My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Putri yang hilang


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan selesai, Damar memilih menginap di Hotel tempat diadakannya resepsi. Sementara Bu Rahma, Lita nyonya Rita dan juga Tuan Baskoro memilih untuk pulang ke Rumah utama milik keluarga Baskoro. Anak buah Josua sudah


mengevakuasi mobil yang sudah di sabotase anak buah Deby.


Sementara ditempat lain Josua dan Lizah masih asik ngobrol disebuah cafe dekat hotel tempat resepsi pernikahan Damar.


"Oh ya Li..... gimana keadaan kantor cabang yang ada di Surabaya."tanya Josua kepada Lizah. " Sejauh ini sih masih aman dan terkendali semua." Sahut Lizah.


"Li......sebenarnya ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu, tapi aku takut kamu marah." Kata Josua membuat Lizah bertanya. "Loh kok marah sih, ya kalau ada yang mau kamu bicarain ya bicara aja ngak perlu sungkan." Sahut Lizah.


Akhirnya Josua mengutarakan isi hatinya kepada Lizah yang selama ini Ia pendam.


"Aku mencintaimu Lizah."Kata Josua kepada Lizah. Sontak Lizah sangat terkejut akan penyataan cinta Josua terhadapnya.


"Kamu serius, aku ngak salah dengarkan." tanya Lizah karna dirinya belum percaya akan pernyataan cinta Josua kepadanya.


"Tidak kamu tidak salah dengar Li..... aku Serius."Sahut Josua. Tetapi Lizah tidak percaya begitu saja terhadap Josua . Karna selama ini Lizah sudah mengetahui sikap dan tingkah laku Josua terhadap wanita, yang senang mempermainkan perasaan wanita.


Bahkan banyak dari antara wanita wanita yang dekat dengan dirinya, datang hanya untuk melabrak Josua ke kantor.


"Kamu ini masih saja bercanda samaku, terus mau kamu kemanain wanita wanita yang bersamamu selama ini hah........." kata Lizah sambil nyengir.


"Aku sudah tak seperti dulu lagi Li..... aku sudah lelah yang seperti itu,aku maunya sekarang serius." Sahut Josua untuk meyakinkan Lizah. "Maaf Jos..... untuk saat ini aku belum bisa menjawab, beri aku sedikit waktu untuk memantapkan hatiku."Jawab Lizah.


"Tidak apa apa, aku menunggu jawabanmu Lizah. Aku berharap kamu kasih aku kesempatan." Kata Josua penuh harap

__ADS_1


Sementara ditempat lain Damar dan Yunisa sudah berada di dalam kamar hotel yang di design sedemikian rupa, kamar yang sangat mewah. dan design interiornya juga serba mewah.


" Mas.....kamu yang sudah siapin ini semua?" Tanya Yunisa kepada Damar yang sudah sah menjadi suaminya. "Ia sayang kamu suka?"


"Aku suka bangat mas.....kok kamu tau aku suka dengan bunga mawar merah dan putih?" Tanya yunisa.


"He.....he..... he bagus deh kalau kamu suka sayang."kata Damar dan langsung memeluk Yunisa dari belakang "I love you my wife." kata Damar tepat ditelinga Yunisa.


Lalu Yunisa memutarkan badannya agar dapat melihat suaminya dengan jelas.


"I love you too my husband." Sahut Yunisa dibalas senyuman dari Damar. Damar mengecup kening Yunisa berkali kali.


" Mas.....Yunisa mandi duluan ya Soalnya badan Yunisa sudah lengket bangat nih." Kata Yunisa yang berniat untuk membersihkan tubuhnya.


"Kita mandi bareng Ya." Tawar Damar membuat Yunisa melototkan matanya kepada Damar. "Kenapa sayang? Kan tidak apa apa kamu kan sudah nyonya Damar Vincent. Pewaris Tunggal dari Baskoro Vincent group, jadi tidak masalahkan kalau kita mandi bareng?" kata Damar sambil mengedip edipkan matanya kearah Yunisa. Yunisa langsung berlari masuk kedalam kamar mandi. "Ha ha ha ha." Damar tertawa terbahak melihat tingkah istrinya yang masih malu malu terhadapnya.


" Huh semua ini gara gara Mas Damar yang ngerjain aku, aku jadi lupa deh bawa handuk."gumamnya dalam hati.


Sudah lebih dari tiga puluh menit Yunisa masih didalam kamar mandi. "Loh kok lama bangat istriku di dalam kamar mandi." Tanya Damar dalam hati sehingga ia berniat memanggil istrinya."Sayang ......kok lama bangat mandinya." Tanya Damar Karna dirinya kwatir terjadi sesuatu kepada istrinya.


