
Selesai makan, Jack dan Lita pun menghampiri orang tua mereka.
Di ruang tamu, Tuan Baskoro dan nyonya Rita beserta kedua orang tua Jack bercanda tawa mengingat masa-masa lalu mereka.
Mereka pun berniat ingin menjodohkan lita dengan Jack. Tetapi Lita dan Jack yang belum mengetahui rencana kedua orang tua mereka, tampak ragu mengenai hubungan mereka, tidak dapat restu dari kedua orangtua mereka. Karena umur mereka yang masih tergolong remaja.
"Kak aku takut kedua orang tua kita tidak memperbolehkan atau tidak mengijinkan kita hubungan kata Lita melihat ke arah Jack dengan mata memelas.
"Kamu tenang saja Sayang!" kita kan belum mengetahui apa isi hati kedua orangtua kita." kata Jack kepada kekasihnya lita.
Kemudian mereka pun menyapa kedua orangtua mereka dan langsung duduk di ruang tamu.
"Loh kalian sudah siap makan, Kok cepat banget ?" tanya nyonya Selena kepada Jack dan lita.
Sore harinya, kedua orang tua Jack dan Jack pun berpamitan pulang meninggalkan kediaman Tuan Baskoro
Mereka meninggalkan kediaman Tuan Baskoro beserta keluarganya dengan hati yang penuh kebahagiaan.
Di perjalanan Bu Dewi tak henti-hentinya bicara kepada suaminya mengenai hubungan antara Jack dan Lita. Padahal umur mereka masih sangat muda.
Bu Dewi meminta kepada suaminya, agar mereka segera menjodohkan Jack dengan Lita ketika mereka lulus dari sekolah menengah Atas.
Tuan Baenhard pun setuju dengan usulan istrinya untuk menjodohkan putranya, Jack dengan lita yang merupakan putri dari sahabatnya sendiri.
Sementara Jack yang menyusul kedua orang tuanya dari belakang, sempat heran kepada kedua orang tuanya.
Melihat kedekatan kedua orang tuanya dengan kedua orang tua Lita dirinya penasaran akan Bagaimana hubungan mereka di masa lalu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit, Tuan Beanhard dan Bu Dewi tiba di kediamannya. Diikuti dengan Jack yang sudah menyusul dari belakang.
Scurity yang bertugas menjaga kediaman keluarga Beandhard pun langsung membuka gerbang agar mobil majikannya masuk dengan leluasa.
Begitu juga dengan Jack dia langsung memarkirkan motornya tepat di garasi rumah mereka.
Mereka masuk ke dalam rumah. Bu Dewi dan Tuan Beandhard pun langsung masuk ke kamar guna ingin membersihkan diri.
Sementara Jack yang masih ada di ruang tamu. Duduk sembari memikirkan bagaimana hubungannya dengan lita nantinya. Tidak berapa lama Jack pun masuk ke kamar ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size.
Setelah Jack beristirahat sejenak ia masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Jack memakai pakaian santai yang biasa ia gunakan di rumah. Kemudian dirinya pun menghubungi Lita.
Tut ....
Tut...
Tut....
Ia menghubungi Lita
Sementara Lita yang mendengar suara ponsel yang berdering, langsung bergegas mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Ia melihat yang menelpon dirinya adalah Jack. Lita langsung menekan tombol hijau yang berada di layar ponselnya
"Halo kak Jack!" Kakak sudah sampai di rumah ?" Tanya Lita Ramah
"Sudah sayang Kakak sudah sampai di rumah bersama kedua orang tua kakak." Jawab Jack dari kediaman Tuan Beandhard
"Sayang Kakak merindukanmu "Ucap Jack kepada Lita Membuat hati Lita semakin berbunga-bunga.
"Lita juga rindu sama kak Jack." ucap Lita sembari mengembangkan senyumnya membuat hati Jack semakin gemas melihat Lita dalam sambungan video call.
"Beneran kamu kangen Kakak juga?" Tanya Jack kepada Lita untuk memastikan betul tidaknya kalau Lita juga merindukannya.
"Siapa juga yang mau ninggalin cewek secantik kamu?" kata jack memuji kecantikan lita.
