My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya Lizah dan Josua sudah berada di gedung kantor Baskoro group. Mereka menunggu kedatangan Damar . Setelah menunggu sekitar 15 menit, sosok yang mereka tunggu pun datang "Sayang.....sepertinya pak bos sudah datang tuh." Kata Josua memberitahukan Lizah kalau Damar sudah tiba dikantor.


"Kalau begitu kita langsung kesana yuk." Ajak Damar karna sudah tidak sabar ingin mendengar langsung kabar kehamilan Yunisa dari Damar sendiri. Mereka berlalu menuju ruang CEO. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Josua dan Lizah menerobos masuk keruang CEO karna mereka tidak sabar mendengarkan berita bahagia tentang kehamilan Yunisa.


" Pagi bro ....." Sapa Josua


"Eh pagi juga bro" sahut Damar sambil mengebangkan senyumnya.


"Cie cie cie mentang mentang sudah jadian kemana mana sama Ya." Hardik Damar untuk menjahili asisten sekaligus sahabatnya Josua.


"He he he " Josua terkekeh mendengar ejekan dari sahabatnya .


"Oh iya bro gimana kabar Yunisa apa dia baik baik saja?" Tanya Josua


"Ia pak bos .....eh adik ipar gimana kabar adik kecilku, apa benar dia sudah hamil keponakanku?" Tanya Lizah sembari tersenyum.


"Iya istriku baik baik saja dan memeng benar dia sedang mengandung anakku pewaris Baskoro group." Kata Damar mengebu gebu. Josua lansung memeluk Damar "Selamat Ya bro akhirnya sebentar lagi kamu akan menjadi bapak." Kata Josua memberi selamat kepada sahabat sekaligus bosnya.


"Selamat ya adik ipar." kata Lizah sembari memberi salam kepada Damar


"Iya trimakasih kak." Jawab Damar


Tiba tiba Damar teringat dengan permintaan istrinya, ia mengingat Lizah berasal dari kota Medan al hasil ia pasti tau sedikit banyaknya tentang masakan khas daerah itu.


"Oh iya ka aku bisa minta tolong ngak?"


" Memangnya pak bos mau ditolong mengapain?" Tanya Lizah kepada Damar


"Begini kak.....istriku mau makan ikan mas arsik, tapi ia meminta harus aku yang masak. Sementara aku saja tidak kenal dengan masakan itu mencicipinya aja aku belum pernah kak."

__ADS_1


"Aku harus gimana ya ka?" Soalnya kalau aku bilang dibeli, istriku tidak mau kak." Kata Damar memberitahu kemauan istrinya kepada kakak iparnya. "Ih..... itu saja pusing kan tinggal masak saja pak bos." ujar Lizah


"Nah itu permasalahannya Bu Lizah yang terhormat......saya tidak tau gimana masaknya dan resepnya juga saya tidak tau sama sekali." jawab Damar berterus terang.


"Ha.... ha.... ha ya sudah deh entar aku tulisin resepnya dan cara buatnya, bila penting biar aku aja yang beli bahan bahannya ke pasar tradisional." Sahut Lizah membuat Damar mengembangkan senyumnya karna dirinya merasa mendapat bantuan dari Lizah.


"Eh tunggu dulu, tapi ini tidak gratis loh."ujar Lizah sembari mengedip edipkan matanya kearah Damar


"Ya sudah deh ka.... aku kasih bonus deh bulan ini kakak ngak perlu kwatir. Sahut Damar membuat Lizah tersenyum sembari berkata


"nah gitu dong bos pengertian."


"Nah sekarang mana uang beli bahan bahannya" kata Lizah agar dirinya langsung membeli bahan bahan untuk memasak ikan mas arsik masakan tradisional khas Batak. Lizah sendiri bingung mengapa adiknya itu bisa mengidam ikan mas arsik padahal Yunisa keturunan jawa tetapi ibunya suku Tionghoa campur batak. Damar pun memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu.


Setelah Damar memberikan uang untuk beli bahan bahannya, Lizah berlalu dari ruangan Damar dan meninggalkan kedua sahabat itu di kantor. Ia lansung pergi menuju pasar tradisional terdekat dari kantor Baskoro group. Setelah tiba di pasar tradisional, Lizah membeli ikan mas 2 kg dan yang paling penting bumbu utama ikan mas arsik . Bawang Batak ,andaliman, kemiri, kunyit, serai, lengkuas, jahe, bawang putih,bawang merah, cabei merah, asam cikala, ditambah dengan kacang panjang. Setelah dirasanya sudah cukup dan lengkap, Lizah kembali kekantor membawa barang belanjaannya.


" Eh namanya kalau untuk keponakanku tidak perlu kamu minta pasti akan aku bantu kok, aku juga ngak mau kalau keponakanku ileran." jawab Lizah.


"Bro gue pinjam dulu kekasih tercinta lo ini Ya."


