
Sementara Lizah yang berada diruang kerjanya. Tidak konsentrasi mengerjakan pekerjaannya. "Huh .....malas kerja ngak konsen." Gumamnya sembari bangkit dari tempat duduknya. Ia langsung pergi ke kantin dekat kantor. Setelah sampai di kantin, lizah langsung memesan kopi kesukaanya.
" Mas coffe late nya satu ya." Kata lizah sembari duduk di kursi paling pojok kantin. Sekitar 10 menit kemudian, kopi pesanan lizah pun datang
"Silahkan neng...." Kata pengelola kantin sembari menyuguhkan coffe late pesanan Lizah. " Trimakasih mas...." Kata Lizah sembari mendekatkan coffe late pesanan Lizah kehadapan nya.
Sementara ditempat lain, Deni yang sudah keluar dari penjara, menyusun strategi untuk menghancurkan orang orang terdekat keluarga Baskoro. Termasuk menghancurkan kehidupan Lizah dan Josua. Ya sebenarnya nomor gelap yang menghubungi lizah adalah nomor gelap Deni.
Ia sengaja melakukanya untuk menghancurkan hubungan Lizah dengan Josua. "Aku tidak akan pernah memaafkan kalian, semua orang orang yang berada di sekeliling Baskoro akan saya hancurkan." Geram Deni disebuah rumah yang sengaja ia sewa untuk memata-matai gerak gerik lizah dan Josua " "Ingat kamu akan Saya buat menyesal" kata Deni seolah berbicara kepada seseorang.
Ketika Lizah keluar dari kantin, dan berniat pergi kesuatu tempat, diperjalanan ia di jegat oleh sekelompok kawanan penjahat. Ketika lizah minta tolong salah satu kawanan penjahat itu memukul punggung lizah membuat Lizah lansung jatuh pingsan.
Setelah itu Lizah sudah tidak tau apa apa lagi. Yang ia tau ketika dirinya terbangun Lizah sudah berada Di bangunan kosong yang sudah lama tidak ditempati. Terlihat dari gedungnya sudah tampak tua dan sarang laba laba ada dimana mana, "Aku dimana rintih Lizah ." Ia melihat tangan dan kakinya sudah diikat dan mulutnya ditutup pakai lakban hitam, membuat Lizah tidak dapat bergerak dengan leluasa.
"Tolong....tolong..." Pinta lizah. Tetapi tidak ada seorangpun yang mendengarnya. Karna suaranya tidak dapat keluar, akibat mulutnya sudah ditutup pakai lakban. " Ya Tuhan aku dimana, semoga ada yang menyelamatkan ku." Gumam nya dalam hati.
" Heh.....diam...." Bentak salah satu anak buah Deni. yang menculik lizah adalah anak buah Deni.
" Tolong lepaskan aku...."
" Apa salahku?" Jerit Lizah tapi suaranya tidak bisa didengar jelas .
" Diam...." Bentak anak buah Deni sembari menampar pipi mulus Lizah hingga di sudut bibir Lizah keluar darah segar.
" Makanya jangan macam macam" kata anak buah Deni sembari mencekik Lizah membuat Lizah hampir kehilangan napasnya. Lizah menangis
"Sayang.....kamu dimana tolong aku lirih Lizah karna dirinya sudah lemas akibat pukulan dan tamparn yang dilakukan anak buah Deni.
__ADS_1
Ia berusaha melepaskan ikatan tangannya. Berkali kali ia lakukan tetapi tetap tidak membuahkan hasil, karna ikatan tangan lizah begitu ketat hingga dirinya tidak dapat membuka ikatan tangannya. " Ya Allah lindungilah hamba mu ini." Gumam Lizah berdoa dalam hati.
Lizah putus asa. Lizah tidak tau harus meminta tolong pada siapa, karna tidak ada siapa siapa disana selain anak buah deni. Disamping itu, lokasi tempat lizah disekap jauh dari kawasan penduduk.
Entah karna faktor kecapeaan, membuat Lizah tertidur diruang yang sepi dan gelap gulita. Tidak ada penerangan sedikitpun Disana. Membuat lizah begitu ketakutan sembari menangis. Dirinya sudah pasrah " Ya Allah jikalau kau berkehendak maka aku sudah pasrah menerimanya ya Allah." Doa Lizah dalam hati Sembari menangis.
Sementara ditempat lain Yunisa mencari cari keberadaan Lizah, tetapi Yunisa tidak menemukan Lizah dimana mana. Padahal Yunisa sudah melihat Lizah di ruangan nya tetapi lizah tetap tidak ad disana membuat Yunisa semakin kwatir. "Mas....panggil Yunisa yang tiba tiba masuk keruangan Damar
" Iya sayang ada apa?" Tanya Damar
" Mas.....ka Lizah tidak ada diruangannya udah itu aku sudah cari dimana mana tapi ka Lizah tidak ketemu." Terang Yunisa kepada Damar. Disana juga ada Josua yang sedang berbicara kepada Damar.