"Kakak bisa aja gombalnya" hardik lita
"Kakak enggak gombal Sayang!" ini benar kok memang kamu cantik kan!" Makanya seorang Jack Beandhard sangat mencintai Lita Baskoro" ucap Jack sembari mengembangkan senyumnya.
Setelah selesai berbicara kepada lita, Jack meminta Lita untuk rajin belajar dan juga mengerjakan PR yang diberikan guru kepada mereka. Ia juga mengatakan kepada lita, kalau Lita belum paham tentang mata pelajaran yang diberikan kepada guru, Ia berkata Lita bisa bertanya kepada Jack.
"Iya Kak habis ini Lita ngerjain PR kok!" tenang saja, Lita nggak akan ngerepotin kakak untuk ngerjain PR Lita kali ini." ucap Lita sambil cengengesan.
Kemudian mereka pun menutup obrolan mereka di dalam sambungan telepon selulernya.
Sementara Damar yang menguping pembicaraan Lita dengan Jack pun langsung bertepuk tangan.
"Cie.... cie..... cie sudah ada yang panggil sayang sayang nih." ucap Damar berniat menjahili adiknya Lita.
"Ih.....kakak sejak kapan menguping di situ" Tanya Lita karena dirinya kesal melihat kakaknya yang selalu kepo terhadapnya.
__ADS_1
"Sejak kalian panggil sayang sayang." kata Damar santai berniat untuk membuat adiknya kesal.
"Kalian sudah pacaran ya dek?"tanya Damar kepada Lita karena dirinya penasaran apa sebenarnya hubungan litandengan Jack karena mereka akhir-akhir ini sangat dekat.
"Enggak kok kak...... kami hanya teman aja tapi kami dekat." kata Lita berbohong kepada kakaknya.
"Mana mungkin temenan aja sudah panggil sayang sayang kamu pikir Kakak bodoh?" Kakak kan dengar semuanya jadi Lita ngak bisa berbohong sama kakak."ujar Damar kepada Lita agar Lita berterus terang kepada kakaknya.
litan pun tidak dapat menjawab kata-kata dari kakaknya, karena memang benar sewaktu Lita berbicara dengan Jack di dalam saluran telepon selulernya memanggil Lita dengan panggilan sayang.
"Ayo kamu nggak bisa jawab kan?" jujur aja dek kalau pacaran ya katakan aja pacaran, Kakak juga pernah kok seperti kalian." ucap Damar kepada adiknya Lita
"Tapi hanya satu pesan Kakak."
" jaga diri baik-baik, Jangan tergoda dengan godaan iblis" Ujar Damar menasehati adik perempuan satu-satunya agar Lita menjaga kehormatannya.
"Iya Kak!" Lita tahu itu." jawab Lita kepada Damar. Kemudian Damar pun meninggalkan Lita di kamarnya. Ia berlalu dan langsung menuju kamar baby Carlos. Disana Sudah ada Yunisa yang lagi menyusui baby-nya.
"Eh jagoan Papi!" Kata Damar sembari mengecup pipi tembem putranya baby Carlos. Membuat Baby Carlos terusik saat menyusui. Membuat Baby Carlos menangis.
" Oek.. oek.... oek"tangis baby Carlos membuat Yunisa geram melihat suaminya yang senang mengganggu baby Carlos saat menyusui.
"Kamu ini Mas ..... sering kali kalau putraku lagi menyusui mengganggu."gerutu Yunisa
"Habis mas geram lihat baby Carlos yang bisa menghisap gunung kembar milikmu. Sedangkan aku tidak bisa lagi." ucap Damar sembari mengembangkan senyum jahilnya.
"Kamu ini macam anak kecil aja mas."
Kemudian Yunisa pun kembali menyusui putranya baby Carlos. Agar baby Carlos tidak menangis. Setelah Yunisa kembali menyusui putranya, baby Carlos diam dan tertidur di pelukan Yunisa. Hal itu membuat Damar semakin gemas melihat putranya.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya outhor yang lain juga cerita seru loh yuk kepoin cerita nya di
"Love story'of panglatu."
__ADS_1