My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Ngidam


__ADS_3

Mendengar penuturan dari Bu Rahma, Yunisa terdiam sejenak. Sejujurnya ia tidak ingin berjauhan dari Bu Rahma. Tetapi karna Bu Rahma ada urusan keluarga, sehingga Yunisa tidak dapat menahan ibu Rahma lebih lama tinggal di jakarta.


"Kalau itu hal penting, Yunisa mau bilang apa ma....." apa lagi mama bilang ini masalah nenek atau keluarga! Yunisa mana bisa menahan mama lagi." Kata Yunisa sembari menatap mamanya dengan tatapan penuh arti.


"Lagian kalau kamu kangen mama, kan kita bisa Video call sayang." Kata Bu Rahma meyakinkan putrinya.


"Tapi mama janji Ya kalau sewaktu-waktu Yunisa meminta mama datang kemari harus datang ya mam..." Pinta Yunisa kepada mamanya."Ia sayang itu pasti." Sahut Bu Rahma singkat.


"Ya sudah Tidak apa apa kalau begitu ma.....tapi mama janji harus jaga kesehatan dan jangan sampai lupa makan ya ma..." Kata Yunisa mengingatkan maminya agar tidak lupa makan. Karna Bu Rahma kalau sudah mengerjakan sesuatu sering lupa makan.


Nyonya Rita mengebangkan senyumnya melihat interaksi ibu dan anak itu." Alangkah beruntungnya aku memiliki menantu sebaik Yunisa." Gumam nyonya Rita dalam hati.


Sebelum Damar mengadakan meeting dengan client nya, Damar terlebih dahulu menghantarkan ibu mertuanya ke bandara. Tetapi sebelum Bu Rahma berangkat Damar dan Lita sudah membeli beberapa oleh oleh untuk dibawa Bu Rahma ke pematang Siantar.


"Ma......memangnya mama harus pulang Ya?" Tanya Lita. Karna dirinya tidak mau ditinggal oleh Bu Rahma. Karna dirinya sudah menganggap Bu Rahma sebagai ibu kandungnya sendiri."Sayang.....kamu kan tau sendiri paman kamu sudah menelpon mama dari kemarin." Kata Bu Rahma mengingatkan lita


Setelah berpamitan kepada Yunisa nyonya Rita dan tuan Baskoro. Bu Rahma dihantarkan oleh Damar dan Lita ke bandara. Di perjalanan Lita ngak bosan bosan memeluk Bu Rahma sembari merengek rengek agar Bu Rahma segera balik lagi ke Jakarta setelah urusan Bu Rahma selesai dipematang Siantar.


Melihat tingkah adik satu satunya, manja kepada Bu Rahma membuat Damar mengembangkan senyumnya melihat interaksi Lita dan Bu Rahma" Sungguh luar biasa adik kandung ku aja sampai tidak rela berjauhan dari mama, Trimakasih sudah merawat adikku dengan baik ma....." Gumamnya dalam hati.


Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih satu jam, mereka tiba di bandara. Bu Rahma, Lita dan juga Damar turun dari mobil sport milik Damar. Damar yang seorang CEO yang paling disegani di kota Jakarta. Mengangkat barang bawaan ibu mertuanya tanpa ada rasa malu atau sungkan sedikitpun. "Sudah nak.... biar ibu saja nanti kalau rekan bisnismu melihat kamu mengangkat barang bawaan ibu, apa nak Damar tidak malu sama mereka?" Tanya Bu Rahma.


"Ah mama....ada ada saja ya ngak lah ma kan mama orangtua Damar." Jawab Damar singkat. Sebenarnya Damar bisa saja meminta asisten atau sopirnya untuk menghantarkan Bu Rahma . Tetapi Damar tidak melakukan itu, karna dirinya ingin memastikan sendiri kalau ibu mertuanya sudah berangkat dengan selamat. Yunisa sengaja tidak diperbolehkan ikut karna kondisi Yunisa masih lemah.



visual Lita

__ADS_1


Sekitar 45 menit setelah cek iin, pesawat yang ditumpangi Bu Rahma dari bandara Sukarno-Hatta take off menuju bandara Kuala namu. Damar dan Lita pun kembali Rumah utama milik keluarga Baskoro.


"Loh sayang kok disini?"