" Apa..... memangnya Lizah tadi diruanganya Ya?" Tanya Josua karna dirinya tidak mengetahui kalau Lizah ada diruangannya saat Josua masuk keruangan Damar
" Ia sebenarnya Lizah ada diruangannya saat kamu datang. Entah mengapa matanya sembab, ia juga pagi pagi sekali tiba dikantor. " Terang Yunisa . Membuat Josua sedikit bingung mengapa kekasihnya tiba tiba seperti itu. Josua sangat kwatir
"Dimana kamu sayang..."
Tetapi nomor ponsel milik lizah berada diluar jangkauan. Itu berarti posel milik lizah sudah tidak aktif. " Ya Tuhan dimana dia." Gumam Josua sembari kembali menghubungi nomor ponsel milik lizah. Berkali kali Josua mencoba menghubungi lizah tetapi hasilnya nihil.
Hal itu Membuat josua semakin kwatir. Ia menghubungi Damar untuk meminta bantuannya agar Damar menghubungi beberapa rekannya yang bisa melacak ponsel milik lizah. kemudian Damar meminta beberapa tenaga ahli yang dapat melacak keberadaan Lizah.
" Tolong lacak keberadaan nomor ponsel ini." Kata Damar kepada rekannya yang kebetulan ahli di bidang IT.
Ia memberikan nomor ponsel milik lizah. Setelah dilakukan pelacakan terhadap nomor ponsel milik lizah, mereka menemukan titik terang. " Lokasi terakhir terdeteksi Lizah berada diluar kota." Kata rekan Damar yang melacak keberadaan Lizah melalui nomor ponsel milik lizah.
" Hah......Lizah diluar kota? Tanya Yunisa karna dirinya terkejut kalau kakak angkatnya itu berada diluar kota tanpa memberitahu kepadanya.
__ADS_1
" Ia nona, setalah saya lakukan pelacakan terhadap nomor ponsel Lizah keberadaanya berada di Bakauheni" Terang rekan kerja Damar
"Hah ngapain kak Kartika disana?" Tanya Yunisa semakin penasaran. Mengapa kakanya berada disana. Setelah mendapatkan titik terang Damar, Josua dan beberapa anak buahnya berangkat kelokasi tempat signal posel Lizah terakhir terdeteksi.
Sementara Yunisa terlebih dahulu diantarkan ke rumah utama milik keluarga Baskoro. Mengingat Yunisa sudah hamil tua.Damar tidak mengijinkan Yunisa ikut keluar kota untuk mencari keberadaan lizah.
Sementara ditempat lain Lizah yang sudah bangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling tidak ada siapa siapa. Hanya satu orang anak buah Dani yang bertugas menjaga Lizah disana. Tiba tiba jaringan ada, ditempat Lizah di sekap. membuat ponsel Lizah dapat menangkap sinyal. Sebelum ketahuan bahwa Lizah menyembunyikan ponselnya disaku celananya.
Ia menekan nekan posel itu. Ia tidak tau kalau yang ia tekan nomor ponsel milik Josua .
" Hallo....,. hallo " sapa Josua dari seberang. Tetapi tidak ada jawaban. " Tiba tiba anak buah Deni datang menghampiri Lizah sembari memberikan air keran kepada Lizah untuk diminum. " Minum ini...." Bentak anak buah Deni.
" UM um um " kata Kartika karna tidak dapat berbicara mengingat mulutnya sudah ditutup lakban oleh anak buah Deni. Kemudian anak buah deni membuka penutup mulut Lizah agar lizah dapat meminum air keran yang diberikan anak buah Deni.
" Nih minum ....." Kata anak buah Deni sembari memberikan air keran yang sudah ia ambil sebelumya. Tanpa mereka sadari sedari tadi Josua masih tersambung dengan ponsel milik lizah yang berada disaku celananya.
" Tolong lepaskan aku, apa salahku sehingga kalian menculik ku?" Kata Lizah sembari meringis kesakitan akibat tamparan dan pukulan yang dilakukan anak buah Deni terhadapnya.
Mendengar kekasihnya diculik dan disekap membuat hati Josua bagai tertusuk duri tajam.
Damar yang mendengarnya juga geram." Siapa yang berani bermain main dengan saya, akan ku habisin kalian semua." geram Damar sembari menghubungi beberapa rekannya agar ikut untuk meringkus kawanan penjahat yang menculik lizah. "Kalau sampai lizah ku kenapa kenapa kalian tidak akan ku kasih ampun." Geram Josua sambil melacak keberadaan Lizah melalui sinyal ponsel milik lizah.
Bersambung.........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya baru outhor ceritanya seru banget loh
__ADS_1