"Sayang tolong bawain handuk dong aku lupa bawanya." Pinta Yunisa kepada suaminya. "Ya Sudah keluar saja sayang kan ngak apa apa ngak ada orang kok hanya suamimu yang tampan ini saja disini." Kata Damar untuk menjahili istrinya. Tetapi Damar tetap memberikan handuk yang di pinta istrinya.


Yunisa keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan di badannya membuat kulit putih mulusnya terlihat jelas oleh Damar.


"Wow sungguh indah." Gumamnya dalam hati. lalu Damar langsung memeluk Yunisa dari belakang. Membuat Yunisa sangat terkejut.

__ADS_1


Yunisa tidak melihat kopernya berada didalam kamar sehingga dirinya tidak bisa langsung memakai baju gantinya. "Loh Mas koper aku dimana?" Tanya Yunisa kepada suaminya.


"Oh mungkin masih di mobil sayang." Sahut Damar sambil mengecup bibir Yunisa "Ih..... kalau gini aku pakai apa Mas masa pakai handuk aja" Kata Yunisa sambil memonyongkan bibirnya membuat Damar semakin gemas melihat istri kecilnya.


"Jangan cemberut gitu dong sayang ......buat mas jadi semakin gemas." Kata Damar


"Sudah ah pergi mandi sana." kata Yunisa agar Damar segera membersihkan diri. "Tanpa mandi juga Mas juga masih harum sayang." kata Damar sembari mendekatkan badannya kepada Yunisa. " Hum.... ..badan lengket begini bau tau." kata Yunisa kepada suaminya. Akhirnya dari pada kena semprot sama istri kecilnya Damarpun berlalu dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sementara ditempat lain tanpak lita sangat terkagum kagum melihat Rumah utama milik keluarga Baskoro. "Wow besar bangat rumahnya, semua serba mewah." Gumamnya dalam hati. Tiba tiba nyonya Rita datang menghampiri Lita. "Eh lita ....ternyata kamu disini! kita makan yuk nak" Ajak nyonya Rita.


"Lita masih kenyang Tante soalnya tadi di pesta makannya kayla banyak he he he. " Kata Lita sambil mengembangkan senyumnya kepada nyonya Rita membuat nyonya Rita teringat kepada putrinya yang hilang 15 tahun yang lalu. " Seandainya Putriku masih hidup, pasti seumuran dengannya." Gumamnya dalam hati sembari memperhatikan Lita


" Oh ya nak Lita, kalau boleh Tante tau umur kamu berapa nak."Tanya nyonya Rita kepada Lita karna dirinya penasaran akan sosok Lita. Karna semenjak nyonya Rita bertemu dengan lita seperti ada sesuatu yang lain didiri Lita membuat nyonya Rita ingin selalu dekat dengan Lita.


"Oh umur aku 15 tahun Tante." Sahut Lita Mendengar jawaban Lita membuat jantung nyonya Rita berdegup kencang. Nyonya Rita mempunyai firasat kalau kita adalah putri kandungnya yang hilang 15 tahun yang lalu. Sehingga ia buru buru meninggalkan Lita di balkon dan pergi menemui tuan Baskoro.


" Papi ada sesuatu yang mau mami bicarakan sama papi, tapi tidak disini, lebih baik kita keruang kerja papi." Kata nyonya Rita karna dirinya takut kalau Bu Rahma mendengar pembicaraan mereka. Akhirnya tuan Baskoro pun mengikuti istrinya ke ruang kerjanya.


"Ada apa sih mi...... kok tiba tiba mami mengajak papi kemari?" Tanya tuan Baskoro kepada istrinya. " Begini Pi...... firasat mami mengatakan kalau lita itu putri kandung kita yang hilang 15 tahun yang lalu." Kata nyonya Rita memberitahukan firasatnya kepada tuan Baskoro. "Kok mami bisa mengatakan kalau lita itu putri kita yang hilang dulu?" sudah dong mi jangan menghalu melulu memangnya mami belum bisa terima?" Tanya tuan Baskoro kepada istrinya karna dirinya beranggapan kalau istrinya menghalu.


"Tidak Pi......mami tidak menghalu, karna mami lihat sendiri tanda lahir yang ada di belakang daun telinga lita sama persis dengan Tanda lahir putri kita yang hilang dulu Pi...." Kata nyonya Rita meyakinkan tuan Baskoro sehingga tuan Baskoro memikirkan perkataan istrinya. "Ya sudah kita jangan gegabah mi..... lebih baik kita cari tau dulu, bila penting kita lakukan tes DNA. Kata tuan Baskoro membuat nyonya Rita semakin bersemangat.


Bersambung.........


yuk mampir terus kekaryaku dan. dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.🙏🙏🙏💓👊👊💓 trimakasih.

__ADS_1


mampir juga kekaryaku yang dibawah siapa tau suka



__ADS_2