"Kenapa tidak istirahat dikamar saja sayang?" Tanya Damar kepada istrinya karna dirinya melihat istrinya berada di dapur sedang mengupas mangga muda yang di panjat pak Jono di halaman belakang.


"Bosan dikamar Mas......tadi tiba tiba pengen makan ini, jadi aku minta pak Jono manjat mangga yang ada dihalaman belakang." Kata Yunisa sembari menunjukkan mangga muda yang ia kupas."Loh sayang itu mangga kan masih mentah, apa tidak asam sayang....? Kata Damar sembari menelan Silva nya karna melihat istrinya begitu lahap memakan mangga muda yang dipanjat pak Jono.


"Ngak Mas enak bangat malah,nih cobain deh," kata Yunisa sembari menyodorkan mangga muda yang ia kupas.


"Ngak sayang mas ngak sanggup makan mangga mentah." Jawab Damar sembari memberikan kecupan di kening istrinya.


"Mam.......mam....." Panggil Damar Karna dirinya tidak melihat sosok nyonya Rita." Ia ada apa nak kok teriak teriak manggil mami." Sahut nyonya Rita. "Mam istri aku makan mangga muda kok malah mami biarkan?" Apa itu tidak akan masalah dengan kehamilannya mi?" Tanya Damar Karna dirinya panik melihat istrinya sedari tadi memakan mangga muda dengan lahapnya. Ia takut kalau istrinya jadi sakit karna memakan yang asam asam. "Ya biarin saja, menantuku yang selera makan kok kamu panik begitu?" Kata nyonya Rita dengan santai.



visual Damar Vincent


"Namanya juga lagi hamil muda sayang, itu biasa itu bawaan bayi kamu yang menginginkan makanan yang asam asam," mami juga waktu hamil kamu lebih rakus dari Yunisa memakan mangga muda. Sampai ayah kamu kewalahan mencarinya dimana mana." Terang nyonya Rita.


"Kalau kamu tidak percaya tanya tuh papi kamu Gimana dulu sewaktu mami mengandung kamu, permintaan mami aneh aneh sampai sampai papi kamu kalau tengah malam sering keluar beli sesuatu. Karna perut mami lapar semua itu permintaan kamu sewaktu didalam sini." Terang nyonya Rita sembari memegang perutnya.


"Memangnya begitu ya Pi?" Tanya Damar dengan polosnya. Ya iyalah nak.... ini nih belum seberapa, kalau mami kamu dulu, papi Sampai pusing memenuhi permintaanya sewaktu mami mengandung kamu. Jawab tuan Baskoro sembari terkekeh melihat tingkah lucu anak dan istrinya. Tiba tiba Yunisa datang dari dapur menghampiri Damar dan mertuanya.


"Mas ....Yunisa mau makan ini." Kata Yunisa sembari menunjukkan gambar makanan yang ada di ponselnya. Tuan Baskoro dan nyonya Rita langsung terkekeh mendengar menantunya meminta sesuatu kepada anaknya. Apalagi tingkah Yunisa persis seperti nyonya Rita sewaktu mengandung Damar.


__ADS_1


visual Yunisa


Damar melihat gambar yang ada didalam ponsel Yunisa. "Makanan apa ini sayang ?"


"Mas nyarinya dimana sayang...? Tanya Damar Karna dirinya belum pernah sama sekali memakan makanan yang diminta Yunisa


"Yunisa tidak ingin dibeli Mas ...


"Yunisa ingin Mas yang masak sendiri." Sahut Yunisa Membuat Damar sangat kaget mendengar permintaan istrinya. yang meminta dirinya memasak masakan yang sama sekali tidak ia kenal.


"Ini ikan mas arsik Tondi." Masakan khas Batak ( Sumatra Utara) Terang Yunisa karna kesal melihat suaminya tidak mengetahui masakan apa yang ia tunjukkan.


"Ya sudah besok akan Mas buatin ya sayang...."


"Karna Mas sebentar lagi ada meeting sayang ..." Kata Damar memberitahu kepada Yunisa kalau dirinya sore ini ada meeting .


"Ya ngak apa apa mas meeting dulu, tapi besok harus mas masakin buat Yunisa ya."Sahut Yunisa sembari tersenyum kepada suaminya.



Visual josua



visual Lizah


Bersambung..........

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏💓💓 jangan lupa mampir kekarya baru outhor lanjutan dari kisah cinta Briptu Erick dan Sharma yang ada di Ranjang panas om duda



__ADS_2