My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Penolakan nyonya Rita


__ADS_3

Dikediaman Tuan Baskoro yang berada di Medan, semua PRT sudah bersiap menerima perintah dari tuannya." Maaf tuan apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menyambut tuan muda?" Tanya salah satu PRT yang sudah lama bekerja di sana. "Oh masak yang enak enak saja dan jangan lupa masak kusukaan anak saya juga." Kata nyonya Rita agar PRT mengerjakan sesuai yang diinginkan oleh Damar.


Sementara ditempat lain, Damar dan Yunisa beserta Bu Rahma sudah selesai makan siang. "Wah ternyata masakan sederhana enak juga Yach ma...." kata Damar. Karna baru kali itu dirinya memakan masakan kampungan atau bisa dikatakan ala rakyat jelata he he he." Tetapi bagi Damar makanan yang disuguhkan oleh Bu Rahma sangatlah nikmat bahkan lebih nikmat dari masakan restoran bintang lima.


"Ma..... Damar pengen lagi makan masakan mama." Kata Damar karna dirinya menginginkan masakan yang dimasak oleh Bu Rahma. "Loh kalau nak Damar mau, ya tinggal bilang sama mama aja. Pasti mama sediain nak."Kata Bu Rahma.


Setelah selesai ngobrol sama Bu Rahma akhirnya Damar berpamitan untuk pulang ke rumah milik tuan Baskoro yang berada di kota medan. Sebenarnya Damar ingin sekali memperkenalkan Yunisa kepada orang tuanya. Tapi sayangnya Yunisa masih enggan menemui kedua orang tua Damar. Karna menurutnya masih terlalu dini mengingat hubungan mereka masih seumur togei.


"Bu saya pamit pulang ya Bu, soalnya papi sama mami sekarang ada dimedan .Kata Damar memberitahu bu Rahma. Bahwa kedua orangtuanya sedang berada di kota medan.


"Ya udah hati hati dijalan nak Damar." kata Bu Rahma mengingatkan Damar agar lebih berhati-hati dalam mengendarai mobilnya.


"Baik Bu."


"Sayang ......Mas pamit dulu Ya


" Ayo ikut mas sayang.... soalnya mami pengen banget ketemu sama kamu


"Lain kali aja Mas." Sahut Yunisa


"Ya sudah mas pamit ya sayang." kata Damar sambil mencium kening Yunisa


Dengan mengenderai mobil mewah sport miliknya, Damar melajukan mobilnya menuju Rumah milik tuan Baskoro yang berbeda di kota Medan. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, Damar tiba di Rumah milik keluarganya. Disana tampak nyonya Rita dan tuan Baskoro menyambut kedatangan anak semata wayangnya.


"Anak mami sudah pulang?


"Mana calon menantu mami nak?"


Dibalas senyuman dari Damar


"Mami ini baru aja anaknya sampai ,sudah banyak ngajuin pertanyaan seperti penyidik aja mami ah." kata tuan Baskoro sambil memeluk anaknya. Damar pun menceritakan mengenai perjalananya hingga dirinya sampai di kota Medan.


"Apa jadi wanita yang melunakkan hatimu tidak sepadan dengan kita?" Tanya nyonya Rita sedikit kesal kepada Damar.


"Mami ini gimanasih sejak kapan mami menilai orang dari harta? Papi ngak pernah menilai orang dari harta dan tahta. Yang penting hatinya baik,sayang sama anak kita dan sayang sama keluarga itu saja sudah cukup. ma." kata tuan Baskoro bagar nyonya Rita tidak membanding bandingkan pilihan Damar dengan anak temannya yang ingin ia jodohkan kepada Damar.

__ADS_1


"Bukan begitu Pi... Masa anak jeng afprita yang cantik, karirnya okey dan keluarganya sepadan sama kita malah ia tolak, demi anak kampung, miskin apalagi mami dengar dengar dari asisten Damar kalau wanita itu hanya anak yatim. sudah itu rumah mereka ya Pi hampir disita sama rentenir karna tidak mampu membayar hutang hutang ibunya. kata nyonya Rita kepada suaminya.


"Mami hentikan ......jangan pernah menghina mereka kalau mami belum mengenal mereka. Baru saja Damar pulang sudah dapat bahasa yang enggak enak kegini. Kalau mami tidak merestui Damar dengan Yunisa.... ya sudah sekalian saja Damar tidak menikah untuk selamanya, puas........" kata Damar dengan nada suara meninggi. lalu berlari ke menuju kamar pribadinya.


Sementara tuan Baskoro tidak habis pikir, akan pola pikir istrinya yang menilai orang hanya karna harta dan tahta.


"Mami apa apaan sih kok ngomong kegitu sama anak? Papi heran lihat mami


Sadar dong mi.... sudah lama kita tidak melihat senyuman diwajah anak kita tapi baru saja anak kita tersenyum, mami sudah membuat dirinya kesal. Apa mami mau anak kita lajang tua hah? Bentak tuan Baskoro kepada nyonya Rita karna sudah kesal Sama istrinya.


Mendengar bentakan tuan Wijaya, nyali nyonya Selena menciut dan menangis sesunggukan. "Tidak ada gunanya mami menangis. Karna kesalahan mami sendiri. Mami sudah menyakiti hati anak kita lebih baik mami minta maaf sama Damar sebelum masalah ini semakin berlarut larut." Kata tuan Baskoro sembari meninggalkan istrinya dan berlalu keruang kerjanya.


