
Pagi yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya. Lita terbangun dari tidurnya. "Huyaemmm" Lita bergeliat, ia melihat jam yang ada dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Ya ampun sudah jam delapan ternyata!" semua ini gara gara drakor itu." ucap Lita merutuki dirinya telah menyesal menonton drama Korea sampai larut malam.
Ia bangkit dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia takut kalau Jack nanti terlalu lama menunggunya.
"Ah lebih baik aku sekarang mandi, nanti keburu ka Jack datang menjemputmu." gumam Lita dalam hati sambil berjalan kekamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Lita langsung memakai pakaian yang biasa ia pakai ke kampus.
Setelah Lita melihat pantulan tubuh dan wajahnya di cermin yang ada dikamarnya, ia memoles sedikit bedak dan lipstik yang tipis di bibirnya membuat kecantikan lita semakin mempesona, dipandang setiap kaum. lita keluar dari kamarnya menuju ruang makan berniat untuk sarapan.
"Masih ingat bangun dek?" tanya Damar berniat menjahili adiknya.
"Kakak ada ada saja!" ngak lihat apa lita sudah rapi dan cantik seperti ini?" ngak seperti kakak sudah tua tapi tingkah seperti bocah manja aja sama kak Yunisa.
"Manja sama istri kakak kan tidak apa apa!" ucap Damar sambil menjulurkan lidahnya membuat Lita semakin kesal.
"Ka Yun!" kakak gimana sih hadapin suami kakak yang tingkah seperti bocah ini?" ucap Lita sambil cengengesan.
"Husss!" kalian ini, kalau sarapan sarapan dulu dong!" ucap nyonya Rita karna melihat tingkah kedua anaknya sudah seperti kucing dan tikus.
"Ini nih mam!" ka Damar terus saja jahil sama Lita." ucap Lita mengadu sama maminya.
"Kamu ini terus saja seperti anak kecil!" ingat tuh umur sebentar lagi sudah ubanan." ucap nyonya Rita menyalahkan Damar.
"Sayang belain aku dong masa mereka terus nyalahin mas!" ucap Damar meminta pembelaan dari istrinya Yunisa.
"Mas sendiri yang cari gara gara." ucap Yunisa membuat Damar memanyunkan bibirnya.
Yunisa yang tidak tega melihat suaminya terpojok langsung mengecup bibir ranum suaminya dihadapan Lita dan juga nyonya Rita. hal itu membuat Lita semakin kesal melihat pasangan suami istri itu.
"Trimakasih adikku yang cantik!" gara gara kamu kakak dapat morning kiss dari istri mas yang paling cantik dan kece badai." ucap Damar sambil mencolek dagu Lita.
"Huhh....dasar bucin!" ucap Lita sambil menjulurkan lidahnya
"Siapa yang lebih bucin kakak apa jack.yang selalu mengantar jemput kamu, sudah seperti ojek langganan." ucap Damar
"Iya dong!" namanya cinta kak Jack hanya untuk aku seorang." ucap Lita dengan percaya diri.
"Kalian ini dari tadi terus berantem lebih baik habiskan sarapan kalian!" ucap nyonya Rita yang sedari tadi melihat putra dan putrinya saling ejek."
"Ada apa sih dari tadi papi dengar dari kamar ribut ribut?" tanya tuan Baskoro
"Papi.....kak Damar tuh selalu jahil." adu Lita sambil langsung memeluk Tuan Baskoro.
"Kamu ini tidak pernah berubah!" dari dulu terus buat adik kamu kesal!" ucap tuan Baskoro sambil menatap tajam Damar.
__ADS_1
"Makanya mas!" dari tadi sudah Yunisa bilangin." bisik Yunisa
Damar terdiam, ia tidak menjawab tuan Baskoro dan Yunisa.
"Tuan Baskoro sangat sayang sama Lita.Ia selalu bela Lita, ia tidak ingin putrinya merasa tidak nyaman.
"Bagaimana sayang?apa kamu sudah berbicara kepada nak Jack?
"Belum Pi!"
"Ya sudah bicarakan baik baik ya nak!" jangan gegabah dalam mengabil keputusan." ujar tuan Baskoro
"Iya Pi...." trimakasih sudah selalu perhatian sama Lita."