"Enak aja Lo bilang pinjam memanngya dia barang apa pake bilang pinjam segala." Gerutu Josua."Ya sudah ngak apa apa sayangku ikut, entar pulang kantor aku jemput." Sahut Josua . Kemudian Damar dan Lizah meninggalkan kantor Baskoro group menuju mansion utama. Diperjalanan Lizah panjang lebar menceritakan bagaimana cara cara memasak ikan mas arsik dan juga masa lalunya dengan Yunisa sehingga dirinya bisa dekat sama Yunisa bahkan seperti saudara kandung.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka semenjak keluar dari kantor. pak Jono yang sudah mengetahui kalau mobil mereka ada yang mengikutinya. Langsung memberitahu bosnya. "Maaf tuan sepertinya ada yang mengikuti mobil kita" kata pak Jono kepada bosnya sambil melirik ke kaca sipion.


"Lalu Lizah melihat kearah belakang, tetapi sebelum mereka mengetahui siapa yang mengikuti mereka, mobil itu sudah langsung menyerempet mobil milik Damar sehingga kecelakaan tidak terhindar. Mobil yang ditumpangi Damar dan Lizah yang dikemudikan pak jonopun menabrak trotoar membuat Lizah Damar dan pak Jono mengalami luka ringan sementara mobil milik Damar, penyot dibagian depan.


Sedangkan Mobil yang menyerempet mereka langsung melaju kencang. Pak Jono ,lizah dan Damar pun keluar dari mobil sembari memperhatikan sekelilingnya." Maafkan saya pak saya tidak sengaja menabrak trotoarnya." Kata pak Jono karna dirinya merasa bersalah kepada tuanya.


"Tidak apa apa pak.... kan bukan salah bapak juga." sahut Damar sembari mengeluarkan ponsel yang ada disaku celananya untuk menghubungi seseorang. Sementara Lizah mengambil obat p3k Yang ada didalam mobil untuk mengobati luka yang dialaminya dan juga Damar dan pak Jono. Setelah kedaaan mereka mulai stabil Damar mengajak Lizah dan pak Jono kembali ke rumah utama milik keluarga Baskoro.

__ADS_1


"Ya sudah pak kita langsung pulang saja setelah ini bapak hantarkan lansung mobil ini ke bengkel langganan kita. Dan kalau boleh langsung jual saja kata Damar kepada sopir pribadinya yang sudah lama bekerja untuknya.


" Baik pak....." Sahut pak Jono sembari mempersilahkan Damar dan Lizah masuk lagi ke mobil. Pak jono melajukan mobilnya menuju rumah utama. Setelah melakukan perjalan sekitar 20 menit. Mereka tiba di rumah utama.


Nyonya Rita terkejut melihat kedatangan Damar dan Lizah dan melihat kepala Damar dan dahi Lizah terbalut plester, ia juga melihat mobil milik Damar penyot dibagian depan.


"Loh nak kalian kenapa?" Tanya nyonya Rita karna dirinya kwatir melihat kondisi anaknya. "Tidak kenapa kenapa mi biasalah di jalan raya ada aja yang ugal ugalan jawab Damar menutupinya keadaan sebenarnya karna Damar tidak mau membuat maminya kwatir.


"Mam .....istriku mana mam kok ngak kelihatan" tanya Damar Karna dirinya tidak melihat sosok istrinya


"Sut diam pelan pelan ngomongnya nanti menantu mami terbangun, karna sedari tadi ia menangis dan merengek nyariin kamu karna kamu belum masak ikan mas arsik ya. Mungkin karna ia kecapean makanya dia tertidur. "Terang nyonya Rita . "Makanya sekarang lansung masak gih kasian menantu mami." ujar nyonya Rita


Akhirnya Damar dan Rita menuju dapur. Lizah membersihkan ikan yang sudah ia beli, kemudian Damar bertugas mengupas bawang merah dan bawang putih, Lizah mengajari Damar cara mengulek bumbu yang sudah dibersihkan olehnya.


" Wah aroma andaliman ya wanginya ka"


Kata Damar Karna dirinya belum pernah sama sekali memakan ikan mas arsik. Apalagi memasaknya inilah pengalaman pertama kali buat Damar masuk kedapur dengan memakai slemet untuk memasak.


Lizah yang memperhatikan Damar saat mengulek bumbu, diam diam mendokumentasikannya dengan mengunakan posel miliknya sesekali dirinya terkekeh."hi hi hi lucu juga pak Damar saat berada didapur dengan memakai slemet dan mengulek bumbu." Gumamnya. Setelah Damar selesai mengulek bumbunya, Lizah mengajari menggeprek serai dan lengkuas yang sudah dibersihkan.


Setelah bumbu selesai diulek dan di geprek, Damar memasukkan ikan mas, kacang panjang dan semua bumbu yang sudah diulek dan di geprek kedalam satu wajan dan menambahkan air secukupnya. Dibiarkan sampai airnya mengering. Tetapi ketika ikannya dimasak dan airnya sudah mendidih, Yunisa keluar dari kamarnya karna mencium aroma ikan mas arsik.


Bersambung..............


hai hai redears dukung terus karya outhor agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏💓


jangan lupa mampir juga kekarya baru aku Ya ceritanya seru loh, kalau kalian pernah baca novel outhor yang berjudul "Ranjang panas om duda" pasti kalian tau siapa Briptu Erick dan Sharma ikutin cerita cinta mereka ya di love story'of panglatu.


__ADS_1


__ADS_2