Sementara Damar duduk dibalkon sembari mengepulkan asap rokok yang dihisapnya. Padahal Damar selama ini, jarang merokok. biasanya hanya karna banyak pikiran saja Damar baru merokok. Untuk menghilangkan beban pikirannya.


"Aku ngak habis pikir mengapa mami bersifat seperti ini terhadapku. Semua pasti karna hasutan dari perempuan ****** itu yang menginginkanku." Gumam Damar dalam hati. Tiba tiba ponsel Damar berdering


terlihat dilayar ponselnya " Josua memanggil


"Hallo ada apa menghubungiku? Tanya Damar.


"Apa ngak bisa ditunda bro?


"Tidak bos... soalnya besok malam sekitar jam delapan harus ketemu di hotel X. Kata Josua memperjelas kepada Damar.


"Ya sudah aku besok ke Jakarta sahut Damar singkat. Tanpa memperpanjang pembicaraan nya kepada asisten dan juga sahabatnya itu.


Keesokan harinya Damar berangkat menuju kota Jakarta. Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tertunda dan menemui clientnya yang datang dari jerman. Tanpa berpamitan kepada orangtuanya. Pagi pagi sekali sekitar jam lima subuh, Damar sudah tiba di bandara Kualanamu. Ia memilih penerbangan pertama.


Beberapa jam kemudian Damar tiba di Jakarta dan langsung menuju kantor Baskoro group.Tampak Josua yang sudah sibuk dengan laptop yang menemaninya selama ini. Tiba tiba Damar masuk membuat Josua terkejut. "Dasar bos tidak ada akhlak lo." Buat orang jantungan aja. kalau masuk bersuara dikit kenapa." gerutu Josua kepada sahabatnya.


" Huh.... h.. h gitu aja kaget gimana kalau tiba tiba ada wanita cantik masuk dan memeluk kamu? Pasti kamu kesenangan kan." kata Damar dengan senyum liciknya.


"Kalau wanita cantik yang meluk itu lain cerita bro." sahut Josua membuat kedua sahabat itu tertawa.


"Gimana kantor selama gue tinggal masih aman terkendali kan? tanya Damar

__ADS_1


"Masih aman dan terkendali semua bos..... walau membuatku pusing dan keteteran." gerutu Josua."Kamu tenang aja bro pasti gue kasih bonus deh sama kamu. Dan entar kalau urusan gue semuanya sudah kelar pasti deh gue kasih bonus cuti juga sama kamu jadi baik baik aja kerja okey ces...." kata Damar


Lalu Damar pergi menuju ruangannya dan duduk dikursi kebesarannya. Tiba tiba Damar ingat akan sosok wanita yang sangat ia cintai ."lagi apa dia sekarang Ya? apa dia marah samaku? kalau dia tau aku sudah balik ke Jakarta pasti dia marah karna aku ngak pamit sama dia. Maafin aku sayang ini mendadak karna ada urusan pekerjaan." gumamnya dalam hati.


lalu Damar merogoh ponsel yang berada disaku celananya berniat untuk menghubungi Yunisa. "Tut...... Tut.....Tut" Yunisa mengangkat panggilan Vidio dari kekasihnya yang sudah ia tunggu tunggu sebelumya.


"Hello mas....."


"Hello sayang .....lagi apa?"


"Tidak lagi ngapa ngapain mas cuman lagi mikirin mas saja, eh eh tunggu dulu mas lagi dimana?" Kok sepertinya lokasinya lagi ada di kantor pusat yang ada dijakarta? tanya Yunisa. Damar hanya tersenyum karna tebakan kekasihnya benar.


"Hum m m menang mas lagi dikantor sayang... maaf Ya ngak sempat ngabarin kamu soalnya mendadak gitu ada client dari Jerman ingin bertemu denganku. Jadi mau tidak mau tadi pagi pagi sekali aku berangkat ke Jakarta maafin mas ya sayang......Setelah ini mas langsung balik kemedan kok." kata Damar kepada Yunisa.


"Oh ya Gimana dengan kuliah kamu apa libur semester mu masih lama sayang? tanya Damar kepada Yunisa.


"Libur semester nya tinggal beberapa hari lagi mas. Tapi yang aku pikirkan gimana mama aku tinggal sendirian disini? Hatiku tidak tenang meninggalkan mama sendiri disini aku jadi bingung mas." kata Yunisa


"Ya udah kan bisa kamu ajak mama tinggal bareng di Jakarta sayang." kata Damar


"Itulah yang Yunisa pikirkan mas .... apa mama mau tinggal bareng samaku di kos?


"Kan kamu bisa tanya dulu sayang.....dan bila penting kamu bujuk mami dan berikan penjelasan kepada mami sayang." kata Damar


"Ya sudah deh entar aku bujuk mami dulu sahut Yunisa.


Sayang........mas kangen bangat nih." kata Damar kepada Yunisa


"He he he he baru semalam kita ketemu mas kok sudah bilang kangen sih." kata Yunisa


"Kan sudah mas bilang kalau ngak liat kamu sehari aja sudah seperti setahun loh sayang..." kata Damar sambil mengebangkan senyumnya.


Akhirnya setelah berbicara panjang lebar Damar dan Yunisa menyudahi pembicaraan mereka.Dan Damar kembali beraktivitas untuk memeriksa beberapa file yang sudah menumpuk di meja kerjanya.


hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.💓💓💓💓💓 trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2