"Sama sama sayang!" itu sudah kewajiban papi melindung dan menyayangi anak anak dan cucu cucu papi." ucap tuan Baskoro sambil mengecup kening Lita.
"Manja!" gumam Damar dengan nada kecil tapi masih bisa di dengar tuan Baskoro.
Tuan Baskoro menatap Damar dengan tatapan tajam.
"Ayo dimakan ngoceh terus dari tadi!" ucap nyonya Rita sambil menghabiskan sarapan pagi yang ada dihadapannya.
Tiba tiba klakson mobil Jack terdengar jelas ditelinga Lita. Lita senyum sumringah karna kekasih yang ia tunggu sudah datang menjemputnya.
"Hui.....Hui...sang driver taksi online sudah datang menjemput." ucap Damar, membuat Lita memicingkan matanya
"Kamu bisa lihat adik kamu senang tidak?" ucap tuan Baskoro sambil menatap tajam Damar.
"Iya deh iya!" ucap Damar sambil berdiri karna dirinya sudah menghabiskan sarapan paginya.
"Sayang...." mas berangkat dulu ya!" ucap Damar kepada Yunisa sambil mengecup kening
"Iya mas hati hati dijalan." ucap Lita sambil memperbaiki dasi damar yang miring sedikit.
"Dasar Bucin" ucap Lita sambil memberi salam kepada nyonya Rita dan tuan Baskoro untuk berpamitan ke kampus, karna Jack sudah menjemputnya.
****
"Sayang!" panggil Jack sambil langsung meraih tubuh Lita dan memberi kecupan di kening Lita.
"Yuk kita berangkat nanti kita telat." ucap Jack sambil langsung membuka pintu mobil tepatnya disamping kemudi.
"Om ...Tante!" Jack dan Lita pamit dulu ." ucap Jack sambil memberi salam kepada tuan Baskoro dan nyonya Rita.
"Ya sudah hati hati dijalan ya!" jaga putri om." ucap tuan Baskoro sembari mengembangkan senyumnya.
"Itu sudah pasti om!" sahut Jack sambil langsung masuk kedalam mobil dinkursi kemudi.
__ADS_1
Jack memasang sabuk pengaman untuk Lita membuat seruan nafas Jack terasa ditelinga Lita.
"Aduh jangan gini dong kak!"
"Kenapa sayang?"
"Napas kakak bikin aku merinding ." ucap Lita sambil langsung terkekeh
"Mau yang lebih lagi tidak?"
"Tidak!" nanti aja kalau sudah halal!" sahut Lita sambil mengebangkan senyumnya.
"Kakak jadi ngak sabar halalin kamu sayang." ucap Jack sambil langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju kamu Brawijaya.
"Oh ya Kak!" tadi malam papi ngomong sama Lita kalau om Baenhard Ingin kita menikah cepat!" apa itu benar kak?"
"Iya sayang....." kakak yang minta kepada papi untuk melamar kamu jadi istri kakak." ucap Jack
"Jadi itu beneran itu kak?"
"Iya sayang!"
"Tapi kita kan masih kuliah kak?"
"Tidak apa apa kita kuliah, banyak kok yang sudah menikah tapi masih kuliah ." ucap Jack kepada Lita.
"Tapi bagaiman kamu bisa menafkahi aku ka?" kakak saja masih kuliah dan belum kerja?"
"Kan kakak punya tangan dan kaki!" otomotis kakak bisa kerja dong" ucap Jack
"Sekarang tinggal kamunya sayang!" kamu cinta ngak sama kakak?"
"Cinta dong malah cinta bangat." ucap Lita tanpa rasa malu mengakui cintanya kepada Jack."
"Serius sayang?"
"Iya suamiku sayang!" ucap Lita sambil langsung mencium pipi kekasihnya.
Jack senyum sumringah karna Lita mengakui cintanya kepada Jack.
"Kakak cinta tidak sama Lita?"
"Tentu dong sayang!" malah sara cinta kakak sama kamu melebihi rasa cinta kakak pada diri kakak sendiri." ucap Jack sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1