggu Damar sadar.


"Mas bangun dong......aku kangen dengar suaramu sayang.......kata Yunisa lirih. Sambil mengelus tangan dan wajah Damar yang terpasang dengan jarum infus dan slang oksigen.


Tiba tiba nyonya Rita dan tuan Baskoro membuka pintu, diikuti sama dokter yang menangani Damar sebelumya .Nyonya Rita lansung berlari menghampiri Damar dan menangis sesenggukan tanpa memperhatikan orang yang berada diruangan itu.Tuan Baskoro yang sudah mengenal sosok Yunisa hanya diam dan kembali melihat anaknya yang belum sadarkan diri ."Maaf nyonya lebih baik anda tenang dulu agar kami dapat memeriksa pasien" kata dokter


Lalu nyonya Rita memundurkan tubuhnya agar dokter dapat memeriksa keadaan anaknya. "Sudah mulai stabil untung pertolongannya tidak terlambat dan darah yang dibutuhkan langsung ada." kata dokter dan suster.


Melihat kedatangan orangtua Damar, Yunisa hanya menunduk dan tak mampu berkata apa apa. " loh ini ibu nya kok tidur disitu mbak?seharusnya ibu ini harus istirahat total. Karna darahnya sudah banyak diambil untuk menyelamatkan korban." kata suster.


Mendengar penuturan suster nyonya Rita mendongakkan kepalanya untuk melihat sosok yang sudah mendonorkan darahnya kepada putranya. "Kamu......." nyonya Rita terkejut melihat sosok gadis yang menolongnya waktu dipasar.


"Nyonya......Yunisa dan nyonya Rita sama sama terkejut. Mereka bisa bertemu lagi


"loh kok kamu bisa ada disini? Tanya nyonya Rita tetapi Yunisa tidak langsung menjawab.


"Maaf nyonya..... mbak ini yang sudah menolong korban dan itu ibunya yang sudah mendonorkan darahnya kepada korban." Kata suster. Mendengar penuturan suster bahwa Yunisa dan ibunya yang menolong Damar, nyonya Rita dan tuan Baskoro sangat terkejut. "Bagaimana bisa kebetulan Yunisa yang sama sama menolong nyonya Selena dan juga Damar.


Tiba tiba Damar mulai sadar dan memanggil manggil nama Yunisa


"Yunisa ..... sayang......


"Yunisa ........sayang .....gumam Damar dengan mata masih tertutup kemudian, Yunisa berlari menghampiri cristopel dan memegang tanganya.


" Mas.....sayang....."


Ini aku bangunlah, kamu ngak kangen dengar celotehan ku ayo bangun Mas ... aku menghawatirkan mu. Semua kami yang disini menghawatirkan mu." kata Yunisa sembari memegang tangan Damar. Perlahan mata Damar sudah mulai terbuka pandanganya langsung menangkap sosok wanita yang sangat ia cintai.


"Sayang aku masih hidup kan? Aku lagi dimana ? tanya Damar kepada Yunisa


"Kamu ada dirumah sakit mas....


"Kamu harus cepat sembuh ya sayang...."


Kata Yunisa dibalas senyuman dari Damar sementara nyonya Rita dan tuan Baskoro yang menyaksikan kedekatan antara Yunisa dengan Damar mengisahkan tanda tanya.


bersambung .......


dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.trimakasih dan mampir juga ke karyaku ceritanya ngak kalah seru loh 💓💓💓🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2